Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 334 Warta Bunda Literasi
Tingkat: Semua Tingkat
Bunda literasi dan tp.pkk desa Demangan berkunjung ke pojok baca Desa Demangan
Desa Demangan, Kec. Tahunan

Bunda literasi dan tp.pkk desa Demangan berkunjung ke pojok baca Desa Demangan

#Bunda Literasi

Tidak ada file yang dipilihTidak ada file yang dipilihTidak ada file yang dipilih Obrolan dengan ChatGPT Tanya ChatGPT Masuk Anda bilang: Mendorong minat baca pada anak 1. Pengertian Minat Baca Minat baca adalah ketertarikan, kemauan, dan kesenangan anak dalam membaca secara sukarela. Minat baca perlu ditumbuhkan sejak dini agar membaca menjadi kebiasaan yang menyenangkan, bukan sebuah kewajiban. 2. Mengapa Minat Baca Anak Penting? Membaca dapat membantu anak: Menambah pengetahuan dan wawasan. Memperkaya kosakata dan kemampuan berbahasa. Mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Melatih konsentrasi dan kemampuan berpikir kritis. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Menumbuhkan rasa ingin tahu dan percaya diri. Mendukung keberhasilan belajar di sekolah. 3. Faktor yang Memengaruhi Minat Baca Anak Beberapa faktor yang dapat memengaruhi minat baca antara lain: Keluarga: kebiasaan orang tua dalam membaca dan mendampingi anak. Lingkungan: ketersediaan buku dan suasana yang mendukung. Jenis bacaan: buku yang sesuai dengan usia dan ketertarikan anak. Metode: cara mengenalkan buku harus menyenangkan dan tidak memaksa. Teknologi: penggunaan gawai dapat menjadi tantangan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menyediakan bacaan digital yang edukatif. 4. Cara Mendorong Minat Baca pada Anak a. Berikan contoh dari orang tua Anak cenderung meniru kebiasaan orang di sekitarnya. Luangkan waktu untuk membaca di hadapan anak. b. Bacakan buku sejak dini Membacakan cerita sebelum tidur atau pada waktu santai dapat membangun hubungan positif antara anak dan buku. c. Pilih buku sesuai minat anak Biarkan anak memilih buku yang menarik baginya, misalnya cerita hewan, kendaraan, petualangan, komik edukatif, atau cerita bergambar. d. Ciptakan pojok baca Sediakan tempat sederhana yang nyaman dengan beberapa buku yang mudah dijangkau anak. e. Jangan memaksa anak membaca Hindari menjadikan membaca sebagai hukuman atau tekanan. Bangun suasana membaca yang menyenangkan. f. Gunakan metode yang kreatif Membaca dapat diselingi dengan tanya jawab, bermain peran, menggambar tokoh cerita, atau meminta anak menceritakan kembali isi buku. g. Jadwalkan waktu membaca Biasakan membaca sekitar 10–20 menit setiap hari sesuai usia dan kemampuan anak. h. Berikan apresiasi Hargai usaha anak ketika membaca. Pujian sederhana dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasinya. 5. Peran Orang Tua dan Guru Orang tua dan guru memiliki peran penting dalam membangun budaya membaca. Keduanya dapat: Menjadi teladan dalam membaca. Menyediakan bahan bacaan yang menarik. Mendampingi dan mengajak anak berdiskusi tentang buku. Mengadakan kegiatan membaca yang menyenangkan. Menghargai pilihan dan perkembangan kemampuan membaca anak. 6. Hal yang Sebaiknya Dihindari Memaksa anak membaca dalam waktu lama. Membandingkan kemampuan membaca anak dengan anak lain. Memberikan buku yang terlalu sulit atau tidak sesuai usia. Memarahi anak ketika belum lancar membaca. Menggunakan membaca sebagai hukuman. Membatasi membaca hanya pada buku pelajaran. 7. Kesimpulan Minat baca tidak tumbuh dengan paksaan, tetapi melalui kebiasaan, keteladanan, lingkungan yang mendukung, dan pengalaman membaca yang menyenangkan. Semakin dini anak dikenalkan pada buku dengan cara yang positif, semakin besar peluang membaca menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya.

Ketua TP PKK Desa Petekeyan Ikuti Launching Pojok Baca di Kecamatan Tahunan
Desa Petekeyan, Kec. Tahunan

Ketua TP PKK Desa Petekeyan Ikuti Launching Pojok Baca di Kecamatan Tahunan

#Bunda Literasi

Ketua TP PKK Desa Petekeyan bersama Pokja I TP PKK Desa Petekeyan mengikuti kegiatan Launching Pojok Baca yang dilaksanakan di Kecamatan Tahunan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan budaya membaca serta mendorong masyarakat agar semakin gemar memanfaatkan berbagai sumber bacaan. Dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Desa Petekeyan bersama anggota Pokja I turut hadir dan berpartisipasi dalam rangka mendukung program peningkatan literasi di lingkungan masyarakat. Pojok Baca diharapkan dapat menjadi ruang yang nyaman dan mudah diakses oleh masyarakat, khususnya anak-anak, untuk membaca dan menambah wawasan. Ketua TP PKK Desa Petekeyan menyampaikan bahwa keberadaan Pojok Baca merupakan langkah positif dalam menumbuhkan minat baca sejak usia dini. Menurutnya, budaya membaca perlu dikenalkan dan dibiasakan mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Melalui kegiatan ini, TP PKK Desa Petekeyan, khususnya Pokja I, berkomitmen untuk ikut mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan literasi, pendidikan keluarga, serta pengembangan sumber daya manusia di Desa Petekeyan. Dengan adanya Pojok Baca, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai sarana belajar, memperoleh informasi, dan mengembangkan pengetahuan secara positif. TP PKK Desa Petekeyan Bersama Membangun Masyarakat yang Gemar Membaca dan Berwawasan.

Edukasi Pemadam Kebakaran bagi Siswa Sekolah Rakyat Jepara
Kecamatan Pakis Aji

Edukasi Pemadam Kebakaran bagi Siswa Sekolah Rakyat Jepara

#Bunda Literasi

Wakil Ketua TP PKK Kecamatan Pakis Aji, Ny. Zulaekhah Almunawaroh, membersamai kegiatan edukasi Pemadam Kebakaran (Damkar) bagi siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Jepara, Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias. Kegiatan edukasi ini menghadirkan narasumber dari Damkar Jepara yang memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mengenali potensi bahaya kebakaran sejak dini. Materi disampaikan secara edukatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh para siswa. Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi mendapatkan pengetahuan mengenai berbagai penyebab terjadinya kebakaran, langkah-langkah pencegahan, serta tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat. Edukasi ini diharapkan dapat membangun kesadaran dan kewaspadaan siswa terhadap keselamatan diri maupun lingkungan sekitar. Ny. Zulaekhah Almunawaroh turut mendampingi jalannya kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya edukasi dan pembinaan bagi generasi muda. Menurutnya, pengetahuan mengenai keselamatan dan pencegahan kebakaran merupakan bekal penting yang perlu diberikan kepada anak-anak sejak usia sekolah. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap penyampaian materi dari narasumber Damkar Jepara. Selain mendapatkan penjelasan secara teori, siswa juga memperoleh pemahaman praktis mengenai cara bersikap dan bertindak secara tepat ketika terjadi kebakaran atau kondisi darurat lainnya. Kehadiran petugas Damkar dalam kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal lebih dekat tugas dan peran pemadam kebakaran. Tidak hanya bertugas memadamkan api, petugas Damkar juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran.

Bunda Literasi Desa Kedungcino Mendorong Minat Baca Masyarakat melalui Perpustakaan Desa
Desa Kedungcino, Kec. Jepara

Bunda Literasi Desa Kedungcino Mendorong Minat Baca Masyarakat melalui Perpustakaan Desa

#Bunda Literasi

Pada hari Kamis, 27 Agustus 2026, Bunda Literasi Desa Kedungcino melaksanakan kegiatan Peningkatan Layanan Perpustakaan Desa sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan budaya literasi dan minat baca masyarakat Desa Kedungcino. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan keberadaan perpustakaan desa sebagai sarana belajar, memperoleh informasi, serta menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, dilakukan upaya peningkatan pelayanan dan penataan perpustakaan agar lebih tertib, nyaman, menarik, dan mudah dimanfaatkan oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Bunda Literasi juga mengajak masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga, untuk lebih aktif berkunjung dan memanfaatkan koleksi buku yang tersedia. Kegiatan membaca diarahkan agar menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari serta dapat dilakukan mulai dari lingkungan keluarga. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Kedungcino semakin menyadari pentingnya literasi sebagai bagian dari proses meningkatkan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia. Perpustakaan desa diharapkan dapat menjadi ruang yang menyenangkan untuk membaca, belajar, mencari informasi, dan mengembangkan berbagai potensi masyarakat. Kegiatan Peningkatan Layanan Perpustakaan Desa ini merupakan bentuk nyata kepedulian Bunda Literasi Desa Kedungcino dalam menumbuhkan budaya gemar membaca dan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan perpustakaan desa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kedungcino.

Penandatanganan komitmen bunda Literasi Desa untuk menghidupkan dan mengembangkan perpusdes
Desa Demangan, Kec. Tahunan

Penandatanganan komitmen bunda Literasi Desa untuk menghidupkan dan mengembangkan perpusdes

#Bunda Literasi

Peran Bunda Literasi Desa Menjadi teladan literasi bagi masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga. Menggerakkan minat baca melalui kegiatan seperti pojok baca, perpustakaan desa, taman bacaan, atau kegiatan membaca bersama. Mendorong keterlibatan keluarga dalam membangun kebiasaan membaca dan belajar di rumah. Mendukung pendidikan anak dan masyarakat, termasuk literasi dasar, digital, finansial, kesehatan, dan keterampilan. Berkolaborasi dengan pemerintah desa, sekolah, PKK, kader, komunitas, dan perpustakaan untuk membuat program literasi yang berkelanjutan. Mengenalkan literasi digital agar masyarakat mampu menggunakan teknologi dan media sosial secara cerdas, aman, dan produktif. Mengangkat potensi desa melalui literasi, misalnya dengan mendokumentasikan cerita rakyat, sejarah, budaya, produk UMKM, dan kearifan lokal. Menjadi motivator dan inspirator agar literasi tidak hanya dipandang sebagai kegiatan membaca buku, tetapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Intinya, Bunda Literasi Desa berperan sebagai penggerak, motivator, teladan, dan penghubung berbagai pihak dalam membangun masyarakat desa yang gemar membaca, cerdas mengelola informasi, dan terus belajar.