Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 6178 Warta PKK
Tingkat: Semua Tingkat
Rakor TP. PKK Desa Mindahan dan Pelatihan Pokja II
Desa Mindahan, Kec. Batealit

Rakor TP. PKK Desa Mindahan dan Pelatihan Pokja II

#PKK

Pada tanggal 25 Juni 2026, TP. PKK Desa Mindahan melaksanakan kegiatan Pelatihan Baki Lamaran yang diselenggarakan oleh Pokja II. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas anggota PKK dalam membuat berbagai kerajinan, khususnya pembuatan baki lamaran yang memiliki nilai estetika dan manfaat ekonomi. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan arahan serta praktik langsung mengenai teknik menghias dan menyusun baki lamaran dengan rapi dan menarik. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusias, diikuti oleh pengurus serta anggota PKK yang aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan. Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota PKK dapat mengembangkan keterampilan baru, meningkatkan kreativitas, serta mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga di masyarakat.

Barikan Kubro Desa Karimunjawa
Kecamatan Karimunjawa

Barikan Kubro Desa Karimunjawa

#PKK

Ketua TP PKK Karimunjawa turut hadir dalam acara Barikan Kubro Karimunjawa. Kegiatan tersebut adalah wujud rasa syukur atas rezeki bumi dan laut, doa bersama untuk keselamatan, serta bukti bahwa tradisi mampu menyatukan seluruh masyarakat. Dari arak-arakan tumpeng hingga kebersamaan yang hangat, setiap langkah menyimpan makna yang tak lekang oleh waktu. Barikan Kubro Karimunjawa 2026 menonjol bukan sekadar sebagai festival tahunan, melainkan sebagai warisan hidup yang merangkum rasa syukur atas rezeki bumi dan laut. Perayaan ini dipenuhi doa bersama untuk keselamatan nelayan dan masyarakat pesisir, serta ritual yang mempersatukan warga dari berbagai lapisan.

MENGIKUTI LOMBA AKU HATINYA PKK TINGKAT KABUPATEN JEPARA
Kecamatan Bangsri

MENGIKUTI LOMBA AKU HATINYA PKK TINGKAT KABUPATEN JEPARA

#PKK

Tim Penggerak PKK Kecamatan Bangsri mengikuti Lomba "Aku Hatinya PKK" (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman) tingkat Kabupaten Jepara. Ajang ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan komitmen kader dan masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai pilar ketahanan pangan keluarga. Dalam perlombaan tahun ini, perwakilan yang ditunjuk menampilkan konsep pekarangan yang produktif sekaligus estetik. Lahan di sekitar rumah warga disulap menjadi area penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA), warung hidup (sayuran dan bumbu dapur), bank hidup (tanaman pangan), serta integrasi budidaya ikan skala kecil dan peternakan unggas (peternakan/perikanan keluarga). Selain keasrian, penilaian juga difokuskan pada pengelolaan sampah mandiri dan keterlibatan aktif seluruh warga. Keikutsertaan dalam lomba tingkat kabupaten ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan untuk memotivasi masyarakat Jepara agar mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri dari halaman sendiri, sekaligus menciptakan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan bernilai ekonomis. Kamis, 25 Juni 2026

Rakor TP PKK Desa Ketilengsingolelo Welahan Jepara
Desa Ketilengsingolelo, Kec. Welahan

Rakor TP PKK Desa Ketilengsingolelo Welahan Jepara

#PKK

Kegiatan Rakor Rutin TP PKK Desa Ketilengsingolelo diadakan setiap tanggal 25 setiap bulannya. Dihadiri oleh Ketua TP PKK dan pengurus-pengurus serta anggota. Materi rakor umumnya befungsi pada evaluasi capaian program dan penyelarasan strategi kader. Di tingkat daerah, materi mencakup optimalisasi 10 program pokok pkk, penanganan isu stunting,ketahanan pangan keluarga, pemanfaatan perkarangan (Hatinya PKK),serta pemberdayaan ekonomi melalui UMKM. Susunan materi rakor PKK kali ini meliputi : . Evaluasi Kegiatan Meninjau sejauh mana program yang telah berjalan,seperti operasional Posyandu dan Dasawisma . Perencanaan & Sinergi Membahas Program Kerja proritas tahun berjalan serta memperkuat koordinasi antar kader. . Program Khusus Pemerintah Sinergi PKK dalam menekan angka inflasi, penanggulangan kemiskinan,serta edukasi gizi keluarga. . Tertib Administrasi Pembaharuan data dasawisma dan pelaporan kegiatan PKK

Sosialisasi Skrining Kanker Leher Rahim (Metode DNA HPV Self Sampling)
Kecamatan Pakis Aji

Sosialisasi Skrining Kanker Leher Rahim (Metode DNA HPV Self Sampling)

#PKK

Ketua TP PKK Kecamatan Pakis Aji Ibu Menik Jumiati Muhammad Shodiq pada hari Kamis, 25 Juni 2026 pukul 08.00 WIB mengikuti kegiatan Zoom Meeting dengan tema “Sosialisasi Perluasan Implementasi Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan Metode Self Sampling oleh Dinkes Provinsi Jawa Tengah.” Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat program pencegahan dan pengendalian kanker leher rahim (kanker serviks) melalui peningkatan cakupan skrining dan deteksi dini pada perempuan usia sasaran. Kegiatan diikuti oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, rumah sakit, Puskesmas, pengelola program kesehatan keluarga, tenaga kesehatan, bidan, kader kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan yang berperan dalam pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai kebijakan, strategi, serta mekanisme perluasan implementasi metode Self Sampling sebagai salah satu inovasi dalam skrining kanker leher rahim. Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan bahwa kanker leher rahim masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Kanker serviks merupakan kanker kedua yang paling sering diderita oleh perempuan Indonesia setelah kanker payudara. Tingginya angka kejadian kanker serviks menjadi perhatian bersama karena sebagian besar kasus ditemukan pada stadium lanjut, sehingga peluang kesembuhan menjadi lebih rendah. Data yang disampaikan menunjukkan bahwa setiap harinya terdapat sekitar 56 perempuan Indonesia meninggal dunia akibat kanker serviks, kondisi yang menggambarkan pentingnya upaya pencegahan dan deteksi dini secara masif dan berkesinambungan. Dijelaskan pula bahwa kanker serviks pada dasarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah dan memiliki peluang kesembuhan yang tinggi apabila ditemukan sejak dini. Namun, masih banyak perempuan yang belum melakukan skrining secara rutin karena berbagai alasan, seperti kurangnya informasi, rasa takut mengetahui hasil pemeriksaan, rasa malu, keterbatasan akses pelayanan kesehatan, maupun kendala waktu. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih mudah dan dapat diterima oleh masyarakat untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pemeriksaan deteksi dini. Sebagai salah satu inovasi dalam pelayanan kesehatan, pemerintah memperluas implementasi metode Self Sampling, yaitu pengambilan sampel secara mandiri oleh perempuan untuk pemeriksaan Human Papillomavirus (HPV). HPV merupakan penyebab utama terjadinya kanker leher rahim. Metode ini memberikan kemudahan bagi perempuan untuk melakukan pengambilan sampel secara mandiri sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, sehingga dapat mengurangi hambatan psikologis maupun sosial yang selama ini menyebabkan rendahnya cakupan skrining. Narasumber menjelaskan bahwa metode Self Sampling memiliki sejumlah keunggulan, antara lain lebih praktis, mudah dilakukan, aman, menjaga privasi perempuan, serta mampu menjangkau kelompok sasaran yang selama ini belum pernah melakukan pemeriksaan. Dengan adanya metode ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang bersedia mengikuti skrining sehingga kasus-kasus berisiko dapat ditemukan lebih awal dan segera mendapatkan penanganan yang sesuai. Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan secara rinci tahapan pelaksanaan Self Sampling, mulai dari identifikasi sasaran, pemberian edukasi dan konseling, distribusi alat pengambilan sampel, tata cara penggunaan alat, penyimpanan dan pengiriman spesimen ke laboratorium, hingga tindak lanjut hasil pemeriksaan. Tenaga kesehatan dan kader diharapkan mampu memberikan pendampingan yang baik kepada masyarakat agar proses pengambilan sampel dapat dilakukan dengan benar dan hasil pemeriksaan memiliki kualitas yang optimal. Selain membahas aspek teknis, narasumber juga menekankan pentingnya peran promosi kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan diperlukan agar masyarakat memahami bahwa kanker serviks dapat dicegah melalui vaksinasi HPV, perilaku hidup sehat, serta pemeriksaan deteksi dini secara rutin. Peran kader kesehatan, organisasi kemasyarakatan, TP PKK, Posyandu, dan pemerintah desa menjadi sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat hingga ke tingkat keluarga. Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pelaksanaan program di daerah masing-masing, termasuk mekanisme penentuan sasaran, pengelolaan logistik alat Self Sampling, alur pemeriksaan laboratorium, pencatatan dan pelaporan, serta tindak lanjut bagi perempuan yang memperoleh hasil pemeriksaan positif HPV. Narasumber memberikan penjelasan secara rinci dan menegaskan pentingnya koordinasi lintas program dan lintas sektor untuk menjamin keberhasilan implementasi program. Melalui kegiatan sosialisasi ini, seluruh peserta diharapkan dapat memahami pentingnya deteksi dini kanker leher rahim sebagai salah satu langkah strategis dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks. Perluasan implementasi metode Self Sampling di Provinsi Jawa Tengah diharapkan mampu meningkatkan cakupan skrining, memperluas akses layanan bagi perempuan usia sasaran, serta mendukung target nasional eliminasi kanker leher rahim. Dengan kerja sama seluruh pihak, diharapkan semakin banyak perempuan yang memperoleh layanan deteksi dini sehingga kualitas kesehatan perempuan Indonesia dapat terus meningkat dan angka kematian akibat kanker serviks dapat ditekan secara signifikan.