Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Desa Binaan Imigrasi Telukawur Perkuat Literasi Keimigrasian, Warga Dibekali Pemahaman Cegah TPPO dan TPPM
02 October 2026 Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Desa Binaan Imigrasi Telukawur Perkuat Literasi Keimigrasian, Warga Dibekali Pemahaman Cegah TPPO dan TPPM

#Bunda Literasi
Desa Telukawur
Kontributor Desa Telukawur TP PKK Desa Telukawur, Kec. Tahunan

TELUKAWUR, 2 Oktober 2026 — Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi Telukawur di Hotel Horison Antawirya Telukawur, Jumat (2/10/2026), tidak hanya menjadi momentum penguatan sinergi kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya literasi keimigrasian.

Kegiatan tersebut diresmikan oleh Direktur Intelijen Keimigrasian, Agus Waluyo, dan turut dihadiri Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati, Wahyu Gumilang, beserta jajaran. Dalam rangkaian kegiatan, masyarakat dan unsur pemerintah desa mendapatkan pembekalan mengenai berbagai persoalan keimigrasian melalui sesi literasi yang disampaikan oleh Suwandi dari Direktorat Intelijen Keimigrasian.

Literasi keimigrasian menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar lebih memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan mobilitas warga negara, dokumen perjalanan, serta potensi persoalan hukum yang dapat muncul dalam proses perjalanan maupun bekerja di luar negeri.

Perkuat Pemahaman Masyarakat terhadap Risiko TPPO dan TPPM

Salah satu materi penting yang menjadi perhatian dalam literasi tersebut adalah upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

Pemahaman masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan. Informasi yang tepat diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali risiko, memahami pentingnya prosedur keimigrasian, serta lebih berhati-hati terhadap berbagai tawaran perjalanan atau pekerjaan ke luar negeri yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun kerugian bagi calon pekerja migran.

Melalui pendekatan Desa Binaan Imigrasi, literasi tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi diharapkan dapat berkembang menjadi kesadaran bersama di tingkat desa. Pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga memiliki ruang untuk saling berbagi informasi dan membangun kewaspadaan terhadap persoalan yang berkaitan dengan keimigrasian.

Desa sebagai Ruang Edukasi dan Perlindungan Masyarakat

Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi Telukawur menjadi bagian dari upaya mendekatkan edukasi keimigrasian kepada masyarakat. Desa memiliki posisi strategis karena menjadi lingkungan terdekat dengan warga dalam memperoleh informasi, pelayanan, sekaligus pendampingan awal ketika menghadapi persoalan sosial dan administrasi.

Dengan meningkatnya literasi keimigrasian, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menggunakan jalur dan prosedur yang sesuai ketentuan. Hal tersebut sekaligus menjadi langkah preventif agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam praktik yang dapat mengarah pada TPPO maupun TPPM.

Bagi Desa Telukawur, program ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah desa dan jajaran keimigrasian. Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan literasi diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga terbentuk lingkungan desa yang semakin informatif, waspada, dan sadar hukum.

Kegiatan Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi tersebut pada akhirnya bukan sekadar seremoni kelembagaan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi langkah membangun budaya literasi keimigrasian dari tingkat desa, dengan menempatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan persoalan keimigrasian.

Dari Telukawur, literasi menjadi langkah awal untuk membangun masyarakat yang lebih sadar, waspada, dan terlindungi.

Galeri Foto