Kegiatan Pokja I
Pada hari Selasa, tanggal 15 September 2026 bertempat di balai desa Kalipucang Wetan, telah dilaksanakan kegiatan Pokja I TP PKK Desa Kalipucang Wetan dengan mengangkat tema yang sekarang banyak menjadi problematik dan kekhawatiran orang tua dalam pergaulan anak & Remaja saat ini. āSosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digitalā. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua, keluarga, serta kader PKK dalam memberikan pola asuh yang tepat kepada anak dan remaja di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Kasi sosial kecamatan Welahan dan ketua Pokja I Kecamatan Welahan, Ny. Farida Istiyani. S.Ag., M.M. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Desa, Ny. Sri Sugiyati, pengurus dan anggota TP PKK Desa, ibu-ibu kelompok Dawis, kader PKK, serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua TP PKK Desa Kalipucang Wetan, Ny. Sri Sugiyati. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat bagi anak dan keluarga, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam pola pengasuhan. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam menjaga, mendampingi, dan mengawasi anak dalam pergaulan, baik di lingkungan sehari-hari maupun di dunia digital. Beliau juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan telepon seluler, HP, dan gadget agar penggunaannya memberikan manfaat bagi perkembangan anak serta tidak mengganggu kesehatan, pendidikan, interaksi sosial, maupun pembentukan karakter. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ny. Farida Istiyani, S.Ag., M.M., yang menjelaskan bahwa gadget dan internet dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara tepat, seperti mendukung kegiatan belajar, mencari informasi, mengembangkan kreativitas, berkomunikasi, dan memperoleh berbagai sumber pengetahuan. Namun, penggunaan yang berlebihan dan tanpa pendampingan dapat menimbulkan risiko, antara lain berkurangnya interaksi dengan keluarga, gangguan waktu tidur, paparan konten yang tidak sesuai usia, perundungan di dunia maya, penipuan, serta interaksi dengan orang yang tidak dikenal.
Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa orang tua perlu hadir dan mendampingi anak, bukan hanya melarang penggunaan HP. Orang tua dianjurkan membuat kesepakatan bersama mengenai waktu penggunaan gadget, tidak menggunakan HP saat makan bersama, mengurangi penggunaannya menjelang tidur, menentukan tempat penyimpanan HP pada waktu tertentu, serta mendahulukan belajar, ibadah, istirahat, aktivitas fisik, dan interaksi keluarga. Orang tua juga perlu mendampingi anak dalam memilih tontonan dan konten, mengajarkan keamanan serta privasi digital, seperti tidak sembarangan memberikan nama lengkap, alamat, nomor telepon, kata sandi, foto pribadi, lokasi, dan informasi keluarga. Selain itu, anak perlu diajarkan etika berkomunikasi di dunia maya, termasuk menggunakan bahasa yang sopan, tidak menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya, tidak mempermalukan orang lain, dan tidak melakukan perundungan. Orang tua juga diharapkan menjadi teladan dalam penggunaan gadget, memperbanyak aktivitas nyata bersama anak, serta membangun komunikasi terbuka dengan remaja agar mereka berani menyampaikan masalah yang dihadapi di dunia digital. Perubahan perilaku, seperti sulit berhenti menggunakan HP, mengabaikan kegiatan lain, tidur terlalu larut, mudah marah ketika penggunaan HP dibatasi, atau menarik diri dari keluarga dan lingkungan, perlu diperhatikan sebagai tanda penggunaan gadget yang mulai berlebihan.
Melalui kegiatan ini disampaikan bahwa teknologi bukan hal yang harus ditakuti/dicemaskan, melainkan perlu digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Orang tua diharapkan mampu menjadi pendamping utama bagi anak dalam menghadapi perkembangan teknologi melalui memberikan perhatian, komunikasi terbuka, memperkuat bonding orang tua dengan anak, memberikan contoh keteladanan, serta aturan penggunaan gadget yang jelas. Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan tertib, lancar, dan mendapatkan perhatian serta antusiasme dari para peserta.