Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 13422 Warta Seluruh
Tingkat: Semua Tingkat
Pendistribusian MBG
Desa Pekalongan, Kec. Batealit

Pendistribusian MBG

#PKK

Rabo tgl 14 oktober 2026 pendampingan dalam rangka kegiatan pendistribusian MBG . B3 d wilayah TPK rw 3 dan d wilayah rw 1 . Dengan sasaran pendistribusian bumil ,busui ,dan balita non paud .

Pemberian PMT untuk anak stunting bulan ke 10
Desa Mororejo, Kec. Mlonggo

Pemberian PMT untuk anak stunting bulan ke 10

#posyandu

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) stunting adalah program intervensi gizi berupa pemberian makanan bergizi sebagai pelengkap makanan utama—bukan pengganti—untuk balita gizi kurang, gizi buruk, atau berat badan tidak naik. Tujuan Utama PMT • Meningkatkan status gizi anak agar berat dan tinggi badan naik sesuai kurva pertumbuhan. • Mencegah dan mengatasi stunting melalui pemenuhan nutrisi harian. • Mendukung perkembangan fisik dan kognitif serta daya tahan tubuh anak. • Edukasi keluarga mengenai pola makan bergizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal. Aturan dan Komposisi Pemberian • Bahan Pangan Lokal: Diutamakan menggunakan bahan lokal yang mudah didapat dan ekonomis. • Frekuensi: Diberikan setiap hari. • Menu Makanan: Terdiri dari minimal 1 kali makanan lengkap (nasi tim/bubur dengan 2 jenis sumber protein hewani seperti telur, ayam, ikan) dalam seminggu, dan hari lainnya berupa kudapan bergizi. • Durasi Program: Umumnya diberikan selama 90 hari. • Lokasi Pelaksanaan: Melalui Posyandu, Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Puskesmas), Kelas Ibu Balita, atau kunjungan rumah oleh kader dan tenaga kesehatan.

Mengenal UMKM di Area Pinggir Pantai Mororejo, yang sukses menggerakkan ekonomi di desa
Desa Mororejo, Kec. Mlonggo

Mengenal UMKM di Area Pinggir Pantai Mororejo, yang sukses menggerakkan ekonomi di desa

#Dekranasda

Di sepanjang garis pantai Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, tidak hanya tersaji pemandangan laut yang indah, tetapi juga denyut ekonomi kreatif yang tumbuh pesat. Deretan warung dan lapak UMKM milik warga lokal kini menjadi tulang punggung perekonomian desa. Dari yang awalnya hanya warung kecil untuk nelayan, kini telah berkembang menjadi destinasi kuliner pantai yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun dari luar kota. Kekuatan utama UMKM di sini adalah olahan hasil laut segar. Setiap hari, para pelaku usaha mendapatkan pasokan ikan langsung dari nelayan Mororejo yang baru pulang melaut. Menu andalan yang paling diburu adalah seafood segar dan ikan bakar. Aroma ikan bakar, cumi bakar madu, dan udang saus tiram yang dibakar di atas tungku arang menjadi magnet yang sulit ditolak. Bumbunya yang meresap, khas pesisir Jepara, dengan sambal tomat dan sambal kecap yang pedas segar, membuat pengunjung rela antri. Tidak kalah populer adalah ikan pindang olahan khas warga. Ikan pindang Mororejo diolah dengan resep turun-temurun, rasanya gurih, tidak amis, dan tahan lama. Banyak wisatawan yang membelinya sebagai oleh-oleh. Dari usaha rumahan, kini ikan pindang ini sudah merambah ke penjualan online dan dipasarkan sampai ke Semarang, Kudus, dan Jakarta, sehingga membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu di sekitar untuk proses pengemasan dan pengasapan. Yang menarik, UMKM di pinggir pantai Mororejo tidak terpaku pada menu tradisional saja. Mereka sangat adaptif dengan selera anak muda. Kini hadir berbagai makanan hits kekinian seperti seblak seafood, bakso ikan kuah pedas, dimsum udang, dan kerang saus padang yang viral di media sosial. Perpaduan antara cita rasa tradisional pesisir dengan tren kuliner kekinian ini berhasil menarik generasi milenial dan Gen Z untuk nongkrong sambil menikmati sunset. Keberadaan UMKM ini terbukti sukses menggerakkan ekonomi desa. Perputaran uang tidak hanya dirasakan pemilik warung, tetapi juga nelayan dan warga sekitar. Semangat gotong royong dan inovasi inilah yang membuat UMKM pinggir pantai Desa Mororejo menjadi contoh nyata bahwa potensi lokal jika dikelola dengan kreatif, bisa menjadi sumber kesejahteraan bersama.

Posyandu ILP khasanah 5
Desa Pekalongan, Kec. Batealit

Posyandu ILP khasanah 5

#posyandu

Rabo tgl 14 oktober 2026 posyandu ILP warga rt 1/4 rt 4/1 rt 2/4 d rmh bu wakidah kegiatan d mulai pukul 8.30 sampai 10.30 . Peserta kegiatan posyandu meliputi bumil ,balita ,dewasa dan lansia . Kegiatan posyandu ILP penimbangan imunisasi cek kesehatan penyuluhan dari bu bidan desa dan pembagian PMT.

sosialisasi gerakan memasyarakatkan makan ikan dipendopo kecamatan Tahunan untuk cegah stunting
Desa Platar, Kec. Tahunan

sosialisasi gerakan memasyarakatkan makan ikan dipendopo kecamatan Tahunan untuk cegah stunting

#PKK

pada hari Rabu,14 Oktober telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi gerakan memasyarakatkan makan ikan (gemakari) dipendopo kecamatan.kegiatan ini dihadiri oleh ketua PKK desa dan Pokja 3 desa. Tujuan Sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein dan gizi untuk mendukung kesehatan serta tumbuh kembang. Tujuan lainnya meliputi: 🐟 Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat ikan bagi kesehatan. šŸ„— Mendorong pola makan bergizi seimbang dengan membiasakan konsumsi ikan sejak dini. šŸ‘¶ Mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak agar sehat, cerdas, dan optimal. 🤰 Meningkatkan pemenuhan gizi ibu hamil dan balita untuk membantu mencegah masalah gizi dan stunting. šŸ½ļø Membiasakan keluarga mengonsumsi ikan sebagai menu sehat sehari-hari.

Posyandu ILP
Desa Damarwulan, Kec. Keling

Posyandu ILP

#posyandu

Kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan kegiatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan berkesinambungan bagi seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia (lansia). Pelaksanaan kegiatan Posyandu ILP meliputi pendaftaran peserta, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi atau panjang badan, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kesehatan sesuai kelompok usia, pemantauan tumbuh kembang balita, pemberian edukasi kesehatan, serta konseling mengenai gizi, pola hidup bersih dan sehat, dan pencegahan penyakit. Kegiatan ini juga menjadi sarana deteksi dini masalah kesehatan dan pemberian informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri. Melalui kegiatan Posyandu ILP, diharapkan masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah, terpadu, dan berkesinambungan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan serta mendukung upaya promotif dan preventif untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.