Mengunjungi koperasi merah putih
1 kegunaan untuk simpan pinjam. 2. Ada toko serba guna. 3 ada untuk simpan pinjam .
1 kegunaan untuk simpan pinjam. 2. Ada toko serba guna. 3 ada untuk simpan pinjam .
1 kertas origami dilipat lipat dibentuk jasi kaal. 2 melatih anak belajar konsentrasi. 3 melatih motorik halus anak .
Kunjungan Posyandu Lansia RT 05 / RW 02 Dukuh Sidorejo Pada hari Rabu, 21 Oktober, Kader Kesehatan Ibu Umi melaksanakan kegiatan kunjungan dan pendampingan Posyandu Lansia bagi warga lansia di wilayah RT 05 / RW 02 Dukuh Sidorejo. Kegiatan ini bertempat di Pos 05 RW 02 Dukuh Sidorejo. Melalui kegiatan ini, Bu Kuriyah melakukan pemeriksaan kesehatan rutin meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, serta pengecekan kesehatan berkala—sekaligus memberikan arahan gaya hidup sehat bagi para lansia. Kunjungan rutin ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan para lansia secara berkala agar tetap sehat, aktif, dan mandiri.
Persiapan Kelompok Pengolah Bandeng Speace Mandalika Ujungwatu Hadapi Festival Olahan Ikan Bandeng Tingkat Kabupaten Jepara Kelompok Pengolah Bandeng Speace Mandalika Desa Ujungwatu melakukan berbagai persiapan matang untuk mengikuti Festival Olahan Ikan Bandeng Tingkat Kabupaten Jepara yang dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Oktober 2026 bertempat di Wisata Bahari Pantai Benteng Portugis. Dalam ajang prestisius ini, Kelompok Speace Mandalika menampilkan tiga produk olahan unggulan khas Ujungwatu, yaitu Naget Bandeng, Bandeng Presto, dan Otak-Otak Bandeng. Persiapan meliputi proses pengolahan hidangan berkualitas, penataan sajian (plating), hingga pengemasan produk yang bersih dan menarik. Acara ini terasa semakin istimewa karena dihadiri langsung oleh Bupati Jepara, Bapak Witiarso Utomo, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jepara. Keikutsertaan ini menjadi wujud nyata komitmen Kelompok Speace Mandalika Ujungwatu dalam mempromosikan potensi kuliner perikanan lokal serta mendorong daya saing UMKM olahan bandeng di tingkat kabupaten.
Suasana keceriaan mewarnai Ibadah Sekolah Minggu GITJ Kedung Penjalin, Desa Karanggondang, pada hari Minggu, 18 Oktober 2026. Dengan mengangkat tema "Warna-Warna Kehidupan", anak-anak diajak untuk memahami bahwa setiap perjalanan hidup yang mereka jalani dipenuhi oleh berbagai rasa dan pengalaman yang dianugerahkan oleh Tuhan. Melalui media pembelajaran yang interaktif dan kreatif menggunakan kertas origami warna-warni, para pelayan anak menyampaikan pesan Firman Tuhan dengan cara yang menyenangkan, mudah dipahami, serta membakar semangat anak-anak. Dalam sesi penyampaian firman, setiap lembar dan warna kertas origami digunakan sebagai alat peraga yang kaya akan makna simbolis. Kertas merah menggambarkan Kasih Allah yang hangat dan berani; kuning melambangkan sukacita serta terang Kristus; hijau mengingatkan akan pertumbuhan iman dan pengharapan; biru melukiskan ketenangan serta kesetiaan; sedangkan warna-warna lainnya menggambarkan keragaman perasaan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak merangkai dan melipat origami tersebut menjadi pelbagai bentuk indah untuk menyadarkan mereka bahwa peristiwa manis maupun tantangan dalam hidup adalah bagian dari rancangan indah Tuhan. Melalui kegiatan kreatif ini, anak-anak Sekolah Minggu GITJ Kedung Penjalin diajar untuk senantiasa bersyukur dalam segala keadaan dan tidak perlu takut menghadapi hari esok. Sebagaimana lembaran origami yang dapat dibentuk menjadi karya yang cantik, hidup anak-anak pun berada di tangan Tuhan Sang Pencipta yang Maha Kuasa. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan hasil kreasi origami yang dibawa pulang oleh masing-masing anak sebagai pengingat manis bahwa hidup mereka begitu berharga, indah, dan selalu diwarnai oleh kasih setia Tuhan.
Melalui perikop Matius 22:15–22, jemaat GITJ Ploso Ngipik diajak untuk merenungkan jawaban bijak Yesus ketika diperhadapkan pada pertanyaan jebakan mengenai pembayaran pajak kepada Kaisar. Dengan menunjukkan gambar dan tulisan pada mata uang dinar, Yesus menegaskan sebuah prinsip penting: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Pengajaran ini mengingatkan kita bahwa sebagai pengikut Kristus, kita memiliki tanggung jawab ganda yang tidak saling dipertentangkan, melainkan harus dijalankan secara seimbang dan tulus. Dalam kehidupan sehari-hari, tanggung jawab kita "kepada Kaisar" diwujudkan melalui peran aktif sebagai warga negara dan warga masyarakat yang baik. Jemaat dipanggil untuk taat pada hukum yang berlaku, berkontribusi positif bagi lingkungan Desa Karanggondang, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta menjalankan kewajiban sosial dan sipil dengan jujur. Iman Kristen tidak menjadikan kita pribadi yang mengisolasi diri dari kehidupan bermasyarakat, melainkan mendorong kita untuk menjadi garam dan terang yang membawa kedamaian serta kemajuan di tempat Tuhan menempatkan kita. Namun di atas segalanya, tanggung jawab kita "kepada Allah" adalah yang paling utama, karena seluruh hidup, jiwa, dan potensi diri kita berisikan citra (gambar) Allah. Kita diperhadapkan pada panggilan untuk menyerahkan seluruh hidup, waktu, harta, dan pelayanan kita sebagai bentuk ungkapan syukur dan ketaatan utuh kepada-Nya. Melalui Kebaktian Umum minggu ini, seluruh jemaat GITJ Ploso Ngipik didorong untuk menjadi pribadi yang dewasa secara rohani—pribadi yang bertanggung jawab, setia beribadah kepada Tuhan, sekaligus berdampak dan berintegritas di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat.