Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 6185 Warta Seluruh
Tingkat: Semua Tingkat
Pertemuan Rutin PKK RT 01 RW 01 Desa Tahunan Bahas Manfaat Mengikuti Kegiatan PKK
Desa Tahunan, Kec. Tahunan

Pertemuan Rutin PKK RT 01 RW 01 Desa Tahunan Bahas Manfaat Mengikuti Kegiatan PKK

#PKK

Tahunan, 5 Agustus 2026 – Kelompok PKK RT 01 RW 01 Desa Tahunan melaksanakan pertemuan rutin pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh 65 anggota PKK. Pertemuan rutin kali ini diisi dengan penyampaian materi mengenai manfaat mengikuti kegiatan PKK. Para anggota mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya keaktifan dalam kegiatan PKK sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan pengetahuan, serta membangun kepedulian dan kebersamaan antarwarga. Keikutsertaan dalam kegiatan PKK juga menjadi kesempatan bagi para anggota untuk saling berbagi informasi, pengalaman, dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Selain sebagai sarana pemberdayaan keluarga, kegiatan PKK juga mendorong para anggotanya untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kesehatan, pendidikan, dan kemasyarakatan di lingkungan masing-masing. Dengan jumlah kehadiran sebanyak 65 anggota, pertemuan berlangsung dengan antusias dan penuh kekeluargaan. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan semangat warga RT 01 RW 01 dalam mendukung kegiatan PKK secara berkelanjutan. Melalui pertemuan rutin, diharapkan kekompakan dan kebersamaan anggota PKK RT 01 RW 01 semakin kuat serta mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat Desa Tahunan.

Rapat Inti TP PKK Desa Tahunan Bahas Persiapan Lomba Paduan Suara dan Jalan Sehat HUT RI ke-81
Desa Tahunan, Kec. Tahunan

Rapat Inti TP PKK Desa Tahunan Bahas Persiapan Lomba Paduan Suara dan Jalan Sehat HUT RI ke-81

#PKK

Tahunan, 5 Agustus 2026 – Tim Penggerak PKK (TP PKK) Desa Tahunan melaksanakan rapat inti pada Rabu, 5 Agustus 2026, bertempat di Kantor TP PKK Desa Tahunan. Rapat tersebut membahas berbagai persiapan pelaksanaan kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah persiapan lomba paduan suara antar kelompok PKK RW se-Desa Tahunan. Lomba tersebut diikuti oleh perwakilan dari masing-masing RW dan menjadi salah satu kegiatan untuk meningkatkan kreativitas, kekompakan, serta semangat kebersamaan antaranggota PKK di Desa Tahunan. Selain lomba paduan suara, rapat juga membahas persiapan pelaksanaan jalan sehat PKK se-Desa Tahunan. Kegiatan jalan sehat direncanakan menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT RI ke-81 sekaligus sebagai sarana menjaga kesehatan, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Dalam rapat, jajaran inti TP PKK Desa Tahunan melakukan koordinasi mengenai berbagai kebutuhan dan teknis pelaksanaan kegiatan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Rapat inti ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan TP PKK Desa Tahunan dalam menyelenggarakan kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Dengan koordinasi dan kerja sama yang baik, diharapkan seluruh kegiatan dapat berlangsung meriah serta memberikan manfaat bagi anggota PKK dan masyarakat Desa Tahunan.

Pelayanan Posyandu Ngudi Rahayu 3 Desa Slagi Tingkatkan Pemantauan Kesehatan Masyarakat
Desa Slagi, Kec. Pakis Aji

Pelayanan Posyandu Ngudi Rahayu 3 Desa Slagi Tingkatkan Pemantauan Kesehatan Masyarakat

#PKK

Pada tanggal 5 Agustus 2026 telah dilaksanakan kegiatan Pelayanan Posyandu Ngudi Rahayu 3 Desa Slagi dengan melibatkan 8 orang kader. Kegiatan Posyandu berlangsung sebagai bentuk pelayanan kesehatan terpadu bagi masyarakat, meliputi ibu hamil, bayi dan balita, remaja, usia produktif, pelayanan Keluarga Berencana (KB), serta lansia. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1 ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan. Kelompok bayi dan balita yang hadir dan mendapatkan pelayanan sebanyak 35 anak, dengan 1 anak dirujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Selain itu, terdapat 2 anak yang mendapatkan imunisasi. Pada kelompok remaja, sebanyak 1 orang mendapatkan pelayanan kesehatan. Untuk kelompok usia produktif, sebanyak 18 orang mendapatkan pelayanan dan 10 orang dirujuk ke Puskesmas untuk pemeriksaan atau tindak lanjut sesuai kondisi kesehatan. Sementara itu, pelayanan KB diberikan kepada 19 orang. Pada kelompok lansia, sebanyak 32 orang mendapatkan pelayanan, sedangkan 26 orang dirujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan tindak lanjut kesehatan. Selain pelayanan di Posyandu, kader juga melakukan kunjungan rumah sebagai upaya menjangkau sasaran yang membutuhkan perhatian khusus. Kader Putri Rahayu melakukan kunjungan kepada 1 ibu hamil risiko tinggi (resti) dan melakukan kunjungan kepada lansia risiko tinggi (resti). Sementara itu, kader Nur Kusumawati melakukan kunjungan kepada balita yang tidak dapat hadir ke Posyandu karena ibunya sedang bekerja. Kegiatan Posyandu Ngudi Rahayu 3 Desa Slagi menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan yang mudah dijangkau dan pemantauan secara berkala. Dengan adanya kunjungan rumah oleh kader, sasaran yang tidak dapat hadir di Posyandu tetap mendapatkan perhatian dan pemantauan. Sinergi antara kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat terus ditingkatkan sehingga setiap sasaran memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya.

Pelayanan Posyandu Bakti Utama 3 Desa Bulungan Perkuat Deteksi Dini dan Pemantauan Kesehatan
Desa Bulungan, Kec. Pakis Aji

Pelayanan Posyandu Bakti Utama 3 Desa Bulungan Perkuat Deteksi Dini dan Pemantauan Kesehatan

#posyandu

Pada tanggal 5 Agustus 2026, telah dilaksanakan kegiatan Pelayanan Posyandu Bakti Utama 3 Desa Bulungan dengan melibatkan 7 orang kader yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan secara terpadu kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar dengan sasaran pelayanan meliputi ibu hamil, bayi dan balita, remaja, usia produktif, peserta Keluarga Berencana (KB), serta lansia. Pada pelayanan ibu hamil, sebanyak 25 orang mendapatkan pelayanan kesehatan dan tidak terdapat ibu hamil yang dirujuk ke Puskesmas. Untuk kelompok bayi dan balita, sebanyak 125 anak mendapatkan pelayanan, dengan 2 anak dirujuk ke Puskesmas untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Selain itu, sebanyak 23 anak mendapatkan pelayanan imunisasi sesuai dengan kebutuhan dan jadwal yang telah ditentukan. Pelayanan pada kelompok remaja tercatat sebanyak 1 orang, sedangkan kelompok usia produktif sebanyak 125 orang mendapatkan pelayanan dan 11 orang dirujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan tindak lanjut pemeriksaan. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) juga berjalan dengan baik dengan jumlah penerima layanan sebanyak 280 orang. Sementara itu, pelayanan kesehatan bagi kelompok lansia diikuti oleh 4 orang, dengan 1 orang lansia dirujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Selain pelayanan rutin Posyandu, dilakukan pula kunjungan ibu hamil risiko tinggi (resti) oleh kader Siti Khoiriyah. Kunjungan ini merupakan bentuk pemantauan dan pendampingan secara langsung kepada ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus. Melalui kunjungan tersebut, kondisi ibu hamil dapat dipantau secara berkala serta diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan terhadap pemeriksaan kehamilan dan tindak lanjut pelayanan kesehatan. Kegiatan Posyandu Bakti Utama 3 Desa Bulungan menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus mendukung deteksi dini dan pencegahan berbagai masalah kesehatan. Dengan adanya peran aktif kader dan masyarakat, diharapkan pemantauan kesehatan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan kualitas kesehatan masyarakat Desa Bulungan semakin meningkat.

Kunjungan Ketua TP. PKK kecamatan dan ketua TP.PKK desa ke katering Dapur Barokah
Desa Demangan, Kec. Tahunan

Kunjungan Ketua TP. PKK kecamatan dan ketua TP.PKK desa ke katering Dapur Barokah

#Dekranasda

HASIL KEGIATAN KUNJUNGAN KETUA TP PKK KECAMATAN DAN DESA KE KATERING DAPUR BAROKAH Pada hari ini telah dilaksanakan kegiatan kunjungan Ketua TP PKK Kecamatan bersama Ketua TP PKK Desa ke Katering Dapur Barokah. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung proses pengelolaan dan penyediaan makanan, sekaligus memberikan pembinaan serta motivasi kepada pengelola katering. Hasil Kegiatan Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi dan kegiatan operasional Katering Dapur Barokah. Dilakukan pemantauan terhadap proses pengolahan, kebersihan, penyajian, serta pengemasan makanan. Pengelola katering diberikan arahan agar senantiasa menjaga kebersihan tempat, peralatan, bahan makanan, dan lingkungan kerja. Ditekankan pentingnya menjaga kualitas, cita rasa, keamanan, dan kebersihan makanan agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Ketua TP PKK memberikan motivasi kepada pengelola untuk terus mengembangkan usaha katering sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan mendukung pemberdayaan masyarakat. Kegiatan kunjungan berlangsung dengan baik, lancar, dan mendapat sambutan positif dari pengelola Katering Dapur Barokah. Melalui kunjungan ini diharapkan terjalin kerja sama yang baik antara TP PKK Kecamatan Tahunan TP PKK Desa Demangan dan pelaku usaha dalam mendukung kegiatan pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. Kesimpulan Kegiatan kunjungan Ketua TP PKK Kecamatan Tahunan dan Desa Demangan ke Katering Dapur Barokah berjalan dengan lancar. Kunjungan ini memberikan manfaat berupa pemantauan, pembinaan, serta motivasi kepada pengelola katering untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, kebersihan, dan pengelolaan usaha secara berkelanjutan.

Monitoring posyandu 6 SPM Desa Demangan oleh ibu Kepala Puskesmas dan ibu Sekcam
Desa Demangan, Kec. Tahunan

Monitoring posyandu 6 SPM Desa Demangan oleh ibu Kepala Puskesmas dan ibu Sekcam

#posyandu

A. Latar Belakang Posyandu merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang berperan penting dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Posyandu tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mendukung pemenuhan pelayanan dasar masyarakat melalui 6 Standar Pelayanan Minimal (6 SPM). Monitoring Posyandu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pelayanan telah berjalan, mengidentifikasi permasalahan di lapangan, serta memastikan adanya tindak lanjut dan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan. B. Tujuan Monitoring Tujuan Umum Mengetahui pelaksanaan pelayanan Posyandu dalam mendukung pemenuhan 6 SPM serta meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan kepada masyarakat. Tujuan Khusus Menilai pelaksanaan kegiatan Posyandu. Menilai ketersediaan dan kelengkapan sarana serta prasarana pelayanan. Mengetahui cakupan pelayanan kepada sasaran. Mengidentifikasi kendala dan permasalahan dalam pelaksanaan Posyandu. Memastikan pencatatan dan pelaporan kegiatan dilakukan dengan baik. Menyusun rekomendasi dan rencana tindak lanjut hasil monitoring. C. Enam Bidang SPM yang Dimonitor 1. Bidang Pendidikan Monitoring diarahkan pada dukungan Posyandu terhadap pelayanan pendidikan, terutama: Pendataan dan pemantauan anak usia dini. Dukungan terhadap tumbuh kembang dan kesiapan anak mengikuti pendidikan. Edukasi kepada orang tua mengenai pengasuhan dan stimulasi anak. Koordinasi Posyandu dengan PAUD dan satuan pendidikan terkait. Pemantauan anak yang membutuhkan perhatian atau tindak lanjut. 2. Bidang Kesehatan Aspek yang diperiksa antara lain: Pelayanan kesehatan ibu dan anak. Penimbangan dan pengukuran balita. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Imunisasi dan pelayanan kesehatan dasar. Pemantauan ibu hamil, ibu nifas, bayi dan balita. Pencegahan dan penanganan masalah gizi. Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Pencatatan serta pelaporan hasil pelayanan. 3. Bidang Pekerjaan Umum Monitoring dapat mencakup dukungan terhadap: Ketersediaan air minum yang layak. Sanitasi dan jamban sehat. Kebersihan lingkungan sekitar Posyandu. Pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga. Edukasi masyarakat mengenai lingkungan sehat. Identifikasi keluarga yang belum mendapatkan akses layanan dasar air dan sanitasi. 4. Bidang Perumahan Rakyat Hal yang dapat diperhatikan: Kondisi rumah masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan. Ventilasi dan pencahayaan rumah. Kepadatan hunian. Ketersediaan sanitasi rumah tangga. Kondisi lingkungan tempat tinggal. Identifikasi keluarga yang membutuhkan perhatian terkait rumah layak huni. 5. Bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Monitoring diarahkan pada: Keamanan dan ketertiban lingkungan Posyandu. Kesiapsiagaan masyarakat terhadap kondisi darurat. Edukasi perlindungan perempuan dan anak. Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pendataan atau identifikasi kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan. Koordinasi dengan pemerintah desa/kelurahan dan unsur terkait apabila ditemukan permasalahan. 6. Bidang Sosial Aspek yang dapat dimonitor: Pendataan keluarga atau warga yang membutuhkan pelayanan sosial. Identifikasi lansia, penyandang disabilitas, anak terlantar, dan kelompok rentan. Akses masyarakat terhadap bantuan dan layanan sosial. Pemberian informasi mengenai program perlindungan sosial. Koordinasi dengan kader sosial, pemerintah desa/kelurahan, dan instansi terkait. Pemantauan tindak lanjut terhadap warga yang membutuhkan bantuan. D. Sasaran Monitoring Sasaran kegiatan monitoring meliputi: Pengurus dan kader Posyandu. Pemerintah desa/kelurahan. Tim Pembina Posyandu. Petugas kesehatan dan tenaga terkait. Keluarga dan masyarakat penerima layanan. Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran pelayanan dasar. E. Aspek yang Perlu Dicek Saat Monitoring 1. Kelembagaan Struktur kepengurusan Posyandu. Pembagian tugas kader. Jadwal pelaksanaan kegiatan. Keterlibatan lintas sektor. Koordinasi dengan pemerintah desa/kelurahan. 2. Sarana dan Prasarana Tempat pelaksanaan Posyandu. Meja dan kursi pelayanan. Alat pengukuran berat dan tinggi badan. Alat pencatatan. Media edukasi. Ketersediaan fasilitas sanitasi dan air bersih. 3. Pelaksanaan Pelayanan Kehadiran kader dan petugas. Jumlah sasaran yang hadir. Jenis pelayanan yang diberikan. Alur pelayanan. Kualitas komunikasi dan edukasi kepada masyarakat. Rujukan atau tindak lanjut terhadap sasaran yang bermasalah. 4. Administrasi dan Pelaporan Buku/register Posyandu. Data sasaran. Hasil penimbangan dan pengukuran. Rekapitulasi pelayanan. Dokumentasi kegiatan. Pelaporan kepada pemerintah desa/kelurahan dan pihak terkait. F. Metode Monitoring Monitoring dapat dilakukan melalui: Observasi langsung kegiatan Posyandu. Wawancara dengan kader dan petugas. Pemeriksaan dokumen dan register. Wawancara dengan masyarakat/sasaran. Pemeriksaan sarana dan prasarana. Diskusi untuk mengidentifikasi permasalahan. Verifikasi data dan hasil pelayanan. Penyusunan rekomendasi tindak lanjut. G. Alur Kegiatan Monitoring Persiapan dan koordinasi dengan pihak terkait. Menentukan lokasi dan jadwal monitoring. Melakukan pemeriksaan administrasi Posyandu. Mengamati pelaksanaan pelayanan. Melakukan wawancara dan diskusi dengan kader. Mengidentifikasi capaian dan permasalahan. Menyusun hasil monitoring. Menyampaikan rekomendasi perbaikan. Menentukan penanggung jawab dan batas waktu tindak lanjut. Melakukan monitoring ulang terhadap hasil tindak lanjut. H. Indikator Keberhasilan Kegiatan monitoring dinilai berhasil apabila: Posyandu melaksanakan pelayanan sesuai jadwal. Kader memahami tugas dan tanggung jawabnya. Data sasaran tersedia dan diperbarui. Pelayanan 6 SPM dapat diidentifikasi dan diintegrasikan dalam kegiatan Posyandu. Sarana dan prasarana dasar tersedia dan berfungsi. Permasalahan sasaran dapat diidentifikasi. Terdapat mekanisme rujukan dan tindak lanjut. Hasil kegiatan terdokumentasi dan dilaporkan. Terdapat perbaikan setelah dilakukan monitoring. I. Contoh Temuan Monitoring Temuan: Cakupan kehadiran balita di Posyandu masih rendah. Penyebab yang perlu dikaji: Orang tua belum memahami pentingnya pemantauan pertumbuhan. Jadwal Posyandu kurang tersosialisasi. Keterbatasan mobilitas atau akses masyarakat. Kader belum melakukan kunjungan atau pengingat kepada sasaran. Rekomendasi: Meningkatkan sosialisasi jadwal Posyandu. Melakukan pengingat kepada keluarga sasaran. Mengoptimalkan kunjungan kader bagi sasaran yang tidak hadir. Meningkatkan koordinasi dengan pemerintah desa/kelurahan dan tenaga kesehatan. J. Rencana Tindak Lanjut Setiap hasil monitoring sebaiknya dituangkan dalam rencana tindak lanjut yang memuat: No. Permasalahan Tindak Lanjut Penanggung Jawab Waktu 1 Cakupan kehadiran sasaran rendah Sosialisasi dan kunjungan kader Kader/Desa 1 bulan 2 Data sasaran belum diperbarui Pemutakhiran data Kader 2 minggu 3 Sarana pelayanan belum lengkap Pengadaan/pemenuhan sarana Desa/instansi terkait Sesuai rencana 4 Koordinasi lintas sektor belum optimal Pertemuan koordinasi Tim Pembina Berkala K. Penutup Monitoring Posyandu 6 SPM bukan hanya kegiatan pemeriksaan administrasi, tetapi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat. Hasil monitoring diharapkan dapat menjadi dasar untuk melakukan pembinaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas kader, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan dasar yang berkualitas dan berkelanjutan.