Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 777 Warta Dekranasda
Tingkat: Semua Tingkat
Merajut Kreativitas, Menumbuhkan Peluang: Dekranasda Telukawur Bersinergi dengan Mahasiswa UNDIP
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Merajut Kreativitas, Menumbuhkan Peluang: Dekranasda Telukawur Bersinergi dengan Mahasiswa UNDIP

#Dekranasda

TELUKAWUR, 8 Oktober 2026 — Di sebuah ruangan TP. PKK Desa Telukawur, percakapan tentang potensi lokal dan masa depan usaha menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kreativitas masyarakat. Pertemuan ini menghadirkan semangat kolaborasi antara perempuan desa dan kalangan akademisi untuk membuka peluang pengembangan produk serta ekonomi kreatif. Pada Kamis, 8 Oktober 2026, kegiatan pendampingan bersama mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) dari Fakultas Bisnis Perikanan berlangsung di Ruangan TP. PKK Desa Telukawur. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan untuk mendukung pengembangan potensi desa melalui pendampingan dan pertukaran pengetahuan. Bagi perempuan yang bergerak di bidang usaha dan produk kreatif, pendampingan seperti ini memiliki arti penting. Mengembangkan usaha tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk yang baik. Dibutuhkan pula wawasan, kemampuan membaca peluang, serta strategi agar potensi lokal dapat dikenal dan memiliki nilai tambah. Ketika Pengalaman Lokal Bertemu Pengetahuan Akademik Perempuan desa memiliki pengalaman yang tumbuh dari keseharian: mengenali bahan baku, mengolah produk, memahami selera konsumen, hingga menjaga usaha tetap berjalan. Sementara itu, dunia akademik membawa ruang belajar dan perspektif baru yang dapat mendukung pengembangan potensi tersebut. Pertemuan keduanya membuka kesempatan untuk saling berbagi pengetahuan. Potensi yang selama ini tumbuh dari pengalaman masyarakat dapat dikaji dan dikembangkan dengan pendekatan yang lebih terarah. Bagi Desa Telukawur yang memiliki potensi kelautan, perikanan, kuliner, serta beragam produk UMKM, sinergi semacam ini menjadi peluang untuk memperkuat kreativitas masyarakat dan memperluas cara pandang dalam mengembangkan usaha. Melalui pendampingan, potensi lokal diharapkan tidak hanya bertahan sebagai produk yang dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. Dekranasda Mendorong Produk Lokal Naik Kelas Pengembangan kerajinan dan produk kreatif membutuhkan proses yang berkelanjutan. Kualitas produk, inovasi, identitas merek, kemasan, dan strategi pemasaran merupakan sejumlah aspek yang dapat menentukan daya saing sebuah usaha. Dalam semangat Dekranasda, kolaborasi dengan kalangan akademisi menjadi salah satu ruang untuk memperkuat kapasitas masyarakat. Pendampingan dapat menjadi langkah awal untuk mengenali kebutuhan pelaku usaha, menggali potensi yang tersedia, serta merumuskan peluang pengembangan yang sesuai dengan karakter desa. Lebih dari sekadar pertemuan, kegiatan ini mencerminkan pentingnya membangun jembatan antara potensi masyarakat dan pengetahuan yang dapat mendukung perkembangannya. Bagi perempuan pelaku UMKM, kesempatan memperoleh pendampingan juga dapat menjadi dorongan untuk semakin percaya diri dalam mengembangkan produk, mencoba inovasi, dan membangun usaha secara bertahap. Dari Ruang Pertemuan, Tumbuh Harapan Baru Perubahan besar sering kali berawal dari langkah sederhana: sebuah pertemuan, percakapan, dan kemauan untuk belajar bersama. Pendampingan mahasiswa UNDIP di Ruangan TP. PKK Desa Telukawur menjadi bagian dari semangat tersebut. Kolaborasi antara masyarakat dan perguruan tinggi membuka ruang bagi pertukaran gagasan yang dapat memperkaya upaya pengembangan potensi desa. Harapannya, sinergi seperti ini dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendorong kreativitas perempuan serta memperkuat UMKM dan produk lokal. Sebab, di balik setiap produk desa, ada keterampilan, pengalaman, dan harapan keluarga yang ingin terus berkembang. Ketika potensi itu bertemu dengan pengetahuan dan pendampingan yang tepat, terbuka kesempatan untuk melangkah lebih jauh. Dari ruang TP. PKK Desa Telukawur, kolaborasi mulai dirajut. Potensi lokal terus digali, kreativitas perempuan diperkuat, dan peluang ekonomi desa diharapkan tumbuh semakin luas. SMART KARTINI | DEKRANASDA Perempuan Berkarya, Potensi Lokal Berdaya, Ekonomi Kreatif Tumbuh Bersama.

Praktek Membuat Sosis berbahan baku Ayam
Desa Bucu, Kec. Kembang

Praktek Membuat Sosis berbahan baku Ayam

#Dekranasda

Kegiatan membuat sosis ayam dilaksanakan utk prningkatan ketrampilan bago ibu2. Utamanya utk mengolah bahan dasar ayam agar tidak monoton. Ini utk melatih ketrampilan,kerativitas serta menambah pengetahuan pengolahan makanan yg sehat dan bergizi.

Warna-Warni dari Dapur Cap Nona, Rainbow Cake Telukawur Tumbuh Jadi Peluang Usaha
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Warna-Warni dari Dapur Cap Nona, Rainbow Cake Telukawur Tumbuh Jadi Peluang Usaha

#Dekranasda

TELUKAWUR, 8 Oktober 2026 — Ada cerita yang tumbuh dari dapur-dapur sederhana. Bukan hanya tentang resep dan rasa, tetapi juga tentang keberanian perempuan untuk berkarya, mencoba hal baru, dan mengubah keterampilan menjadi peluang ekonomi. Cerita itu hadir dari UMKM Cap Nona Desa Telukawur melalui produk Rainbow Cake, sajian berwarna-warni yang menjadi salah satu produk kuliner yang terus didorong untuk berkembang. Pada Kamis, 8 Oktober 2026, TP. PKK Desa Telukawur memberikan dorongan terhadap pengembangan produk Rainbow Cake Cap Nona sebagai bagian dari upaya memperkuat potensi UMKM lokal. Bagi pelaku usaha, sebuah kue mungkin terlihat sederhana. Namun di balik tampilannya yang penuh warna, ada proses yang membutuhkan ketelitian, kreativitas, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar. Dari Dapur Rumah, Menjadi Cerita Usaha Rainbow Cake Cap Nona tidak hanya berbicara tentang warna yang menarik. Produk ini menjadi gambaran bagaimana kreativitas perempuan dapat tumbuh dari aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dapur menjadi ruang untuk bereksperimen. Resep dikembangkan, tampilan diperhatikan, dan kualitas terus dijaga agar produk mampu memberikan pengalaman yang baik bagi konsumen. Di titik inilah peran TP. PKK menjadi penting. Dorongan terhadap UMKM bukan hanya tentang bagaimana produk bisa terjual, tetapi juga bagaimana pelaku usaha memiliki semangat untuk meningkatkan kualitas dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Rainbow Cake Cap Nona menjadi salah satu contoh bahwa produk kuliner lokal memiliki ruang untuk terus berkembang apabila dikelola dengan kreativitas dan ketekunan. Warna-Warni yang Membawa Harapan Di balik warna-warni Rainbow Cake, terselip harapan sederhana: agar usaha terus berjalan, konsumen semakin mengenal produk lokal, dan aktivitas ekonomi keluarga dapat ikut tumbuh. Bagi perempuan pelaku UMKM, perjalanan tersebut tentu tidak selalu mudah. Ada waktu yang harus dibagi antara keluarga dan usaha. Ada proses belajar yang harus dijalani. Ada pula keberanian untuk mempertahankan kualitas ketika persaingan produk semakin beragam. Namun dari proses itulah tumbuh rasa percaya diri. TP. PKK Desa Telukawur terus mendorong agar potensi seperti Cap Nona mendapatkan ruang untuk berkembang, baik melalui peningkatan kualitas produk, kreativitas, maupun penguatan identitas UMKM. Sebab, UMKM bukan sekadar aktivitas ekonomi. Di dalamnya ada cerita tentang kemandirian, ketekunan, dan semangat perempuan untuk membantu memperkuat ekonomi keluarga. Ketika Kreativitas Perempuan Menjadi Kekuatan Desa Rainbow Cake Cap Nona menjadi bagian kecil dari wajah UMKM Desa Telukawur yang terus bertumbuh. Dari dapur, produk dibuat. Dari kreativitas, nilai tambah diciptakan. Dari ketekunan, kepercayaan konsumen dibangun. Dan dari dukungan bersama, usaha kecil memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi lebih besar. Bagi TP. PKK Desa Telukawur, setiap UMKM yang berkembang adalah bagian dari cerita besar pemberdayaan masyarakat. Karena ketika perempuan memiliki kesempatan untuk berkarya dan mengembangkan usaha, keluarga ikut mendapatkan manfaat dan ekonomi desa memiliki energi baru untuk bergerak. Dari dapur Cap Nona, warna-warni Rainbow Cake bukan hanya mempercantik sajian. Ia membawa warna baru bagi harapan, kreativitas, dan peluang ekonomi perempuan Telukawur. SMART KARTINI Perempuan Berkarya, Produk Lokal Berdaya, Ekonomi Desa Tumbuh Bersama.

Dari Dapur Cap Nona, Bolen Telukawur Diracik Jadi Peluang Ekonomi Keluarga
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Dari Dapur Cap Nona, Bolen Telukawur Diracik Jadi Peluang Ekonomi Keluarga

#Dekranasda

TELUKAWUR, 8 Oktober 2026 — Aroma harum adonan yang dipanggang perlahan memenuhi ruang produksi UMKM Cap Nona Desa Telukawur. Di balik aktivitas sederhana itu, tersimpan sebuah cerita tentang ketekunan, kreativitas, dan harapan untuk menjadikan produk rumahan sebagai sumber penguatan ekonomi keluarga. Salah satu produk yang terus didorong pengembangannya adalah Bolen Cap Nona, olahan kuliner yang diracik dengan sentuhan kreativitas pelaku UMKM Desa Telukawur. Bagi pelaku UMKM, membuat makanan bukan sekadar perkara menghasilkan produk. Ada proses panjang untuk menjaga rasa, memperhatikan tampilan, meningkatkan kualitas, hingga memikirkan bagaimana sebuah produk dapat dikenal dan diterima oleh masyarakat lebih luas. Di sinilah TP. PKK Desa Telukawur hadir memberikan dorongan agar produk UMKM Cap Nona, khususnya Bolen, tidak berhenti sebagai produk rumahan, tetapi terus berkembang menjadi produk kuliner yang memiliki nilai jual dan daya saing. Dorongan tersebut menjadi bagian dari upaya TP. PKK Desa Telukawur dalam membuka ruang bagi perempuan untuk terus berkarya melalui potensi yang ada di lingkungan sekitar. Dari Dapur, Tumbuh Kepercayaan Diri Bolen Cap Nona menjadi gambaran bagaimana kreativitas perempuan dapat tumbuh dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dapur yang selama ini identik dengan aktivitas rumah tangga dapat berubah menjadi ruang produktif. Dari sana, lahir keterampilan, pengalaman, jaringan pemasaran, sekaligus peluang tambahan penghasilan bagi keluarga. Pengembangan produk juga membutuhkan keberanian untuk terus belajar. Mulai dari menjaga konsistensi rasa, meningkatkan kualitas pengemasan, memperkuat identitas produk, hingga membangun kepercayaan konsumen. TP. PKK Desa Telukawur mendorong agar proses tersebut dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Produk lokal tidak hanya dipandang sebagai makanan yang dibuat untuk dikonsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari potensi ekonomi desa yang dapat terus dikembangkan. UMKM Naik Kelas, Perempuan Semakin Berdaya Penguatan UMKM perempuan memiliki arti yang lebih luas. Ketika sebuah produk semakin dikenal, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga dapat menggerakkan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitarnya. Karena itu, keberadaan UMKM seperti Cap Nona menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang bertumpu pada kreativitas masyarakat. Bolen Cap Nona pun menjadi salah satu cerita kecil dari Telukawur tentang bagaimana sebuah produk sederhana dapat membawa harapan besar. Harapan agar produk lokal semakin dikenal. Harapan agar keterampilan perempuan semakin berkembang. Dan harapan agar aktivitas dari dapur rumah tangga mampu tumbuh menjadi usaha yang memberikan nilai tambah bagi keluarga. Bagi TP. PKK Desa Telukawur, mendorong UMKM berarti ikut membuka pintu kesempatan bagi perempuan untuk berkembang dan berdaya. Sebab, ketika perempuan diberi ruang untuk berkarya, potensi desa pun ikut menemukan jalannya. Dari dapur Cap Nona, bolen diracik dengan ketekunan. Dari tangan perempuan Telukawur, rasa lokal tumbuh menjadi peluang ekonomi. SMART KARTINI Perempuan Berkarya, Produk Lokal Berdaya, Ekonomi Desa Tumbuh Bersama.

Kintelan Tegalsambi, Jajanan Khas Desa yang Memikat Selera dan Melestarikan Warisan Kuliner Lokal
Desa Tegalsambi, Kec. Tahunan

Kintelan Tegalsambi, Jajanan Khas Desa yang Memikat Selera dan Melestarikan Warisan Kuliner Lokal

#Dekranasda

Jajanan khas Desa Tegalsambi, yaitu kintelan, mendapat perhatian istimewa melalui kegiatan review oleh Bapak Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) serta para pegawai Dispermasdesdukcapil Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan cita rasa khas kintelan sebagai salah satu potensi kuliner lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Desa Tegalsambi. Dengan cita rasa yang khas dan beragam pilihan varian, mulai dari original, nanas, nangka, durian, hingga cokelat, kintelan memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai produk unggulan desa. Melalui kegiatan ini, diharapkan kintelan semakin dikenal luas, mampu meningkatkan daya saing UMKM lokal, serta menjadi bagian dari upaya pelestarian kuliner tradisional dan penguatan ekonomi masyarakat Desa Tegalsambi.

Kintelan, Kuliner Khas Desa Tegalsambi yang Menggugah Selera dan Melestarikan Warisan Lokal
Desa Tegalsambi, Kec. Tahunan

Kintelan, Kuliner Khas Desa Tegalsambi yang Menggugah Selera dan Melestarikan Warisan Lokal

#Dekranasda

Kintelan merupakan salah satu kuliner khas Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, yang menjadi bagian dari kekayaan cita rasa dan identitas kuliner lokal. Dengan perpaduan bahan dan cita rasa yang khas, kintelan hadir sebagai sajian tradisional yang terus dijaga dan dikembangkan oleh masyarakat setempat. Tak hanya memiliki cita rasa yang menggugah selera, kintelan juga menyimpan potensi ekonomi bagi pelaku UMKM desa. Beragam inovasi rasa, seperti nanas, nangka, durian, dan cokelat, menjadi daya tarik tersendiri untuk memperkenalkan kuliner ini kepada masyarakat luas. Melalui pelestarian dan pengembangan kintelan, Pemerintah Desa Tegalsambi bersama masyarakat berupaya menjaga warisan kuliner lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif desa. Kintelan bukan sekadar makanan, melainkan simbol kreativitas, kearifan lokal, dan kebanggaan masyarakat Desa Tegalsambi.