Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 836 Warta Bunda Literasi
Tingkat: Semua Tingkat
TP. PKK Telukawur Ikuti Dialog Kebangsaan, Perkuat Literasi Publik tentang RUU Perampasan Aset
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

TP. PKK Telukawur Ikuti Dialog Kebangsaan, Perkuat Literasi Publik tentang RUU Perampasan Aset

#Bunda Literasi

TELUKAWUR, 2 Oktober 2026 — Meningkatkan wawasan kebangsaan dan pemahaman masyarakat terhadap perkembangan kebijakan publik menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang kritis, informatif, dan berpartisipasi. Semangat tersebut turut diwujudkan TP. PKK Desa Telukawur melalui keikutsertaannya dalam kegiatan Dialog Kebangsaan: Serap Aspirasi Publik – “Kecermatan Rakyat untuk UU Perampasan Aset”, Jumat (2/10/2026). Kegiatan literasi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memahami isu hukum dan kebijakan publik yang tengah menjadi perhatian nasional, khususnya mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Terkait Tindak Pidana. Keikutsertaan TP. PKK Desa Telukawur menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan kader mengenai persoalan kebangsaan sekaligus mendorong budaya literasi di lingkungan masyarakat. Melalui forum semacam ini, kader PKK dapat memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai isu hukum yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat. Mendorong Masyarakat Cermat Memahami Kebijakan Publik RUU Perampasan Aset merupakan salah satu agenda legislasi yang masih dalam proses pembahasan pada 2026. Dalam prosesnya, DPR RI menyatakan pentingnya penyerapan aspirasi masyarakat serta pelibatan berbagai elemen untuk memperkaya substansi rancangan regulasi tersebut. Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam pembahasan, termasuk mekanisme pemulihan aset, perlindungan hak masyarakat, perlindungan pihak ketiga yang memiliki hak secara sah, serta pencegahan penyalahgunaan kewenangan. Dalam konteks tersebut, tema “Kecermatan Rakyat” menjadi relevan sebagai ajakan agar masyarakat tidak hanya mengikuti perkembangan isu hukum, tetapi juga memahami informasi secara utuh, membedakan fakta dengan opini, serta mengetahui ruang partisipasi publik dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan. TP. PKK sebagai Bagian dari Gerakan Literasi Masyarakat Keikutsertaan TP. PKK Desa Telukawur dalam dialog kebangsaan menunjukkan bahwa literasi masyarakat memiliki cakupan yang luas. Literasi tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan keterampilan keluarga, tetapi juga mencakup kemampuan memahami persoalan sosial, hukum, pemerintahan, dan perkembangan kebijakan publik. Sebagai bagian dari masyarakat, kader PKK memiliki ruang strategis untuk meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Pemahaman yang baik terhadap isu publik dapat membantu membangun budaya diskusi yang sehat serta mendorong masyarakat untuk lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi. Dialog kebangsaan juga menjadi ruang untuk mengenal pentingnya partisipasi publik dalam proses pembentukan regulasi. Aspirasi masyarakat merupakan salah satu bagian dari proses pembahasan kebijakan, sementara substansi regulasi tetap dibahas melalui mekanisme legislasi yang berlaku. Dari Literasi Menuju Masyarakat yang Cermat dan Berdaya Bagi TP. PKK Desa Telukawur, mengikuti kegiatan literasi kebangsaan menjadi kesempatan untuk terus memperkaya wawasan kader. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal dalam membangun keluarga dan masyarakat yang lebih sadar terhadap perkembangan hukum dan kebijakan publik. Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan masyarakat untuk membaca persoalan secara cermat menjadi semakin penting. Dialog, diskusi, dan literasi publik dapat menjadi sarana untuk membangun pemahaman yang lebih utuh sekaligus mendorong masyarakat menggunakan ruang partisipasinya secara bertanggung jawab. Keikutsertaan TP. PKK Desa Telukawur dalam Dialog Kebangsaan: Serap Aspirasi Publik – “Kecermatan Rakyat untuk UU Perampasan Aset” menjadi bagian dari langkah kecil untuk memperkuat budaya literasi di tingkat desa. Dari desa, tumbuh masyarakat yang melek informasi; dari literasi, lahir warga yang semakin cermat memahami hukum, kebijakan, dan persoalan kebangsaan.

Desa Binaan Imigrasi Telukawur Perkuat Literasi Ketenagakerjaan, Bekali Masyarakat Hadapi Peluang Kerja secara Aman
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Desa Binaan Imigrasi Telukawur Perkuat Literasi Ketenagakerjaan, Bekali Masyarakat Hadapi Peluang Kerja secara Aman

#Bunda Literasi

TELUKAWUR, 2 Oktober 2026 — Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi Telukawur di Hotel Horison Antawirya Telukawur, Jumat (2/10/2026), menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat tidak hanya mengenai persoalan keimigrasian, tetapi juga aspek ketenagakerjaan yang berkaitan erat dengan mobilitas tenaga kerja. Kegiatan tersebut diresmikan oleh Direktur Intelijen Keimigrasian, Agus Waluyo, dan turut dihadiri Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati, Wahyu Gumilang, beserta jajaran. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, literasi mengenai ketenagakerjaan disampaikan oleh Ahmad Taufik dari DISKOPUKMNEKTRANS Kabupaten Jepara. Materi ini menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dunia kerja sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya memperoleh informasi yang benar sebelum mengambil keputusan terkait pekerjaan, khususnya pekerjaan di luar daerah maupun luar negeri. Literasi Ketenagakerjaan, Bekal Masyarakat Memahami Dunia Kerja Pemahaman mengenai ketenagakerjaan menjadi salah satu bekal penting bagi masyarakat dalam menentukan pilihan pekerjaan. Informasi mengenai hak dan kewajiban pekerja, prosedur penempatan tenaga kerja, serta aspek perlindungan tenaga kerja menjadi pengetahuan yang perlu dipahami sebelum seseorang memasuki dunia kerja. Literasi ketenagakerjaan juga memiliki keterkaitan dengan upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai tawaran pekerjaan yang tidak jelas. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memperoleh, memeriksa, dan memahami informasi sebelum menerima tawaran pekerjaan, terutama apabila terdapat rencana bekerja di luar negeri. Dalam konteks Desa Binaan Imigrasi, penguatan literasi tersebut menjadi semakin relevan. Pemahaman masyarakat mengenai ketenagakerjaan dapat berjalan beriringan dengan literasi keimigrasian sehingga warga memiliki bekal yang lebih memadai ketika merencanakan perjalanan maupun pekerjaan di luar negeri. Perkuat Kewaspadaan terhadap TPPO dan TPPM Salah satu tujuan penting dari penguatan pemahaman masyarakat dalam program Desa Binaan Imigrasi adalah mendukung upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM). Informasi mengenai pekerjaan dan proses penempatan yang diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diharapkan tidak mudah menerima tawaran kerja yang tidak transparan, terutama apabila prosedur, pemberi kerja, maupun proses keberangkatannya tidak jelas. Dengan semakin baiknya literasi ketenagakerjaan, masyarakat diharapkan mampu mengambil langkah yang lebih hati-hati dan memahami pentingnya menempuh prosedur sesuai ketentuan yang berlaku. Membangun Masyarakat yang Informatif dan Berdaya Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi Telukawur menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak dalam memberikan pengetahuan yang relevan bagi masyarakat. Literasi ketenagakerjaan menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut, melengkapi pemahaman masyarakat mengenai keimigrasian dan perlindungan warga. Bagi masyarakat Telukawur, pengetahuan merupakan modal penting dalam menghadapi berbagai peluang sekaligus tantangan dunia kerja. Dengan akses informasi yang tepat, masyarakat dapat lebih memahami pilihan yang tersedia serta mengetahui langkah-langkah yang perlu ditempuh sebelum mengambil keputusan. Momentum pengukuhan ini diharapkan dapat menjadi awal dari penguatan literasi masyarakat secara berkelanjutan. Desa tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang edukasi dan pemberdayaan agar masyarakat semakin mampu melindungi diri, memahami haknya, serta memanfaatkan peluang kerja secara aman dan sesuai ketentuan. Dari literasi lahir kewaspadaan; dari informasi yang tepat, masyarakat Telukawur semakin siap menyambut peluang kerja sekaligus menjaga perlindungan diri.

Desa Binaan Imigrasi Telukawur Dorong Pemberdayaan Masyarakat dan Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Desa
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Desa Binaan Imigrasi Telukawur Dorong Pemberdayaan Masyarakat dan Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Desa

#Bunda Literasi

TELUKAWUR, 2 Oktober 2026 — Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi Telukawur di Hotel Horison Antawirya Telukawur, Jumat (2/10/2026), menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi sekaligus membuka wawasan masyarakat mengenai potensi desa, pemberdayaan masyarakat, dan ketahanan pangan. Kegiatan tersebut diresmikan oleh Direktur Intelijen Keimigrasian, Agus Waluyo, serta dihadiri Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati, Wahyu Gumilang, beserta jajaran. Selain penguatan literasi keimigrasian, rangkaian kegiatan juga memberikan ruang edukasi mengenai bagaimana potensi desa dapat dikembangkan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Materi mengenai potensi Desa Telukawur, pemberdayaan masyarakat, dan ketahanan pangan disampaikan oleh Ibu Sundari dari Dinsospermasdes Kabupaten Jepara. Penyampaian materi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat agar mampu melihat potensi yang dimiliki desa sebagai sumber daya yang dapat dikembangkan secara produktif dan berkelanjutan. Menguatkan Potensi Desa dari Tingkat Masyarakat Desa Telukawur memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan melalui keterlibatan aktif masyarakat. Potensi tersebut menjadi modal sosial dan ekonomi yang dapat diarahkan untuk mendukung pemberdayaan warga serta menciptakan aktivitas produktif di tingkat desa. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, penguatan kapasitas warga menjadi salah satu langkah penting. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam mengidentifikasi potensi, mengembangkan usaha, serta membangun kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan desa. Pendekatan berbasis potensi lokal juga memberikan peluang bagi pengembangan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi desa dapat memberikan nilai tambah sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya usaha dan kesempatan kerja baru. Ketahanan Pangan sebagai Bagian dari Kemandirian Desa Ketahanan pangan turut menjadi salah satu perhatian dalam materi pemberdayaan. Ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi membangun kemandirian desa. Pengembangan ketahanan pangan berbasis potensi lokal dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara aktif, mulai dari pemanfaatan sumber daya yang tersedia hingga pengembangan kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi. Bagi Desa Telukawur, penguatan ketahanan pangan juga dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Ketika masyarakat memiliki keterampilan, akses, dan ruang untuk mengembangkan potensi, sektor pangan dapat berkembang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi desa. Desa Binaan Imigrasi, Ruang Kolaborasi untuk Masyarakat Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi Telukawur menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Literasi keimigrasian, pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi desa, dan ketahanan pangan dapat menjadi bagian dari agenda bersama dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. Program ini juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pihak dalam melihat kebutuhan serta potensi yang dimiliki Desa Telukawur. Dengan sinergi yang berkelanjutan, berbagai program diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Momentum tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa desa memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang berdaya. Potensi lokal yang dikelola bersama, ditopang pengetahuan dan kolaborasi, dapat menjadi fondasi bagi terciptanya kemandirian serta peluang ekonomi yang lebih luas. Dari potensi desa menuju pemberdayaan masyarakat, dari ketahanan pangan menuju kemandirian—Telukawur terus bergerak membangun kekuatan masyarakat dari tingkat desa.

Desa Binaan Imigrasi Telukawur Perkuat Literasi Keimigrasian, Warga Dibekali Pemahaman Cegah TPPO dan TPPM
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Desa Binaan Imigrasi Telukawur Perkuat Literasi Keimigrasian, Warga Dibekali Pemahaman Cegah TPPO dan TPPM

#Bunda Literasi

TELUKAWUR, 2 Oktober 2026 — Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi Telukawur di Hotel Horison Antawirya Telukawur, Jumat (2/10/2026), tidak hanya menjadi momentum penguatan sinergi kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya literasi keimigrasian. Kegiatan tersebut diresmikan oleh Direktur Intelijen Keimigrasian, Agus Waluyo, dan turut dihadiri Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati, Wahyu Gumilang, beserta jajaran. Dalam rangkaian kegiatan, masyarakat dan unsur pemerintah desa mendapatkan pembekalan mengenai berbagai persoalan keimigrasian melalui sesi literasi yang disampaikan oleh Suwandi dari Direktorat Intelijen Keimigrasian. Literasi keimigrasian menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar lebih memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan mobilitas warga negara, dokumen perjalanan, serta potensi persoalan hukum yang dapat muncul dalam proses perjalanan maupun bekerja di luar negeri. Perkuat Pemahaman Masyarakat terhadap Risiko TPPO dan TPPM Salah satu materi penting yang menjadi perhatian dalam literasi tersebut adalah upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM). Pemahaman masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan. Informasi yang tepat diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali risiko, memahami pentingnya prosedur keimigrasian, serta lebih berhati-hati terhadap berbagai tawaran perjalanan atau pekerjaan ke luar negeri yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun kerugian bagi calon pekerja migran. Melalui pendekatan Desa Binaan Imigrasi, literasi tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi diharapkan dapat berkembang menjadi kesadaran bersama di tingkat desa. Pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga memiliki ruang untuk saling berbagi informasi dan membangun kewaspadaan terhadap persoalan yang berkaitan dengan keimigrasian. Desa sebagai Ruang Edukasi dan Perlindungan Masyarakat Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi Telukawur menjadi bagian dari upaya mendekatkan edukasi keimigrasian kepada masyarakat. Desa memiliki posisi strategis karena menjadi lingkungan terdekat dengan warga dalam memperoleh informasi, pelayanan, sekaligus pendampingan awal ketika menghadapi persoalan sosial dan administrasi. Dengan meningkatnya literasi keimigrasian, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menggunakan jalur dan prosedur yang sesuai ketentuan. Hal tersebut sekaligus menjadi langkah preventif agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam praktik yang dapat mengarah pada TPPO maupun TPPM. Bagi Desa Telukawur, program ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah desa dan jajaran keimigrasian. Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan literasi diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga terbentuk lingkungan desa yang semakin informatif, waspada, dan sadar hukum. Kegiatan Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi tersebut pada akhirnya bukan sekadar seremoni kelembagaan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi langkah membangun budaya literasi keimigrasian dari tingkat desa, dengan menempatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan persoalan keimigrasian. Dari Telukawur, literasi menjadi langkah awal untuk membangun masyarakat yang lebih sadar, waspada, dan terlindungi.

Hari Batik
Desa Bungu, Kec. Mayong

Hari Batik

#Bunda Literasi

Tanggal 2 Oktober 2009 batik indonesia secara resmi diakui dan dikukuhkan sebagai warisan budaya. Pada hari ini Smua murid sekolah dihimbau memakai Batik untuk memperingatinya. Batik sebagai identitas dan pemersatu Bangsa. stiap daerah memiliki ciri khas batik masing-masing.

Semarak Hari Batik Nasional: Siswa RA Darul Huda 1 Karanggondang Antusias Mewarnai Motif Mega Mendung
Desa Karanggondang, Kec. Mlonggo

Semarak Hari Batik Nasional: Siswa RA Darul Huda 1 Karanggondang Antusias Mewarnai Motif Mega Mendung

#Bunda Literasi

Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada Jumat, 2 Oktober 2026, RA Darul Huda 1 Desa Karanggondang menggelar kegiatan edukatif dan kreatif bagi para siswanya. Suasana sekolah tampak meriah dan penuh semangat ketika anak-anak diajak untuk mengenalkan warisan budaya Indonesia sejak dini melalui seni mewarnai. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai perayaan momentum bersejarah nasional, tetapi juga sebagai sarana menanamkan rasa cinta tanah air kepada anak usia dini. Pada perayaan tahun ini, motif batik Mega Mendung dipilih sebagai objek utama yang diwarnai oleh para siswa. Melalui guratan garis khas Mega Mendung yang berbentuk awan, para guru memberikan penjelasan sederhana mengenai makna keindahan serta sejarah batik kepada anak-anak. Dengan berbekal alat mewarnai, siswa-siswi mengekspresikan imajinasi dan kreativitas mereka dalam memadukan warna-warni yang indah pada lembar kertas yang telah disediakan. Selain mengenalkan nilai kebudayaan, kegiatan mewarnai motif batik ini juga memberikan manfaat besar bagi tumbuh kembang anak, seperti melatih motorik halus, mengasah fokus, serta merangsang imajinasi. Pihak RA Darul Huda 1 berharap melalui perayaan Hari Batik Nasional yang interaktif dan menyenangkan ini, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang bangga akan kekayaan budaya bangsa serta senantiasa menjaga keanggungan batik Indonesia.