Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 6023 Warta Seluruh
Tingkat: Semua Tingkat
Pelatihan Kader PKK Tentang MUA
Desa Bungu, Kec. Mayong

Pelatihan Kader PKK Tentang MUA

#PKK

Pelatihan MUA Make Up artis bagi Kader Pokja 2 di Aula 1 Diskopukmnakertrans kabupaten Jepara tujuan utama pelatihan MUA ini adalah untuk memperkaya pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan kompetensi peserta di bidang tata kecantikan. Selama pelatihan, para peserta dibimbing langsung oleh instruktur profesional yang telah bersertifikat di bidangnya. Materi yang diajarkan meliputi teknik merias wajah sehari-hari, komunikasi dengan pelanggan,serta penanganan kondisi kulit tertentu seperti bekas jerawat dan kerutan.

Pemberian PMT balita
Desa Karanggondang, Kec. Mlonggo

Pemberian PMT balita

#posyandu

Pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dilaksanakan bagi balita dengan status gizi kurang, ananda Allea, di Posyandu RT 05 RW 06 sebagai bentuk kepedulian dalam mendukung perbaikan status gizi anak. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi balita melalui pemberian makanan tambahan yang bergizi seimbang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan status gizi balita, mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serta mencegah terjadinya masalah gizi yang dapat memengaruhi kesehatan anak di masa mendatang. Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatnya kondisi kesehatan dan status gizi balita melalui pemenuhan asupan gizi yang cukup serta meningkatnya pemahaman orang tua mengenai pentingnya pemberian makanan bergizi sesuai kebutuhan anak. Melalui kegiatan ini diharapkan balita dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan usianya. Sebagai tindak lanjut, tenaga kesehatan bersama kader Posyandu akan terus melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala, memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pola makan bergizi seimbang, serta melakukan pendampingan bagi keluarga dalam upaya memperbaiki status gizi anak. Sinergi antara keluarga, kader Posyandu, dan Puskesmas akan terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kesehatan balita. Semoga pemberian PMT ini dapat membantu meningkatkan status gizi balita, mendukung tumbuh kembang yang optimal, serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Sosialisasi PAAREDI
Desa Plajan, Kec. Pakis Aji

Sosialisasi PAAREDI

#PKK

Pada 2 Juli 2026, perwakilan Pokja I Kecamatan dan Desa mengikuti Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI)** yang diselenggarakan di Pendopo R.A. Kartini Kabupaten Jepara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader PKK dalam mendampingi keluarga menghadapi tantangan pengasuhan anak dan remaja di era digital. Materi sosialisasi menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun komunikasi yang efektif, memberikan pendampingan terhadap penggunaan teknologi digital secara bijaksana, serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan mengenai strategi pencegahan berbagai dampak negatif penggunaan media digital melalui penguatan fungsi keluarga. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh serta menyebarluaskan informasi kepada masyarakat di wilayah masing-masing, sehingga program PAAREDI dapat mendukung terwujudnya keluarga yang harmonis, tangguh, dan mampu menghadapi perkembangan zaman secara positif.

Sosialisasi Kenali Tanda Bahaya Perkembangan Anak di Era Gadget
Desa Dorang, Kec. Nalumsari

Sosialisasi Kenali Tanda Bahaya Perkembangan Anak di Era Gadget

#PKK

Selamat pagi/siang Bapak, Ibu, dan seluruh kader kesehatan yang hadir.Hari ini, gawai atau gadget telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak kita. Gadget memang menawarkan hiburan dan media pembelajaran yang interaktif. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol dan berlebihan menyimpan risiko besar terhadap tumbuh kembang anak. Sebagai orang tua, kita harus waspada dan tidak boleh lengah. Kita perlu mengenali batas aman dan mendeteksi secara dini tanda-tanda bahaya pada perkembangan buah hati kita. Berdasarkan panduan kesehatan anak, berikut adalah batasan waktu menatap layar (screen time) yang ideal:Usia di bawah 18 bulan: Sama sekali tidak boleh terpapar gawai, kecuali untuk panggilan video singkat bersama keluarga.Usia 18–24 bulan: Mulai diperbolehkan dengan durasi sangat terbatas, wajib didampingi orang tua, dan hanya untuk program edukatif berkualitas.Usia 2–5 tahun: Maksimal 1 jam per hari. Tayangan harus berkualitas tinggi dan wajib didampingi orang tua untuk membantu anak memahami apa yang mereka lihat.Usia 6 tahun ke atas: Batasi waktu secara konsisten agar tidak mengganggu waktu tidur, aktivitas fisik, dan interaksi sosial. Paparan gawai yang berlebihan berpotensi menghambat perkembangan anak. Segera konsultasikan ke dokter spesialis anak atau psikolog jika anak menunjukkan tanda-tanda bahaya berikut:Gangguan Bicara dan Bahasa (Speech Delay): Anak tidak merespons saat namanya dipanggil, minim kontak mata, atau belum bisa mengucapkan kata bermakna sesuai usianya.Gangguan Motorik dan Fisik: Anak malas bergerak, mengalami obesitas, sering mengeluhkan mata lelah, atau mengalami gangguan tidur (insomnia/sering terbangun).Gangguan Emosi dan Perilaku: Anak menjadi sangat agresif, mengalami amukan hebat (tantrum) saat gawai diambil, cemas, atau menarik diri dari lingkungan.Gangguan Interaksi Sosial: Anak tidak tertarik bermain dengan teman sebaya, tidak peduli dengan lingkungan sekitar, dan asyik dengan dunianya sendiri.Penurunan Fokus dan Kognitif: Anak sulit berkonsentrasi pada tugas sederhana, konsentrasi cepat buyar, dan kemampuan belajarnya menurun. Kita tidak bisa sepenuhnya menjauhkan anak dari teknologi, namun kita bisa mengendalikannya melalui langkah-langkah berikut:Buat Aturan yang Jelas: Tetapkan area bebas gawai di rumah, misalnya di meja makan dan di dalam kamar tidur.Jadilah Teladan (Role Model): Kurangi penggunaan gawai di depan anak; anak adalah peniru ulung dari apa yang dilakukan orang tuanya.Perbanyak Aktivitas Alternatif: Alihkan perhatian anak dengan mengajak mereka bermain di luar ruangan, membaca buku bersama, atau melakukan permainan sensorik.Terapkan Pendampingan Aktif: Jangan gunakan gawai sebagai pengasuh elektronik (digital babysitter). Selalu ajak anak mengobrol tentang apa yang mereka lihat di layar. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Deteksi dini adalah kunci utama untuk menyelamatkan masa depan anak-anak kita. Mari kita lebih bijak, lebih tegas, dan lebih hadir secara utuh dalam setiap proses tumbuh kembang mereka. Gadget adalah alat bantu, bukan pengganti kehadiran orang tua.Terima kasih atas perhatian Anda. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh di era digital ini.

EVALUASI AWAL TP PKK KECAMATAN JEPARA
Desa Panggang, Kec. Jepara

EVALUASI AWAL TP PKK KECAMATAN JEPARA

#PKK

Evaluasi awal PKK KECAMATAN adalah langkah awal untuk meninjau ,mengukur dan memperbaiki pelaksanaan 10 program pokok pkk di tingkat kecamatan dan desa. Kegiatan ini sangat penting untuk menyamakan visi dan memperbaiki catatan administrasi. Kegiatan ini meninjau kinerja dari tingkat ketua hingga anggota pokja 1 sampai lV,serta memastikan setiap program berjalan solid dan terarah. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan sorakan yel-yel yang membakar semangat.Dengan mengusung slogan"KOLABORASI,BERDAMPAK,JAYA".

RAPAT KOORDINASI TP,PKK desa/kelurahan se-kecamatan jepara dan memperingati hari kartini
Desa Panggang, Kec. Jepara

RAPAT KOORDINASI TP,PKK desa/kelurahan se-kecamatan jepara dan memperingati hari kartini

#PKK

Rapat koordonasi desa / kelurahan se kecamatan jepara dan memperingati hari kartini yang digabung dengan rapat koordinasi kecamatan. Acara ini bertujuan menyatukan semangat emansipasi wanita dengan pelayanan masyarakat yang lebih baik. Biasanya ,rapat ini menggabungkan diskusi program kerja dengan acara budaya seperti memakai baju kebaya.kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan. Melalui kegiatan ini,diharapkan semangat emansipasi dan pemberdayaan perempuan dapat terus tumbuh,sekaligus memperkuat peran PKK,sebagai motor penggerak kesejahteraan keluarga ditingkat desa/kelurahan.