Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 782 Warta Dekranasda
Tingkat: Semua Tingkat
Telukawur Punya Banyak Potensi! Gebyar BUMDesa Tampilkan Produk Unggulan dan Ekonomi Kreatif Desa
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Telukawur Punya Banyak Potensi! Gebyar BUMDesa Tampilkan Produk Unggulan dan Ekonomi Kreatif Desa

#Dekranasda

TELUKAWUR, TAHUNAN – Semangat membangun kemandirian dan mengembangkan potensi ekonomi lokal terus digaungkan di Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Pada Senin, 14 September 2026, dilaksanakan Musyawarah Gebyar BUMDesa sebagai ruang bersama untuk memperkuat pengembangan usaha sekaligus memperkenalkan berbagai produk unggulan yang lahir dari potensi dan kreativitas masyarakat Desa Telukawur. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk melihat lebih dekat berbagai potensi yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi desa. Beragam produk dan layanan ditampilkan, mulai dari Batik Telukawur, Kerupuk Sargassum sp., produk rumput laut, paket wisata, face print, hingga Gule Kambing Boer. Dari Potensi Desa Menjadi Produk Unggulan Keberagaman produk yang dimunculkan dalam Gebyar BUMDesa menunjukkan bahwa Desa Telukawur memiliki potensi yang tidak hanya bertumpu pada satu sektor. Karakter sebagai desa pesisir membuka peluang pengembangan berbagai produk berbasis kelautan, sementara kreativitas masyarakat melahirkan produk kerajinan, kuliner, jasa, hingga wisata. Batik Telukawur menjadi salah satu representasi kreativitas dan identitas lokal. Pengembangan batik tidak hanya berkaitan dengan produk fesyen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan karakter dan kekayaan budaya desa kepada masyarakat yang lebih luas. Di sektor pangan, Kerupuk Sargassum sp. dan produk rumput laut menunjukkan bagaimana potensi sumber daya pesisir dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Pengolahan hasil laut menjadi produk pangan membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan inovasi sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru. Menggabungkan Produk, Jasa, dan Potensi Wisata Tidak hanya menghadirkan produk fisik, Gebyar BUMDesa juga memperlihatkan potensi desa melalui paket wisata. Sebagai desa pesisir yang memiliki potensi wisata bahari, pengembangan paket wisata dapat menjadi sarana untuk mengintegrasikan berbagai potensi lokal menjadi sebuah pengalaman yang lebih utuh bagi pengunjung. Sementara itu, face print menjadi salah satu bentuk kreativitas dan layanan yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari aktivitas ekonomi kreatif. Kehadiran berbagai jenis usaha tersebut memperlihatkan bahwa inovasi desa dapat hadir dalam beragam bentuk sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan peluang pasar. Menguatkan Potensi Peternakan melalui Kambing Boer Potensi lainnya ditampilkan melalui Kambing Boer yang dikembangkan dalam unit usaha ketahanan pangan BUMDesa Teluk Makmur. Selain aspek peternakan, pengembangan komoditas tersebut juga dapat dikaitkan dengan pengolahan pangan melalui kuliner Gule Kambing Boer. Hal ini menjadi gambaran bagaimana satu potensi dapat dikembangkan melalui berbagai mata rantai nilai. Dari budidaya ternak, pengelolaan hasil, hingga produk kuliner, terdapat peluang untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. BUMDesa sebagai Penggerak Ekonomi Lokal Musyawarah Gebyar BUMDesa menjadi momentum untuk memperkuat arah pengembangan usaha desa melalui kolaborasi dan partisipasi masyarakat. BUMDesa tidak hanya dituntut mampu mengelola unit usaha, tetapi juga diharapkan dapat menjadi wadah yang mampu mempertemukan berbagai potensi lokal dengan peluang pasar. Keberadaan produk unggulan yang beragam menjadi modal penting dalam membangun identitas ekonomi Desa Telukawur. Dengan tata kelola yang baik, peningkatan kualitas produk, pengemasan yang menarik, promosi yang konsisten, serta jaringan pemasaran yang semakin luas, berbagai potensi tersebut dapat terus dikembangkan. Peran Perempuan dalam Menggerakkan Ekonomi Desa Bagi TP. PKK Desa Telukawur, berkembangnya produk unggulan desa juga membuka ruang yang luas bagi pemberdayaan perempuan. Keterlibatan perempuan dalam pengolahan pangan, kerajinan, ekonomi kreatif, pemasaran, hingga pengelolaan usaha keluarga merupakan bagian penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Semangat inilah yang menjadi salah satu nilai penting dalam pengembangan ekonomi desa: bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat diberikan ruang untuk berkreasi, berusaha, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Gebyar BUMDesa, Etalase Potensi Desa Telukawur Musyawarah Gebyar BUMDesa pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda pertemuan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperlihatkan bahwa Desa Telukawur memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi lokal. Batik Telukawur, Kerupuk Sargassum sp., rumput laut, paket wisata, face print, hingga Gule Kambing Boer merupakan bagian dari wajah ekonomi kreatif dan produktif masyarakat. Ke depan, sinergi antara Pemerintah Desa, BUMDesa Teluk Makmur, TP. PKK, pelaku UMKM, kelompok masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk membawa produk lokal Telukawur semakin dikenal. Dari laut, budaya, kreativitas, hingga peternakan—Desa Telukawur memiliki banyak cerita untuk dikembangkan. Gebyar BUMDesa menjadi langkah bersama untuk mengubah potensi menjadi produk, produk menjadi peluang, dan peluang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Dari Laut Telukawur, Ikan Blanak Tumbuh Menjadi Potensi Ekonomi Khas Desa
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Dari Laut Telukawur, Ikan Blanak Tumbuh Menjadi Potensi Ekonomi Khas Desa

#Dekranasda

TELUKAWUR, TAHUNAN – Kekayaan laut menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Pada Senin, 14 September 2026, potensi tersebut kembali mendapat perhatian melalui pemanfaatan hasil tangkapan laut berupa ikan blanak yang menjadi salah satu komoditas khas masyarakat pesisir Telukawur. Bagi masyarakat pesisir, aktivitas melaut bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari mata pencaharian dan sumber penghidupan keluarga. Ikan blanak yang diperoleh dari hasil tangkapan kemudian memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi komoditas ekonomi lokal dengan nilai tambah yang lebih besar. Potensi Laut Menjadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Ikan blanak memiliki posisi tersendiri dalam kehidupan masyarakat pesisir Telukawur. Ketersediaan hasil tangkapan laut menjadi bagian dari rantai ekonomi yang melibatkan nelayan, pengolah, pedagang, hingga konsumen. Potensi tersebut perlu terus dikelola secara bijak agar hasil laut tidak hanya berhenti sebagai komoditas segar. Pengembangan pengolahan dan pemasaran dapat menjadi peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi sekaligus memperluas manfaat hasil tangkapan bagi masyarakat. Bagi Desa Telukawur, kekayaan hasil laut merupakan aset lokal yang dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi berbasis potensi desa. Dari Hasil Tangkapan Menjadi Produk Bernilai Penguatan sektor perikanan tidak terlepas dari kemampuan masyarakat dalam memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan. Ikan blanak dapat dikembangkan melalui berbagai inovasi pengolahan sesuai dengan potensi dan kebutuhan pasar. Proses tersebut membuka peluang bagi masyarakat, khususnya keluarga nelayan dan pelaku usaha, untuk mengembangkan aktivitas ekonomi yang lebih beragam. Dengan pengelolaan yang baik, komoditas lokal dapat memiliki daya tarik sekaligus identitas yang melekat dengan karakter Desa Telukawur sebagai wilayah pesisir. Peran Perempuan dalam Ekonomi Pesisir Dalam ekosistem ekonomi masyarakat pesisir, perempuan memiliki peran yang tidak kalah penting. Selain mendukung pengelolaan rumah tangga, perempuan dapat berkontribusi dalam pengolahan, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan produk berbasis hasil laut. Semangat pemberdayaan perempuan melalui TP. PKK Desa Telukawur menjadi bagian penting dalam mendorong agar potensi hasil laut dapat memberikan nilai tambah bagi keluarga. Kreativitas dan keterampilan masyarakat menjadi modal untuk mengembangkan komoditas lokal menjadi produk yang lebih bernilai. Menjaga Potensi Laut, Menjaga Masa Depan Pengembangan ekonomi berbasis hasil laut juga perlu berjalan seiring dengan kesadaran menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir. Laut merupakan sumber kehidupan yang harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab agar tetap memberikan manfaat bagi generasi berikutnya. Karena itu, penguatan ekonomi masyarakat pesisir idealnya tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai jual, tetapi juga pada pemanfaatan sumber daya secara bijak dan berkelanjutan. Ikan Blanak, Identitas Ekonomi Pesisir Telukawur Hasil tangkapan ikan blanak menjadi salah satu gambaran bagaimana potensi sederhana yang tersedia di sekitar masyarakat dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola dengan kreativitas dan semangat kebersamaan. Desa Telukawur terus memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekonomi berbasis potensi pesisir, mulai dari perikanan tangkap, pengolahan hasil laut, hingga pengembangan produk pangan lokal. Kolaborasi pemerintah desa, TP. PKK, pelaku usaha, nelayan, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi tersebut dapat memberikan manfaat yang semakin luas. Dari laut Telukawur, tumbuh penghidupan. Dari hasil tangkapan, lahir peluang. Dan dari potensi lokal, masyarakat membangun kemandirian ekonomi desa.

Belajar berhitung
Desa Bategede, Kec. Nalumsari

Belajar berhitung

#Dekranasda

1 belajar berhitung 1 sampai 10. 2 anak disuruh menghitung angka. 3 anak disuruh mengikuti arahan Bu guru.

Warung PKK Desa Tahunan Hadirkan Jajanan Tradisional Wingko Babat
Desa Tahunan, Kec. Tahunan

Warung PKK Desa Tahunan Hadirkan Jajanan Tradisional Wingko Babat

#Dekranasda

Tahunan, 14 September 2026 – Warung PKK Desa Tahunan kembali menghadirkan aneka pilihan makanan dan jajanan untuk masyarakat. Salah satu sajian yang tersedia pada Senin, 14 September 2026, adalah jajanan tradisional wingko babat yang memiliki cita rasa gurih, manis, dan aroma khas kelapa. Wingko merupakan makanan tradisional yang umumnya dibuat dari tepung ketan, kelapa parut, gula, dan santan. Bahan-bahan tersebut dicampur hingga menjadi adonan, kemudian dibentuk dan dipanggang hingga matang. Proses pemanggangan menghasilkan tekstur khas wingko babat yang lembut dan sedikit kenyal dengan aroma kelapa yang menggugah selera. Kehadiran wingko di Warung PKK Desa Tahunan menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan kembali jajanan tradisional kepada masyarakat. Selain memiliki cita rasa yang khas, makanan tradisional seperti wingko juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner yang perlu terus dilestarikan. Warung PKK Desa Tahunan sendiri buka setiap Senin sampai Sabtu, sedangkan hari Minggu tutup. Jam operasional dimulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Warung ini berlokasi di Taman Kompleks Balai Desa Tahunan, tepat di depan Gedung PKD Tahunan. Selain wingko, Warung PKK Desa Tahunan juga menyediakan beragam pilihan kebutuhan makanan, mulai dari nasi bungkus, lauk-pauk, aneka snack dan camilan, minuman, bubur, hingga beberapa bahan makanan mentah. Dengan beragam pilihan tersebut, Warung PKK Desa Tahunan menjadi salah satu tempat yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan makanan dan jajanan dengan mudah sekaligus mendukung kegiatan pemberdayaan dan perekonomian masyarakat melalui PKK. Bagi masyarakat yang ingin menikmati jajanan tradisional wingko, dapat berkunjung ke Warung PKK Desa Tahunan pada jam operasional. Mari mengenal, menikmati, dan turut melestarikan jajanan tradisional melalui produk-produk kuliner yang tersedia di Warung PKK Desa Tahunan.

Rajungan Naik Kelas, TP. PKK Telukawur Dampingi Pengembangan Produk Unggulan Hasil Laut Desa
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Rajungan Naik Kelas, TP. PKK Telukawur Dampingi Pengembangan Produk Unggulan Hasil Laut Desa

#Dekranasda

TELUKAWUR, TAHUNAN – Sebagai desa yang memiliki potensi pesisir dan sumber daya kelautan, Desa Telukawur terus mendorong pemanfaatan hasil laut menjadi produk bernilai tambah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan TP. PKK Desa Telukawur dalam mendampingi pengembangan hasil olahan laut berbahan rajungan pada Senin, 14 September 2026. Rajungan menjadi salah satu komoditas hasil laut yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan desa. Tidak hanya memiliki nilai ekonomi sebagai hasil tangkapan laut, rajungan juga dapat diolah menjadi berbagai produk pangan yang memiliki nilai tambah apabila dikelola dengan baik, mulai dari proses pengolahan, pengemasan, hingga pengembangan pemasaran. PKK Dorong Produk Laut Bernilai Tambah Keterlibatan TP. PKK Desa Telukawur dalam pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi keluarga. Pengolahan hasil laut menjadi produk siap konsumsi membuka peluang bagi masyarakat untuk tidak hanya menjual bahan baku, tetapi juga menciptakan produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Pendampingan juga menjadi ruang untuk mendorong pelaku usaha agar semakin memperhatikan aspek kualitas produk, kebersihan proses produksi, tampilan kemasan, serta daya tarik produk. Hal tersebut penting agar hasil olahan laut Desa Telukawur memiliki identitas yang kuat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Mengangkat Potensi Pesisir Desa Sebagai bagian dari masyarakat pesisir, potensi kelautan merupakan aset penting yang dapat dikembangkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Rajungan sebagai salah satu hasil laut kemudian dapat menjadi bagian dari cerita besar pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa. TP. PKK Desa Telukawur terus mendorong agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai komoditas mentah. Melalui inovasi pengolahan dan pemberdayaan masyarakat, hasil laut dapat dikembangkan menjadi produk unggulan yang merepresentasikan karakter Desa Telukawur sebagai desa pesisir. Dari Dapur Produksi Menuju Produk Unggulan Desa Pengembangan produk olahan rajungan membutuhkan konsistensi dalam menjaga kualitas dan membangun identitas produk. Selain cita rasa, aspek kebersihan, keamanan pangan, kemasan, pelabelan, serta strategi pemasaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pengembangan produk. Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, TP. PKK Desa Telukawur berharap pelaku usaha dapat semakin percaya diri dalam mengembangkan produk hasil laut. Kreativitas masyarakat menjadi modal penting untuk mengubah potensi lokal menjadi peluang ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas. Perempuan Pesisir sebagai Penggerak Ekonomi Lokal Peran perempuan dalam pengembangan produk olahan hasil laut juga memiliki arti strategis dalam memperkuat ekonomi keluarga. TP. PKK menjadi salah satu wadah yang dapat mendorong keterlibatan perempuan dalam kegiatan produktif, mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga pengembangan pemasaran produk. Pendekatan pemberdayaan tersebut sejalan dengan semangat PKK untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pemanfaatan potensi yang tersedia di lingkungan masyarakat. Dengan kreativitas dan kolaborasi, hasil laut lokal dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari identitas kuliner Desa Telukawur. Rajungan sebagai Identitas Potensi Pesisir Telukawur Pendampingan pengolahan rajungan pada akhirnya bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi merupakan langkah untuk membangun kesadaran bahwa potensi desa dapat menjadi kekuatan apabila dikelola secara inovatif dan berkelanjutan. TP. PKK Desa Telukawur berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif masyarakat dalam mengembangkan produk lokal, termasuk hasil olahan laut. Harapannya, produk berbahan rajungan dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan Desa Telukawur yang memiliki kualitas, identitas, dan daya saing. Dari laut Telukawur, lahir potensi. Dari tangan masyarakat, potensi diolah menjadi nilai. Dan dari nilai tersebut, tumbuh peluang untuk memperkuat ekonomi keluarga serta mengangkat nama Desa Telukawur sebagai desa pesisir yang produktif dan berdaya.

Menilik stand asal  Bumi Lancang Kuning
Desa Bungu, Kec. Mayong

Menilik stand asal Bumi Lancang Kuning

#Dekranasda

Stand Provinsi Riau pada ajang MTQ di semarang menarik perhatian banyak orang karena penampilan dari luar sangat bagus. Karya dari pelaku usaha yg di tampilkan di stand riau mendapat perhatian khusus dan apresiasi dari pimpinan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementian Agama RI. Sejumlah komoditas kriya dan kuliner lokal unggulan dipromosikan secara masif dalam ajang Nasional ini.