Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 16388 Warta Seluruh
Tingkat: Semua Tingkat
Kenalkan Batik Sejak Dini, TK Pertiwi Telukawur Gelar Edukasi Fashion Show di Hari Batik Nasional
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Kenalkan Batik Sejak Dini, TK Pertiwi Telukawur Gelar Edukasi Fashion Show di Hari Batik Nasional

#Bunda Literasi

TELUKAWUR, 2 Oktober 2026 — Semangat mengenalkan budaya Nusantara kepada generasi sejak usia dini hadir di TK Pertiwi Telukawur dalam momentum Hari Batik Nasional, Jumat (2/10/2026). Melalui kegiatan edukasi fashion show batik, anak-anak diajak mengenal batik dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan dekat dengan dunia mereka. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual untuk memperkenalkan batik sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Anak-anak tidak hanya diajak melihat dan mengenakan batik, tetapi juga diberikan pengalaman untuk tampil percaya diri sekaligus mengenal nilai budaya yang melekat di balik busana yang mereka kenakan. Belajar Budaya Melalui Pengalaman yang Menyenangkan Bagi anak usia dini, proses pembelajaran akan lebih mudah diterima ketika disampaikan melalui kegiatan yang menarik dan melibatkan pengalaman langsung. Fashion show menjadi salah satu media edukasi yang memadukan unsur budaya, seni, kreativitas, dan keberanian tampil di depan orang lain. Dengan mengenakan busana batik, anak-anak mendapatkan pengalaman sederhana namun bermakna tentang salah satu warisan budaya Indonesia. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa sejak usia dini. Batik diperkenalkan bukan sekadar sebagai pakaian untuk dikenakan pada acara tertentu, tetapi sebagai bagian dari identitas budaya yang perlu dikenal, dihargai, dan dilestarikan. Menumbuhkan Percaya Diri dan Kreativitas Anak Selain mengenalkan batik, kegiatan fashion show juga memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan keberanian dan rasa percaya diri. Berjalan di depan teman-teman dan menunjukkan busana yang dikenakan menjadi pengalaman positif dalam proses perkembangan sosial anak. Kegiatan seperti ini juga dapat merangsang kreativitas dan kemampuan anak dalam mengekspresikan diri. Dengan suasana yang menyenangkan, edukasi budaya dapat hadir tanpa menghilangkan karakter pembelajaran anak usia dini yang penuh permainan dan eksplorasi. Bagi pendidik dan keluarga, momentum Hari Batik Nasional menjadi kesempatan untuk memperkuat pendidikan budaya melalui lingkungan sekolah dan keluarga. Pengenalan yang dilakukan sejak kecil diharapkan dapat membangun kedekatan emosional anak dengan budaya Indonesia. Batik, Warisan Budaya yang Dikenalkan dari Generasi ke Generasi Hari Batik Nasional menjadi pengingat pentingnya menjaga keberlanjutan batik sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Pelestarian budaya tidak hanya dilakukan oleh perajin maupun pelaku seni, tetapi juga dapat dimulai dari lingkungan pendidikan melalui pengenalan sederhana kepada anak-anak. TK Pertiwi Telukawur turut mengambil bagian melalui kegiatan edukasi yang menggabungkan budaya dan kreativitas. Fashion show menjadi media untuk menghadirkan batik dalam suasana yang ceria sekaligus memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi peserta didik. Dari langkah sederhana tersebut, tumbuh harapan agar generasi muda tidak hanya mengenal batik sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki rasa bangga untuk mengenakan, menghargai, dan ikut melestarikannya. Dari langkah kecil di sekolah, tumbuh kecintaan besar terhadap budaya. Kenalkan batik sejak dini, agar warisan Nusantara terus hidup di generasi masa depan.

Cap Nona Hadirkan Rainbow Cake, Inovasi Warna-Warni dari UMKM Telukawur yang Terus Naik Kelas
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Cap Nona Hadirkan Rainbow Cake, Inovasi Warna-Warni dari UMKM Telukawur yang Terus Naik Kelas

#Dekranasda

TELUKAWUR, 2 Oktober 2026 — Kreativitas pelaku UMKM di Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, terus berkembang. Salah satunya ditunjukkan UMKM Cap Nona melalui inovasi produk Rainbow Cake, sajian kue dengan tampilan warna-warni yang menarik dan menjadi bagian dari pengembangan produk lokal. Inovasi Rainbow Cake menjadi bukti bahwa pelaku UMKM desa terus membaca peluang pasar dan berani menghadirkan kreasi baru. Tidak hanya mempertahankan produk yang sudah dikenal, Cap Nona juga melakukan pengembangan dengan menghadirkan varian yang memiliki daya tarik visual sekaligus dapat menyasar kebutuhan konsumen yang beragam. Kreativitas Menjadi Kekuatan Produk Lokal Rainbow Cake dikenal dengan tampilan berlapis warna yang memberikan kesan ceria dan menarik. Bagi pelaku usaha, karakter visual tersebut dapat menjadi nilai tambah dalam menawarkan produk, terutama untuk berbagai momen spesial seperti ulang tahun, perayaan keluarga, hingga kegiatan komunitas. Bagi Cap Nona, inovasi produk merupakan bagian dari proses mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Kreativitas dalam mengolah produk menjadi salah satu cara untuk menjaga daya tarik sekaligus memberikan pilihan baru bagi pelanggan. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa UMKM lokal memiliki ruang yang luas untuk berinovasi. Dari usaha yang tumbuh di lingkungan masyarakat, produk dapat terus dikembangkan melalui kreativitas, konsistensi, dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen. UMKM Telukawur Terus Bergerak Naik Kelas Menjadi UMKM yang berkembang membutuhkan proses. Selain menjaga kualitas, pelaku usaha perlu terus belajar mengenai inovasi produk, pemasaran, kemasan, pelayanan, dan berbagai aspek lain yang mendukung keberlanjutan usaha. Rainbow Cake Cap Nona menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi sederhana dapat menjadi bagian dari langkah pengembangan produk. Kehadiran varian baru membuka peluang bagi usaha untuk memperluas portofolio sekaligus menjangkau konsumen dengan kebutuhan yang berbeda. Semangat tersebut sejalan dengan upaya mendorong UMKM desa agar semakin produktif dan memiliki daya saing. Ketika pelaku usaha terus berinovasi, ekosistem ekonomi lokal pun memiliki peluang untuk tumbuh semakin beragam. Warna Baru, Semangat Baru dari Telukawur Bagi masyarakat Desa Telukawur, berkembangnya produk seperti Rainbow Cake Cap Nona menjadi bagian dari cerita tentang kreativitas warga dalam mengembangkan potensi ekonomi keluarga. Dari produk rumahan, lahir berbagai inovasi yang dapat diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas. Setiap kreasi menjadi langkah untuk membangun kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat identitas UMKM lokal. Rainbow Cake Cap Nona pun membawa pesan sederhana: inovasi tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dari keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru dan terus memperbaikinya. Warna-warni Rainbow Cake Cap Nona menjadi warna baru UMKM Telukawur—terus berkreasi, terus berkembang, dan terus melangkah menuju UMKM lokal yang naik kelas.

Cap Nona Hadirkan Inovasi Kue Tart, UMKM Telukawur Kian Kreatif dan Naik Kelas
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Cap Nona Hadirkan Inovasi Kue Tart, UMKM Telukawur Kian Kreatif dan Naik Kelas

#Dekranasda

TELUKAWUR, 2 Oktober 2026 — Kreativitas pelaku usaha mikro terus tumbuh di Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Salah satunya ditunjukkan oleh UMKM Cap Nona yang terus mengembangkan produk olahan pangan melalui inovasi kue tart dengan tampilan menarik dan beragam pilihan kreasi. Inovasi tersebut menjadi bagian dari langkah UMKM lokal untuk mengikuti perkembangan selera konsumen sekaligus memperluas pilihan produk yang ditawarkan. Tidak hanya mengandalkan produk yang telah dikenal sebelumnya, Cap Nona terus mencoba menghadirkan kreasi baru agar mampu menjangkau kebutuhan pelanggan yang semakin beragam. Dari Produk Rumahan Menjadi Peluang Usaha Kue tart memiliki pasar yang cukup beragam, mulai dari kebutuhan ulang tahun, perayaan keluarga, hingga berbagai momentum spesial. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan produk yang tidak hanya mengutamakan rasa, tetapi juga tampilan dan kreativitas. Melalui inovasi kue tart, Cap Nona menunjukkan bagaimana usaha berbasis rumah tangga dapat terus berkembang dengan membaca kebutuhan pasar. Kreativitas dalam desain dan penyajian menjadi salah satu bagian penting untuk memberikan nilai tambah pada produk. Semangat berinovasi tersebut menjadi gambaran bahwa UMKM lokal memiliki peluang untuk terus berkembang ketika mampu menjaga kualitas sekaligus menghadirkan pembaruan secara konsisten. Inovasi Menjadi Kunci UMKM Naik Kelas Perjalanan UMKM untuk naik kelas tidak hanya ditentukan oleh besarnya produksi. Kemampuan melakukan inovasi, menjaga kualitas, membangun identitas produk, serta memahami kebutuhan konsumen juga menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha. Cap Nona menjadi salah satu contoh pelaku usaha lokal yang terus mencoba membuka ruang pengembangan produk. Kehadiran kue tart menjadi tambahan portofolio yang memperlihatkan keberanian UMKM desa dalam mengeksplorasi peluang baru. Bagi lingkungan desa, berkembangnya UMKM seperti Cap Nona juga memiliki arti lebih luas. Aktivitas usaha dapat menjadi penggerak ekonomi keluarga sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal. Membawa Nama Telukawur melalui Produk Lokal Produk UMKM merupakan salah satu cara memperkenalkan kreativitas masyarakat desa kepada khalayak yang lebih luas. Semakin beragam produk yang dihasilkan, semakin terbuka pula peluang bagi produk lokal untuk dikenal dan memiliki pasar yang lebih luas. Inovasi kue tart Cap Nona menjadi bagian dari cerita perkembangan UMKM Telukawur yang terus bergerak mengikuti zaman. Kreativitas, ketekunan, dan kemauan untuk belajar menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan usaha. Dengan semangat tersebut, UMKM lokal Telukawur diharapkan terus berani berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan membangun daya saing secara bertahap. Dari dapur lokal Telukawur, lahir kreativitas baru. Cap Nona terus berinovasi, membawa UMKM desa semakin siap naik kelas.

Telukawur Perkuat Ketahanan Pangan, Pemdes dan TP. PKK Tebar Benih Bandeng Bersama BPKJ UNDIP
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Telukawur Perkuat Ketahanan Pangan, Pemdes dan TP. PKK Tebar Benih Bandeng Bersama BPKJ UNDIP

#Dekranasda

TELUKAWUR, 2 Oktober 2026 — Semangat membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal terus dikembangkan Pemerintah Desa Telukawur melalui kolaborasi lintas sektor. Bertepatan dengan rangkaian Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi, Jumat (2/10/2026), Pemerintah Desa Telukawur bersama TP. PKK Desa Telukawur turut mengikuti kegiatan penebaran benih ikan bandeng di tambak BPKJ (Badan Pengelola Kampus Jepara) UNDIP. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kerja sama berkelanjutan antara Pemerintah Desa Telukawur dengan BPKJ UNDIP dalam mengoptimalkan potensi tambak sekaligus mendukung program ketahanan pangan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Prof. Nyowman, yang menjadi bagian dari kolaborasi dalam mendorong pengembangan potensi perikanan dan ketahanan pangan berbasis masyarakat. Penebaran benih bandeng menjadi simbol dimulainya langkah pengembangan yang diharapkan dapat terus berlanjut melalui pengelolaan, pendampingan, dan kerja sama antarpihak. Kolaborasi untuk Mengoptimalkan Potensi Pesisir Sebagai desa yang memiliki karakter wilayah pesisir, Telukawur memiliki potensi perikanan dan sumber daya tambak yang dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat. Penebaran benih ikan bandeng menjadi salah satu langkah konkret untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Dengan pengelolaan yang baik dan kolaborasi berkelanjutan, sektor perikanan diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya dalam penyediaan sumber pangan, tetapi juga membuka ruang bagi kegiatan produktif masyarakat. Kerja sama dengan BPKJ UNDIP menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kolaborasi. Perguruan tinggi memiliki ruang untuk mendukung pengembangan melalui pengetahuan dan inovasi, sementara pemerintah desa berperan dalam membangun koordinasi serta mendorong keterlibatan masyarakat. TP. PKK Dorong Ketahanan Pangan dari Tingkat Keluarga Kehadiran TP. PKK Desa Telukawur dalam kegiatan penebaran benih bandeng turut memperkuat perspektif pemberdayaan masyarakat. Ketahanan pangan tidak hanya menjadi urusan produksi, tetapi juga berkaitan dengan keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang tersedia. Melalui keterlibatan TP. PKK, semangat ketahanan pangan dapat terus dikenalkan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang produktif dan mandiri. Pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan juga dapat menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi. Langkah Awal Kerja Sama Berkelanjutan Penebaran benih bandeng bukan sekadar kegiatan simbolis. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi titik awal untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan dalam pengelolaan potensi tambak dan pengembangan ketahanan pangan. Kolaborasi antara Pemerintah Desa Telukawur, TP. PKK Desa Telukawur, BPKJ UNDIP, dan unsur pendukung lainnya diharapkan dapat terus berkembang melalui pendampingan, pengelolaan, serta evaluasi bersama. Dengan demikian, potensi tambak dapat dikembangkan secara terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa program Desa Binaan Imigrasi dapat menjadi ruang yang lebih luas untuk membangun jejaring dan kolaborasi. Di samping memperkuat literasi keimigrasian serta pencegahan TPPO dan TPPM, momentum tersebut juga membuka peluang pengembangan potensi desa melalui program ketahanan pangan. Bagi Telukawur, ketahanan pangan bukan hanya tentang menyediakan pangan, tetapi juga tentang membangun kolaborasi, mengoptimalkan potensi lokal, dan menciptakan ruang produktif bagi masyarakat. Dari tambak Telukawur, benih ditebar, kolaborasi diperkuat, dan harapan ketahanan pangan tumbuh bersama masyarakat.

TP. PKK Telukawur Ikuti Dialog Kebangsaan, Perkuat Literasi Publik tentang RUU Perampasan Aset
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

TP. PKK Telukawur Ikuti Dialog Kebangsaan, Perkuat Literasi Publik tentang RUU Perampasan Aset

#Bunda Literasi

TELUKAWUR, 2 Oktober 2026 — Meningkatkan wawasan kebangsaan dan pemahaman masyarakat terhadap perkembangan kebijakan publik menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang kritis, informatif, dan berpartisipasi. Semangat tersebut turut diwujudkan TP. PKK Desa Telukawur melalui keikutsertaannya dalam kegiatan Dialog Kebangsaan: Serap Aspirasi Publik – “Kecermatan Rakyat untuk UU Perampasan Aset”, Jumat (2/10/2026). Kegiatan literasi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memahami isu hukum dan kebijakan publik yang tengah menjadi perhatian nasional, khususnya mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Terkait Tindak Pidana. Keikutsertaan TP. PKK Desa Telukawur menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan kader mengenai persoalan kebangsaan sekaligus mendorong budaya literasi di lingkungan masyarakat. Melalui forum semacam ini, kader PKK dapat memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai isu hukum yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat. Mendorong Masyarakat Cermat Memahami Kebijakan Publik RUU Perampasan Aset merupakan salah satu agenda legislasi yang masih dalam proses pembahasan pada 2026. Dalam prosesnya, DPR RI menyatakan pentingnya penyerapan aspirasi masyarakat serta pelibatan berbagai elemen untuk memperkaya substansi rancangan regulasi tersebut. Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam pembahasan, termasuk mekanisme pemulihan aset, perlindungan hak masyarakat, perlindungan pihak ketiga yang memiliki hak secara sah, serta pencegahan penyalahgunaan kewenangan. Dalam konteks tersebut, tema “Kecermatan Rakyat” menjadi relevan sebagai ajakan agar masyarakat tidak hanya mengikuti perkembangan isu hukum, tetapi juga memahami informasi secara utuh, membedakan fakta dengan opini, serta mengetahui ruang partisipasi publik dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan. TP. PKK sebagai Bagian dari Gerakan Literasi Masyarakat Keikutsertaan TP. PKK Desa Telukawur dalam dialog kebangsaan menunjukkan bahwa literasi masyarakat memiliki cakupan yang luas. Literasi tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan keterampilan keluarga, tetapi juga mencakup kemampuan memahami persoalan sosial, hukum, pemerintahan, dan perkembangan kebijakan publik. Sebagai bagian dari masyarakat, kader PKK memiliki ruang strategis untuk meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Pemahaman yang baik terhadap isu publik dapat membantu membangun budaya diskusi yang sehat serta mendorong masyarakat untuk lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi. Dialog kebangsaan juga menjadi ruang untuk mengenal pentingnya partisipasi publik dalam proses pembentukan regulasi. Aspirasi masyarakat merupakan salah satu bagian dari proses pembahasan kebijakan, sementara substansi regulasi tetap dibahas melalui mekanisme legislasi yang berlaku. Dari Literasi Menuju Masyarakat yang Cermat dan Berdaya Bagi TP. PKK Desa Telukawur, mengikuti kegiatan literasi kebangsaan menjadi kesempatan untuk terus memperkaya wawasan kader. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal dalam membangun keluarga dan masyarakat yang lebih sadar terhadap perkembangan hukum dan kebijakan publik. Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan masyarakat untuk membaca persoalan secara cermat menjadi semakin penting. Dialog, diskusi, dan literasi publik dapat menjadi sarana untuk membangun pemahaman yang lebih utuh sekaligus mendorong masyarakat menggunakan ruang partisipasinya secara bertanggung jawab. Keikutsertaan TP. PKK Desa Telukawur dalam Dialog Kebangsaan: Serap Aspirasi Publik – “Kecermatan Rakyat untuk UU Perampasan Aset” menjadi bagian dari langkah kecil untuk memperkuat budaya literasi di tingkat desa. Dari desa, tumbuh masyarakat yang melek informasi; dari literasi, lahir warga yang semakin cermat memahami hukum, kebijakan, dan persoalan kebangsaan.

Sate Ayam Bumbu Kecap Jadi Menu MBG Nusa Indah VI
Desa Tahunan, Kec. Tahunan

Sate Ayam Bumbu Kecap Jadi Menu MBG Nusa Indah VI

#posyandu

Tahunan, Jumat, 2 Oktober 2026 — Pendistribusian Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dilakukan bagi balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui) di Pos Nusa Indah VI Desa Tahunan. Menu MBG yang dibagikan kali ini terdiri dari nasi putih, sate ayam bumbu kecap, tahu cabe garam, acar timun wortel, dan buah melon. Perpaduan menu tersebut menghadirkan sajian yang beragam, mulai dari nasi sebagai sumber karbohidrat, sate ayam dan tahu sebagai lauk, acar timun wortel sebagai pelengkap sayuran, serta melon sebagai buah. Dari sudut pandang TP PKK Desa Tahunan, pendistribusian MBG menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan pangan bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Keberagaman menu diharapkan dapat membantu mengenalkan berbagai jenis makanan kepada keluarga penerima manfaat. TP PKK Desa Tahunan terus mendukung pelaksanaan program MBG di Posyandu sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperhatikan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat, khususnya kelompok sasaran balita, bumil, dan busui. Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin, diharapkan program MBG dapat terus memberikan manfaat bagi keluarga di Desa Tahunan.