Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 4631 Warta posyandu
Tingkat: Semua Tingkat
Monitoring posyandu 6 SPM Desa Demangan oleh ibu Kepala Puskesmas dan ibu Sekcam
Desa Demangan, Kec. Tahunan

Monitoring posyandu 6 SPM Desa Demangan oleh ibu Kepala Puskesmas dan ibu Sekcam

#posyandu

A. Latar Belakang Posyandu merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang berperan penting dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Posyandu tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mendukung pemenuhan pelayanan dasar masyarakat melalui 6 Standar Pelayanan Minimal (6 SPM). Monitoring Posyandu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pelayanan telah berjalan, mengidentifikasi permasalahan di lapangan, serta memastikan adanya tindak lanjut dan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan. B. Tujuan Monitoring Tujuan Umum Mengetahui pelaksanaan pelayanan Posyandu dalam mendukung pemenuhan 6 SPM serta meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan kepada masyarakat. Tujuan Khusus Menilai pelaksanaan kegiatan Posyandu. Menilai ketersediaan dan kelengkapan sarana serta prasarana pelayanan. Mengetahui cakupan pelayanan kepada sasaran. Mengidentifikasi kendala dan permasalahan dalam pelaksanaan Posyandu. Memastikan pencatatan dan pelaporan kegiatan dilakukan dengan baik. Menyusun rekomendasi dan rencana tindak lanjut hasil monitoring. C. Enam Bidang SPM yang Dimonitor 1. Bidang Pendidikan Monitoring diarahkan pada dukungan Posyandu terhadap pelayanan pendidikan, terutama: Pendataan dan pemantauan anak usia dini. Dukungan terhadap tumbuh kembang dan kesiapan anak mengikuti pendidikan. Edukasi kepada orang tua mengenai pengasuhan dan stimulasi anak. Koordinasi Posyandu dengan PAUD dan satuan pendidikan terkait. Pemantauan anak yang membutuhkan perhatian atau tindak lanjut. 2. Bidang Kesehatan Aspek yang diperiksa antara lain: Pelayanan kesehatan ibu dan anak. Penimbangan dan pengukuran balita. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Imunisasi dan pelayanan kesehatan dasar. Pemantauan ibu hamil, ibu nifas, bayi dan balita. Pencegahan dan penanganan masalah gizi. Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Pencatatan serta pelaporan hasil pelayanan. 3. Bidang Pekerjaan Umum Monitoring dapat mencakup dukungan terhadap: Ketersediaan air minum yang layak. Sanitasi dan jamban sehat. Kebersihan lingkungan sekitar Posyandu. Pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga. Edukasi masyarakat mengenai lingkungan sehat. Identifikasi keluarga yang belum mendapatkan akses layanan dasar air dan sanitasi. 4. Bidang Perumahan Rakyat Hal yang dapat diperhatikan: Kondisi rumah masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan. Ventilasi dan pencahayaan rumah. Kepadatan hunian. Ketersediaan sanitasi rumah tangga. Kondisi lingkungan tempat tinggal. Identifikasi keluarga yang membutuhkan perhatian terkait rumah layak huni. 5. Bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Monitoring diarahkan pada: Keamanan dan ketertiban lingkungan Posyandu. Kesiapsiagaan masyarakat terhadap kondisi darurat. Edukasi perlindungan perempuan dan anak. Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pendataan atau identifikasi kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan. Koordinasi dengan pemerintah desa/kelurahan dan unsur terkait apabila ditemukan permasalahan. 6. Bidang Sosial Aspek yang dapat dimonitor: Pendataan keluarga atau warga yang membutuhkan pelayanan sosial. Identifikasi lansia, penyandang disabilitas, anak terlantar, dan kelompok rentan. Akses masyarakat terhadap bantuan dan layanan sosial. Pemberian informasi mengenai program perlindungan sosial. Koordinasi dengan kader sosial, pemerintah desa/kelurahan, dan instansi terkait. Pemantauan tindak lanjut terhadap warga yang membutuhkan bantuan. D. Sasaran Monitoring Sasaran kegiatan monitoring meliputi: Pengurus dan kader Posyandu. Pemerintah desa/kelurahan. Tim Pembina Posyandu. Petugas kesehatan dan tenaga terkait. Keluarga dan masyarakat penerima layanan. Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran pelayanan dasar. E. Aspek yang Perlu Dicek Saat Monitoring 1. Kelembagaan Struktur kepengurusan Posyandu. Pembagian tugas kader. Jadwal pelaksanaan kegiatan. Keterlibatan lintas sektor. Koordinasi dengan pemerintah desa/kelurahan. 2. Sarana dan Prasarana Tempat pelaksanaan Posyandu. Meja dan kursi pelayanan. Alat pengukuran berat dan tinggi badan. Alat pencatatan. Media edukasi. Ketersediaan fasilitas sanitasi dan air bersih. 3. Pelaksanaan Pelayanan Kehadiran kader dan petugas. Jumlah sasaran yang hadir. Jenis pelayanan yang diberikan. Alur pelayanan. Kualitas komunikasi dan edukasi kepada masyarakat. Rujukan atau tindak lanjut terhadap sasaran yang bermasalah. 4. Administrasi dan Pelaporan Buku/register Posyandu. Data sasaran. Hasil penimbangan dan pengukuran. Rekapitulasi pelayanan. Dokumentasi kegiatan. Pelaporan kepada pemerintah desa/kelurahan dan pihak terkait. F. Metode Monitoring Monitoring dapat dilakukan melalui: Observasi langsung kegiatan Posyandu. Wawancara dengan kader dan petugas. Pemeriksaan dokumen dan register. Wawancara dengan masyarakat/sasaran. Pemeriksaan sarana dan prasarana. Diskusi untuk mengidentifikasi permasalahan. Verifikasi data dan hasil pelayanan. Penyusunan rekomendasi tindak lanjut. G. Alur Kegiatan Monitoring Persiapan dan koordinasi dengan pihak terkait. Menentukan lokasi dan jadwal monitoring. Melakukan pemeriksaan administrasi Posyandu. Mengamati pelaksanaan pelayanan. Melakukan wawancara dan diskusi dengan kader. Mengidentifikasi capaian dan permasalahan. Menyusun hasil monitoring. Menyampaikan rekomendasi perbaikan. Menentukan penanggung jawab dan batas waktu tindak lanjut. Melakukan monitoring ulang terhadap hasil tindak lanjut. H. Indikator Keberhasilan Kegiatan monitoring dinilai berhasil apabila: Posyandu melaksanakan pelayanan sesuai jadwal. Kader memahami tugas dan tanggung jawabnya. Data sasaran tersedia dan diperbarui. Pelayanan 6 SPM dapat diidentifikasi dan diintegrasikan dalam kegiatan Posyandu. Sarana dan prasarana dasar tersedia dan berfungsi. Permasalahan sasaran dapat diidentifikasi. Terdapat mekanisme rujukan dan tindak lanjut. Hasil kegiatan terdokumentasi dan dilaporkan. Terdapat perbaikan setelah dilakukan monitoring. I. Contoh Temuan Monitoring Temuan: Cakupan kehadiran balita di Posyandu masih rendah. Penyebab yang perlu dikaji: Orang tua belum memahami pentingnya pemantauan pertumbuhan. Jadwal Posyandu kurang tersosialisasi. Keterbatasan mobilitas atau akses masyarakat. Kader belum melakukan kunjungan atau pengingat kepada sasaran. Rekomendasi: Meningkatkan sosialisasi jadwal Posyandu. Melakukan pengingat kepada keluarga sasaran. Mengoptimalkan kunjungan kader bagi sasaran yang tidak hadir. Meningkatkan koordinasi dengan pemerintah desa/kelurahan dan tenaga kesehatan. J. Rencana Tindak Lanjut Setiap hasil monitoring sebaiknya dituangkan dalam rencana tindak lanjut yang memuat: No. Permasalahan Tindak Lanjut Penanggung Jawab Waktu 1 Cakupan kehadiran sasaran rendah Sosialisasi dan kunjungan kader Kader/Desa 1 bulan 2 Data sasaran belum diperbarui Pemutakhiran data Kader 2 minggu 3 Sarana pelayanan belum lengkap Pengadaan/pemenuhan sarana Desa/instansi terkait Sesuai rencana 4 Koordinasi lintas sektor belum optimal Pertemuan koordinasi Tim Pembina Berkala K. Penutup Monitoring Posyandu 6 SPM bukan hanya kegiatan pemeriksaan administrasi, tetapi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat. Hasil monitoring diharapkan dapat menjadi dasar untuk melakukan pembinaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas kader, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan dasar yang berkualitas dan berkelanjutan.

Posyandu 6 SPM
Desa Demangan, Kec. Tahunan

Posyandu 6 SPM

#posyandu

Posyandu 6 SPM Desa Demangan merupakan kegiatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang dilaksanakan secara terpadu untuk mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Kegiatan Posyandu memberikan pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat melalui pemantauan kesehatan, pemeriksaan dasar, edukasi, deteksi dini faktor risiko, serta tindak lanjut terhadap permasalahan kesehatan. Pelaksanaan Posyandu 6 SPM melibatkan kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat secara aktif. Melalui kegiatan ini diharapkan pelayanan kesehatan dasar dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat serta mampu meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian masyarakat Desa Demangan.

Pembinaan Posyandu 6 SPM Desa Demangan
Kecamatan Tahunan

Pembinaan Posyandu 6 SPM Desa Demangan

#posyandu

Pada tanggal 5 Agustus 2026 pembinaan Posyandu 6 SPM Desa Demangan Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu agar mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat. Pembinaan meliputi penguatan pelaksanaan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), peningkatan kapasitas kader, tertib administrasi, serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan kader semakin aktif dan terampil dalam mendukung pelayanan Posyandu serta meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Demangan.

PERTEMUAN KADER KB
Desa Srobyong, Kec. Mlonggo

PERTEMUAN KADER KB

#posyandu

Pertemuan Rutin Kader KB Desa Srobyong Pada hari Rabu, 5 Agustus 2026, bertempat di rumah Ibu Rukayati, RT 01 RW 03, Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, telah dilaksanakan kegiatan pertemuan rutin Kader KB se-Desa Srobyong. Kegiatan tersebut dihadiri oleh TP PKK Desa Srobyong, Bidan Desa Srobyong, serta para Kader KB dari masing-masing wilayah di Desa Srobyong. Dalam kegiatan tersebut, Bidan Desa Srobyong memberikan informasi sekaligus sosialisasi mengenai pemberian Vitamin A kepada balita. Para kader diberikan pemahaman mengenai pentingnya Vitamin A bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak, sehingga diharapkan dapat menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Pemberian Vitamin A bertujuan untuk membantu menjaga kesehatan mata balita, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu menjaga kesehatan dan kelembapan kulit. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para Kader KB dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dan mengajak para orang tua untuk memperhatikan pemberian Vitamin A kepada balita sesuai dengan anjuran kesehatan. Dengan demikian, diharapkan balita di Desa Srobyong dapat tumbuh sehat, memiliki daya tahan tubuh yang baik, serta kesehatan mata dan kulit yang terjaga.

Posbindu di RT 36/07 dukuh Tamansari 2026
Desa Pancur, Kec. Mayong

Posbindu di RT 36/07 dukuh Tamansari 2026

#posyandu

Posbindu PTM di desa pancur dilaksanakan setiap bulan oleh kader kesehatan bersama puskesmas untuk deteksi dini penyakit tidak menular. Kegiatannya meliputi pengukuran tekanan darah, cek gula darah, cek kolestrol, pengukuran IMT, konseling kesehatan. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat.