Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 16293 Warta Seluruh
Tingkat: Semua Tingkat
Kebaktian ibu-ibu wandani
Desa Jugo, Kec. Donorojo

Kebaktian ibu-ibu wandani

#PKK

Setiap hari Rabu wandani Vihara Bodhi Santi Desa jugo mengadakan kebaktian bersama pada jam 13.00 Wib sampai dengan selesai. Adapun kegiatan yang di laksanakan arisan,puja Bhakti, pembacaan syair suci Dhammapada dan Dhammadesana. Di harapkan dari kegiatan ini mampu mengikat rasa kebersamaan,kegotong Royongan dan sosial kemanusiaan.

Cukupi Nutrisi Generasi Emas, Kader Kesehatan Desa Telukawur Salurkan Paket MBG untuk Balita di UPKD
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Cukupi Nutrisi Generasi Emas, Kader Kesehatan Desa Telukawur Salurkan Paket MBG untuk Balita di UPKD

#posyandu

TELUKAWUR — Komitmen Pemerintah Desa Telukawur bersama tenaga kesehatan lokal dalam memperkuat ketahanan gizi anak terus diwujudkan secara konsisten. Pada Rabu (30/9/2026), Unit Pelayanan Kesehatan Desa (UPKD) Desa Telukawur menjadi titik fokus penyaluran paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan khusus bagi balita di wilayah desa setempat. Kegiatan yang digerakkan secara penuh oleh para kader kesehatan dan pengurus Posyandu Desa Telukawur ini disambut antusias oleh puluhan ibu yang hadir mendampingi buah hati mereka. Penyaluran MBG bagi kelompok balita ini menjadi bagian dari strategi integratif dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus sebagai langkah nyata pencegahan stunting di tingkat akar rumput. Setiap porsi paket MBG yang dibagikan telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi harian anak usia balita, mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta serat dan vitamin yang penting bagi pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak. Selain membagikan paket nutrisi di area UPKD, para kader Posyandu turut melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemantauan lingkar kepala balita secara berkala. Momen ini sekaligus dimanfaatkan kader untuk memberikan sosialisasi kepada para orang tua mengenai pentingnya pola asuh gizi seimbang dan kebiasaan hidup bersih dan sehat di rumah. Sinergi aktif yang terjalin antara kader Posyandu, pengelola UPKD, dan Pemerintah Desa Telukawur ini diharapkan mampu menjaga angka kesehatan balita tetap berada dalam kriteria hijau, mewujudkan balita sehat bebas stunting, serta mencetak generasi masa depan Desa Telukawur yang berkualitas dan berdaya saing.

Cukupi Gizi Busui, Kader Kesehatan Desa Telukawur Salurkan Paket MBG di UPKD
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Cukupi Gizi Busui, Kader Kesehatan Desa Telukawur Salurkan Paket MBG di UPKD

#posyandu

TELUKAWUR — Upaya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu dan anak terus digalakkan di tingkat desa. Pada Rabu (30/9/2026), Unit Pelayanan Kesehatan Desa (UPKD) Desa Telukawur menjadi pusat penyaluran program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan khusus bagi para ibu menyusui (busui) di wilayah setempat. Kegiatan yang dimotori oleh para kader kesehatan dan pengurus Posyandu Desa Telukawur ini berlangsung tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari para penerima manfaat. Program MBG untuk ibu menyusui ini dirancang sebagai langkah konkret dalam mengoptimalkan kualitas ASI serta mendukung tumbuh kembang bayi pada periode emas kehidupan. Paket bantuan pangan bernutrisi tinggi yang dibagikan telah disesuaikan dengan kebutuhan kalori dan gizi ibu menyusui, mencakup asupan protein, vitamin, dan mineral penting. Selain pelayanan di lokasi UPKD Telukawur, para kader juga melakukan koordinasi intensif untuk memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran. Momen distribusi ini dimanfaatkan pula oleh para kader kesehatan untuk memberikan edukasi seputar pentingnya ASI eksklusif, pola makan bergizi bagi ibu menyusui, serta pemantauan rutin tumbuh kembang balita di Posyandu. Sinergi aktif antara kader kesehatan, UPKD, dan Pemerintah Desa Telukawur ini diharapkan dapat terus memperkuat ketahanan gizi masyarakat desa, menekan risiko stunting sejak dini, serta mewujudkan generasi mendatang yang sehat dan berkualitas.

Jangkau Ibu Hamil, Kader Kesehatan dan Posyandu di Jepara Gencarkan Distribusi Program MBG
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Jangkau Ibu Hamil, Kader Kesehatan dan Posyandu di Jepara Gencarkan Distribusi Program MBG

#posyandu

Telukawur — Komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Jepara terus diperkuat melalui aksi nyata di lapangan. Pada Rabu (30/9/2026), para kader kesehatan bersama jajaran pengurus Posyandu bergerak serentak mendistribusikan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diperuntukkan bagi para ibu hamil di wilayah setempat. Langkah ini menjadi bagian dari program strategis penanganan gizi seimbang serta upaya preventif penekanan angka stunting sejak masa kehamilan. Pembagian MBG dilaksanakan secara interaktif, baik melalui pos layanan terpadu Posyandu maupun sistem jemput bola (door to door) untuk memastikan bantuan gizi berimbang tersebut diterima langsung oleh ibu hamil yang membutuhkan. Setiap paket MBG yang disalurkan telah disesuaikan dengan standar kecukupan gizi harian ibu hamil, mencakup asupan protein tinggi, vitamin, serat, serta mineral penting. Tak sekadar menyerahkan bantuan pangan, para kader Posyandu juga memberikan edukasi kesehatan singkat mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan pemantauan kondisi kehamilan secara berkala. "Peran kader di tingkat tapak sangat krusial. Distribusi MBG ini tidak hanya sekadar membagikan makanan, tetapi juga menjadi momen untuk memantau langsung perkembangan kesehatan ibu hamil di desa," ujar salah satu koordinator kader kesehatan setempat. Sinergi antara kader kesehatan, Posyandu, dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu menjaga kesehatan ibu hamil tetap optimal, menekan risiko komplikasi kehamilan, serta memastikan bayi lahir dalam kondisi sehat dan terbebas dari ancaman stunting.

Inovasi dan Konsistensi Membuah Hasil, Roti Ceriping Pisang Mak Nah Semakin "Naik Kelas" Banjir Orderan
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Inovasi dan Konsistensi Membuah Hasil, Roti Ceriping Pisang Mak Nah Semakin "Naik Kelas" Banjir Orderan

#Dekranasda

JEPARA — Semangat pantang menyerah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Jepara kembali membuahkan hasil manis. Roti Ceriping Pisang Mak Nah, salah satu produk camilan lokal yang terus berinovasi, kini mencatatkan peningkatan permintaan secara signifikan hingga mengalami "banjir orderan" dalam beberapa bulan terakhir. Berawal dari usaha skala rumah tangga yang sederhana, Usaha Mak Nah berhasil membuktikan bahwa produk olahan pisang tradisional mampu bersaing di pasar modern. Kunci keberhasilan produk ini terletak pada menjaga mutu bahan baku lokal, kerenyahan tekstur ceriping, serta perpaduan cita rasa manis-gurih khas yang konsisten di setiap kemasan. Strategi "naik kelas" yang diterapkan meliputi pembenahan kualitas kemasan (packaging), legalitas usaha, hingga optimalisasi pemasaran digital melalui berbagai platform media sosial dan toko daring. Langkah ini efektif meluaskan jangkauan pasar yang semula hanya mencakup wilayah Jepara, kini merambah ke berbagai kota di Jawa Tengah hingga pengiriman antarpulau. "Kami terus berupaya menjaga kualitas rasa dan kerapian kemasan. Dukungan pendampingan UMKM serta respons positif dari para pelanggan menjadi pelecut semangat bagi kami untuk terus berkembang," ujar Mak Nah, pemilik usaha. Peningkatan volume pemesanan ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi positif bagi pemilik, tetapi juga membukakan lapangan kerja bagi warga sekitar yang turut diberdayakan dalam proses produksi hingga pengemasan. Kisah sukses Roti Ceriping Pisang Mak Nah menjadi bukti nyata bahwa keberanian untuk berinovasi dan memanfaatkan momentum digitalisasi mampu membawa UMKM lokal Jepara menembus batas, menjadi produk unggulan yang berdaya saing tinggi, sekaligus menginspirasi pelaku usaha daerah lainnya untuk terus bertumbuh.

Banjir Pesanan, Roti Pisang Cap Nona Telukawur Terus Melaju Naik Kelas
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Banjir Pesanan, Roti Pisang Cap Nona Telukawur Terus Melaju Naik Kelas

#Dekranasda

TELUKAWUR, TAHUNAN – Kreativitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Desa Telukawur kembali menunjukkan geliatnya. Roti Pisang Cap Nona, salah satu produk olahan UMKM lokal, tengah menikmati meningkatnya permintaan pasar. Pesanan yang terus berdatangan menjadi energi baru bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produk dan meningkatkan kapasitas usahanya. Mengusung cita rasa yang dekat dengan selera masyarakat, Roti Pisang Cap Nona hadir sebagai produk olahan yang memadukan bahan sederhana dengan kreativitas pengolahan. Produk tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana potensi kuliner lokal dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat desa. Meningkatnya pesanan menjadi tanda bahwa produk UMKM lokal memiliki ruang untuk berkembang ketika mampu menjaga kualitas, rasa, serta menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Bagi pelaku usaha, kondisi tersebut sekaligus menjadi tantangan untuk menjaga konsistensi produksi di tengah meningkatnya permintaan. Di balik aktivitas produksi yang semakin padat, terdapat proses panjang untuk membangun sebuah usaha. Mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, memastikan kualitas produk, hingga proses pengemasan dan pemenuhan pesanan. Setiap tahapan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan. Fenomena “banjir orderan” yang dialami Roti Pisang Cap Nona juga memperlihatkan bahwa pertumbuhan UMKM tidak selalu dimulai dari skala besar. Usaha dapat tumbuh dari lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar, kemudian berkembang melalui kualitas produk, pelayanan, kreativitas, serta ketekunan pelaku usahanya. Bagi Smart Kartini Jepara, perkembangan Roti Pisang Cap Nona menjadi cerita inspiratif tentang perempuan dan masyarakat desa yang berani mengembangkan potensi ekonomi melalui usaha produktif. UMKM bukan hanya tentang menghasilkan produk, tetapi juga tentang membuka ruang kemandirian, menciptakan nilai tambah, dan membangun kepercayaan pasar. Momentum meningkatnya permintaan diharapkan dapat menjadi langkah menuju “naik kelas”, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas kemasan, pemasaran, pencatatan usaha, maupun perluasan jaringan pasar. Dengan pengelolaan yang semakin profesional, produk lokal memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah desa, komunitas UMKM, serta berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang memungkinkan pelaku UMKM terus berkembang. Roti Pisang Cap Nona membuktikan bahwa dari desa, sebuah produk sederhana dapat tumbuh menjadi cerita tentang kreativitas dan keberanian mengambil peluang. Banjir pesanan bukan sekadar kabar menggembirakan, tetapi juga momentum untuk terus berbenah dan melangkah menuju UMKM yang semakin kuat, mandiri, dan berdaya saing. Dari Telukawur untuk Jepara: Produk Lokal, Cerita Lokal, Potensi yang Terus Naik Kelas.