Bu Guru bercerita kancil lolos dari maut.
1mharimau tidak bisa membalas budi. 2.janhan percaya omongan teman . 3.kancil ditipu harimau dan harimau tidak mau mengucapkan terimakasih .
1mharimau tidak bisa membalas budi. 2.janhan percaya omongan teman . 3.kancil ditipu harimau dan harimau tidak mau mengucapkan terimakasih .
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1448 H, Camat Mayong Muh. Taufik, S.STP., MM bersama Bunda Literasi Kecamatan Mayong Ny. Nikmah Muh. Taufik menyampaikan ucapan selamat memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Momentum Maulid Nabi diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk semakin meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kepedulian antarsesama, serta meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Bunda Literasi Kecamatan Mayong juga mengajak masyarakat menjadikan semangat Maulid Nabi sebagai inspirasi untuk terus menebarkan kebaikan, memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam keluarga, sekaligus membangun generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan gemar membaca. “Semoga kita senantiasa mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW dan menjadikan ajaran beliau sebagai tuntunan dalam kehidupan bermasyarakat.”
Kelurahan panggang tgl 23 agustus 2026,Memeriahkan HUT RI KE 81 dengan mengadakan jalan santai serta berbagai kegiatan pendukung untuk mempererat kebersamaan dan mempromosikan budaya literasi di tengah masyarakat. Rangkaian kegiatan *Senam bersama dengan warga *Jalan santai bersama,diikuti oleh semua warga Kelurahan panggang dari semua kalangan. *Pameran dan layanan literasi, Memperkenalkan layanan perpustakaan atau Pameran bahan pustaka untuk menarik minat baca warga. *Hiburan dan Doorprize Pembahian hadiah menarik guna menambah Kemeriahan suasana kebersamaan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sekaligus mengajak warga untuk menumbuhkan kesadaran untuk membaca.
Telukawur, 22 Agustus 2026 — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Telukawur semakin meriah dengan hadirnya Pentas Seni Kreatif Anak-Anak yang menampilkan berbagai potensi dan bakat generasi muda. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana untuk menumbuhkan keberanian, kreativitas, dan kecintaan anak terhadap seni dan budaya. Dalam kegiatan tersebut, Bunda Literasi Desa Telukawur turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pentas seni dengan mendorong keterlibatan Sanggar Seni Selendang Kemuning serta anak-anak usia dini hingga sekolah dasar, mulai dari PAUD, TK, hingga SD. Memberikan Ruang Ekspresi bagi Generasi Muda Pentas seni menjadi wadah yang positif bagi anak-anak untuk berani tampil, menunjukkan kemampuan, serta mengembangkan potensi yang mereka miliki. Beragam penampilan yang dipersiapkan dengan penuh semangat menjadi bukti bahwa anak-anak Desa Telukawur memiliki kreativitas dan potensi seni yang patut mendapatkan apresiasi dan dukungan. Keterlibatan anak-anak dari jenjang PAUD, TK, dan SD juga memberikan pengalaman berharga dalam membangun rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kedisiplinan, serta keberanian tampil di hadapan masyarakat. Bagi anak-anak usia dini, kegiatan seni juga menjadi media pembelajaran yang menyenangkan. Melalui seni, mereka dapat belajar mengenal budaya, mengekspresikan diri, sekaligus mengembangkan kemampuan sosial dan emosional sejak usia dini. Dukungan Bunda Literasi dan Sanggar Seni Selendang Kemuning Dukungan Bunda Literasi Desa Telukawur terhadap kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem literasi yang lebih luas. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan anak dalam mengenali, mengembangkan, dan mengekspresikan potensi dirinya melalui berbagai bidang, termasuk seni dan budaya. Sementara itu, Sanggar Seni Selendang Kemuning menjadi salah satu ruang pembinaan yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal dan mengembangkan seni secara positif. Sinergi antara Bunda Literasi, sanggar seni, pendidik, orang tua, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan ruang tumbuh yang sehat, kreatif, dan inspiratif bagi anak. Seni, Literasi, dan Semangat Kemerdekaan Pentas seni dalam rangka HUT RI ke-81 tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, gotong royong, keberanian, kreativitas, disiplin, dan kebanggaan terhadap budaya bangsa. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak untuk memaknai kemerdekaan dengan cara yang sesuai dengan dunia mereka: belajar, berkarya, berkreasi, dan berani menunjukkan potensi terbaiknya. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun generasi unggul dimulai dari memberikan ruang yang cukup bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. Dukungan keluarga, sekolah, pemerintah desa, komunitas seni, serta masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bakat dan kreativitasnya. Bersama Membangun Generasi Kreatif dan Berkarakter Bunda Literasi Desa Telukawur berharap kegiatan seni dan literasi bagi anak-anak dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan memberikan ruang ekspresi yang positif, diharapkan semakin banyak anak yang berani bermimpi, percaya diri, mencintai budaya, serta memiliki karakter yang kuat. Karena kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi masa depan yang kreatif, berbudaya, dan berkarakter. 🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Mari terus dukung anak-anak Telukawur untuk membaca, berkarya, berkreasi, dan berprestasi. 📍 Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara 🎭 Sanggar Seni Selendang Kemuning 👧👦 PAUD • TK • SD 🇮🇩 Semarak HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 Bunda Literasi Desa Telukawur Menumbuhkan Literasi, Mengembangkan Kreativitas, Membangun Generasi Berkarakter.
Membaca bersama menjadi cara sederhana untuk menghadirkan kegembiraan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap literasi. Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Bunda Literasi Kecamatan Mlonggo berkesempatan mengunjungi SD Negeri 4 Jambu untuk menyapa guru dan peserta didik serta melihat secara langsung aktivitas literasi di lingkungan sekolah. Kegiatan diawali dengan menyapa dan berinteraksi bersama guru dan siswa, kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi perpustakaan sekolah. Suasana semakin hangat ketika Bunda Literasi mengajak para siswa membaca bersama buku cerita, menciptakan pengalaman literasi yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah sekaligus memberikan motivasi kepada peserta didik agar semakin gemar membaca. Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa ingin tahu, mengembangkan imajinasi, memperluas wawasan, serta membangun kebiasaan membaca sejak usia sekolah. Sasaran yang ingin dicapai adalah tumbuhnya peserta didik yang gemar membaca, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, kreatif, dan memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Sebagai tindak lanjut, Bunda Literasi Kecamatan Mlonggo akan terus mendorong penguatan budaya membaca melalui kolaborasi dengan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Mari hadirkan budaya membaca di sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitar. Anak gemar membaca, masa depan semakin bercahaya!
LAPORAN KEGIATAN PENTAS SENI ANAK SEBAGAI LITERASI BUDAYA A. Identitas Kegiatan Nama Kegiatan: Pentas Seni Anak sebagai Literasi Budaya Tema: Mengenal dan Melestarikan Budaya Indonesia melalui Seni Hari/Tanggal: Sabtu 21 Agustus tahun 2026 Waktu: 29:30 WIB Tempat: Balai Desa Demangan P B. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman budaya, seperti bahasa daerah, pakaian adat, tarian tradisional, lagu daerah, permainan tradisional, serta berbagai bentuk kesenian lainnya. Keberagaman tersebut perlu dikenalkan kepada anak sejak dini agar tumbuh rasa cinta, bangga, dan peduli terhadap budaya bangsa. Salah satu cara yang menyenangkan untuk mengenalkan budaya kepada anak adalah melalui kegiatan pentas seni. Melalui kegiatan ini, anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat secara langsung dalam mempelajari, mempraktikkan, dan menampilkan berbagai kesenian dan budaya Indonesia. Kegiatan pentas seni anak sebagai literasi budaya diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membantu mengembangkan kreativitas, keberanian, kerja sama, dan kemampuan anak dalam mengenal serta menghargai keberagaman budaya. C. Tujuan Kegiatan Kegiatan ini bertujuan untuk: Mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada anak. Menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya daerah dan budaya nasional. Meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri anak untuk tampil di depan umum. Mengembangkan kreativitas dan bakat anak dalam bidang seni. Menanamkan sikap menghargai keberagaman budaya. Meningkatkan kemampuan anak dalam bekerja sama dan bertanggung jawab. Menjadikan seni sebagai media pembelajaran literasi budaya yang menyenangkan. D. Bentuk Kegiatan Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pentas seni anak dengan menampilkan berbagai kesenian dan budaya, antara lain: Tari tradisional dan tari kreasi daerah. Menyanyikan lagu daerah dan lagu nasional. Pertunjukan musik tradisional. Pembacaan puisi bertema budaya. Drama atau cerita rakyat. Pengenalan pakaian adat. Permainan tradisional. Pertunjukan seni lainnya sesuai kreativitas anak. E. Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari penyelenggara. Selanjutnya, anak-anak menampilkan berbagai pertunjukan seni yang telah dipersiapkan sebelumnya dengan bimbingan guru dan orang tua. Dalam proses persiapan, anak dikenalkan dengan asal-usul kesenian yang akan ditampilkan, nama daerah, makna atau nilai yang terkandung dalam kesenian tersebut, serta pentingnya menjaga dan melestarikan budaya. Pada saat pentas berlangsung, anak diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya. Guru dan orang tua memberikan dukungan serta apresiasi terhadap setiap penampilan anak. Kegiatan diakhiri dengan pemberian apresiasi kepada seluruh peserta dan foto bersama. F. Hasil yang Dicapai Kegiatan pentas seni memberikan hasil yang positif bagi perkembangan anak. Anak terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan mampu menunjukkan keberanian untuk tampil di depan teman, guru, dan orang tua. Melalui kegiatan ini, anak memperoleh pengalaman langsung dalam mengenal budaya Indonesia. Anak juga mulai memahami bahwa setiap daerah memiliki kesenian dan budaya yang beragam serta perlu dihargai dan dilestarikan. Selain itu, kegiatan berhasil meningkatkan: Rasa percaya diri anak. Kreativitas dan kemampuan berekspresi. Kemampuan bekerja sama. Pengetahuan tentang budaya daerah. Sikap menghargai perbedaan. Rasa cinta terhadap budaya Indonesia. G. Nilai Literasi Budaya yang Dikembangkan Kegiatan pentas seni mengembangkan beberapa aspek literasi budaya, yaitu: 1. Mengenal keberagaman budaya Anak mengenal berbagai tarian, lagu, pakaian, cerita, dan kesenian dari berbagai daerah. 2. Menghargai perbedaan Anak belajar bahwa perbedaan budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus dihargai. 3. Melestarikan budaya Anak ikut mempraktikkan kesenian tradisional sehingga memiliki pengalaman untuk mengenal dan menjaga budaya. 4. Mengembangkan identitas dan rasa bangga Anak memiliki pengalaman positif sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang kaya akan budaya. 5. Mengembangkan karakter Kegiatan menanamkan nilai kerja sama, disiplin, tanggung jawab, percaya diri, dan saling menghargai. H. Kendala dan Solusi Beberapa kendala yang ditemukan selama kegiatan antara lain masih terdapat anak yang merasa malu atau kurang percaya diri ketika tampil. Selain itu, keterbatasan waktu latihan dan perlengkapan seni juga menjadi tantangan. Solusi yang dilakukan adalah memberikan pendampingan secara bertahap, menciptakan suasana latihan yang menyenangkan, memberikan motivasi kepada anak, serta memanfaatkan perlengkapan yang tersedia secara kreatif. I. Kesimpulan Kegiatan Pentas Seni Anak sebagai Literasi Budaya telah terlaksana dengan baik dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak. Melalui kegiatan seni, anak dapat mengenal keberagaman budaya Indonesia secara langsung dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk menampilkan bakat dan kreativitas anak, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa, sikap menghargai keberagaman, serta kesadaran untuk ikut melestarikan budaya Indonesia. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak unsur budaya dan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak untuk bereksplorasi. J. Penutup Demikian laporan kegiatan Pentas Seni Anak sebagai Literasi Budaya ini dibuat sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi perkembangan anak serta menjadi salah satu upaya dalam menumbuhkan generasi yang mencintai, menghargai, dan melestarikan budaya Indonesia.