TP. PKK Telukawur Ikuti Kelas Literasi Budaya Nusantara #3, Kenali Harmoni Musik Tradisional Sawah Rhythm
TELUKAWUR, 2 Oktober 2026 — Upaya memperkuat wawasan dan kecintaan terhadap kebudayaan Nusantara terus dilakukan melalui berbagai ruang literasi. Pada Jumat (2/10/2026), TP. PKK Desa Telukawur turut mengikuti Kelas Literasi Budaya Nusantara #3: Musik Tradisional Sawah Rhythm, sebuah ruang pembelajaran yang memperkenalkan kekayaan musik tradisional dan kreativitas budaya masyarakat.
Keikutsertaan TP. PKK Desa Telukawur menjadi bagian dari upaya memperluas pengetahuan kader mengenai keberagaman budaya Indonesia. Literasi budaya tidak hanya berkaitan dengan mengenal berbagai bentuk kesenian, tetapi juga memahami nilai, sejarah, kreativitas, serta peran masyarakat dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan.
Mengenal Musik Tradisional sebagai Warisan Budaya
Musik tradisional merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Di dalamnya terdapat nilai kreativitas, kebersamaan, serta kearifan lokal yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Melalui kelas Musik Tradisional Sawah Rhythm, peserta mendapatkan ruang untuk mengenal musik tradisional dari perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Musik tidak hanya dipahami sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya yang memiliki nilai sosial dan edukatif.
Bagi TP. PKK Desa Telukawur, mengikuti kegiatan literasi budaya menjadi kesempatan untuk menambah wawasan sekaligus memperkuat peran kader dalam mengenalkan nilai-nilai budaya kepada keluarga dan lingkungan masyarakat.
TP. PKK dan Penguatan Literasi Budaya
TP. PKK memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang berpengetahuan dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial serta budaya. Karena itu, peningkatan kapasitas kader melalui kegiatan literasi menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
Pengetahuan tentang budaya Nusantara dapat menjadi bekal untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia. Kader PKK juga dapat menjadi penghubung dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada anak-anak dan generasi muda melalui lingkungan keluarga.
Kelas Literasi Budaya Nusantara #3 sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Budaya akan terus hidup ketika masyarakat tidak hanya mengenalnya, tetapi juga memberikan ruang untuk mempelajari, mengapresiasi, dan mengembangkannya.
Dari Literasi Menuju Pelestarian
Keikutsertaan TP. PKK Desa Telukawur dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif kader mengenai keberagaman budaya Indonesia. Wawasan yang diperoleh dapat menjadi inspirasi untuk menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif di lingkungan masyarakat.
Musik tradisional, termasuk Sawah Rhythm, menjadi salah satu contoh bahwa budaya dapat terus hadir dalam kehidupan masyarakat melalui kreativitas dan inovasi. Pelestarian tidak harus berhenti pada menjaga bentuk lama, tetapi juga dapat dilakukan dengan memberikan ruang bagi budaya untuk dikenal dan diapresiasi dalam konteks kehidupan masa kini.
Mengenal budaya adalah langkah awal untuk mencintainya. Dari literasi, tumbuh apresiasi; dari apresiasi, lahir semangat untuk menjaga warisan budaya Nusantara.