Distribusi MBG 3 B
Distribusi MBG 3B dilaksanakan di 5 Posyandu yg ada di desa Bucu. Dilaksanakan dengan tertib dan lancar sebagai upaya memenuhi gizi penerima. Diharapkan dapat mendukung kesehatan,tumbuh kembang serta meningkatkan gizi.
Distribusi MBG 3B dilaksanakan di 5 Posyandu yg ada di desa Bucu. Dilaksanakan dengan tertib dan lancar sebagai upaya memenuhi gizi penerima. Diharapkan dapat mendukung kesehatan,tumbuh kembang serta meningkatkan gizi.
Pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, telah dilaksanakan kegiatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RA Darul Huda 1 Karanggondang. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak usia dini serta membiasakan pola makan sehat dan seimbang sejak kecil. Sajian menu sehat dan kaya nutrisi yang disajikan meliputi: 1. Nasi Putih * Manfaat: Sumber karbohidrat utama yang memberikan energi dan tenaga bagi anak-anak untuk aktif belajar dan bermain sepanjang hari. 2. Telur Puyuh Kecap Manfaat: Kaya akan protein berkualitas tinggi, zat besi, serta Vitamin A dan B kompleks yang baik untuk pembentukan sel tubuh, mencegah anemia, serta menjaga kesehatan mata dan daya tahan tubuh. 3. Tempe Kering Manfaat: Sumber protein nabati dan serat yang baik untuk kesehatan pencernaan. Tempe juga mengandung kalsium untuk memperkuat tulang dan gigi anak. 4. Sup Kol & Wortel Manfaat: Sup segar yang kaya serat, Vitamin A (dari wortel), dan Vitamin C (dari kol). Bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta melancarkan pencernaan. 5. Susu Manfaat: Mengandung kalsium dan Vitamin D tinggi yang sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat, serta mendukung perkembangan otak anak. Semoga kegiatan ini dapat terus mendorong generasi muda RA Darul Huda 1 Karanggondang menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, dan ceria!
Pada hari Senin, 5 Oktober 2026, Pokja I Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Jepara menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah bagi Calon Pengantin Kepada Kader Pokja I PKK dan Remaja Usia Nikah di Kabupaten Jepara Tahun 2026. Acara ini bertempat di Pendopo RA Kartini Kabupaten Jepara dan dimulai pada pukul 13.00 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan surat undangan resmi nomor 249/Pokja.I/PKK.Kab/IX/2026 tertanggal 29 September 2026. Seluruh peserta yang hadir mengenakan Seragam Kerja PKK berupa atasan batik PKK dan bawahan rok berwarna hitam. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Jepara, dengan alokasi sebanyak 5 orang peserta untuk tiap kecamatan. Komposisi utusan tersebut terdiri dari 1 orang Kader Pokja I Kecamatan, 2 orang Kader Pokja I Desa/Kelurahan Binaan, serta 2 orang Kader Pokja I Desa yang Ditunjuk. Wilayah kecamatan yang berpartisipasi mencakup Kecamatan Bangsri, Batealit, Donorojo, Jepara, Kalinyamatan, Karimunjawa, Kedung, Keling, Kembang, Mayong, Mlonggo, Nalumsari, Pakis Aji, Pecangaan, serta kecamatan lainnya di lingkungan Kabupaten Jepara. Tujuan utama pelaksanaan bimbingan ini adalah untuk memberikan pembekalan serta pemahaman yang komprehensif mengenai kesiapan perkawinan pra nikah, baik dari aspek kesehatan reproduksi, kesiapan mental, hingga manajemen kehidupan rumah tangga. Melalui pelatihan ini, para kader Pokja I PKK di tingkat kecamatan maupun desa diharapkan mampu meneruskan edukasi dan pendampingan secara langsung kepada remaja usia nikah serta calon pengantin di wilayahnya masing-masing guna mendukung terwujudnya keluarga yang sejahtera dan berkualitas.
Pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, anak-anak Kelas B di KB Mutiara Karanggondang mengikuti kegiatan pembelajaran yang menarik dan interaktif, yaitu mewarnai gambar bintang sesuai dengan jumlah angka yang ditentukan. Dalam kegiatan ini, para siswa diajak untuk mengenal angka 5 secara konkret melalui media visual gambar bintang. Suasana kelas tampak ceria dan penuh semangat saat anak-anak mulai memegang pensil warna dan krayon pilihan mereka masing-masing. Melalui kegiatan mewarnai 5 buah gambar bintang ini, anak-anak tidak hanya belajar mengenali lambang bilangan 5, tetapi juga melatih kemampuan kognitif dan ketelitian mereka dalam menghitung benda. Setiap anak diajarkan untuk menghitung gambar bintang satu per satu hingga mencapai jumlah lima sebelum mulai mewarnainya. Proses ini membantu memperkuat pemahaman konsep dasar berhitung awal secara menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak usia dini. Selain mengasah motorik halus melalui gerakan mewarnai di dalam garis gambar, aktivitas ini juga bertujuan untuk membangun rasa percaya diri, fokus, serta kreativitas siswa. Bimbingan penuh kasih dari para guru di KB Mutiara Karanggondang memastikan setiap anak dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik sesuai arahan. Kegiatan belajar sambil bermain ini diakhiri dengan apresiasi bagi seluruh siswa atas usaha dan karya indah yang telah mereka hasilkan.
TELUKAWUR, 7 Oktober 2026 — Di tengah kesibukan masyarakat desa, ada cerita sederhana yang tumbuh dari dapur rumah. Bukan sekadar tentang makanan, tetapi tentang kreativitas, ketekunan, dan keberanian perempuan mengubah keterampilan sehari-hari menjadi peluang ekonomi. Cerita itu hadir melalui Produk UMKM Mak Kom berupa Pecel di Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Pada Rabu (7/10/2026), TP. PKK Desa Telukawur turut mendorong pengembangan produk tersebut agar semakin dikenal dan memiliki peluang untuk tumbuh sebagai produk kuliner lokal. Pecel yang lekat dengan cita rasa rumahan menjadi bukti bahwa produk sederhana pun memiliki ruang untuk dikembangkan ketika dikelola dengan konsisten dan didukung semangat kewirausahaan. Dari Sepiring Pecel, Ada Cerita Perempuan Desa Pecel bukan makanan yang asing bagi masyarakat. Sayuran, sambal kacang, dan racikan bumbu menghadirkan rasa yang sederhana, tetapi akrab dengan lidah banyak orang. Namun, di balik sepiring pecel terdapat proses panjang yang sering tidak terlihat—memilih bahan, menyiapkan bumbu, menjaga rasa, hingga memastikan makanan tersaji dengan baik. Bagi Mak Kom, aktivitas tersebut menjadi bagian dari perjalanan membangun usaha. Dari dapur dan keterampilan yang dimiliki, lahir sebuah produk yang kemudian memiliki peluang untuk menjangkau konsumen lebih luas. Di sinilah semangat pemberdayaan perempuan menemukan maknanya: keterampilan yang semula dilakukan untuk keluarga dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi. TP. PKK Dorong Produk Lokal Naik Kelas TP. PKK Desa Telukawur terus mendorong agar potensi UMKM masyarakat tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk. Produk kuliner juga perlu dikembangkan dari berbagai sisi, mulai dari konsistensi cita rasa, kebersihan dan kualitas bahan, penyajian, kemasan, hingga strategi pemasaran. Pecel Mak Kom menjadi salah satu potensi yang dapat terus dikembangkan dengan pendekatan tersebut. Pendampingan dan dukungan lingkungan menjadi penting agar pelaku UMKM memiliki keberanian untuk melakukan inovasi tanpa meninggalkan karakter rasa yang menjadi identitas produknya. Ketika Makanan Tradisional Menjadi Peluang Ekonomi Pecel memiliki kekuatan pada kesederhanaannya. Ia tidak membutuhkan bahan yang rumit untuk menghadirkan rasa yang khas. Justru kesederhanaan itulah yang dapat menjadi keunggulan ketika dipadukan dengan pengelolaan usaha yang baik. Di tengah tren kuliner yang terus berkembang, makanan tradisional memiliki peluang untuk kembali mendapatkan perhatian. Apalagi jika produk mampu menghadirkan rasa yang konsisten, tampilan menarik, serta cerita yang kuat. Pecel Mak Kom membawa cerita tentang produk lokal yang lahir dari masyarakat desa dan berpotensi menjadi bagian dari geliat ekonomi kreatif Telukawur. Bukan Sekadar Pecel, tetapi Sebuah Harapan Di balik usaha kecil selalu ada harapan yang besar. Ada harapan agar usaha terus berjalan. Ada keinginan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Ada cita-cita agar produk semakin dikenal. Dan ada keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru. Karena itu, pengembangan UMKM tidak semata-mata berbicara tentang angka penjualan. Di dalamnya terdapat proses pemberdayaan, kemandirian, dan tumbuhnya rasa percaya diri. TP. PKK Desa Telukawur hadir untuk mendorong semangat tersebut agar semakin banyak potensi lokal yang dapat berkembang dari lingkungan masyarakat sendiri. Dari Telukawur, Rasa Lokal Terus Bergerak Hari ini, mungkin yang tersaji hanya sepiring pecel. Tetapi dari sepiring itu, kita dapat melihat sebuah cerita yang lebih besar: perempuan yang berkarya, UMKM yang bertumbuh, dan desa yang terus mencari cara untuk menguatkan ekonomi masyarakatnya. Mendoakan produk lokal untuk terus berkembang berarti juga memberi ruang kepada para pelakunya untuk belajar, berinovasi, dan bermimpi lebih jauh. Dari dapur Mak Kom, rasa tradisional tetap dijaga. Dari tangan perempuan Telukawur, peluang ekonomi terus diracik. SMART KARTINI Perempuan Berkarya, Kuliner Lokal Berdaya, Ekonomi Desa Tumbuh Bersama.
TELUKAWUR, 7 Oktober 2026 — Dari dapur sederhana, sebuah cita rasa lokal terus dirawat. Mendoan Mak Kom, salah satu produk kuliner masyarakat Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, mendapat perhatian dan dorongan dari TP. PKK Desa Telukawur untuk terus dikembangkan sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi. Bagi sebagian orang, mendoan mungkin hanya dikenal sebagai kudapan sederhana. Namun di tangan pelaku UMKM, makanan yang dekat dengan keseharian masyarakat itu dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan ketika dikelola dengan kreativitas, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar. Semangat itulah yang menjadi bagian dari dorongan TP. PKK Desa Telukawur dalam mengembangkan Produk Mak Kom berupa Mendoan, Rabu (7/10/2026). Dari Dapur Rumah, Lahir Sebuah Peluang Ada cerita yang sering luput dari perhatian di balik sebuah produk UMKM. Dimulai dari dapur rumah, dengan peralatan sederhana dan keterampilan yang diperoleh dari pengalaman sehari-hari, seorang perempuan dapat menciptakan produk yang kemudian dinikmati lebih banyak orang. Begitu pula dengan Mendoan Mak Kom. Produk ini menjadi gambaran bahwa peluang ekonomi tidak selalu harus dimulai dari usaha berskala besar. Kreativitas mengolah makanan yang familiar di masyarakat dapat menjadi langkah awal untuk membangun usaha dan menambah nilai ekonomi keluarga. Bagi TP. PKK Desa Telukawur, potensi seperti inilah yang perlu terus dikenali, didampingi, dan dikembangkan. Mendoan, Cita Rasa Sederhana dengan Potensi Besar Mendoan memiliki karakter sebagai makanan yang dekat dengan masyarakat. Tekstur khas, cita rasa gurih, serta fleksibilitas sebagai camilan maupun teman bersantai membuatnya memiliki ruang untuk dikembangkan. Ketika produk tradisional dikemas dengan pendekatan usaha yang lebih modern, peluang pasarnya pun dapat semakin terbuka. Pengembangan Mendoan Mak Kom dapat diarahkan tidak hanya pada cita rasa, tetapi juga pada aspek kebersihan produksi, konsistensi kualitas, kemasan, identitas produk, dan pemasaran. Dengan demikian, makanan sederhana dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi tanpa kehilangan karakter lokalnya. TP. PKK Mendorong Perempuan Berani Naik Kelas Gerakan PKK memiliki peran penting dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui berbagai kegiatan produktif. Pengembangan produk kuliner seperti Mendoan Mak Kom menjadi salah satu contoh bahwa keterampilan rumah tangga dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi apabila mendapatkan ruang, dukungan, dan pendampingan. Semangatnya bukan sekadar membuat produk untuk dijual. Lebih jauh, perempuan didorong untuk berani mengenalkan karya, meningkatkan kualitas, belajar pemasaran, dan membangun kepercayaan diri sebagai pelaku usaha. Dari sinilah proses “naik kelas” sebuah UMKM dapat dimulai. Menjaga Rasa, Mengembangkan Cerita Produk lokal akan semakin kuat ketika tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga memiliki cerita. Mendoan Mak Kom membawa cerita tentang kreativitas perempuan Telukawur, tentang dapur yang menjadi ruang produktif, dan tentang keberanian mengubah keterampilan sederhana menjadi peluang ekonomi. Ke depan, pengembangan produk dapat terus dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertahankan cita rasa yang menjadi kekuatan utamanya. Sebab UMKM tidak harus tumbuh dengan tergesa-gesa. Yang terpenting adalah terus bergerak, belajar, memperbaiki kualitas, dan berani mencoba peluang baru. Dari Telukawur, Dapur Pun Bisa Menghidupkan Ekonomi Hari ini mungkin hanya sebuah mendoan. Tetapi di balik satu potong mendoan, ada tangan yang bekerja, ada kreativitas yang tumbuh, ada keluarga yang berharap, dan ada semangat untuk membangun ekonomi dari lingkungan sendiri. TP. PKK Desa Telukawur terus mendorong agar produk-produk lokal seperti Mendoan Mak Kom tidak berhenti sebagai makanan rumahan, tetapi berkembang menjadi produk kuliner yang semakin dikenal dan memiliki daya saing. Karena dari dapur rumah pun, perempuan bisa menciptakan perubahan. Dari Telukawur, rasa tradisional dirawat, kreativitas perempuan diberdayakan, dan UMKM perlahan melangkah naik kelas. SMART KARTINI Dari Dapur Perempuan, Tumbuh Karya. Dari Karya, Menguatkan Ekonomi Keluarga.