Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 840 Warta Bunda Literasi
Tingkat: Semua Tingkat
Kunjungan bunda literasi ke rumah belajar ilalang desa kecapi
Desa Kecapi, Kec. Tahunan

Kunjungan bunda literasi ke rumah belajar ilalang desa kecapi

#Bunda Literasi

KEGIATAN KUNJUNGAN BUNDA LITERASI kabupaten Jepara dann KECAMATAN TAHUNAN KE RUMAH BELAJAR ILALANG DESA KECAPI Pada hari Minggu, tanggal 30 Agustus 2026, Bunda Literasi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara melakukan kunjungan ke Rumah Belajar Ilalang Desa Kecapi. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Pengurus TP PKK Desa Kecapi. Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap perkembangan budaya literasi di lingkungan masyarakat. Rumah Belajar Ilalang merupakan salah satu tempat yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar masyarakat. Tempat tersebut diharapkan mampu menjadi wadah untuk meningkatkan minat baca anak-anak. Selain itu, Rumah Belajar Ilalang juga dapat menjadi tempat berkegiatan yang edukatif dan positif. Kehadiran Bunda Literasi Kecamatan Tahunan disambut dengan penuh antusias oleh Pengurus PKK Desa Kecapi. Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban. Para pengurus PKK turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan kunjungan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Bunda Literasi dan TP PKK Desa Kecapi. Kunjungan juga menjadi sarana untuk melihat secara langsung kondisi Rumah Belajar Ilalang. Bunda Literasi melihat berbagai aktivitas yang dapat dikembangkan di tempat tersebut. Literasi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kemampuan membaca dan memahami informasi sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, budaya membaca perlu ditanamkan sejak usia dini. Anak-anak perlu mendapatkan lingkungan yang mendukung kebiasaan membaca. Rumah Belajar Ilalang dapat menjadi salah satu lingkungan yang mendukung tujuan tersebut. Kegiatan kunjungan diawali dengan penyambutan rombongan Bunda Literasi. Pengurus PKK Desa Kecapi memberikan sambutan dengan penuh keramahan. Bunda Literasi kemudian melakukan silaturahmi dengan para pengurus dan pengelola Rumah Belajar Ilalang. Perbincangan berlangsung santai tetapi tetap memiliki nilai edukatif. Berbagai hal mengenai kegiatan literasi menjadi bahan pembahasan. Bunda Literasi memberikan apresiasi terhadap keberadaan Rumah Belajar Ilalang. Keberadaan rumah belajar dinilai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Anak-anak dapat menggunakan tempat tersebut untuk membaca dan belajar bersama. Rumah belajar juga dapat menjadi tempat bertukar pengetahuan. Selain membaca, anak-anak dapat diarahkan untuk melakukan kegiatan kreatif. Kegiatan kreatif dapat membantu meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri anak. Pengurus PKK Desa Kecapi turut memberikan dukungan terhadap kegiatan literasi. Dukungan tersebut merupakan bagian dari kepedulian PKK terhadap pendidikan masyarakat. PKK memiliki peran dalam mendorong keluarga agar menciptakan lingkungan yang edukatif. Keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk mengenal kebiasaan membaca. Kebiasaan membaca yang dibangun sejak dini akan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Bunda Literasi mengajak semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan budaya literasi. Gerakan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang gemar membaca. Pemerintah desa dapat memberikan dukungan terhadap kegiatan literasi masyarakat. Organisasi kemasyarakatan juga dapat ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. TP PKK Desa Kecapi berkomitmen untuk mendukung kegiatan yang memberikan manfaat bagi warga. Pengurus PKK juga dapat menjadi penggerak kegiatan membaca di lingkungan keluarga. Anak-anak perlu dikenalkan dengan buku yang sesuai dengan usia mereka. Buku cerita dapat menjadi media yang menyenangkan untuk meningkatkan minat baca. Buku pengetahuan juga dapat menambah wawasan anak-anak. Kegiatan membaca bersama dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Anak-anak biasanya lebih tertarik membaca ketika dilakukan secara bersama-sama. Pendampingan orang dewasa juga sangat diperlukan dalam kegiatan literasi. Orang tua dapat memberikan contoh dengan membiasakan diri membaca. Keteladanan orang tua akan memberikan pengaruh positif kepada anak. Pengurus PKK dapat membantu mengajak keluarga untuk menciptakan pojok baca di rumah. Pojok baca sederhana dapat dibuat dengan memanfaatkan ruang yang tersedia. Buku-buku dapat ditata dengan rapi agar mudah dijangkau anak-anak. Lingkungan yang nyaman akan membuat anak lebih betah membaca. Rumah Belajar Ilalang juga dapat dikembangkan menjadi ruang kegiatan yang lebih beragam. Kegiatan mendongeng dapat menjadi salah satu agenda yang menarik. Anak-anak dapat diajak berdiskusi setelah mendengarkan cerita. Mereka dapat menyampaikan pendapat mengenai isi cerita yang dibacakan. Kegiatan tersebut dapat melatih kemampuan berbicara dan berpikir kritis. Selain itu, anak-anak dapat diajak membuat karya sederhana berdasarkan cerita. Kegiatan menggambar dapat dikombinasikan dengan kegiatan membaca. Anak-anak juga dapat membuat tulisan pendek mengenai pengalaman mereka. Dengan demikian, literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca buku. Literasi juga berkaitan dengan kemampuan memahami, menyampaikan, dan menghasilkan informasi. Bunda Literasi memberikan motivasi agar kegiatan di Rumah Belajar Ilalang terus dikembangkan. Pengelola rumah belajar diharapkan dapat menjaga semangat dalam memberikan pendampingan. Kegiatan yang sederhana tetap dapat memberikan manfaat besar apabila dilakukan secara konsisten. Pengurus PKK juga dapat membantu mempromosikan kegiatan Rumah Belajar Ilalang kepada masyarakat. Semakin banyak masyarakat mengetahui keberadaan rumah belajar, semakin besar peluang pemanfaatannya. Rumah belajar diharapkan dapat menjadi tempat yang terbuka bagi anak-anak dan masyarakat. Kegiatan literasi juga dapat menjadi sarana membangun kebersamaan. Anak-anak dapat belajar bekerja sama melalui kegiatan kelompok. Mereka dapat saling membantu ketika mengalami kesulitan dalam belajar. Kebersamaan tersebut dapat menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama. Nilai-nilai positif dapat ditanamkan melalui berbagai kegiatan literasi. Kegiatan membaca juga dapat membantu memperluas wawasan anak tentang dunia. Anak-anak dapat mengenal berbagai profesi melalui buku. Mereka dapat mengetahui berbagai budaya melalui cerita. Mereka juga dapat mengenal lingkungan melalui buku-buku pengetahuan. Pengetahuan yang diperoleh dapat menumbuhkan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu merupakan modal penting dalam proses belajar. Bunda Literasi mengingatkan pentingnya menciptakan kegiatan yang menarik bagi anak. Kegiatan yang menarik akan membuat anak tidak merasa terbebani ketika belajar. Belajar melalui permainan juga dapat menjadi bagian dari kegiatan literasi. Permainan edukatif dapat digunakan sebagai media untuk mengenalkan berbagai pengetahuan. Pengurus PKK dapat bekerja sama dengan pengelola Rumah Belajar Ilalang dalam menyusun kegiatan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuat program literasi semakin terarah. Program kegiatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak di Desa Kecapi. Kegiatan juga dapat disesuaikan dengan kondisi dan fasilitas yang tersedia. Hal terpenting adalah menjaga keberlanjutan kegiatan. Semangat literasi harus terus dipelihara agar memberikan hasil yang nyata. Kunjungan Bunda Literasi menjadi penyemangat bagi pengelola dan pengurus PKK. Kehadiran beliau menunjukkan bahwa kegiatan literasi mendapatkan perhatian. Pengurus PKK merasa termotivasi untuk terus mendukung kegiatan pendidikan masyarakat. Kunjungan tersebut juga memperkuat hubungan antara Kecamatan Tahunan dan Desa Kecapi. Silaturahmi yang terjalin dapat membuka peluang kerja sama di masa mendatang. Berbagai kegiatan literasi dapat dikembangkan melalui kerja sama tersebut. Rumah Belajar Ilalang diharapkan mampu menjadi salah satu pusat kegiatan literasi masyarakat. Anak-anak dapat datang untuk membaca dalam suasana yang nyaman. Mereka juga dapat belajar bersama teman-teman sebaya. Kegiatan tersebut dapat mengurangi waktu anak dalam melakukan aktivitas yang kurang bermanfaat. Rumah belajar dapat menjadi tempat untuk mengembangkan bakat dan minat anak. Anak yang senang membaca dapat diberikan kesempatan untuk berbagi cerita. Anak yang senang menulis dapat diarahkan untuk membuat karya. Anak yang senang berbicara dapat dilatih menjadi pembaca cerita atau pendongeng. Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Lingkungan literasi yang baik dapat membantu menemukan dan mengembangkan potensi tersebut. Bunda Literasi juga mendorong agar kegiatan literasi melibatkan keluarga. Keluarga dapat menjadi pendukung utama keberhasilan gerakan literasi. Orang tua dapat menyediakan waktu khusus untuk membaca bersama anak. Kebiasaan tersebut dapat dilakukan secara sederhana di rumah. Tidak harus dengan fasilitas yang mahal. Yang terpenting adalah adanya kemauan dan konsistensi. Pengurus PKK dapat menyampaikan pesan tersebut kepada keluarga di Desa Kecapi. Kegiatan literasi juga dapat dikaitkan dengan program PKK lainnya. Pendidikan keluarga memiliki hubungan yang erat dengan peningkatan kualitas anak. Keluarga yang peduli terhadap pendidikan akan membantu membentuk generasi yang lebih baik. Oleh karena itu, gerakan literasi perlu dilakukan secara bersama-sama. Kunjungan pada tanggal 30 Agustus 2026 tersebut memberikan banyak inspirasi. Semua pihak mendapatkan gambaran mengenai pentingnya pengembangan Rumah Belajar Ilalang. Pengurus PKK dapat mencatat berbagai masukan yang disampaikan dalam kegiatan. Masukan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan selanjutnya. Pengelola Rumah Belajar Ilalang juga mendapatkan motivasi untuk meningkatkan kegiatan. Kegiatan sederhana yang dilakukan secara rutin dapat memberikan dampak positif. Bunda Literasi memberikan semangat kepada seluruh pihak untuk terus bergerak. Semangat tersebut sejalan dengan upaya menciptakan masyarakat yang cerdas dan berpengetahuan. Literasi juga dapat menjadi sarana membangun karakter anak. Melalui buku dan cerita, anak dapat belajar tentang kejujuran. Anak juga dapat belajar tentang tanggung jawab. Mereka dapat memahami pentingnya menghargai orang lain. Mereka dapat belajar mencintai lingkungan sekitar. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Rumah Belajar Ilalang diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca. Rumah belajar diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak Desa Kecapi. Tempat tersebut dapat menjadi ruang untuk belajar, bermain, berdiskusi, dan berkarya. Kehadiran Pengurus PKK memberikan dukungan moral terhadap pengelola rumah belajar. Kebersamaan yang terjalin membuat kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Dokumentasi kegiatan juga dilakukan sebagai bagian dari administrasi kegiatan PKK. Dokumentasi tersebut dapat menjadi bahan laporan kegiatan. Catatan kegiatan juga penting untuk mengetahui perkembangan program literasi. Evaluasi secara berkala dapat membantu mengetahui kegiatan yang sudah berjalan. Evaluasi juga dapat digunakan untuk menentukan kegiatan yang perlu ditingkatkan. Semua pihak diharapkan dapat terus menjaga komunikasi. Komunikasi yang baik akan memudahkan pelaksanaan kegiatan berikutnya. Kerja sama antara Bunda Literasi, TP PKK, pemerintah desa, pengelola, dan masyarakat sangat diperlukan. Dengan kerja sama yang baik, gerakan literasi dapat berkembang lebih luas. Anak-anak Desa Kecapi diharapkan semakin mencintai kegiatan membaca. Mereka diharapkan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka juga diharapkan mampu menggunakan pengetahuan secara bijaksana. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pendidikan nonformal di masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Rumah Belajar Ilalang memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Dukungan dari berbagai pihak akan menjadi kekuatan bagi keberlanjutan rumah belajar. TP PKK Desa Kecapi siap memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan dan perannya. Pengurus PKK juga siap mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Bunda Literasi Kecamatan Tahunan memberikan contoh bahwa gerakan literasi membutuhkan kepedulian bersama. Kunjungan tersebut menjadi pengalaman yang berharga bagi semua yang hadir. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Tidak hanya memberikan motivasi, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan silaturahmi. Kebersamaan dalam kegiatan menjadi modal untuk membangun program yang berkelanjutan. Semangat membaca perlu terus ditanamkan kepada generasi muda. Buku dapat menjadi jendela untuk mengenal dunia yang lebih luas. Membaca dapat membuka wawasan dan meningkatkan pengetahuan. Literasi dapat membantu anak menghadapi perkembangan zaman. Anak-anak perlu dibekali kemampuan untuk memilih dan memahami informasi. Kemampuan tersebut sangat penting di tengah perkembangan teknologi. Penggunaan teknologi juga perlu diarahkan untuk kegiatan yang positif. Anak-anak dapat diperkenalkan dengan sumber belajar digital yang sesuai. Namun, buku fisik tetap dapat menjadi media belajar yang menyenangkan. Keseimbangan antara literasi digital dan literasi baca tulis perlu diperhatikan. Rumah Belajar Ilalang dapat menjadi tempat untuk mengenalkan berbagai bentuk literasi. Kegiatan dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kemampuan pengelola. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar program dapat terus berjalan. Kegiatan gotong royong juga dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah belajar. Lingkungan yang bersih akan membuat anak lebih nyaman mengikuti kegiatan. Buku-buku juga perlu dirawat agar dapat digunakan dalam waktu lama. Anak-anak perlu diajarkan untuk menjaga fasilitas bersama. Sikap tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter. Dengan demikian, kegiatan literasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Kunjungan Bunda Literasi Kecamatan Tahunan menjadi momentum penting bagi Rumah Belajar Ilalang. Kegiatan tersebut memberikan energi positif bagi pengurus PKK dan pengelola rumah belajar. Semangat untuk meningkatkan budaya baca semakin kuat. Semua pihak diharapkan dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing. Ke depan, kegiatan literasi diharapkan semakin kreatif dan inovatif. Rumah Belajar Ilalang diharapkan mampu menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Anak-anak di Desa Kecapi diharapkan tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca. Mereka juga diharapkan memiliki pengetahuan dan karakter yang baik. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap pendidikan dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Desa Kecapi terus berupaya mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. TP PKK Desa Kecapi akan terus bersinergi dengan berbagai pihak. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat program literasi di tingkat desa. Bunda Literasi Kecamatan Tahunan juga diharapkan terus memberikan pendampingan dan motivasi. Rumah Belajar Ilalang diharapkan dapat terus hidup dengan berbagai kegiatan positif. Semoga kegiatan literasi dapat memberikan manfaat bagi anak-anak dan masyarakat. Semoga semangat membaca semakin tumbuh di lingkungan keluarga. Semoga masyarakat semakin sadar akan pentingnya pendidikan. Semoga kerja sama yang telah terjalin dapat terus dipertahankan. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi lingkungan lainnya. Semoga Rumah Belajar Ilalang menjadi tempat yang penuh ilmu dan kreativitas. Semoga anak-anak Desa Kecapi semakin berani bermimpi dan berkarya. Kunjungan pada Minggu, 30 Agustus 2026 menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan tujuan tersebut. Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan ucapan terima kasih. Seluruh peserta merasa senang dapat mengikuti kegiatan dengan penuh kebersamaan. Kunjungan tersebut meninggalkan kesan positif bagi semua pihak. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program literasi berikutnya. Dengan semangat bersama, budaya membaca dapat terus tumbuh di Desa Kecapi. Dengan literasi yang kuat, generasi muda diharapkan mampu menjadi generasi yang cerdas, kreatif, mandiri, dan berkarakter.

Bunda Literasi Kecamatan Donorojo  mendukung Program "Goes To Bulan"
Desa Ujungwatu, Kec. Donorojo

Bunda Literasi Kecamatan Donorojo mendukung Program "Goes To Bulan"

#Bunda Literasi

Kunjungan ke HABIBA LIBRARY Desa Ujung waktu Kecamatan Donorojo Sabtu , 29 Agustus 2026. Habiba Labrary berawal dari perpustakaan mini yang di buat oleh kak Habiba yang saat ini tinggal di Australia bersama orangtunya. Kini Bapak Dwijo dan Ibu Hartini yang melayani anak -anak yang mau meminjam buku bacaan, dibantu oleh Miss Lusi yang bersedia mengajari anak -anak sekitar. Untuk belajar membaca belajar bahasa Inggris,belajar matematika, menggambar Habiba Labrary sebuah rumah belajar anak-anak, memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkreasi dan mengasah kreatifitas, anak-anak tidak dipungut biaya ,semua Gratis. Kedepannya Habiba Labrary bisa berkembang, mengajak anak untuk mencintai budaya Literasi, mengembangkan "Goes To Bulan" , belajar Literasi Anak. Mari kita ajarkan anak untuk suka membaca , bercerita untuk membuka wawasan dan pengetahuan bagi anak, Di era digitalisasi seperti ini MEMBACA sangat perlu diperhatikan supaya anak anak tidak salah dalam melihat dan menerima informasi

Bunda literasi dan tp.pkk desa Demangan berkunjung ke pojok baca Desa Demangan
Desa Demangan, Kec. Tahunan

Bunda literasi dan tp.pkk desa Demangan berkunjung ke pojok baca Desa Demangan

#Bunda Literasi

Tidak ada file yang dipilihTidak ada file yang dipilihTidak ada file yang dipilih Obrolan dengan ChatGPT Tanya ChatGPT Masuk Anda bilang: Mendorong minat baca pada anak 1. Pengertian Minat Baca Minat baca adalah ketertarikan, kemauan, dan kesenangan anak dalam membaca secara sukarela. Minat baca perlu ditumbuhkan sejak dini agar membaca menjadi kebiasaan yang menyenangkan, bukan sebuah kewajiban. 2. Mengapa Minat Baca Anak Penting? Membaca dapat membantu anak: Menambah pengetahuan dan wawasan. Memperkaya kosakata dan kemampuan berbahasa. Mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Melatih konsentrasi dan kemampuan berpikir kritis. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Menumbuhkan rasa ingin tahu dan percaya diri. Mendukung keberhasilan belajar di sekolah. 3. Faktor yang Memengaruhi Minat Baca Anak Beberapa faktor yang dapat memengaruhi minat baca antara lain: Keluarga: kebiasaan orang tua dalam membaca dan mendampingi anak. Lingkungan: ketersediaan buku dan suasana yang mendukung. Jenis bacaan: buku yang sesuai dengan usia dan ketertarikan anak. Metode: cara mengenalkan buku harus menyenangkan dan tidak memaksa. Teknologi: penggunaan gawai dapat menjadi tantangan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menyediakan bacaan digital yang edukatif. 4. Cara Mendorong Minat Baca pada Anak a. Berikan contoh dari orang tua Anak cenderung meniru kebiasaan orang di sekitarnya. Luangkan waktu untuk membaca di hadapan anak. b. Bacakan buku sejak dini Membacakan cerita sebelum tidur atau pada waktu santai dapat membangun hubungan positif antara anak dan buku. c. Pilih buku sesuai minat anak Biarkan anak memilih buku yang menarik baginya, misalnya cerita hewan, kendaraan, petualangan, komik edukatif, atau cerita bergambar. d. Ciptakan pojok baca Sediakan tempat sederhana yang nyaman dengan beberapa buku yang mudah dijangkau anak. e. Jangan memaksa anak membaca Hindari menjadikan membaca sebagai hukuman atau tekanan. Bangun suasana membaca yang menyenangkan. f. Gunakan metode yang kreatif Membaca dapat diselingi dengan tanya jawab, bermain peran, menggambar tokoh cerita, atau meminta anak menceritakan kembali isi buku. g. Jadwalkan waktu membaca Biasakan membaca sekitar 10–20 menit setiap hari sesuai usia dan kemampuan anak. h. Berikan apresiasi Hargai usaha anak ketika membaca. Pujian sederhana dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasinya. 5. Peran Orang Tua dan Guru Orang tua dan guru memiliki peran penting dalam membangun budaya membaca. Keduanya dapat: Menjadi teladan dalam membaca. Menyediakan bahan bacaan yang menarik. Mendampingi dan mengajak anak berdiskusi tentang buku. Mengadakan kegiatan membaca yang menyenangkan. Menghargai pilihan dan perkembangan kemampuan membaca anak. 6. Hal yang Sebaiknya Dihindari Memaksa anak membaca dalam waktu lama. Membandingkan kemampuan membaca anak dengan anak lain. Memberikan buku yang terlalu sulit atau tidak sesuai usia. Memarahi anak ketika belum lancar membaca. Menggunakan membaca sebagai hukuman. Membatasi membaca hanya pada buku pelajaran. 7. Kesimpulan Minat baca tidak tumbuh dengan paksaan, tetapi melalui kebiasaan, keteladanan, lingkungan yang mendukung, dan pengalaman membaca yang menyenangkan. Semakin dini anak dikenalkan pada buku dengan cara yang positif, semakin besar peluang membaca menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya.

Ketua TP PKK Desa Petekeyan Ikuti Launching Pojok Baca di Kecamatan Tahunan
Desa Petekeyan, Kec. Tahunan

Ketua TP PKK Desa Petekeyan Ikuti Launching Pojok Baca di Kecamatan Tahunan

#Bunda Literasi

Ketua TP PKK Desa Petekeyan bersama Pokja I TP PKK Desa Petekeyan mengikuti kegiatan Launching Pojok Baca yang dilaksanakan di Kecamatan Tahunan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan budaya membaca serta mendorong masyarakat agar semakin gemar memanfaatkan berbagai sumber bacaan. Dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Desa Petekeyan bersama anggota Pokja I turut hadir dan berpartisipasi dalam rangka mendukung program peningkatan literasi di lingkungan masyarakat. Pojok Baca diharapkan dapat menjadi ruang yang nyaman dan mudah diakses oleh masyarakat, khususnya anak-anak, untuk membaca dan menambah wawasan. Ketua TP PKK Desa Petekeyan menyampaikan bahwa keberadaan Pojok Baca merupakan langkah positif dalam menumbuhkan minat baca sejak usia dini. Menurutnya, budaya membaca perlu dikenalkan dan dibiasakan mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Melalui kegiatan ini, TP PKK Desa Petekeyan, khususnya Pokja I, berkomitmen untuk ikut mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan literasi, pendidikan keluarga, serta pengembangan sumber daya manusia di Desa Petekeyan. Dengan adanya Pojok Baca, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai sarana belajar, memperoleh informasi, dan mengembangkan pengetahuan secara positif. TP PKK Desa Petekeyan Bersama Membangun Masyarakat yang Gemar Membaca dan Berwawasan.

Edukasi Pemadam Kebakaran bagi Siswa Sekolah Rakyat Jepara
Kecamatan Pakis Aji

Edukasi Pemadam Kebakaran bagi Siswa Sekolah Rakyat Jepara

#Bunda Literasi

Wakil Ketua TP PKK Kecamatan Pakis Aji, Ny. Zulaekhah Almunawaroh, membersamai kegiatan edukasi Pemadam Kebakaran (Damkar) bagi siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Jepara, Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias. Kegiatan edukasi ini menghadirkan narasumber dari Damkar Jepara yang memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mengenali potensi bahaya kebakaran sejak dini. Materi disampaikan secara edukatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh para siswa. Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi mendapatkan pengetahuan mengenai berbagai penyebab terjadinya kebakaran, langkah-langkah pencegahan, serta tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat. Edukasi ini diharapkan dapat membangun kesadaran dan kewaspadaan siswa terhadap keselamatan diri maupun lingkungan sekitar. Ny. Zulaekhah Almunawaroh turut mendampingi jalannya kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya edukasi dan pembinaan bagi generasi muda. Menurutnya, pengetahuan mengenai keselamatan dan pencegahan kebakaran merupakan bekal penting yang perlu diberikan kepada anak-anak sejak usia sekolah. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap penyampaian materi dari narasumber Damkar Jepara. Selain mendapatkan penjelasan secara teori, siswa juga memperoleh pemahaman praktis mengenai cara bersikap dan bertindak secara tepat ketika terjadi kebakaran atau kondisi darurat lainnya. Kehadiran petugas Damkar dalam kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal lebih dekat tugas dan peran pemadam kebakaran. Tidak hanya bertugas memadamkan api, petugas Damkar juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran.

Bunda Literasi Desa Kedungcino Mendorong Minat Baca Masyarakat melalui Perpustakaan Desa
Desa Kedungcino, Kec. Jepara

Bunda Literasi Desa Kedungcino Mendorong Minat Baca Masyarakat melalui Perpustakaan Desa

#Bunda Literasi

Pada hari Kamis, 27 Agustus 2026, Bunda Literasi Desa Kedungcino melaksanakan kegiatan Peningkatan Layanan Perpustakaan Desa sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan budaya literasi dan minat baca masyarakat Desa Kedungcino. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan keberadaan perpustakaan desa sebagai sarana belajar, memperoleh informasi, serta menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, dilakukan upaya peningkatan pelayanan dan penataan perpustakaan agar lebih tertib, nyaman, menarik, dan mudah dimanfaatkan oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Bunda Literasi juga mengajak masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga, untuk lebih aktif berkunjung dan memanfaatkan koleksi buku yang tersedia. Kegiatan membaca diarahkan agar menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari serta dapat dilakukan mulai dari lingkungan keluarga. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Kedungcino semakin menyadari pentingnya literasi sebagai bagian dari proses meningkatkan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia. Perpustakaan desa diharapkan dapat menjadi ruang yang menyenangkan untuk membaca, belajar, mencari informasi, dan mengembangkan berbagai potensi masyarakat. Kegiatan Peningkatan Layanan Perpustakaan Desa ini merupakan bentuk nyata kepedulian Bunda Literasi Desa Kedungcino dalam menumbuhkan budaya gemar membaca dan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan perpustakaan desa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kedungcino.