Desa Telukawur, Kec. Tahunan
#PKK
TELUKAWUR, 2 Oktober 2026 — Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, resmi dikukuhkan sebagai Desa Binaan Imigrasi dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Antawirya Telukawur, Jumat (2/10/2026). Pengukuhan tersebut diresmikan oleh Direktur Intelijen Keimigrasian, Agus Waluyo, dan dihadiri Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati, Wahyu Gumilang, beserta jajaran.
Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, dan instansi keimigrasian. Program ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai persoalan keimigrasian sekaligus membangun kesadaran bersama terhadap berbagai potensi permasalahan yang dapat terjadi di lingkungan masyarakat.
Salah satu perhatian utama dalam program tersebut adalah pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM). Melalui pendekatan berbasis masyarakat, pemerintah desa diharapkan semakin memiliki peran dalam membangun literasi dan kewaspadaan masyarakat terhadap modus serta risiko yang berkaitan dengan persoalan keimigrasian.
Dorong Desa Mandiri melalui Potensi Ekonomi
Tidak hanya berfokus pada aspek keimigrasian, program Desa Binaan Imigrasi di Telukawur juga membuka ruang kolaborasi untuk mendukung pengembangan ekonomi desa.
Imigrasi Pati akan menjajaki peluang untuk menjadi penghubung antara Pemerintah Desa Telukawur dengan calon investor maupun pihak lain yang memiliki potensi mendukung pengembangan usaha desa. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses kerja sama yang lebih luas sehingga potensi lokal dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah ketahanan pangan sekaligus penciptaan lapangan kerja baru. Pengembangan sektor tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga dan desa.
Penebaran Benih Ikan, Simbol Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan
Rangkaian kegiatan pengukuhan juga diisi dengan penebaran benih ikan secara simbolis oleh Agus Waluyo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi yang melibatkan empat unsur, yakni akademisi Universitas Diponegoro, CSR perusahaan di wilayah Jepara, masyarakat, serta Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki Desa Telukawur, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Bagi masyarakat Telukawur, hadirnya berbagai unsur dalam satu program menjadi peluang untuk membangun kerja sama yang lebih luas. Potensi desa dapat dikembangkan melalui pendampingan, jejaring, inovasi, serta dukungan berbagai pihak sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi sekaligus menegaskan bahwa pembangunan desa tidak berdiri sendiri. Perlindungan masyarakat, peningkatan pengetahuan, penguatan ketahanan pangan, pengembangan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja membutuhkan sinergi berbagai pihak.
Melalui Desa Telukawur sebagai Desa Binaan Imigrasi, kolaborasi tersebut diharapkan terus berkembang dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dari penguatan literasi keimigrasian hingga pengembangan potensi ekonomi, desa menjadi ruang bersama untuk membangun masyarakat yang semakin berdaya, produktif, dan tangguh.
Telukawur bergerak bersama: memperkuat perlindungan masyarakat, mengoptimalkan potensi desa, dan membuka ruang kolaborasi untuk masa depan yang lebih berdaya.