UMKM desa Pendem
Produk UMKM desa pendem. Hal ino muncul karena produk bahan dasar sangat melimpah. Dengan adanya UMKM dapat meningjatkan pendapatan rumah tangga.
Produk UMKM desa pendem. Hal ino muncul karena produk bahan dasar sangat melimpah. Dengan adanya UMKM dapat meningjatkan pendapatan rumah tangga.
Rabo, 7 Oktober 2026 Pada festival literasi Jepara kali ini berkesempatan pula berkunjung di stand Be Sahabat. Komunitas ini tempat berkumpul dan belajar bagi perempuan Jepara, ada banyak peran sebagai seorang perempuan, sebagai anak,istri ,ibu dari anak-anak dan peran perempuan di masyarakat. Stan ini menyediakan berbagai menu makanan dan jajan yang siap di nikmati,sebagai bentuk aktualisasi mereka bahwa perempuan jg bisa membantu dsn memperkuat perekonomian keluarga dengan mengoptimalkan kemampuan mereka sesuai potensi nya masing-masing.
TP PKK Desa Mangunan menghadiri di Balai Desa Mangunan. Tim Kecamatan memonev pemetaan UMKM di desa Mangunan. Dan juga dibantu untuk dibuatkan NIB.
TELUKAWUR, 7 Oktober 2026 — Di tengah kesibukan masyarakat desa, ada cerita sederhana yang tumbuh dari dapur rumah. Bukan sekadar tentang makanan, tetapi tentang kreativitas, ketekunan, dan keberanian perempuan mengubah keterampilan sehari-hari menjadi peluang ekonomi. Cerita itu hadir melalui Produk UMKM Mak Kom berupa Pecel di Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Pada Rabu (7/10/2026), TP. PKK Desa Telukawur turut mendorong pengembangan produk tersebut agar semakin dikenal dan memiliki peluang untuk tumbuh sebagai produk kuliner lokal. Pecel yang lekat dengan cita rasa rumahan menjadi bukti bahwa produk sederhana pun memiliki ruang untuk dikembangkan ketika dikelola dengan konsisten dan didukung semangat kewirausahaan. Dari Sepiring Pecel, Ada Cerita Perempuan Desa Pecel bukan makanan yang asing bagi masyarakat. Sayuran, sambal kacang, dan racikan bumbu menghadirkan rasa yang sederhana, tetapi akrab dengan lidah banyak orang. Namun, di balik sepiring pecel terdapat proses panjang yang sering tidak terlihat—memilih bahan, menyiapkan bumbu, menjaga rasa, hingga memastikan makanan tersaji dengan baik. Bagi Mak Kom, aktivitas tersebut menjadi bagian dari perjalanan membangun usaha. Dari dapur dan keterampilan yang dimiliki, lahir sebuah produk yang kemudian memiliki peluang untuk menjangkau konsumen lebih luas. Di sinilah semangat pemberdayaan perempuan menemukan maknanya: keterampilan yang semula dilakukan untuk keluarga dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi. TP. PKK Dorong Produk Lokal Naik Kelas TP. PKK Desa Telukawur terus mendorong agar potensi UMKM masyarakat tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk. Produk kuliner juga perlu dikembangkan dari berbagai sisi, mulai dari konsistensi cita rasa, kebersihan dan kualitas bahan, penyajian, kemasan, hingga strategi pemasaran. Pecel Mak Kom menjadi salah satu potensi yang dapat terus dikembangkan dengan pendekatan tersebut. Pendampingan dan dukungan lingkungan menjadi penting agar pelaku UMKM memiliki keberanian untuk melakukan inovasi tanpa meninggalkan karakter rasa yang menjadi identitas produknya. Ketika Makanan Tradisional Menjadi Peluang Ekonomi Pecel memiliki kekuatan pada kesederhanaannya. Ia tidak membutuhkan bahan yang rumit untuk menghadirkan rasa yang khas. Justru kesederhanaan itulah yang dapat menjadi keunggulan ketika dipadukan dengan pengelolaan usaha yang baik. Di tengah tren kuliner yang terus berkembang, makanan tradisional memiliki peluang untuk kembali mendapatkan perhatian. Apalagi jika produk mampu menghadirkan rasa yang konsisten, tampilan menarik, serta cerita yang kuat. Pecel Mak Kom membawa cerita tentang produk lokal yang lahir dari masyarakat desa dan berpotensi menjadi bagian dari geliat ekonomi kreatif Telukawur. Bukan Sekadar Pecel, tetapi Sebuah Harapan Di balik usaha kecil selalu ada harapan yang besar. Ada harapan agar usaha terus berjalan. Ada keinginan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Ada cita-cita agar produk semakin dikenal. Dan ada keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru. Karena itu, pengembangan UMKM tidak semata-mata berbicara tentang angka penjualan. Di dalamnya terdapat proses pemberdayaan, kemandirian, dan tumbuhnya rasa percaya diri. TP. PKK Desa Telukawur hadir untuk mendorong semangat tersebut agar semakin banyak potensi lokal yang dapat berkembang dari lingkungan masyarakat sendiri. Dari Telukawur, Rasa Lokal Terus Bergerak Hari ini, mungkin yang tersaji hanya sepiring pecel. Tetapi dari sepiring itu, kita dapat melihat sebuah cerita yang lebih besar: perempuan yang berkarya, UMKM yang bertumbuh, dan desa yang terus mencari cara untuk menguatkan ekonomi masyarakatnya. Mendoakan produk lokal untuk terus berkembang berarti juga memberi ruang kepada para pelakunya untuk belajar, berinovasi, dan bermimpi lebih jauh. Dari dapur Mak Kom, rasa tradisional tetap dijaga. Dari tangan perempuan Telukawur, peluang ekonomi terus diracik. SMART KARTINI Perempuan Berkarya, Kuliner Lokal Berdaya, Ekonomi Desa Tumbuh Bersama.
TELUKAWUR, 7 Oktober 2026 — Dari dapur sederhana, sebuah cita rasa lokal terus dirawat. Mendoan Mak Kom, salah satu produk kuliner masyarakat Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, mendapat perhatian dan dorongan dari TP. PKK Desa Telukawur untuk terus dikembangkan sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi. Bagi sebagian orang, mendoan mungkin hanya dikenal sebagai kudapan sederhana. Namun di tangan pelaku UMKM, makanan yang dekat dengan keseharian masyarakat itu dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan ketika dikelola dengan kreativitas, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar. Semangat itulah yang menjadi bagian dari dorongan TP. PKK Desa Telukawur dalam mengembangkan Produk Mak Kom berupa Mendoan, Rabu (7/10/2026). Dari Dapur Rumah, Lahir Sebuah Peluang Ada cerita yang sering luput dari perhatian di balik sebuah produk UMKM. Dimulai dari dapur rumah, dengan peralatan sederhana dan keterampilan yang diperoleh dari pengalaman sehari-hari, seorang perempuan dapat menciptakan produk yang kemudian dinikmati lebih banyak orang. Begitu pula dengan Mendoan Mak Kom. Produk ini menjadi gambaran bahwa peluang ekonomi tidak selalu harus dimulai dari usaha berskala besar. Kreativitas mengolah makanan yang familiar di masyarakat dapat menjadi langkah awal untuk membangun usaha dan menambah nilai ekonomi keluarga. Bagi TP. PKK Desa Telukawur, potensi seperti inilah yang perlu terus dikenali, didampingi, dan dikembangkan. Mendoan, Cita Rasa Sederhana dengan Potensi Besar Mendoan memiliki karakter sebagai makanan yang dekat dengan masyarakat. Tekstur khas, cita rasa gurih, serta fleksibilitas sebagai camilan maupun teman bersantai membuatnya memiliki ruang untuk dikembangkan. Ketika produk tradisional dikemas dengan pendekatan usaha yang lebih modern, peluang pasarnya pun dapat semakin terbuka. Pengembangan Mendoan Mak Kom dapat diarahkan tidak hanya pada cita rasa, tetapi juga pada aspek kebersihan produksi, konsistensi kualitas, kemasan, identitas produk, dan pemasaran. Dengan demikian, makanan sederhana dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi tanpa kehilangan karakter lokalnya. TP. PKK Mendorong Perempuan Berani Naik Kelas Gerakan PKK memiliki peran penting dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui berbagai kegiatan produktif. Pengembangan produk kuliner seperti Mendoan Mak Kom menjadi salah satu contoh bahwa keterampilan rumah tangga dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi apabila mendapatkan ruang, dukungan, dan pendampingan. Semangatnya bukan sekadar membuat produk untuk dijual. Lebih jauh, perempuan didorong untuk berani mengenalkan karya, meningkatkan kualitas, belajar pemasaran, dan membangun kepercayaan diri sebagai pelaku usaha. Dari sinilah proses “naik kelas” sebuah UMKM dapat dimulai. Menjaga Rasa, Mengembangkan Cerita Produk lokal akan semakin kuat ketika tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga memiliki cerita. Mendoan Mak Kom membawa cerita tentang kreativitas perempuan Telukawur, tentang dapur yang menjadi ruang produktif, dan tentang keberanian mengubah keterampilan sederhana menjadi peluang ekonomi. Ke depan, pengembangan produk dapat terus dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertahankan cita rasa yang menjadi kekuatan utamanya. Sebab UMKM tidak harus tumbuh dengan tergesa-gesa. Yang terpenting adalah terus bergerak, belajar, memperbaiki kualitas, dan berani mencoba peluang baru. Dari Telukawur, Dapur Pun Bisa Menghidupkan Ekonomi Hari ini mungkin hanya sebuah mendoan. Tetapi di balik satu potong mendoan, ada tangan yang bekerja, ada kreativitas yang tumbuh, ada keluarga yang berharap, dan ada semangat untuk membangun ekonomi dari lingkungan sendiri. TP. PKK Desa Telukawur terus mendorong agar produk-produk lokal seperti Mendoan Mak Kom tidak berhenti sebagai makanan rumahan, tetapi berkembang menjadi produk kuliner yang semakin dikenal dan memiliki daya saing. Karena dari dapur rumah pun, perempuan bisa menciptakan perubahan. Dari Telukawur, rasa tradisional dirawat, kreativitas perempuan diberdayakan, dan UMKM perlahan melangkah naik kelas. SMART KARTINI Dari Dapur Perempuan, Tumbuh Karya. Dari Karya, Menguatkan Ekonomi Keluarga.
TELUKAWUR, 6 Oktober 2026 — Produk unggulan desa memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung dengan kualitas, inovasi, kreativitas, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar. Semangat tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang diikuti Desa Telukawur melalui Sekolah Desa BBJ secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (6/10/2026). Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia menjadi momentum untuk memperluas wawasan mengenai pengembangan produk unggulan desa agar semakin siap menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun global. Bagi Dekranasda, kegiatan ini memiliki arti penting dalam mendorong pelaku kerajinan dan UMKM untuk tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga terus meningkatkan kualitas, inovasi, identitas, dan daya saing. Dari Potensi Lokal Menuju Pasar yang Lebih Luas Desa Telukawur memiliki beragam potensi produk yang lahir dari kreativitas masyarakat. Batik, kerajinan, produk olahan, dan berbagai usaha berbasis potensi lokal menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif desa. Namun, pasar global memiliki tuntutan yang semakin kompleks. Produk tidak hanya dituntut menarik secara visual, tetapi juga harus memiliki kualitas yang konsisten, kemasan yang baik, identitas produk yang kuat, serta pengelolaan usaha yang profesional. Melalui Sekolah Desa BBJ, wawasan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk mendorong pelaku usaha melihat peluang pasar secara lebih luas. Dekranasda Dorong Pelaku Kreatif Terus Berinovasi Penguatan kapasitas menjadi salah satu kunci agar produk lokal mampu naik kelas. Kreativitas yang dimiliki masyarakat perlu diikuti dengan keberanian melakukan inovasi dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan selera konsumen. Dekranasda memiliki ruang strategis dalam mendukung pengembangan ekosistem kerajinan dan ekonomi kreatif melalui penguatan jejaring, promosi, pembinaan, serta pengenalan potensi produk daerah. Keikutsertaan dalam kegiatan pembelajaran seperti Sekolah Desa BBJ menjadi bagian dari langkah untuk memperkaya wawasan dan membangun kesiapan pelaku usaha menghadapi peluang yang lebih besar. Bukan Sekadar Produk, tetapi Membawa Identitas Desa Produk unggulan desa memiliki nilai lebih ketika mampu membawa cerita dan identitas daerah asalnya. Setiap karya yang dihasilkan masyarakat Telukawur tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi representasi kreativitas dan potensi desa. Karena itu, upaya meningkatkan daya saing produk perlu dilakukan secara berkelanjutan. Mulai dari menjaga kualitas, mengembangkan desain dan inovasi, memperkuat branding, hingga membangun strategi pemasaran yang mampu menjangkau konsumen lebih luas. Persaingan global bukanlah tujuan yang dicapai dalam satu langkah. Ia membutuhkan proses belajar, pembenahan, konsistensi, dan kolaborasi. Telukawur Menatap Pasar Global Pelatihan melalui Sekolah Desa BBJ menjadi salah satu pintu pembelajaran bagi Desa Telukawur untuk memahami tantangan dan peluang pengembangan produk di era ekonomi yang semakin terbuka. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah desa, Dekranasda, pelaku UMKM, perajin, dan masyarakat, produk unggulan Telukawur diharapkan semakin memiliki daya saing dan mampu berkembang secara berkelanjutan. Dari ruang virtual Zoom Meeting, langkah menuju pasar yang lebih luas mulai dibangun. Produk lokal dipersiapkan, kreativitas terus diasah, dan potensi desa diarahkan untuk mampu berbicara di panggung global. Smart Kartini Dekranasda — Menguatkan Karya Lokal, Mendorong Inovasi, Membawa Potensi Desa Menuju Dunia.