Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 16383 Warta Seluruh
Tingkat: Semua Tingkat
Batik Khas Telukawur Tampil Memikat di Hari Batik Nasional, Warna Budaya Lokal dalam Pengukuhan Desa Imigrasi
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Batik Khas Telukawur Tampil Memikat di Hari Batik Nasional, Warna Budaya Lokal dalam Pengukuhan Desa Imigrasi

#Dekranasda

Telukawur, 2 Oktober 2026 — Semangat melestarikan budaya lokal turut mewarnai kegiatan Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi yang dilaksanakan di Hotel Horison Antawirya Telukawur, Jumat (2/10/2026). Bertepatan dengan momentum Hari Batik Nasional, batik khas Telukawur turut dipamerkan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat desa. Kehadiran batik khas Telukawur menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut. Tidak sekadar sebagai busana atau produk kerajinan, batik lokal menjadi representasi identitas masyarakat sekaligus ruang untuk memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas. Momentum Hari Batik Nasional menjadi kesempatan bagi masyarakat Telukawur untuk kembali menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya. Batik yang berkembang di tengah masyarakat memiliki nilai lebih ketika mampu memuat karakter, cerita, serta kekhasan daerah yang menjadi asalnya. Melalui pameran tersebut, batik khas Telukawur diperkenalkan sebagai bagian dari potensi UMKM dan ekonomi kreatif desa. Kehadirannya dalam sebuah kegiatan yang dihadiri berbagai pihak juga membuka ruang promosi bagi produk lokal agar semakin dikenal dan memiliki peluang untuk berkembang ke pasar yang lebih luas. Bagi TP. PKK Desa Telukawur, pengenalan produk batik lokal juga sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi yang tumbuh dari desa. Kreativitas warga, keterampilan membatik, serta keberanian memperkenalkan produk lokal menjadi modal penting dalam mendorong UMKM agar terus berkembang. Batik sebagai Identitas dan Potensi Ekonomi Pameran batik khas Telukawur menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Produk budaya tidak hanya dipandang sebagai warisan yang harus dijaga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Keikutsertaan batik Telukawur dalam kegiatan Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi juga menjadi bentuk nyata bahwa potensi desa dapat hadir dalam berbagai ruang kegiatan. Desa tidak hanya memiliki sumber daya alam dan potensi ekonomi, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang layak diperkenalkan. Momentum ini diharapkan dapat semakin menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap produk lokal sekaligus mendorong generasi muda untuk ikut mengenal, mencintai, dan melestarikan batik sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia. Hari Batik Nasional pun menjadi pengingat bahwa menjaga budaya bukan hanya tentang mempertahankan warisan masa lalu, tetapi juga bagaimana memberikan ruang agar budaya tersebut terus hidup, berkembang, dan memiliki nilai bagi generasi mendatang. Dari Telukawur, batik bukan sekadar kain—ia adalah cerita, identitas, kreativitas, dan potensi ekonomi yang terus tumbuh dari desa.

Kedai Sultan Banjir Orderan, UMKM Lokal Telukawur Kian Berkembang
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Kedai Sultan Banjir Orderan, UMKM Lokal Telukawur Kian Berkembang

#Dekranasda

Telukawur, 2 Oktober 2026 — Geliat pelaku usaha mikro di Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, terus menunjukkan perkembangan. Salah satunya terlihat dari Kedai Sultan, UMKM lokal yang tengah mengalami peningkatan pesanan dan semakin mendapatkan kepercayaan dari konsumen. Pada Jumat (2/10/2026), aktivitas Kedai Sultan tampak semakin ramai seiring meningkatnya permintaan terhadap produk yang ditawarkan. Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa UMKM lokal memiliki peluang untuk berkembang melalui konsistensi pelayanan, kualitas produk, serta kemampuan membangun kepercayaan pelanggan. Meningkatnya pesanan menjadi momentum bagi Kedai Sultan untuk terus melakukan pembenahan dalam pengelolaan usaha. Bagi pelaku UMKM, bertambahnya permintaan tidak hanya menjadi peluang peningkatan omzet, tetapi juga menjadi tantangan untuk menjaga kualitas dan ketepatan pelayanan. Kedai Sultan menjadi salah satu contoh geliat ekonomi masyarakat yang tumbuh dari tingkat lokal. Aktivitas usaha yang semakin berkembang turut membuka ruang bagi perputaran ekonomi di lingkungan sekitar serta memperkuat keberadaan produk dan layanan yang dikelola masyarakat desa. Dalam perjalanan menuju UMKM Naik Kelas, penguatan berbagai aspek usaha menjadi bagian penting. Tidak hanya mengandalkan produk, pelaku usaha perlu memperhatikan kualitas, pelayanan konsumen, pencatatan usaha, pengelolaan produksi, kemasan, serta strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan pasar. Pemanfaatan media sosial dan pemasaran digital juga dapat menjadi peluang bagi UMKM untuk memperluas jangkauan konsumen. Dokumentasi aktivitas usaha, pengenalan produk, serta komunikasi dengan pelanggan melalui kanal digital dapat membantu membangun keberadaan merek di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis. Meningkatnya pesanan di Kedai Sultan menjadi momentum untuk terus meningkatkan kapasitas usaha secara bertahap. Konsistensi menjaga kualitas dan pelayanan diharapkan dapat mempertahankan kepercayaan pelanggan sekaligus membuka peluang pasar baru. Bagi Desa Telukawur, tumbuhnya UMKM lokal menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi masyarakat. Semakin banyak usaha masyarakat yang berkembang, semakin terbuka pula peluang terciptanya aktivitas ekonomi dan lapangan usaha di tingkat desa. Dengan semangat inovasi dan kerja keras, Kedai Sultan terus melangkah dalam perjalanan menjadi UMKM lokal yang semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar. Orderan bertambah, semangat terus bertumbuh—Kedai Sultan membuktikan UMKM lokal punya ruang untuk naik kelas.

Pertemuan rutin pkk rw 7
Desa Dermolo, Kec. Kembang

Pertemuan rutin pkk rw 7

#PKK

Pertemuan rutin kelompok yasinan rw 7 yang diadakan satu minggu sekali Setiap hari jum'at. Pertemuan diadakan di masjid Al amal yang acaranya pembacaan asmaul husna, tahlil, srakalan dan mauidhohasanah dari ustad setempat. Dengan adanya kajian seperti diharapkan agar semakin menambah ilmu dan ketaatan kepada Allah swt.

Kegiatan UMK dibidang jasa
Desa Geneng, Kec. Batealit

Kegiatan UMK dibidang jasa

#Dekranasda

Kegiatan pengembangan UMKM di desa geneng khusunya. Yang bersama @hantaran.kadoku.umkm yang bergerak dibidang jasa . Diantaranya pembuatan buket. Hal ini diharapkan agar menaikan.jumlah pemesanan customer.

Latoh Telukawur, Potensi Pangan Laut yang Menghidupkan Kreativitas Masyarakat Pesisir
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Latoh Telukawur, Potensi Pangan Laut yang Menghidupkan Kreativitas Masyarakat Pesisir

#Dekranasda

Telukawur, 2 Oktober 2026 — Kekayaan laut Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, menyimpan beragam potensi pangan yang dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Salah satunya adalah latoh, bahan pangan laut yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner lokal sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk unggulan desa. Pada Jumat (2/10/2026), latoh menjadi salah satu potensi hasil laut yang diperkenalkan sebagai bagian dari pengembangan produk pangan berbasis sumber daya lokal. Keberadaan latoh menunjukkan bahwa kekayaan pesisir tidak hanya berasal dari hasil tangkapan ikan, tetapi juga dari berbagai sumber daya laut yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Latoh dikenal sebagai salah satu jenis rumput laut yang memiliki bentuk menyerupai butiran kecil seperti buah anggur. Di tengah masyarakat pesisir, latoh dapat diolah dan disajikan sebagai bagian dari hidangan sehari-hari. Karakter tekstur dan cita rasanya menjadikan bahan pangan laut ini memiliki daya tarik tersendiri. Pemanfaatan latoh juga membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Melalui kreativitas dan inovasi, latoh dapat dikembangkan menjadi berbagai olahan pangan dengan memperhatikan kualitas bahan baku, kebersihan, pengemasan, serta selera konsumen. Bagi masyarakat Desa Telukawur, pengembangan produk berbasis latoh menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya pesisir. Bahan pangan yang sebelumnya lebih banyak dikonsumsi secara lokal memiliki peluang untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas melalui pengembangan produk dan strategi pemasaran yang tepat. Pengembangan UMKM berbasis latoh juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menciptakan inovasi baru. Penguatan identitas produk, peningkatan kualitas kemasan, pemasaran digital, serta pengembangan jaringan pasar menjadi beberapa aspek yang dapat dilakukan secara bertahap. Sebagai desa pesisir, Telukawur memiliki potensi untuk membangun identitas ekonomi dan kuliner yang berakar dari kekayaan laut. Latoh menjadi salah satu bahan pangan lokal yang dapat memperkaya ragam produk sekaligus memperkenalkan karakter pangan masyarakat pesisir kepada konsumen. Di sisi lain, pemanfaatan sumber daya laut perlu dilakukan secara bijak dengan memperhatikan keberlanjutan ekosistem. Pengelolaan yang bertanggung jawab menjadi bagian penting agar potensi laut tetap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. Melalui inovasi, kreativitas, dan penguatan kapasitas masyarakat, latoh Telukawur memiliki peluang untuk berkembang dari pangan lokal menjadi salah satu produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan identitas khas desa. Dari kekayaan laut Telukawur, tumbuh cita rasa lokal dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Pengajian Muslimat RW 04
Desa Bucu, Kec. Kembang

Pengajian Muslimat RW 04

#PKK

Pengajian Muslimat di masjid Baiturrahman RW 04. Pengajian dilaksanakan setiap hari Jum'at. Utk mengikat anggota diadalan iriban dan dibuka saat pertemuan itu juga.