Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 15626 Warta Seluruh
Tingkat: Semua Tingkat
Sosialisasi B2SA
Desa Mangunan, Kec. Tahunan

Sosialisasi B2SA

#PKK

Pada hari ini, Selasa 15 September 2026, Pukul : 14.00 wib. Tempat diBalai i Desa Mangunan. Telah diadakan Sosialisai B2SA Acara dipandu oleh Ibu Ina Ariyani Pokja 3 Kecamatan. Acara dihadiri oleh Ibu ketua Tim Penggerak Pkk, Ketua Pokja 3, Ibu kader, Bpd, Rt, Rw dan ibu - ibu Anggora Pkk. B2SA adalah beragam, bergizi, seimbang dan Aman. Konsep ini dicetyskan sebagai pola konsumsi pangan sehari - hari. Yang sehat dan ideal agar tumbuh sehat mendapatkan kebutuhan gizi seimbang.

Pertemuan Rutin PKK RT 5 RW 1 Randusari Tahunan Diisi dengan Kegiatan Membuat naga sari bandung
Desa Tahunan, Kec. Tahunan

Pertemuan Rutin PKK RT 5 RW 1 Randusari Tahunan Diisi dengan Kegiatan Membuat naga sari bandung

#PKK

Pertemuan Rutin PKK RT 5 RW 1 Diisi dengan Kegiatan Membuat Naga Sari Bandung PKK RT 5 RW 1 melaksanakan pertemuan rutin pada Selasa, 15 September 2026, bertempat di Gedung PKK RT 5 RW 1. Kegiatan tersebut diikuti oleh 105 anggota PKK. Pertemuan rutin kali ini diisi dengan kegiatan keterampilan membuat jajanan tradisional Naga Sari Bandung. Para anggota PKK mengikuti proses pembuatan dengan antusias, mulai dari persiapan bahan hingga proses pengolahan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menambah pengetahuan dan keterampilan anggota dalam mengolah makanan, sekaligus mempererat kebersamaan dan silaturahmi antaranggota PKK. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dalam suasana yang akrab dan kekeluargaan. Diharapkan melalui kegiatan pertemuan rutin ini, anggota PKK RT 5 RW 1 semakin aktif, kreatif, dan kompak dalam melaksanakan berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Posbindu PTM
Desa Jambu, Kec. Mlonggo

Posbindu PTM

#posyandu

Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular "JAMBU SEHAT" Penyakit Tidak Menular seperti Hipertensi, Diabetes Melitus, Jantung, dan Stroke terus meningkat menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Faktor risikonya bisa dicegah jika terdeteksi sejak dini melalui perubahan perilaku. Posbindu PTM hadir sebagai upaya pemberdayaan masyarakat untuk memantau faktor risiko PTM secara mandiri, rutin dan berkesinambungan. Posbindu PTM adalah kegiatan monitoring dan deteksi dini faktor risiko PTM serta penyuluhan yang dilakukan secara terpadu dan rutin oleh masyarakat. Sasaran utama usia 15 tahun ke atas, dengan prioritas usia 40 tahun ke atas. Selasa, 15 September 2026 telah dilakukan kegiatan Posbindu PTM dengan rangkaian kegiatan sbb: 1. Registrasi dan Pengisian Kuesioner Peserta mengisi formulir skrining faktor risiko: riwayat merokok, konsumsi gula-garam-lemak, aktivitas fisik, dan riwayat keluarga PTM. 2. Pengukuran Antropometri Petugas mengukur BB, TB untuk menghitung IMT, dan lingkar perut. 3. Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Dilakukan cek Tensi, Gula Darah Sewaktu, Kolesterol Total, dan Asam Urat menggunakan alat digital. 4. Edukasi Kelompok dan Konseling Individu Materi: "CERDIK & PATUH" Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres Periksa kesehatan rutin, Anjurkan minum obat teratur, Tetap diet, Upaya tidak merokok, Hidup sehat. 5. Tindak Lanjut dan Rujukan Peserta dengan hasil abnormal dirujuk ke Puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan. Peserta dengan PTM yang sudah terdiagnosa diingatkan untuk rutin minum obat dan kontrol. Tujuan Kegiatan Posbindu PTM 1.Deteksi dini faktor risiko PTM pada masyarakat 2.Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang CERDIK dan PATUH 3.Meningkatkan kepatuhan penderita PTM dalam minum obat dan kontrol Kegiatan Posbindu PTM berjalan dengan baik serta lancar. Deteksi dini dan edukasi berkelanjutan sangat penting untuk mencegah komplikasi PTM dan diharapkan angka kesakitan serta kematian akibat PTM di desa dapat ditekan.

Pertemuan Rutin PKK RT 4 RW 1 Randusari Tahunan Diisi dengan Kegiatan Membuat donat dari kentang
Desa Tahunan, Kec. Tahunan

Pertemuan Rutin PKK RT 4 RW 1 Randusari Tahunan Diisi dengan Kegiatan Membuat donat dari kentang

#PKK

Pertemuan Rutin PKK RT 4 RW 1 Diisi dengan Kegiatan Membuat Donat Kentang Randusari, Tahunan — PKK RT 4 RW 1 melaksanakan pertemuan rutin pada Selasa, 15 September 2026, bertempat di rumah Ibu Lia, RT 4 RW 1. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 110 anggota PKK. Pertemuan rutin kali ini diisi dengan kegiatan keterampilan membuat makanan berupa donat berbahan dasar kentang. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan anggota PKK dalam mengolah bahan makanan sederhana menjadi sajian yang menarik dan bernilai guna. Para anggota mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan kebersamaan. Proses pembuatan donat kentang dilakukan secara bersama-sama, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, membentuk donat, hingga proses memasak. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan kekompakan antaranggota PKK RT 4 RW 1. Suasana kegiatan berlangsung dengan hangat, akrab, dan penuh semangat. Melalui kegiatan rutin dan keterampilan seperti ini, diharapkan anggota PKK semakin kreatif serta mampu memanfaatkan bahan pangan yang ada di sekitar untuk menghasilkan berbagai olahan makanan yang bermanfaat bagi keluarga.

Kegiatan Pokja I
Desa Kalipucang Wetan, Kec. Welahan

Kegiatan Pokja I

#PKK

Pada hari Selasa, tanggal 15 September 2026 bertempat di balai desa Kalipucang Wetan, telah dilaksanakan kegiatan Pokja I TP PKK Desa Kalipucang Wetan dengan mengangkat tema yang sekarang banyak menjadi problematik dan kekhawatiran orang tua dalam pergaulan anak & Remaja saat ini. “Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua, keluarga, serta kader PKK dalam memberikan pola asuh yang tepat kepada anak dan remaja di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Kasi sosial kecamatan Welahan dan ketua Pokja I Kecamatan Welahan, Ny. Farida Istiyani. S.Ag., M.M. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Desa, Ny. Sri Sugiyati, pengurus dan anggota TP PKK Desa, ibu-ibu kelompok Dawis, kader PKK, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua TP PKK Desa Kalipucang Wetan, Ny. Sri Sugiyati. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat bagi anak dan keluarga, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam pola pengasuhan. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam menjaga, mendampingi, dan mengawasi anak dalam pergaulan, baik di lingkungan sehari-hari maupun di dunia digital. Beliau juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan telepon seluler, HP, dan gadget agar penggunaannya memberikan manfaat bagi perkembangan anak serta tidak mengganggu kesehatan, pendidikan, interaksi sosial, maupun pembentukan karakter. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ny. Farida Istiyani, S.Ag., M.M., yang menjelaskan bahwa gadget dan internet dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara tepat, seperti mendukung kegiatan belajar, mencari informasi, mengembangkan kreativitas, berkomunikasi, dan memperoleh berbagai sumber pengetahuan. Namun, penggunaan yang berlebihan dan tanpa pendampingan dapat menimbulkan risiko, antara lain berkurangnya interaksi dengan keluarga, gangguan waktu tidur, paparan konten yang tidak sesuai usia, perundungan di dunia maya, penipuan, serta interaksi dengan orang yang tidak dikenal. Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa orang tua perlu hadir dan mendampingi anak, bukan hanya melarang penggunaan HP. Orang tua dianjurkan membuat kesepakatan bersama mengenai waktu penggunaan gadget, tidak menggunakan HP saat makan bersama, mengurangi penggunaannya menjelang tidur, menentukan tempat penyimpanan HP pada waktu tertentu, serta mendahulukan belajar, ibadah, istirahat, aktivitas fisik, dan interaksi keluarga. Orang tua juga perlu mendampingi anak dalam memilih tontonan dan konten, mengajarkan keamanan serta privasi digital, seperti tidak sembarangan memberikan nama lengkap, alamat, nomor telepon, kata sandi, foto pribadi, lokasi, dan informasi keluarga. Selain itu, anak perlu diajarkan etika berkomunikasi di dunia maya, termasuk menggunakan bahasa yang sopan, tidak menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya, tidak mempermalukan orang lain, dan tidak melakukan perundungan. Orang tua juga diharapkan menjadi teladan dalam penggunaan gadget, memperbanyak aktivitas nyata bersama anak, serta membangun komunikasi terbuka dengan remaja agar mereka berani menyampaikan masalah yang dihadapi di dunia digital. Perubahan perilaku, seperti sulit berhenti menggunakan HP, mengabaikan kegiatan lain, tidur terlalu larut, mudah marah ketika penggunaan HP dibatasi, atau menarik diri dari keluarga dan lingkungan, perlu diperhatikan sebagai tanda penggunaan gadget yang mulai berlebihan. Melalui kegiatan ini disampaikan bahwa teknologi bukan hal yang harus ditakuti/dicemaskan, melainkan perlu digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Orang tua diharapkan mampu menjadi pendamping utama bagi anak dalam menghadapi perkembangan teknologi melalui memberikan perhatian, komunikasi terbuka, memperkuat bonding orang tua dengan anak, memberikan contoh keteladanan, serta aturan penggunaan gadget yang jelas. Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan tertib, lancar, dan mendapatkan perhatian serta antusiasme dari para peserta.