Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 1826 Warta posyandu
Tingkat: Semua Tingkat
Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026
Kecamatan Mlonggo

Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026

#posyandu

Pada Kamis, 25 Juni 2026, Pengurus Pokja IV TP PKK Kecamatan Mlonggo menghadiri kegiatan Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026 yang diselenggarakan di Lucca Ballroom Eat and Meet Restaurant Jepara. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–12.20 WIB ini dipimpin oleh Ibu Laila Saidah Witiarso selaku Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Jepara. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat peran Tim Pembina Posyandu dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan penyelenggaraan Posyandu sesuai dengan kebijakan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan koordinasi, kapasitas, dan sinergi Tim Pembina Posyandu di semua tingkatan agar pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal, terpadu, dan berkelanjutan. Sasaran yang ingin dicapai adalah terwujudnya Posyandu yang mampu memberikan pelayanan sesuai enam bidang SPM, sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat. Sebagai tindak lanjut, Camat Mlonggo selaku Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan akan menyiapkan konsep pembinaan bagi seluruh Posyandu 6 SPM di desa-desa se-Kecamatan Mlonggo, menyusun jadwal pembinaan secara bertahap, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, puskesmas, dan para kader Posyandu agar pelaksanaan Posyandu 6 SPM dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Pertemuan Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan
Kecamatan Welahan

Pertemuan Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan

#posyandu

Kegiatan Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan diselenggarakan pada hari Kamis Tanggal 25 Juni 2026 oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung transformasi Posyandu menuju pelayanan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pertemuan yang dilaksanakan di Kabupaten Jepara ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait se-Kabupaten Jepara, serta Ketua Tim Pembina Posyandu Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Jepara. Kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi, meningkatkan komitmen, dan memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pengelolaan Posyandu, khususnya pada bidang kesehatan sebagai bagian dari implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) dan transformasi Posyandu dengan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dalam kegiatan tersebut, narasumber memaparkan arah kebijakan transformasi Posyandu berdasarkan ketentuan terbaru yang menempatkan Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa dengan cakupan pelayanan enam bidang SPM, yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Bidang kesehatan tetap menjadi fokus utama melalui penyelenggaraan pelayanan kesehatan sepanjang siklus hidup, meliputi skrining kesehatan sesuai kelompok usia, pemantauan ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa, dan lanjut usia, pelayanan imunisasi, pemantauan status gizi, pencegahan penyakit tidak menular, edukasi kesehatan, hingga rujukan ke Puskesmas sesuai kebutuhan. Selain itu, disampaikan pula bahwa keberhasilan transformasi Posyandu memerlukan dukungan seluruh OPD melalui penyelarasan program, perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Melalui forum advokasi ini, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan mengintegrasikan program yang mendukung penguatan Posyandu ke dalam dokumen perencanaan daerah, meningkatkan kapasitas kader dan kelembagaan Posyandu, memperkuat sarana prasarana, serta mengoptimalkan pendampingan di tingkat desa dan kelurahan. Ketua Tim Pembina Posyandu Tingkat Kecamatan juga menyatakan kesiapan mengawal implementasi kebijakan di wilayah masing-masing melalui koordinasi dengan pemerintah desa, Puskesmas, dan seluruh pemangku kepentingan. Kegiatan ditutup dengan kesepakatan untuk melaksanakan koordinasi dan evaluasi secara berkala guna memastikan implementasi Posyandu Integrasi Layanan Primer berjalan efektif, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih terpadu, mudah diakses, dan mampu meningkatkan derajat kesehatan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jepara.

Rapat “Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026”
Kecamatan Pakis Aji

Rapat “Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026”

#posyandu

Ketua Pelaksana Harian Posyandu Kecamatan Pakis Aji ibu Yulaekah menghadiri rapat “Advokasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026” Pada hari Kamis tanggal 25 Juni, waktu 07.30 WIB s.d. selesaitempat Lucca Ballroom Eat and Meet Restaurant (Jl. Lucca Nomor 1 RT 08/RW 03 Jepara) OPTIMALISASI KINERJA TIM PEMBINA POSYANDU KABUPATEN JEPARA oleh KEPALA DINSOSPERMASDES KAB.JEPARA MUH. ALI, S.Kep, NS,MMKes menerangkan Tim Pembina Posyandu Kabupaten Jepara memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan pelaksanaan Posyandu sebagai wadah pelayanan masyarakat yang mendukung pemenuhan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Keberhasilan penyelenggaraan Posyandu tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja, melainkan memerlukan sinergi, koordinasi, dan komitmen bersama dari seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, kader Posyandu, serta masyarakat. Hingga tahun 2026, Kabupaten Jepara telah menunjukkan capaian yang baik dengan 1.029 Posyandu atau 91% dari total Posyandu yang telah memiliki SK Posyandu 6 SPM. Berbagai program pendampingan, pembinaan, peningkatan kapasitas kader, koordinasi lintas sektor, serta dukungan pendanaan dari berbagai sumber telah dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kelembagaan dan kualitas layanan Posyandu. Optimalisasi kinerja Tim Pembina Posyandu diwujudkan melalui perencanaan kerja yang terintegrasi, dukungan program dari OPD sesuai tugas dan fungsi masing-masing, pembinaan berkelanjutan, serta penguatan kapasitas kader dan kelembagaan Posyandu. Dengan langkah tersebut, Posyandu diharapkan mampu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih aktif, mandiri, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor yang berkesinambungan, Posyandu tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan sosial, ketahanan keluarga, kualitas lingkungan, serta pembangunan masyarakat yang berdaya dan sejahtera menuju terwujudnya Kabupaten Jepara yang lebih maju dan berkelanjutan. SINERGI POSYANDU 6 SPM DALAM STRATEGI PENGUATAN POSYANDU ILP oleh KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN JEPARA HADI SARWOKO,S.KM,S.Kep,MM.Kes,MM menjelaskan [14.25, 25/6/2026] Menik Jumiati: Sinergi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam penguatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pelayanan masyarakat yang terpadu, komprehensif, dan berkelanjutan. Transformasi Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa tidak lagi berfokus pada pelayanan kesehatan semata, tetapi juga mengintegrasikan bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial dalam satu wadah pelayanan masyarakat. Keberhasilan implementasi Posyandu 6 SPM memerlukan sinergi yang kuat antar jenjang pemerintahan, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan seperti perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, BUMN, BUMD, dan masyarakat. Sinergi tersebut harus diwujudkan melalui perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi yang terintegrasi serta didukung oleh kebijakan, pendanaan, dan penguatan kelembagaan yang berkelanjutan. Penguatan Posyandu ILP juga membutuhkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemenuhan sarana dan prasarana, penguatan kader Posyandu, dukungan operasional, serta pendanaan yang memadai dari berbagai sumber. Dengan dukungan tersebut, Posyandu mampu memberikan pelayanan yang lebih dekat, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada setiap siklus kehidupan. Pada akhirnya, sinergi Posyandu 6 SPM dan Posyandu ILP diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan dasar, mempercepat deteksi dan penanganan masalah kesehatan maupun sosial, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mendukung pencapaian indikator pembangunan daerah. Melalui kolaborasi lintas sektor yang berkesinambungan, Posyandu dapat menjadi pusat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat yang berperan penting dalam mewujudkan keluarga sehat, sejahtera, mandiri, dan berkualitas menuju pembangunan desa dan daerah yang berkelanjutan. [14.26, 25/6/2026] Menik Jumiati: Tim Pembina Posyandu Kabupaten Jepara memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan pelaksanaan Posyandu sebagai wadah pelayanan masyarakat yang mendukung pemenuhan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Keberhasilan penyelenggaraan Posyandu tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja, melainkan memerlukan sinergi, koordinasi, dan komitmen bersama dari seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, kader Posyandu, serta masyarakat. Hingga tahun 2026, Kabupaten Jepara telah menunjukkan capaian yang baik dengan 1.029 Posyandu atau 91% dari total Posyandu yang telah memiliki SK Posyandu 6 SPM. Berbagai program pendampingan, pembinaan, peningkatan kapasitas kader, koordinasi lintas sektor, serta dukungan pendanaan dari berbagai sumber telah dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kelembagaan dan kualitas layanan Posyandu. Optimalisasi kinerja Tim Pembina Posyandu diwujudkan melalui perencanaan kerja yang terintegrasi, dukungan program dari OPD sesuai tugas dan fungsi masing-masing, pembinaan berkelanjutan, serta penguatan kapasitas kader dan kelembagaan Posyandu. Dengan langkah tersebut, Posyandu diharapkan mampu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih aktif, mandiri, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor yang berkesinambungan, Posyandu tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan sosial, ketahanan keluarga, kualitas lingkungan, serta pembangunan masyarakat yang berdaya dan sejahtera menuju terwujudnya Kabupaten Jepara yang lebih maju dan berkelanjutan. PERAN LINTAS SEKTOR DALAM PENGEMBANGAN POSYANDU 6 SPM dalam Pengembangan Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) merupakan upaya transformasi Posyandu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang terintegrasi dan berkelanjutan. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi dalam pemenuhan layanan dasar di bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Keberhasilan penyelenggaraan Posyandu 6 SPM sangat bergantung pada sinergi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah desa, kader Posyandu, serta partisipasi aktif masyarakat. Setiap sektor memiliki peran strategis sesuai tugas dan fungsinya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Melalui koordinasi yang kuat, perencanaan berbasis data, dukungan pembiayaan yang memadai, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan, Posyandu dapat berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang efektif, efisien, dan inklusif. Dengan demikian, Posyandu 6 SPM diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan, kualitas pendidikan, kesejahteraan sosial, kualitas lingkungan, serta ketahanan masyarakat menuju terwujudnya keluarga dan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.

Posyandu Sekar Sari 2
Desa Sekuro, Kec. Mlonggo

Posyandu Sekar Sari 2

#posyandu

Pada bulan juni 2026, TP PKK Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara bersama dengan kader kesehatan setempat melaksanakan kegiatan rutin Posyandu Sekar Sari 2. Kegiatan pelayanan kesehatan dasar ini bertempat di area pemukiman warga guna memberikan kemudahan akses bagi ibu hamil, bayi, dan balita. Para kader PKK tampak sangat sigap dalam memfasilitasi meja pelayanan, mulai dari pendaftaran, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga pencatatan Kartu Menuju Sehat (KMS). Tujuan kegiatan ini adalah untuk memantau secara berkala tingkat pertumbuhan dan perkembangan balita di wilayah kerja Posyandu Sekar Sari 2 secara intensif. Selain itu, kegiatan posyandu ini bertujuan untuk memberikan pelayanan imunisasi dasar lengkap serta pemberian vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Melalui kegiatan ini pula, kader PKK berupaya memberikan edukasi langsung kepada para ibu mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi seimbang sebagai langkah nyata pencegahan stunting di tingkat desa. Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah seluruh bayi, balita, dan ibu hamil di lingkungan sekitar wilayah Sekar Sari 2 agar mendapatkan layanan kesehatan dasar yang layak secara gratis. Sebagai tindak lanjut direncanakan akan dilaksanakan kunjungan rumah (sweeping) oleh kader posyandu bagi balita yang tidak hadir pada kegiatan bulan ini agar tidak ada anak yang terlewat pemantauan tumbuh kembangnya. Selain itu, pihak PKK juga berencana mengadakan kelas ibu balita secara khusus guna memperdalam pemahaman tentang penyusunan menu Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi. Semoga dengan terlaksananya kegiatan Posyandu Sekar Sari 2 secara rutin ini, kondisi kesehatan anak-anak dan ibu hamil di Desa Sekuro senantiasa terjaga dengan baik. Diharapkan angka stunting dan gizi buruk di wilayah ini dapat ditekan hingga mencapai titik nol berkat kepedulian bersama. Semoga kesadaran masyarakat untuk rutin datang ke posyandu setiap bulannya semakin meningkat demi terwujudnya generasi penerus Desa Sekuro yang sehat, cerdas, dan ceria.

Pmt stanting 24 juni 2026
Desa Bandung, Kec. Mayong

Pmt stanting 24 juni 2026

#posyandu

PMT STUNTING 24 JUNI 2026 "Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kita bersama, agar tidak ada lagi anak di desa kita yang gagal tumbuh karena stunting *Apa itu PMT Stunting?* PMT Stunting adalah pemberian makanan tambahan bergizi kepada: 1. *Balita dengan BB tidak naik / berisiko stunting Tujuannya: mengejar tumbuh kembang anak dan mencegah stunting sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan. *Peran PKK dalam PMT Stunting:* 1. *Pendataan Sasaran* Bersama kader Posyandu, PKK mendata anak yang perlu PMT. Kita kunjungi rumahnya, kita pantau setiap minggu. 2. *Edukasi Gizi* Sambil makan bareng, kita edukasi ibu: "Pentingnya ASI Eksklusif, MPASI bergizi, air bersih, dan cuci tangan pakai sabun." 3. *Monitoring* Tiap bulan kita timbang, ukur tinggi badan, dan catat di KIA. Kita lihat progresnya. Kalau naik, kita apresiasi. Kalau belum, kita cari solusinya. Anak-anak... yuk makan yang lahap ya. Biar cepat tinggi, cepat pintar, dan jadi generasi emas Indonesia. _*** "Terima kasih kepada Pemerintah Desa yang sudah menganggarkan Dana Desa untuk PMT ini. Terima kasih Puskesmas, Bidan, dan semua kader yang sudah bekerja dengan ikhlas. Mari kita cegah stunting bersama. Karena *Anak Sehat, Keluarga Kuat, Desa Hebat*. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pmt genting 24 juni 2026
Desa Bandung, Kec. Mayong

Pmt genting 24 juni 2026

#posyandu

Pmt genting tanggal 24 juni 2026 _Catatan: "GENTING" = *Gizi & Intervensi Stunting*. Ini program PMT khusus untuk cegah & atasi stunting_ "Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kegiatan ini bukti nyata kepedulian kita, bahwa tidak boleh ada 1 anak pun di desa kita *Tujuan PMT GENTING:* 1. *Mengejar ketertinggalan gizi* pada balita stunting dan ibu hamil KEK 2. *Meningkatkan berat badan dan tinggi badan* anak sesuai usianya 3. *Mengedukasi pola asuh 1000 HPK* - 1000 Hari Pertama Kehidupan *Bentuk Partisipasi PKK dalam PMT GENTING:* 1. *Pendampingan Langsung* Kader PKK antar PMT ke rumah sasaran. Sambil mengantar kita cek: "Sudah makan belum? Sudah minum obat cacing belum? Sudah ke Posyandu belum?" 2. *Kelas Gizi & Demo Masak* Ibu-ibu kita ajarkan cara membuat MPASI tinggi protein dari bahan lokal. Telur, ikan lele, kacang hijau, daun kelor. "Mahal tidak harus sehat. Sehat bisa dari dapur sendiri." 3. *Monitoring & Evaluasi* Setiap bulan kita timbang dan ukur. Hasilnya kita laporkan ke desa dan puskesmas. Kalau BB anak naik, kita tepuk tangan bersama 👏 Anak-anak... ini makanannya enak ya. Habiskan ya. Biar badan kuat, biar pintar, biar jadi pemimpin desa kita nanti. _*** "Terima kasih kepada Pemerintah Desa yang sudah mengalokasikan Dana Desa untuk PMT GENTING ini. Terima kasih Puskesmas, Bidan, dan seluruh kader yang tidak pernah lelah. Harapan kami: 3 bulan ke depan, semua balita sasaran PMT GENTING sudah naik status gizinya. Mari kita wujudkan *Desa Bebas Stunting*. Karena anak sehat hari ini, adalah penentu masa depan desa kita. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.