Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 16597 Warta Seluruh
Tingkat: Semua Tingkat
Sepiring Perhatian untuk Ibu Menyusui, Kader Telukawur Jaga Kekuatan di Balik Tumbuhnya Generasi
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Sepiring Perhatian untuk Ibu Menyusui, Kader Telukawur Jaga Kekuatan di Balik Tumbuhnya Generasi

#posyandu

TELUKAWUR, 6 Oktober 2026 — Perhatian terhadap kesehatan keluarga tidak selalu hadir dalam bentuk program besar. Terkadang, ia datang melalui sesuatu yang sederhana: sepiring makanan bergizi dan kepedulian yang diberikan pada waktu yang tepat. Semangat itulah yang terlihat di UPKD Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Selasa (6/10/2026). Kader kesehatan dan kader Posyandu membagikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada ibu menyusui, sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi ibu pada masa menyusui. Bagi para ibu yang sedang menjalani masa menyusui, perhatian terhadap asupan makanan bukan sekadar tentang memenuhi kebutuhan diri sendiri. Kesehatan dan kebugaran ibu menjadi bagian penting dalam mendukung proses menyusui dan merawat buah hati. Di Balik Tumbuhnya Anak, Ada Ibu yang Harus Tetap Kuat Menjadi ibu menyusui adalah perjalanan yang penuh kasih, tetapi juga membutuhkan energi dan perhatian terhadap kesehatan diri. Rutinitas merawat bayi, memenuhi kebutuhan keluarga, sekaligus menjalani aktivitas sehari-hari membuat seorang ibu membutuhkan dukungan dari lingkungan di sekitarnya. Di sinilah kader kesehatan dan kader Posyandu mengambil peran. Melalui pembagian makanan bergizi, para kader menghadirkan bentuk perhatian sederhana yang menyampaikan pesan penting: ibu yang merawat generasi juga perlu dirawat dan diperhatikan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sepiring Makanan, Sebuah Pesan Kepedulian Makanan yang dibagikan mungkin hanya satu porsi. Namun di baliknya terdapat pesan yang jauh lebih besar. Ada kepedulian terhadap ibu yang sedang menyusui. Ada perhatian terhadap kesehatan keluarga. Dan ada semangat masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas generasi sejak awal kehidupan. Kader Posyandu yang selama ini dekat dengan masyarakat memiliki posisi penting dalam menyampaikan edukasi kesehatan sekaligus mendampingi keluarga. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tugas fasilitas kesehatan. Lingkungan keluarga, kader, pemerintah desa, dan masyarakat dapat bergerak bersama. Merawat Ibu, Menguatkan Generasi Bagi gerakan Smart Kartini, perhatian terhadap ibu menyusui merupakan bagian dari semangat pemberdayaan perempuan. Perempuan bukan hanya sosok yang berada di balik keberlangsungan keluarga. Perempuan juga merupakan bagian penting dari pembangunan manusia dan kualitas generasi masa depan. Karena itu, memberikan ruang perhatian kepada ibu menyusui berarti ikut menjaga salah satu fondasi penting dalam keluarga. Dari UPKD Desa Telukawur, semangat tersebut diwujudkan melalui langkah sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Bukan tentang seberapa besar bentuk pemberiannya, tetapi tentang bagaimana kepedulian itu hadir dan dirasakan. Dari Telukawur, Harapan Itu Tumbuh Setiap generasi memiliki cerita tentang bagaimana mereka tumbuh. Di balik cerita tersebut, selalu ada ibu yang memberikan waktu, tenaga, kasih sayang, dan perhatian. Hari ini, perhatian itu dikembalikan kepada para ibu menyusui melalui sepiring makanan bergizi. Sederhana, tetapi bermakna. Karena ketika seorang ibu mendapatkan dukungan untuk tetap sehat dan kuat, ia memiliki energi lebih untuk merawat buah hati. Dan ketika ibu dan anak tumbuh sehat, keluarga pun menjadi lebih kuat. Dari UPKD Telukawur, sepiring makanan menjadi simbol bahwa ibu yang merawat generasi juga layak mendapatkan perhatian. Merawat ibu hari ini, berarti ikut menjaga generasi esok hari. SMART KARTINI Perempuan Diperhatikan, Keluarga Dikuatkan, Generasi Disiapkan.

Dari UPKD Telukawur, Sepiring Gizi untuk Ibu Hamil dan Buah Hati yang Dinanti
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Dari UPKD Telukawur, Sepiring Gizi untuk Ibu Hamil dan Buah Hati yang Dinanti

#posyandu

TELUKAWUR, 6 Oktober 2026 — Ada harapan besar yang tumbuh di balik setiap kehamilan. Harapan tentang seorang bayi yang kelak lahir sehat, tumbuh kuat, dan membawa kebahagiaan bagi keluarga. Di UPKD Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, harapan itu dirawat melalui sebuah kepedulian sederhana: pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, Selasa (6/10/2026). Kader kesehatan bersama kader Posyandu hadir membagikan makanan bergizi kepada ibu hamil sebagai bagian dari perhatian terhadap pemenuhan gizi selama masa kehamilan. Bagi seorang ibu, satu porsi makanan mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat pesan yang jauh lebih besar—bahwa kesehatan ibu dan calon buah hati merupakan bagian penting dari masa depan keluarga dan desa. Ketika Kepedulian Dimulai dari Meja Makan Masa kehamilan merupakan fase penting yang membutuhkan perhatian terhadap kesehatan dan asupan gizi. Apa yang dikonsumsi ibu menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh selama menjalani proses kehamilan. Karena itu, kegiatan pemberian makanan bergizi di UPKD Desa Telukawur menjadi lebih dari sekadar pembagian makanan. Kader kesehatan dan kader Posyandu membawa pesan edukatif sekaligus kepedulian kepada para ibu hamil agar perhatian terhadap kebutuhan gizi menjadi bagian dari keseharian. Di tengah aktivitas masyarakat yang begitu beragam, perhatian seperti ini mengingatkan bahwa menjaga kesehatan generasi berikutnya dapat dimulai bahkan sebelum seorang anak dilahirkan. Kader Perempuan, Penggerak Kepedulian Kader kesehatan dan kader Posyandu merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat desa. Mereka hadir lebih dekat dengan keluarga, mendampingi kegiatan Posyandu, serta ikut menyampaikan berbagai pesan mengenai kesehatan dan pola hidup yang mendukung tumbuh kembang keluarga. Dalam kegiatan ini, kehadiran para kader menjadi gambaran bagaimana perempuan dapat mengambil peran nyata dalam membangun kepedulian di lingkungannya. Bukan sekadar menjalankan kegiatan, tetapi menghadirkan sentuhan kemanusiaan: menyapa, mendampingi, berbagi, dan ikut memastikan bahwa ibu hamil tidak berjalan sendiri dalam menjaga kesehatan dirinya dan calon buah hati. Menjaga Ibu, Menyiapkan Generasi Perhatian terhadap ibu hamil sesungguhnya merupakan bagian dari investasi terhadap generasi. Ketika kesehatan ibu diperhatikan, tumbuh pula harapan agar proses kehamilan berjalan dengan baik dan anak dapat lahir dalam kondisi yang optimal. Karena itu, kegiatan seperti pemberian makanan bergizi perlu dipandang sebagai bagian dari gerakan bersama. Keluarga memiliki peran utama, sementara kader, masyarakat, dan pemerintah desa dapat memberikan dukungan melalui edukasi dan berbagai kegiatan pelayanan di tingkat desa. Dari UPKD Desa Telukawur, semangat tersebut terus dirawat melalui langkah sederhana yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Sepiring Gizi, Sejuta Harapan Hari itu, mungkin hanya ada makanan yang dibagikan kepada ibu-ibu hamil. Namun sesungguhnya, ada harapan yang ikut diberikan. Harapan untuk ibu yang sehat. Harapan untuk kehamilan yang terjaga. Harapan untuk bayi yang tumbuh dengan baik. Dan harapan bagi lahirnya generasi Telukawur yang sehat sejak awal kehidupan. Sebab membangun generasi tidak selalu dimulai ketika anak sudah lahir. Ia dimulai sejak seorang ibu menjaga dirinya, sejak keluarga memberikan perhatian, dan sejak masyarakat memilih untuk peduli. Dari UPKD Telukawur, sepiring makanan bergizi menjadi simbol kasih sayang untuk dua kehidupan sekaligus—ibu yang sedang menanti dan buah hati yang sedang tumbuh dalam kandungan. SMART KARTINI Perempuan Bergerak, Ibu Sehat, Generasi Kuat, Masa Depan Hebat.

Dari UPKD Telukawur, Sepiring Kepedulian untuk Tumbuh Kembang Balita
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Dari UPKD Telukawur, Sepiring Kepedulian untuk Tumbuh Kembang Balita

#posyandu

TELUKAWUR, 6 Oktober 2026 — Senyum dan keceriaan anak-anak menjadi warna tersendiri di UPKD Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Selasa (6/10/2026). Di tempat tersebut, kader kesehatan bersama kader Posyandu membagikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada balita sebagai bagian dari kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak sejak usia dini. Bagi sebagian orang, makanan mungkin hanya terlihat sebagai satu porsi yang tersaji di atas meja. Namun bagi keluarga dan kader yang mendampingi tumbuh kembang balita, setiap makanan bergizi memiliki arti yang lebih besar: sebuah ikhtiar sederhana untuk membantu anak tumbuh sehat dan kuat. Dari Tangan Kader, Tumbuh Kepedulian Kader kesehatan dan kader Posyandu merupakan sosok yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Mereka hadir ketika Posyandu berlangsung, mendampingi keluarga, serta ikut menjadi bagian dari berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Pembagian makanan bergizi di UPKD Desa Telukawur menjadi salah satu wujud nyata kepedulian tersebut. Tidak sekadar membagikan makanan, kegiatan ini menghadirkan pesan penting bahwa pemenuhan gizi balita merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga, kader, pemerintah desa, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Di balik kegiatan sederhana tersebut terdapat semangat untuk memastikan anak-anak mendapatkan perhatian sejak masa pertumbuhan paling awal. Ketika Makanan Menjadi Bagian dari Cerita Tumbuh Kembang Masa balita adalah masa ketika anak tumbuh dan berkembang dengan cepat. Kebutuhan nutrisi menjadi salah satu bagian penting yang mendukung proses tersebut. Karena itu, pengenalan makanan bergizi juga perlu berjalan bersama dengan kebiasaan hidup sehat dan perhatian orang tua terhadap tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan seperti ini, kader Posyandu dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran keluarga bahwa makanan bergizi merupakan investasi jangka panjang. Satu porsi mungkin terlihat sederhana. Tetapi ketika diberikan dengan kepedulian, ia menjadi pesan bahwa anak-anak desa adalah bagian penting dari masa depan. Kader Bergerak, Desa Ikut Menguat Semangat kader kesehatan dan Posyandu di Telukawur menunjukkan bahwa pembangunan manusia dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Kegiatan pemberian makanan bergizi menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara kader dan keluarga sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama terhadap kesehatan balita. Bagi gerakan Smart Kartini, peran seperti ini memiliki makna penting. Perempuan dan kader tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat. Mereka bekerja dari dekat, mengenal keluarga, memahami kebutuhan lingkungan, dan ikut memastikan bahwa pesan tentang kesehatan serta gizi terus hidup di tengah masyarakat. Menanam Harapan dari Meja Makan Hari ini mungkin hanya sebuah kegiatan berbagi makanan. Namun dari meja makan kecil di UPKD Desa Telukawur, tersimpan harapan yang jauh lebih besar—agar anak-anak tumbuh sehat, aktif, ceria, dan memiliki kesempatan yang baik untuk meraih masa depan. Sebab generasi yang kuat tidak dibangun dalam satu hari. Ia tumbuh dari perhatian yang diberikan terus-menerus, dari makanan yang bergizi, dari keluarga yang peduli, dan dari masyarakat yang mau bergerak bersama. Dari UPKD Telukawur, sepiring makanan menjadi simbol kepedulian. Dari tangan para kader, tumbuh harapan untuk generasi desa yang lebih sehat. SMART KARTINI Perempuan Bergerak, Keluarga Menguat, Generasi Sehat, Desa Hebat.

Sekolah Desa BBJ Buka Wawasan Global, Produk Unggulan Telukawur Dipacu Naik Kelas
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Sekolah Desa BBJ Buka Wawasan Global, Produk Unggulan Telukawur Dipacu Naik Kelas

#Dekranasda

TELUKAWUR, 6 Oktober 2026 — Produk unggulan desa memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung dengan kualitas, inovasi, kreativitas, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar. Semangat tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang diikuti Desa Telukawur melalui Sekolah Desa BBJ secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (6/10/2026). Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia menjadi momentum untuk memperluas wawasan mengenai pengembangan produk unggulan desa agar semakin siap menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun global. Bagi Dekranasda, kegiatan ini memiliki arti penting dalam mendorong pelaku kerajinan dan UMKM untuk tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga terus meningkatkan kualitas, inovasi, identitas, dan daya saing. Dari Potensi Lokal Menuju Pasar yang Lebih Luas Desa Telukawur memiliki beragam potensi produk yang lahir dari kreativitas masyarakat. Batik, kerajinan, produk olahan, dan berbagai usaha berbasis potensi lokal menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif desa. Namun, pasar global memiliki tuntutan yang semakin kompleks. Produk tidak hanya dituntut menarik secara visual, tetapi juga harus memiliki kualitas yang konsisten, kemasan yang baik, identitas produk yang kuat, serta pengelolaan usaha yang profesional. Melalui Sekolah Desa BBJ, wawasan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk mendorong pelaku usaha melihat peluang pasar secara lebih luas. Dekranasda Dorong Pelaku Kreatif Terus Berinovasi Penguatan kapasitas menjadi salah satu kunci agar produk lokal mampu naik kelas. Kreativitas yang dimiliki masyarakat perlu diikuti dengan keberanian melakukan inovasi dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan selera konsumen. Dekranasda memiliki ruang strategis dalam mendukung pengembangan ekosistem kerajinan dan ekonomi kreatif melalui penguatan jejaring, promosi, pembinaan, serta pengenalan potensi produk daerah. Keikutsertaan dalam kegiatan pembelajaran seperti Sekolah Desa BBJ menjadi bagian dari langkah untuk memperkaya wawasan dan membangun kesiapan pelaku usaha menghadapi peluang yang lebih besar. Bukan Sekadar Produk, tetapi Membawa Identitas Desa Produk unggulan desa memiliki nilai lebih ketika mampu membawa cerita dan identitas daerah asalnya. Setiap karya yang dihasilkan masyarakat Telukawur tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi representasi kreativitas dan potensi desa. Karena itu, upaya meningkatkan daya saing produk perlu dilakukan secara berkelanjutan. Mulai dari menjaga kualitas, mengembangkan desain dan inovasi, memperkuat branding, hingga membangun strategi pemasaran yang mampu menjangkau konsumen lebih luas. Persaingan global bukanlah tujuan yang dicapai dalam satu langkah. Ia membutuhkan proses belajar, pembenahan, konsistensi, dan kolaborasi. Telukawur Menatap Pasar Global Pelatihan melalui Sekolah Desa BBJ menjadi salah satu pintu pembelajaran bagi Desa Telukawur untuk memahami tantangan dan peluang pengembangan produk di era ekonomi yang semakin terbuka. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah desa, Dekranasda, pelaku UMKM, perajin, dan masyarakat, produk unggulan Telukawur diharapkan semakin memiliki daya saing dan mampu berkembang secara berkelanjutan. Dari ruang virtual Zoom Meeting, langkah menuju pasar yang lebih luas mulai dibangun. Produk lokal dipersiapkan, kreativitas terus diasah, dan potensi desa diarahkan untuk mampu berbicara di panggung global. Smart Kartini Dekranasda — Menguatkan Karya Lokal, Mendorong Inovasi, Membawa Potensi Desa Menuju Dunia.

PEMBELAJARAN DIGITALISASI DI TK TA I KELOMPOK (B) DESA UJUNGWATU
Desa Ujungwatu, Kec. Donorojo

PEMBELAJARAN DIGITALISASI DI TK TA I KELOMPOK (B) DESA UJUNGWATU

#PKK

Kegiatan pembelajaran pengenalan digitalisasi pada anak di TK TA I Ujungwatu kelas B yang diasuh oleh Ibu Sriwati berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Kehadiran perwakilan TP PKK Desa Ujungwatu semakin menambah semangat para siswa dalam mengenal teknologi secara aman, bijak, dan menyenangkan sesuai tahap perkembangan anak usia dini. Melalui kegiatan ini, terdapat fokus serta manfaat penting bagi tumbuh kembang para siswa: 1. Pengenalan Teknologi Dasar: Mengenalkan perangkat digital secara sederhana untuk melatih literasi teknologi dasar anak sejak dini agar siap menghadapi era digital. 2. Pengembangan Kognitif & Logika: Mengasah daya pikir, konsentrasi, serta pemecahan masalah melalui media pembelajaran digital yang edukatif dan interaktif. 3. Edukasi Penggunaan Bijak (Digital Literacy): Menanamkan pemahaman awal tentang pentingnya membatasi durasi penggunaan gawai (screen time) serta memilah konten yang positif dan aman. 4. Dukungan Sinergis TP PKK Desa: Kehadiran perwakilan TP PKK Desa Ujungwatu menjadi bentuk pendampingan nyata dalam mendukung integrasi pendidikan modern berbasis teknologi yang ramah anak di lingkungan desa.

PEMBELAJARAN DI KB RA KARTINI UJUNGWATU
Desa Ujungwatu, Kec. Donorojo

PEMBELAJARAN DI KB RA KARTINI UJUNGWATU

#PKK

Kegiatan pembelajaran topik Kebutuhan dengan subtema Fungsi Pakaian di KB RA Kartini Ujungwatu yang diasuh oleh Bu Lila dan Bu Sholikah berlangsung ceria dan interaktif. Kunjungan dari perwakilan TP PKK Desa Ujungwatu menambah semangat para siswa dalam mengenal salah satu kebutuhan pokok manusia melalui kegiatan belajar yang menyenangkan. Aktivitas ini memberikan fokus serta manfaat penting bagi perkembangan anak usia dini: 1. Pemahaman Fungsi Pakaian: - Mengenalkan kepada anak bahwa pakaian berguna untuk melindungi tubuh dari cuaca panas dan dingin, menjaga kebersihan diri, serta menutup aurat dan menjaga kesopanan. 2. Pengembangan Kemandirian & Motorik: - Melatih keterampilan dasar bina diri anak, seperti belajar memakai, melepas, atau mengancingkan pakaian sendiri guna mengasah koordinasi motorik halus. 3. Pembentukan Adab & Nilai Kerapian: - Menanamkan kebiasaan hidup bersih, rapi, dan bersyukur atas pakaian yang dimiliki dengan cara merawat serta menyimpannya secara tertib. 4. Dukungan Sinergis TP PKK Desa: - Kehadiran perwakilan TP PKK Desa Ujungwatu menjadi wujud perhatian dan pendampingan nyata dalam mendukung keberhasilan program pendidikan karakter anak usia dini di lingkungan desa.