Pengajian rutinan Fatayat
Selain Muslimat juga ada pengajian Fatayat. Fatayat anggotanya yang masih berusia agak muda.Yang sudah sepuh masuk anggota muslimat. Waktunya juga sama di hari Minggu siĂ ng.
Selain Muslimat juga ada pengajian Fatayat. Fatayat anggotanya yang masih berusia agak muda.Yang sudah sepuh masuk anggota muslimat. Waktunya juga sama di hari Minggu siĂ ng.
TELUKAWUR, 6 Oktober 2026 — Semangat meningkatkan kapasitas masyarakat dan memperluas daya saing produk lokal terus didorong oleh TP. PKK Desa Telukawur. Melalui kegiatan Sekolah Desa BBJ yang diikuti secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (6/10/2026), TP. PKK Desa Telukawur mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk memperluas wawasan mengenai pengembangan produk unggulan desa sekaligus membuka perspektif baru bahwa potensi lokal memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing di tengah pasar yang semakin terbuka. Bagi TP. PKK Desa Telukawur, peningkatan kapasitas melalui pelatihan menjadi bagian penting dari upaya mendorong masyarakat, khususnya perempuan dan pelaku UMKM, agar semakin adaptif terhadap perkembangan pasar dan tuntutan kualitas produk. Dari Desa, Belajar Membaca Peluang Global Produk unggulan desa lahir dari kreativitas, keterampilan, serta potensi yang dimiliki masyarakat. Namun, untuk mampu bersaing di tingkat yang lebih luas, produk membutuhkan penguatan dari berbagai sisi, mulai dari kualitas, inovasi, kemasan, pemasaran, legalitas, hingga kemampuan memahami kebutuhan konsumen. Sekolah Desa BBJ menjadi salah satu ruang untuk memperoleh pengetahuan tersebut. Pembelajaran secara daring juga memberikan kesempatan kepada pemerintah desa dan masyarakat untuk mengikuti perkembangan informasi tanpa batas wilayah. Bagi TP. PKK, pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pengembangan kegiatan pemberdayaan masyarakat dan UMKM di Desa Telukawur. Perempuan dan UMKM Jadi Bagian Penting Pemberdayaan perempuan memiliki hubungan erat dengan perkembangan ekonomi keluarga dan desa. Banyak aktivitas ekonomi kreatif di tingkat masyarakat tumbuh dari keterampilan yang dikelola oleh perempuan, baik dalam bidang kuliner, kerajinan, batik, maupun produk kreatif lainnya. Karena itu, peningkatan pengetahuan dan kemampuan membaca peluang pasar menjadi penting agar kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan. TP. PKK Desa Telukawur dapat mengambil peran melalui edukasi, pendampingan, penguatan jejaring, serta mendorong anggota dan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas produk. Semangatnya bukan sekadar menghasilkan produk, tetapi bagaimana produk tersebut memiliki identitas, kualitas, nilai tambah, dan daya saing. Telukawur Bersiap Menghadapi Persaingan Dunia Menghadapi persaingan global tentu membutuhkan proses. Produk lokal tidak serta-merta dapat masuk ke pasar dunia tanpa persiapan. Diperlukan konsistensi kualitas, kemampuan produksi, pengelolaan usaha yang baik, serta strategi pemasaran yang tepat. Karena itu, pelatihan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI menjadi momentum untuk memperkuat wawasan dan membangun kesiapan secara bertahap. Bagi Desa Telukawur, setiap proses belajar merupakan investasi bagi pengembangan potensi masyarakat. Dari ruang virtual Sekolah Desa BBJ, semangat untuk meningkatkan kualitas produk terus ditanamkan. Dengan kolaborasi pemerintah desa, TP. PKK, pelaku UMKM, kelompok masyarakat, dan berbagai pihak, produk unggulan Telukawur diharapkan semakin siap menghadapi pasar yang lebih luas. Dari desa, perempuan belajar. Dari kreativitas, produk berkembang. Dari Telukawur, karya lokal dipersiapkan untuk bersaing di panggung global. Smart Kartini PKK — Perempuan Berdaya, UMKM Berkembang, Produk Desa Mendunia.
TELUKAWUR, 6 Oktober 2026 — Peluang produk unggulan desa untuk menembus pasar internasional terus dibuka melalui peningkatan kapasitas dan pengetahuan pelaku usaha. Semangat tersebut diikuti Desa Telukawur melalui kegiatan Sekolah Desa yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (6/10/2026). Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi desa untuk memahami berbagai aspek pengembangan produk, pemasaran, hingga peluang memperluas jangkauan pasar. Bagi Desa Telukawur, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong produk-produk unggulan desa agar tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal dan nasional, tetapi secara bertahap memiliki kesiapan untuk memasuki pasar ekspor. Belajar Ekspor, Membangun Kesiapan Produk Desa Menembus pasar internasional membutuhkan kesiapan yang lebih dari sekadar produk yang memiliki keunikan. Pelaku usaha perlu memahami kualitas, konsistensi produksi, kemasan, pemasaran, administrasi usaha, hingga karakteristik pasar negara tujuan. Melalui Sekolah Desa, pengetahuan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dapat dimanfaatkan pemerintah desa dan pelaku usaha untuk memetakan potensi serta melakukan pembenahan secara bertahap. Produk unggulan Desa Telukawur memiliki karakter yang lahir dari potensi dan kreativitas masyarakat. Mulai dari produk kerajinan, batik, olahan pangan, hingga berbagai produk berbasis potensi lokal, seluruhnya memiliki peluang untuk dikembangkan dengan pendekatan pasar yang lebih luas. Dekranasda Dorong Produk Lokal Naik Kelas Dari perspektif Dekranasda, peningkatan kapasitas pelaku usaha merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Kegiatan pelatihan seperti ini memberikan wawasan bahwa produk lokal perlu terus dikembangkan agar memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin beragam. Kreativitas harus berjalan beriringan dengan kualitas, inovasi, pengemasan, branding, serta kemampuan membaca peluang pasar. Bagi UMKM dan perajin di Desa Telukawur, pengetahuan mengenai ekspor juga dapat menjadi pemantik untuk mulai berpikir lebih luas—bahwa produk yang lahir dari desa memiliki kesempatan untuk dikenal hingga luar negeri apabila dipersiapkan secara serius dan berkelanjutan. Dari Telukawur Menuju Pasar Global Keikutsertaan dalam Sekolah Desa menjadi salah satu langkah untuk membangun kesiapan tersebut. Tidak berarti produk langsung memasuki pasar ekspor, tetapi menjadi tahapan awal untuk memahami standar dan kebutuhan yang harus dipenuhi. Pemerintah desa bersama unsur pemberdayaan masyarakat dan pelaku UMKM dapat terus membangun kolaborasi untuk mengidentifikasi produk potensial, memperbaiki kualitas, memperkuat legalitas usaha, serta mengembangkan strategi pemasaran yang lebih profesional. Semangat menuju pasar global pada akhirnya bukan hanya tentang menjual produk ke luar negeri. Lebih jauh, hal tersebut merupakan upaya membangun kepercayaan diri bahwa produk desa mampu memiliki nilai tambah dan daya saing ketika dikelola dengan serius. Sekolah Desa menjadi ruang belajar. Produk unggulan menjadi kekuatan. Kolaborasi menjadi jalan. Dari Telukawur, produk lokal dipersiapkan untuk melangkah lebih jauh—dari desa menuju pasar global. Smart Kartini Dekranasda — Menguatkan Kreativitas, Meningkatkan Kapasitas, Membuka Jalan Produk Desa Naik Kelas.
Pertemuan rutin PKK RT 01 RW 01 Desa Pelang, Kecamatan Mayong, Jepara, menjadi wadah bagi para ibu untuk bersilaturahmi dan mempererat kebersamaan. Kegiatan ini diisi dengan berbagai pembahasan terkait program PKK, kesehatan keluarga, kebersihan lingkungan, serta kegiatan sosial masyarakat. Melalui pertemuan rutin ini, diharapkan terjalin kerja sama yang baik dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan lingkungan sekitar.
Deretan UMKM di kawasan pabrik PWJ, Pelang Mayong, Jepara, menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Beragam usaha seperti kuliner, warung, dan kebutuhan sehari-hari hadir untuk melayani pekerja pabrik maupun warga setempat. Keberadaan UMKM ini turut membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian lokal.
Distribusi MBG 3B dilaksanakan sebagai upaya memastikan makanan bergizi dapat diterima oleh seluruh penerima manfaat secara tepat waktu,tertib dan merata. Proses distribusi dilakukan dengan memperhatikan kebersihan,keamanan pangan,ketepatan jumlah serta kondisi makanan agar tetap layak dan anan dikonsumsi. Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat.