Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 16758 Warta Seluruh
Tingkat: Semua Tingkat
Kegiatan TP. PKK Desa Kancilan
Desa Kancilan, Kec. Kembang

Kegiatan TP. PKK Desa Kancilan

#PKK

RAKOR "Pemberdayaan kader dalam rangka pencegahan dan pengendalianpenyakit Hepatitis" Pencegahan dan pengobatan hepatitis disesuaikan dengan jenis dan penyebab peradangan hati tersebut. Cara Pencegahan Hepatitis • Vaksinasi: Melakukan vaksinasi hepatitis (terutama untuk Hepatitis A dan Hepatitis B) guna membentuk kekebalan tubuh. • Menjaga kebersihan diri: Rutin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun, khususnya sebelum makan dan setelah dari toilet. • Kebersihan makanan dan minuman: Memastikan makanan dimasak hingga benar-benar matang dan mengonsumsi air yang higienis. • Praktik seks aman: Menggunakan alat pengaman (kondom) dan menghindari berganti-ganti pasangan seksual. • Tidak berbagi barang pribadi: Menghindari penggunaan bersama alat cukur, sikat gigi, pemotong kuku, atau jarum suntik. • Membatasi alkohol: Mengurangi atau menghentikan konsumsi minuman beralkohol yang dapat merusak sel hati Cara Pengobatan Hepatitis Pengobatan hepatitis bergantung pada apakah kondisi tersebut bersifat akut (kurang dari 6 bulan) atau kronis (lebih dari 6 bulan), serta jenis penyebabnya. • Hepatitis A dan E (Akut): Umumnya bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya (self-limiting disease) tanpa pengobatan khusus. Fokus pengobatannya adalah istirahat cukup, menjaga asupan cairan, serta pemberian obat suportif untuk meredakan gejala (seperti mual, demam, atau nyeri perut). • Hepatitis B dan C (Kronis): Memerlukan pemantauan medis dan pengobatan khusus menggunakan obat antivirus (seperti entecavir, tenofovir, atau ribavirin) untuk menekan pertumbuhan virus dan mencegah kerusakan hati lebih lanjut. Dokter juga dapat meresepkan terapi interferon • Hepatitis Autoimun: Diobati dengan obat imunosupresan (seperti kortikosteroid/prednison) untuk meredam sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel hati sendiri. • Hepatitis Akibat Obat atau Alkohol: Langkah utama adalah menghentikan total konsumsi obat penyebab atau minuman beralkohol. • Transplantasi Hati: Diberikan pada kondisi kerusakan hati yang sudah parah atau gagal hati total.

Kegiatan TP. PKK Desa Kancilan
Desa Kancilan, Kec. Kembang

Kegiatan TP. PKK Desa Kancilan

#Bunda PAUD

Kegiatan hari senin di Pos Paud Mutiara Bunda - Kancilan 1. Bercerita tentang ciri ciri tanaman terong 2. Mengenalkan bagian terong 3. Mengenalkan macam macam sayur 4. Mengenalkan warna sayur terong 5. Menebali kata terong dan sayur terong 6. Menyanyikan lagu macam macam warna

Kegiatan Pengurus PKK Desa Kancilan
Desa Kancilan, Kec. Kembang

Kegiatan Pengurus PKK Desa Kancilan

#posyandu

MBG adalah singkatan dari Makan Bergizi Gratis, yaitu program prioritas nasional pemerintah Indonesia yang dimulai secara bertahap sejak 6 Januari 2025 . Menu untuk hari ini adalah 1. NASI 2. SAYUR KACANG WORTEL 3. TELUR CEPLOK KECAP 4. BUAH MELON IRIS 5. SUSU UHT

Kegiatan pemberdayaan kader Pokja IV tentang penyakit menular
Desa Kaliaman, Kec. Kembang

Kegiatan pemberdayaan kader Pokja IV tentang penyakit menular

#PKK

Kegiatan Pemberdayaan Kader Pokja IV tentang Penyakit Menular Kegiatan pemberdayaan kader Pokja IV dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peran aktif kader dalam pencegahan serta pengendalian penyakit menular di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan agar kader mampu menjadi penggerak dan penyampai informasi kesehatan kepada keluarga dan masyarakat di wilayahnya. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian penyakit menular, jenis-jenis penyakit menular yang sering ditemukan di masyarakat, seperti tuberkulosis (TBC), demam berdarah dengue (DBD), diare, influenza, dan penyakit menular lainnya. Kader diberikan pemahaman mengenai cara penularan, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), imunisasi, dan penerapan etika batuk. Selanjutnya, dilakukan diskusi dan tanya jawab untuk meningkatkan pemahaman kader dalam mengenali faktor risiko penyakit menular serta menentukan langkah yang tepat apabila ditemukan warga yang mengalami gejala penyakit. Kader juga diberdayakan agar mampu melakukan penyuluhan kesehatan, mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, memantau kondisi lingkungan, serta mendorong warga untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit menular. Melalui kegiatan ini, diharapkan kader Pokja IV semakin aktif dalam menjalankan peran sebagai motivator, fasilitator, dan penggerak kesehatan masyarakat. Dengan meningkatnya kapasitas kader, upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kerja sama antara kader, keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan.

Penimbangan posyandu ILP
Desa Dermolo, Kec. Kembang

Penimbangan posyandu ILP

#posyandu

Posyandu ILP merupakan bentuk transformasi layanan kesehatan primer yang mengintegrasikan berbagai pelayanan kesehatan dalam satu wadah posyandu. Kegiatan ini menyasar seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, anak usia sekolah dan remaja, usia produktif, hingga lanjut usia.Pemberian konseling bagi tenaga kesehatan . 1.Ibu hamil dan menyusui:Mendapatkan pemeriksaan kehamilan,pemantauan gizi serta pembagian tablet tambah darah. 2.Bayi dan balita:Mendapatkan pemantauan tumbuh kembang(berat& tinggi badan)imunisasi serta pencegahan stunting 3.remaja& usia produktif mndpatkan edukasi kesehatan reproduksi & screening kesehatan 4.lansia mndpatkan pemeriksaan kesehatan khusus serta screening pnyakit TDK menular (PTM )

Pendistribusian MBG di Desa Mangunan
Desa Mangunan, Kec. Tahunan

Pendistribusian MBG di Desa Mangunan

#posyandu

Pada hari Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan diawali dengan persiapan dan penerimaan makanan MBG. Selanjutnya, kader melakukan pengecekan jumlah dan kondisi makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat. Pendistribusian dilakukan secara tertib oleh kader sesuai dengan daftar sasaran yang telah ditentukan. Kader juga memastikan makanan diterima oleh sasaran dalam kondisi baik serta memberikan arahan agar makanan segera dikonsumsi dan tetap menjaga kebersihan selama proses pendistribusian.