Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 6895 Warta PKK
Tingkat: Semua Tingkat
TP.PKK DESA HADIRI PEMBELAJARAN DI TK TABITA UJUNGWATU
Desa Ujungwatu, Kec. Donorojo

TP.PKK DESA HADIRI PEMBELAJARAN DI TK TABITA UJUNGWATU

#PKK

Pembelajaran Kerohanian dan Adab Makan Bersama Di TK TABITA Desa Ujungwatu Kegiatan tersebut menanamkan nilai-nilai karakter, keimanan, dan kemandirian sejak dini melalui kegiatan Pembelajaran Kerohanian dan Adab Makan Bersama. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Kepala Sekolah, Ibu Hetty, bersama dewan guru: Ibu Sukarti, Ibu Punarti, dan Ibu Tri Kinarsih. Kehadiran TP. PKK Desa Ujungwatu menjadi bentuk dukungan nyata masyarakat dan pihak desa terhadap pembentukan karakter anak sejak usia dini, melalui pembiasaan ini, anak-anak diajar untuk: - Kerohanian & Rasa Syukur: Memahami pentingnya berdoa sebelum dan sesudah makan sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki dari Tuhan. - Adab Makan: Mempraktikkan tata cara makan yang santun, seperti mencuci tangan dengan bersih, duduk rapi, menggunakan tangan kanan, serta tidak berbicara saat mengunyah. - Kemandirian & Kebersamaan: Melatih anak untuk makan sendiri tanpa disuapi, menghargai makanan tanpa menyisakannya, dan mempererat kebersamaan antar sesama teman. Melalui pendampingan yang penuh kasih dari para pendidik, kegiatan ini tidak hanya nutrisi bagi fisik anak, tetapi juga membentuk fondasi moral, etika, dan spiritual yang kuat bagi tumbuh kembang murid-murid TK TABITA.

Hari Batik Nasional
Desa Jugo, Kec. Donorojo

Hari Batik Nasional

#PKK

Pada hari Jum'at 2 Oktober 2026 ,semua anak-anak TK Ananda Betha Desa jugo memakai baju batik dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional. Untuk memperingati hari batik Nasional ini anak-anak TK Ananda Betha melaksanakan kegiatan mewarnai motif baju batik. Hari Batik Nasional ini adalah momen untuk merayakan kekayaan budaya Indonesia yang di wariskan dari generasi ke generasi. Setiap motif batik memiliki makna, filosofi dan cerita yang mencerminkan identitas Bangsa.

Ketua TP. PKK Telukawur Hadiri Apel Hari Batik KREAKOTA 2026, Rawat Semangat Kreativitas dan Budaya Nusantara
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Ketua TP. PKK Telukawur Hadiri Apel Hari Batik KREAKOTA 2026, Rawat Semangat Kreativitas dan Budaya Nusantara

#PKK

PEKALONGAN, 2 Oktober 2026 — Semangat memperingati Hari Batik Nasional menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya sekaligus membangun jejaring kreativitas. Pada Jumat (2/10/2026), Ketua TP. PKK Desa Telukawur, Ny. Dwi Supriyati, menghadiri undangan dan mendampingi Apel Hari Batik KREAKOTA 2026 – Crafting Creative Connections yang digelar di Museum Batik Pekalongan. Kehadiran Ketua TP. PKK Desa Telukawur menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya memperkuat pelestarian batik sekaligus memperluas jejaring antarpelaku budaya, komunitas, dan masyarakat. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk melihat bagaimana batik terus berkembang sebagai warisan budaya yang memiliki nilai seni, kreativitas, pendidikan, dan ekonomi. Hari Batik Nasional, Momentum Merawat Warisan Budaya Hari Batik Nasional menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali mengenal dan mengapresiasi batik sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia. Pelestarian batik tidak hanya dilakukan melalui penggunaan kain batik, tetapi juga melalui pendidikan, kreativitas, pengembangan motif, serta keterlibatan generasi muda. Kegiatan di Museum Batik Pekalongan menghadirkan semangat tersebut melalui tema “Crafting Creative Connections”. Tema ini merefleksikan pentingnya membangun koneksi dan kolaborasi dalam ekosistem kreatif agar warisan budaya dapat terus berkembang dan memiliki relevansi di tengah perubahan zaman. Bagi TP. PKK Desa Telukawur, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus melihat berbagai peluang pengembangan budaya dan kreativitas yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat di tingkat desa. Memperluas Jejaring Kreativitas Kehadiran dalam kegiatan kebudayaan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring. Pertemuan berbagai unsur dalam satu ruang budaya membuka kesempatan untuk bertukar pengalaman, pengetahuan, dan gagasan mengenai pengembangan batik serta ekonomi kreatif. Batik memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan melalui kreativitas. Selain sebagai warisan budaya, batik dapat menjadi bagian dari produk ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Semangat membangun koneksi kreatif tersebut relevan dengan pengembangan potensi lokal Desa Telukawur yang juga memiliki batik sebagai salah satu produk unggulan. Pengalaman dan wawasan dari berbagai kegiatan kebudayaan dapat menjadi inspirasi untuk terus memperkenalkan serta mengembangkan produk lokal. Dari Pekalongan, Membawa Inspirasi untuk Telukawur Kehadiran Ketua TP. PKK Desa Telukawur di Museum Batik Pekalongan menjadi bagian dari perjalanan literasi budaya yang terus dibangun. Momentum Hari Batik Nasional tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga pengingat bahwa keberlanjutan budaya membutuhkan kepedulian dan keterlibatan masyarakat. Melalui jejaring, kreativitas, dan kolaborasi, batik dapat terus hadir dalam kehidupan masyarakat sekaligus menjadi ruang pemberdayaan. Semangat tersebut diharapkan dapat menginspirasi pengembangan batik Telukawur agar semakin dikenal dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat. Dari Museum Batik Pekalongan, semangat kreativitas dibawa pulang ke Telukawur—merawat warisan, memperluas jejaring, dan membuka ruang baru bagi batik untuk terus tumbuh.

TP. PKK Telukawur Ikuti Kelas Literasi Budaya Nusantara #3, Kenali Harmoni Musik Tradisional Sawah Rhythm
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

TP. PKK Telukawur Ikuti Kelas Literasi Budaya Nusantara #3, Kenali Harmoni Musik Tradisional Sawah Rhythm

#PKK

TELUKAWUR, 2 Oktober 2026 — Upaya memperkuat wawasan dan kecintaan terhadap kebudayaan Nusantara terus dilakukan melalui berbagai ruang literasi. Pada Jumat (2/10/2026), TP. PKK Desa Telukawur turut mengikuti Kelas Literasi Budaya Nusantara #3: Musik Tradisional Sawah Rhythm, sebuah ruang pembelajaran yang memperkenalkan kekayaan musik tradisional dan kreativitas budaya masyarakat. Keikutsertaan TP. PKK Desa Telukawur menjadi bagian dari upaya memperluas pengetahuan kader mengenai keberagaman budaya Indonesia. Literasi budaya tidak hanya berkaitan dengan mengenal berbagai bentuk kesenian, tetapi juga memahami nilai, sejarah, kreativitas, serta peran masyarakat dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan. Mengenal Musik Tradisional sebagai Warisan Budaya Musik tradisional merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Di dalamnya terdapat nilai kreativitas, kebersamaan, serta kearifan lokal yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Melalui kelas Musik Tradisional Sawah Rhythm, peserta mendapatkan ruang untuk mengenal musik tradisional dari perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Musik tidak hanya dipahami sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya yang memiliki nilai sosial dan edukatif. Bagi TP. PKK Desa Telukawur, mengikuti kegiatan literasi budaya menjadi kesempatan untuk menambah wawasan sekaligus memperkuat peran kader dalam mengenalkan nilai-nilai budaya kepada keluarga dan lingkungan masyarakat. TP. PKK dan Penguatan Literasi Budaya TP. PKK memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang berpengetahuan dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial serta budaya. Karena itu, peningkatan kapasitas kader melalui kegiatan literasi menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Pengetahuan tentang budaya Nusantara dapat menjadi bekal untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia. Kader PKK juga dapat menjadi penghubung dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada anak-anak dan generasi muda melalui lingkungan keluarga. Kelas Literasi Budaya Nusantara #3 sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Budaya akan terus hidup ketika masyarakat tidak hanya mengenalnya, tetapi juga memberikan ruang untuk mempelajari, mengapresiasi, dan mengembangkannya. Dari Literasi Menuju Pelestarian Keikutsertaan TP. PKK Desa Telukawur dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif kader mengenai keberagaman budaya Indonesia. Wawasan yang diperoleh dapat menjadi inspirasi untuk menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif di lingkungan masyarakat. Musik tradisional, termasuk Sawah Rhythm, menjadi salah satu contoh bahwa budaya dapat terus hadir dalam kehidupan masyarakat melalui kreativitas dan inovasi. Pelestarian tidak harus berhenti pada menjaga bentuk lama, tetapi juga dapat dilakukan dengan memberikan ruang bagi budaya untuk dikenal dan diapresiasi dalam konteks kehidupan masa kini. Mengenal budaya adalah langkah awal untuk mencintainya. Dari literasi, tumbuh apresiasi; dari apresiasi, lahir semangat untuk menjaga warisan budaya Nusantara.

Jaga Kebugaran dan Pererat Silaturahmi, TP PKK Kecamatan Pecangaan Ikuti Senam Rutin Bersama
Kecamatan Pecangaan

Jaga Kebugaran dan Pererat Silaturahmi, TP PKK Kecamatan Pecangaan Ikuti Senam Rutin Bersama

#PKK

Pecangaan, 2 Oktober 2026 – Jajaran pengurus dan anggota Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Pecangaan turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Senam Rutin Pagi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, pada Jum'at (02/10). Kegiatan olahraga bersama yang berlangsung penuh semangat di halaman Kantor Kecamatan Pecangaan ini diikuti oleh jajaran pegawai kecamatan, unsur Forkopimcam, serta instansi lintas sektor terkait. Selain untuk menjaga kebugaran fisik dan kesehatan tubuh di tengah padatnya aktivitas kedinasan, kegiatan senam rutin ini juga menjadi sarana yang sangat efektif dalam mempererat tali silaturahmi, membangun kebersamaan, serta meningkatkan soliditas antar-lembaga dan kader di wilayah Kecamatan Pecangaan. Melalui pembiasaan aktivitas fisik ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dapat terus digaungkan, guna menciptakan lingkungan kerja dan masyarakat yang produktif, prima, dan berenergi.

Telukawur Dikukuhkan sebagai Desa Binaan Imigrasi, Perkuat Ketahanan Pangan dan Peluang Ekonomi Masyarakat
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Telukawur Dikukuhkan sebagai Desa Binaan Imigrasi, Perkuat Ketahanan Pangan dan Peluang Ekonomi Masyarakat

#PKK

TELUKAWUR, 2 Oktober 2026 — Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, resmi dikukuhkan sebagai Desa Binaan Imigrasi dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Antawirya Telukawur, Jumat (2/10/2026). Pengukuhan tersebut diresmikan oleh Direktur Intelijen Keimigrasian, Agus Waluyo, dan dihadiri Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati, Wahyu Gumilang, beserta jajaran. Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, dan instansi keimigrasian. Program ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai persoalan keimigrasian sekaligus membangun kesadaran bersama terhadap berbagai potensi permasalahan yang dapat terjadi di lingkungan masyarakat. Salah satu perhatian utama dalam program tersebut adalah pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM). Melalui pendekatan berbasis masyarakat, pemerintah desa diharapkan semakin memiliki peran dalam membangun literasi dan kewaspadaan masyarakat terhadap modus serta risiko yang berkaitan dengan persoalan keimigrasian. Dorong Desa Mandiri melalui Potensi Ekonomi Tidak hanya berfokus pada aspek keimigrasian, program Desa Binaan Imigrasi di Telukawur juga membuka ruang kolaborasi untuk mendukung pengembangan ekonomi desa. Imigrasi Pati akan menjajaki peluang untuk menjadi penghubung antara Pemerintah Desa Telukawur dengan calon investor maupun pihak lain yang memiliki potensi mendukung pengembangan usaha desa. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses kerja sama yang lebih luas sehingga potensi lokal dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah ketahanan pangan sekaligus penciptaan lapangan kerja baru. Pengembangan sektor tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga dan desa. Penebaran Benih Ikan, Simbol Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan Rangkaian kegiatan pengukuhan juga diisi dengan penebaran benih ikan secara simbolis oleh Agus Waluyo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi yang melibatkan empat unsur, yakni akademisi Universitas Diponegoro, CSR perusahaan di wilayah Jepara, masyarakat, serta Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati. Kolaborasi lintas sektor tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki Desa Telukawur, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat. Bagi masyarakat Telukawur, hadirnya berbagai unsur dalam satu program menjadi peluang untuk membangun kerja sama yang lebih luas. Potensi desa dapat dikembangkan melalui pendampingan, jejaring, inovasi, serta dukungan berbagai pihak sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi sekaligus menegaskan bahwa pembangunan desa tidak berdiri sendiri. Perlindungan masyarakat, peningkatan pengetahuan, penguatan ketahanan pangan, pengembangan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja membutuhkan sinergi berbagai pihak. Melalui Desa Telukawur sebagai Desa Binaan Imigrasi, kolaborasi tersebut diharapkan terus berkembang dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dari penguatan literasi keimigrasian hingga pengembangan potensi ekonomi, desa menjadi ruang bersama untuk membangun masyarakat yang semakin berdaya, produktif, dan tangguh. Telukawur bergerak bersama: memperkuat perlindungan masyarakat, mengoptimalkan potensi desa, dan membuka ruang kolaborasi untuk masa depan yang lebih berdaya.