Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 5935 Warta Seluruh
Tingkat: Semua Tingkat
Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026
Kecamatan Mlonggo

Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026

#posyandu

Pada Kamis, 25 Juni 2026, Pengurus Pokja IV TP PKK Kecamatan Mlonggo menghadiri kegiatan Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026 yang diselenggarakan di Lucca Ballroom Eat and Meet Restaurant Jepara. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–12.20 WIB ini dipimpin oleh Ibu Laila Saidah Witiarso selaku Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Jepara. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat peran Tim Pembina Posyandu dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan penyelenggaraan Posyandu sesuai dengan kebijakan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan koordinasi, kapasitas, dan sinergi Tim Pembina Posyandu di semua tingkatan agar pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal, terpadu, dan berkelanjutan. Sasaran yang ingin dicapai adalah terwujudnya Posyandu yang mampu memberikan pelayanan sesuai enam bidang SPM, sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat. Sebagai tindak lanjut, Camat Mlonggo selaku Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan akan menyiapkan konsep pembinaan bagi seluruh Posyandu 6 SPM di desa-desa se-Kecamatan Mlonggo, menyusun jadwal pembinaan secara bertahap, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, puskesmas, dan para kader Posyandu agar pelaksanaan Posyandu 6 SPM dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

MENGIKUTI LOMBA AKU HATINYA PKK TINGKAT KABUPATEN JEPARA
Kecamatan Bangsri

MENGIKUTI LOMBA AKU HATINYA PKK TINGKAT KABUPATEN JEPARA

#PKK

Tim Penggerak PKK Kecamatan Bangsri mengikuti Lomba "Aku Hatinya PKK" (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman) tingkat Kabupaten Jepara. Ajang ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan komitmen kader dan masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai pilar ketahanan pangan keluarga. Dalam perlombaan tahun ini, perwakilan yang ditunjuk menampilkan konsep pekarangan yang produktif sekaligus estetik. Lahan di sekitar rumah warga disulap menjadi area penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA), warung hidup (sayuran dan bumbu dapur), bank hidup (tanaman pangan), serta integrasi budidaya ikan skala kecil dan peternakan unggas (peternakan/perikanan keluarga). Selain keasrian, penilaian juga difokuskan pada pengelolaan sampah mandiri dan keterlibatan aktif seluruh warga. Keikutsertaan dalam lomba tingkat kabupaten ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan untuk memotivasi masyarakat Jepara agar mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri dari halaman sendiri, sekaligus menciptakan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan bernilai ekonomis. Kamis, 25 Juni 2026

Pertemuan Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan
Kecamatan Welahan

Pertemuan Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan

#posyandu

Kegiatan Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan diselenggarakan pada hari Kamis Tanggal 25 Juni 2026 oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung transformasi Posyandu menuju pelayanan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pertemuan yang dilaksanakan di Kabupaten Jepara ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait se-Kabupaten Jepara, serta Ketua Tim Pembina Posyandu Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Jepara. Kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi, meningkatkan komitmen, dan memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pengelolaan Posyandu, khususnya pada bidang kesehatan sebagai bagian dari implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) dan transformasi Posyandu dengan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dalam kegiatan tersebut, narasumber memaparkan arah kebijakan transformasi Posyandu berdasarkan ketentuan terbaru yang menempatkan Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa dengan cakupan pelayanan enam bidang SPM, yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Bidang kesehatan tetap menjadi fokus utama melalui penyelenggaraan pelayanan kesehatan sepanjang siklus hidup, meliputi skrining kesehatan sesuai kelompok usia, pemantauan ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa, dan lanjut usia, pelayanan imunisasi, pemantauan status gizi, pencegahan penyakit tidak menular, edukasi kesehatan, hingga rujukan ke Puskesmas sesuai kebutuhan. Selain itu, disampaikan pula bahwa keberhasilan transformasi Posyandu memerlukan dukungan seluruh OPD melalui penyelarasan program, perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Melalui forum advokasi ini, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan mengintegrasikan program yang mendukung penguatan Posyandu ke dalam dokumen perencanaan daerah, meningkatkan kapasitas kader dan kelembagaan Posyandu, memperkuat sarana prasarana, serta mengoptimalkan pendampingan di tingkat desa dan kelurahan. Ketua Tim Pembina Posyandu Tingkat Kecamatan juga menyatakan kesiapan mengawal implementasi kebijakan di wilayah masing-masing melalui koordinasi dengan pemerintah desa, Puskesmas, dan seluruh pemangku kepentingan. Kegiatan ditutup dengan kesepakatan untuk melaksanakan koordinasi dan evaluasi secara berkala guna memastikan implementasi Posyandu Integrasi Layanan Primer berjalan efektif, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih terpadu, mudah diakses, dan mampu meningkatkan derajat kesehatan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jepara.

Rakor TP PKK Desa Ketilengsingolelo Welahan Jepara
Desa Ketilengsingolelo, Kec. Welahan

Rakor TP PKK Desa Ketilengsingolelo Welahan Jepara

#PKK

Kegiatan Rakor Rutin TP PKK Desa Ketilengsingolelo diadakan setiap tanggal 25 setiap bulannya. Dihadiri oleh Ketua TP PKK dan pengurus-pengurus serta anggota. Materi rakor umumnya befungsi pada evaluasi capaian program dan penyelarasan strategi kader. Di tingkat daerah, materi mencakup optimalisasi 10 program pokok pkk, penanganan isu stunting,ketahanan pangan keluarga, pemanfaatan perkarangan (Hatinya PKK),serta pemberdayaan ekonomi melalui UMKM. Susunan materi rakor PKK kali ini meliputi : . Evaluasi Kegiatan Meninjau sejauh mana program yang telah berjalan,seperti operasional Posyandu dan Dasawisma . Perencanaan & Sinergi Membahas Program Kerja proritas tahun berjalan serta memperkuat koordinasi antar kader. . Program Khusus Pemerintah Sinergi PKK dalam menekan angka inflasi, penanggulangan kemiskinan,serta edukasi gizi keluarga. . Tertib Administrasi Pembaharuan data dasawisma dan pelaporan kegiatan PKK

Rapat “Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026”
Kecamatan Pakis Aji

Rapat “Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026”

#posyandu

Ketua Pelaksana Harian Posyandu Kecamatan Pakis Aji ibu Yulaekah menghadiri rapat “Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026” Pada hari Kamis tanggal 25 Juni, waktu 07.30 WIB s.d. selesaitempat Lucca Ballroom Eat and Meet Restaurant (Jl. Lucca Nomor 1 RT 08/RW 03 Jepara) OPTIMALISASI KINERJA TIM PEMBINA POSYANDU KABUPATEN JEPARA oleh KEPALA DINSOSPERMASDES KAB.JEPARA MUH. ALI, S.Kep, NS,MMKes menerangkan Tim Pembina Posyandu Kabupaten Jepara memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan pelaksanaan Posyandu sebagai wadah pelayanan masyarakat yang mendukung pemenuhan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Keberhasilan penyelenggaraan Posyandu tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja, melainkan memerlukan sinergi, koordinasi, dan komitmen bersama dari seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, kader Posyandu, serta masyarakat. Hingga tahun 2026, Kabupaten Jepara telah menunjukkan capaian yang baik dengan 1.029 Posyandu atau 91% dari total Posyandu yang telah memiliki SK Posyandu 6 SPM. Berbagai program pendampingan, pembinaan, peningkatan kapasitas kader, koordinasi lintas sektor, serta dukungan pendanaan dari berbagai sumber telah dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kelembagaan dan kualitas layanan Posyandu. Optimalisasi kinerja Tim Pembina Posyandu diwujudkan melalui perencanaan kerja yang terintegrasi, dukungan program dari OPD sesuai tugas dan fungsi masing-masing, pembinaan berkelanjutan, serta penguatan kapasitas kader dan kelembagaan Posyandu. Dengan langkah tersebut, Posyandu diharapkan mampu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih aktif, mandiri, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor yang berkesinambungan, Posyandu tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan sosial, ketahanan keluarga, kualitas lingkungan, serta pembangunan masyarakat yang berdaya dan sejahtera menuju terwujudnya Kabupaten Jepara yang lebih maju dan berkelanjutan. SINERGI POSYANDU 6 SPM DALAM STRATEGI PENGUATAN POSYANDU ILP oleh KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN JEPARA HADI SARWOKO,S.KM,S.Kep,MM.Kes,MM menjelaskan [14.25, 25/6/2026] Menik Jumiati: Sinergi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam penguatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pelayanan masyarakat yang terpadu, komprehensif, dan berkelanjutan. Transformasi Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa tidak lagi berfokus pada pelayanan kesehatan semata, tetapi juga mengintegrasikan bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial dalam satu wadah pelayanan masyarakat. Keberhasilan implementasi Posyandu 6 SPM memerlukan sinergi yang kuat antar jenjang pemerintahan, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan seperti perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, BUMN, BUMD, dan masyarakat. Sinergi tersebut harus diwujudkan melalui perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi yang terintegrasi serta didukung oleh kebijakan, pendanaan, dan penguatan kelembagaan yang berkelanjutan. Penguatan Posyandu ILP juga membutuhkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemenuhan sarana dan prasarana, penguatan kader Posyandu, dukungan operasional, serta pendanaan yang memadai dari berbagai sumber. Dengan dukungan tersebut, Posyandu mampu memberikan pelayanan yang lebih dekat, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada setiap siklus kehidupan. Pada akhirnya, sinergi Posyandu 6 SPM dan Posyandu ILP diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan dasar, mempercepat deteksi dan penanganan masalah kesehatan maupun sosial, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mendukung pencapaian indikator pembangunan daerah. Melalui kolaborasi lintas sektor yang berkesinambungan, Posyandu dapat menjadi pusat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat yang berperan penting dalam mewujudkan keluarga sehat, sejahtera, mandiri, dan berkualitas menuju pembangunan desa dan daerah yang berkelanjutan. [14.26, 25/6/2026] Menik Jumiati: Tim Pembina Posyandu Kabupaten Jepara memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan pelaksanaan Posyandu sebagai wadah pelayanan masyarakat yang mendukung pemenuhan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Keberhasilan penyelenggaraan Posyandu tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja, melainkan memerlukan sinergi, koordinasi, dan komitmen bersama dari seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, kader Posyandu, serta masyarakat. Hingga tahun 2026, Kabupaten Jepara telah menunjukkan capaian yang baik dengan 1.029 Posyandu atau 91% dari total Posyandu yang telah memiliki SK Posyandu 6 SPM. Berbagai program pendampingan, pembinaan, peningkatan kapasitas kader, koordinasi lintas sektor, serta dukungan pendanaan dari berbagai sumber telah dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kelembagaan dan kualitas layanan Posyandu. Optimalisasi kinerja Tim Pembina Posyandu diwujudkan melalui perencanaan kerja yang terintegrasi, dukungan program dari OPD sesuai tugas dan fungsi masing-masing, pembinaan berkelanjutan, serta penguatan kapasitas kader dan kelembagaan Posyandu. Dengan langkah tersebut, Posyandu diharapkan mampu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih aktif, mandiri, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor yang berkesinambungan, Posyandu tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan sosial, ketahanan keluarga, kualitas lingkungan, serta pembangunan masyarakat yang berdaya dan sejahtera menuju terwujudnya Kabupaten Jepara yang lebih maju dan berkelanjutan. PERAN LINTAS SEKTOR DALAM PENGEMBANGAN POSYANDU 6 SPM dalam Pengembangan Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) merupakan upaya transformasi Posyandu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang terintegrasi dan berkelanjutan. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi dalam pemenuhan layanan dasar di bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Keberhasilan penyelenggaraan Posyandu 6 SPM sangat bergantung pada sinergi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah desa, kader Posyandu, serta partisipasi aktif masyarakat. Setiap sektor memiliki peran strategis sesuai tugas dan fungsinya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Melalui koordinasi yang kuat, perencanaan berbasis data, dukungan pembiayaan yang memadai, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan, Posyandu dapat berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang efektif, efisien, dan inklusif. Dengan demikian, Posyandu 6 SPM diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan, kualitas pendidikan, kesejahteraan sosial, kualitas lingkungan, serta ketahanan masyarakat menuju terwujudnya keluarga dan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.

Pengukuhan Bunda PAUD
Desa Sekuro, Kec. Mlonggo

Pengukuhan Bunda PAUD

#Bunda PAUD

Pada bulan september 2025, TP PKK Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara menghadiri acara khidmat pengukuhan Bunda PAUD yang bertempat di lantai 3 Gedung Bersama OPD Kabupaten Jepara. Prosesi pengukuhan ini menandai babak baru dalam komitmen desa untuk memberikan perhatian lebih pada sektor pendidikan anak usia dini. Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, pengurus PKK tingkat kabupaten, serta para tokoh pendidikan se-Kabupaten Jepara yang bersama-sama menyaksikan momentum penting tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meresmikan peran strategis Bunda PAUD Desa Sekuro sebagai tokoh sentral dan penggerak utama dalam memajukan kualitas pendidikan anak usia dini di tingkat desa. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara pemerintah desa dengan dinas-dinas terkait dalam ekosistem pendidikan di Kabupaten Jepara. Melalui pengukuhan ini pula, diharapkan program-program stimulasi tumbuh kembang anak dapat terintegrasi dengan baik demi menekan angka stunting sejak dini. Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah terwujudnya layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan merata bagi seluruh anak usia dini di wilayah Desa Sekuro. Sebagai tindak lanjut direncanakan akan dilaksanakan rapat koordinasi perdana dengan seluruh pengelola dan guru PAUD/TK di Desa Sekuro untuk memetakan kebutuhan fasilitas belajar mengajar. Bunda PAUD yang baru dikukuhkan juga berencana mengadakan program kunjungan lapangan (monitoring) ke lembaga-lembaga PAUD di desa guna menyusun program peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Semoga dengan pengukuhan ini, amanah yang diemban oleh Bunda PAUD Desa Sekuro dapat terlaksana dengan penuh tanggung jawab demi masa depan generasi penerus bangsa. Diharapkan anak-anak di Desa Sekuro dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter mulia, dan siap bersaing di masa depan melalui pondasi pendidikan anak usia dini yang kuat. Semoga komitmen dan kerja sama semua pihak ini dapat terus terjaga untuk membawa kemajuan serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Desa Sekuro.