Semarak Festival Literasi 2026 di Semarang: Usung Tema "Ngopeni Budaya, Nglakoni Literasi"
SEMARANG — Acara Pembukaan Festival Literasi sukses diselenggarakan pada Jumat, 11 September 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Bertempat di Uptown Mall BSB City, Jalan RM. Hadisoebeno Sostrowardoyo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, perhelatan ini menjadi ajang berkumpulnya berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat ekosistem literasi. Festival literasi ini secara khusus bertujuan untuk menguatkan ekosistem literasi melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pondok pesantren, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, pemerintah, hingga penerbit. Sinergi besar ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar menjadi lebih berdaya, kreatif, inovatif, serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Mengusung tema utama "Ngopeni Budaya, Nglakoni Literasi", acara ini menitikberatkan pada pentingnya melestarikan budaya beriringan dengan pengamalan literasi. Masyarakat diajak untuk memaknai literasi lebih dari sekadar aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga menjadikannya sebagai sarana untuk menjaga budaya. Sebaliknya, upaya pelestarian budaya juga dihidupkan melalui praktik literasi, seperti mendongeng hingga pementasan berbagai karya budaya. Selama acara berlangsung, masyarakat disuguhkan dengan beragam bentuk kegiatan yang edukatif, inspiratif, dan bermanfaat. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pameran buku dan kreasi literasi, stan literasi dari berbagai kabupaten/kota, seminar atau talkshow literasi, serta bedah buku dan temu penulis. Selain itu, kemeriahan acara juga diisi dengan penampilan ekspresi budaya, seni, dan literasi, sekaligus penyerahan penghargaan bagi para pemenang lomba di bidang tersebut. Tidak hanya berfokus pada literasi, festival ini juga mempermudah masyarakat melalui ketersediaan pelayanan publik, yang mencakup layanan mobil KTP, Samsat, Perpustakaan Keliling, PMI, hingga pemeriksaan kesehatan. Kemeriahan pembukaan festival ini ditandai dengan hadirnya peserta dari latar belakang yang sangat majemuk. Acara ini dihadiri langsung oleh Bunda Literasi dari 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah beserta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Secara khusus, Bunda Literasi Kabupaten Jepara juga turut hadir secara langsung untuk menyemarakkan dan mendukung penuh kegiatan ini. Selain itu, kegiatan ini turut merangkul anak usia dini, penyandang difabel, pelajar, mahasiswa, santri, keluarga, dan masyarakat umum. Berbagai pegiat sektor literasi dan seni juga memadati lokasi, mulai dari pustakawan, pegiat literasi, seniman, sastrawan, penulis, penerbit, jurnalis, komunitas seni dan budaya, organisasi kemasyarakatan/keagamaan, hingga perwakilan dunia usaha.