Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 777 Warta Dekranasda
Tingkat: Semua Tingkat
Rengginan Tegalsambi, Camilan Tradisional yang Mengangkat Potensi UMKM dan Cita Rasa Lokal
Desa Tegalsambi, Kec. Tahunan

Rengginan Tegalsambi, Camilan Tradisional yang Mengangkat Potensi UMKM dan Cita Rasa Lokal

#Dekranasda

Rengginan merupakan salah satu produk UMKM di Desa Tegalsambi yang turut memperkaya ragam kuliner tradisional khas masyarakat. Terbuat dari bahan dasar beras ketan yang diolah menjadi camilan renyah dan gurih, rengginan menjadi salah satu pilihan makanan ringan yang digemari serta memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Di balik cita rasanya yang khas, rengginan menyimpan peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal. Melalui kreativitas dalam pengolahan, peningkatan kualitas produk, pengemasan yang menarik, serta pemasaran yang lebih luas, rengginan berpotensi menjangkau pasar yang lebih besar. Pemerintah Desa Tegalsambi terus mendorong pemberdayaan UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian desa. Dengan semangat inovasi dan pelestarian kuliner tradisional, rengginan bukan sekadar camilan, melainkan juga wujud kreativitas, kemandirian, dan kebanggaan produk lokal Desa Tegalsambi.

Dorong UMKM Naik Kelas, Fasilitasi Pembuatan NIB bagi Pelaku Usaha Desa Tegalsambi
Desa Tegalsambi, Kec. Tahunan

Dorong UMKM Naik Kelas, Fasilitasi Pembuatan NIB bagi Pelaku Usaha Desa Tegalsambi

#Dekranasda

Pada Jumat, 9 Oktober 2026, dilaksanakan kegiatan fasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pendopo Balai Desa Tegalsambi. Kegiatan ini bertujuan membantu para pelaku usaha memperoleh legalitas usaha sebagai langkah penting dalam mengembangkan dan meningkatkan daya saing produk lokal. Melalui pendampingan pembuatan NIB, para pelaku UMKM diharapkan semakin mudah mengakses berbagai program pembinaan, memperluas peluang pemasaran, serta meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Desa Tegalsambi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM yang legal, mandiri, dan berdaya saing. Dengan adanya legalitas usaha, diharapkan UMKM Desa Tegalsambi semakin berkembang, mampu menciptakan peluang ekonomi, serta menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat menuju desa yang maju dan mandiri.

Dari Usaha Rumahan Menuju Pasar Lebih Luas, Telukawur Fasilitasi Legalitas UMKM
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Dari Usaha Rumahan Menuju Pasar Lebih Luas, Telukawur Fasilitasi Legalitas UMKM

#Dekranasda

TELUKAWUR, 9 Oktober 2026 — Di balik setiap produk UMKM, ada cerita tentang ketekunan, keberanian memulai, dan harapan agar usaha kecil yang dirintis dapat terus berkembang. Namun, untuk melangkah lebih jauh, kualitas produk dan semangat berusaha perlu berjalan beriringan dengan legalitas yang mendukung keberlangsungan usaha. Semangat itulah yang mengemuka dalam kegiatan fasilitasi legalitas UMKM di Pendopo Balai Desa Telukawur, Jumat, 9 Oktober 2026. Pemerintah Desa Telukawur bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Tahunan dan pegiat UMKM Kecamatan Tahunan untuk membuka ruang pendampingan bagi pelaku usaha dalam memahami serta mempersiapkan legalitas usahanya. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk mendekatkan layanan dan informasi kepada pelaku UMKM, khususnya mereka yang tengah berupaya mengembangkan usaha dari skala rumahan menuju pasar yang lebih luas. Legalitas Bukan Sekadar Dokumen, tetapi Bekal untuk Bertumbuh Bagi sebagian pelaku UMKM, menjalankan usaha sering kali dimulai dari hal sederhana: keterampilan mengolah bahan, keberanian menawarkan produk, dan keinginan membantu perekonomian keluarga. Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut tumbuh dan mulai dikenal konsumen. Namun, ketika peluang pasar semakin terbuka, pelaku usaha juga perlu memahami aspek legalitas yang sesuai dengan jenis dan karakter produk mereka. Legalitas usaha dapat membantu memberikan kejelasan identitas usaha serta menjadi salah satu bekal untuk mengakses berbagai peluang pembinaan, pemasaran, dan pengembangan bisnis. Untuk produk tertentu, persyaratan tambahan seperti sertifikasi halal, izin edar, atau pemenuhan standar keamanan pangan juga dapat diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, fasilitasi legalitas menjadi lebih dari sekadar urusan administrasi. Kegiatan ini merupakan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperoleh pemahaman mengenai tahapan yang perlu ditempuh agar usahanya dapat berkembang secara lebih tertata. Kolaborasi untuk Mendekatkan Layanan kepada Pelaku Usaha Kehadiran Pemerintah Desa Telukawur, Pemerintah Kecamatan Tahunan, dan pegiat UMKM Kecamatan Tahunan dalam kegiatan ini mencerminkan pentingnya kerja sama dalam mendukung pertumbuhan usaha masyarakat. Pelaku UMKM membutuhkan ruang untuk bertanya, memperoleh informasi, dan memahami proses pengurusan legalitas yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing usaha. Pendampingan yang mudah dijangkau dapat membantu mengurangi kebingungan serta mendorong pelaku usaha untuk lebih percaya diri dalam menata administrasi bisnisnya. Bagi desa, penguatan legalitas UMKM juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih tertib dan berdaya saing. Produk kuliner, kerajinan, serta berbagai hasil kreativitas masyarakat memiliki peluang untuk berkembang ketika didukung oleh kualitas, identitas usaha, dan pemenuhan persyaratan yang relevan. Melalui sinergi lintas unsur tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak berjalan sendiri dalam menghadapi kebutuhan administrasi dan pengembangan bisnis. Memberi Ruang bagi Perempuan Pelaku UMKM untuk Naik Kelas Dalam perspektif Dekranasda, penguatan UMKM bukan hanya berkaitan dengan produk yang dihasilkan, tetapi juga dengan kemampuan pelaku usaha membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan. Bagi perempuan yang merintis usaha dari rumah, legalitas dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kepercayaan diri dan mempersiapkan usaha menghadapi kesempatan yang lebih besar. Usaha yang semula dikelola secara sederhana memiliki peluang untuk ditata lebih profesional, tanpa kehilangan ciri khas dan kreativitas lokalnya. Perjalanan menuju UMKM yang berdaya saing memang membutuhkan proses. Legalitas perlu diikuti dengan peningkatan kualitas produk, kemasan yang sesuai, pencatatan usaha, pelayanan konsumen, dan strategi pemasaran yang tepat. Namun, setiap langkah memiliki arti. Ketika pelaku usaha mulai memahami pentingnya legalitas dan mengetahui jalur pengurusannya, terbuka kesempatan untuk membangun usaha dengan fondasi yang lebih kuat. Dari Pendopo Desa, Tumbuh Harapan Baru bagi UMKM Telukawur Pendopo Balai Desa Telukawur menjadi ruang pertemuan antara kebutuhan pelaku usaha dan upaya pemerintah mendukung pengembangan ekonomi masyarakat. Fasilitasi legalitas UMKM pada 9 Oktober 2026 ini diharapkan menjadi bagian dari perjalanan pelaku usaha untuk terus berbenah, meningkatkan profesionalitas, dan memanfaatkan peluang pengembangan yang tersedia. Sebab, di balik satu produk yang dipasarkan, ada kerja keras keluarga, keterampilan yang diwariskan atau dipelajari, serta harapan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Ketika pelaku UMKM mendapatkan pendampingan yang tepat, usaha kecil memiliki kesempatan untuk melangkah lebih mantap. Dari usaha rumahan, tumbuh bisnis yang semakin tertata. Dari produk lokal, terbuka peluang menjangkau konsumen yang lebih luas. Dari Pendopo Balai Desa Telukawur, langkah menuju UMKM yang lebih tertib dan berdaya saing terus didorong. Legalitas diperkuat, kreativitas dirawat, dan potensi lokal disiapkan untuk tumbuh lebih jauh. SMART KARTINI | DEKRANASDA Legalitas Menguatkan Usaha, Kreativitas Mengangkat Produk, UMKM Lokal Siap Naik Kelas.

Wajah-Wajah Penuh Warna di Festival Literasi, Kreativitas TP. PKK Telukawur Curi Perhatian
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Wajah-Wajah Penuh Warna di Festival Literasi, Kreativitas TP. PKK Telukawur Curi Perhatian

#Dekranasda

JEPARA, 7–9 OKTOBER 2026 — Festival literasi bukan hanya tentang buku, halaman yang dibaca, atau pengetahuan yang dibagikan. Di tengah suasana literasi yang semarak di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Jepara, kreativitas juga hadir melalui goresan warna yang mengubah wajah menjadi ruang ekspresi seni. Melalui kegiatan face painting, TP. PKK Desa Telukawur turut meramaikan Festival Literasi Perpusda Kabupaten Jepara yang berlangsung pada 7–9 Oktober 2026. Aktivitas ini menghadirkan warna dan keceriaan sekaligus memperlihatkan bahwa seni dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar yang menyenangkan. Di balik setiap goresan kuas, terdapat ketelitian, imajinasi, dan keterampilan untuk mengolah warna menjadi karya. Wajah yang semula polos dapat menjelma menjadi beragam ekspresi artistik, menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung festival. Kehadiran TP. PKK Desa Telukawur dalam kegiatan ini menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa kreativitas perempuan dapat tumbuh melalui berbagai medium, termasuk seni lukis wajah yang dekat dengan dunia anak-anak, hiburan, dan kegiatan publik. Ketika Kreativitas Menemukan Ruang untuk Tumbuh Face painting bukan sekadar aktivitas memperindah penampilan. Di dalamnya terdapat proses kreatif yang membutuhkan ide, ketelitian, keterampilan tangan, serta kepekaan dalam memadukan warna dan bentuk. Bagi perempuan yang memiliki minat pada bidang seni dan kerajinan, keterampilan seperti ini berpotensi dikembangkan menjadi aktivitas produktif. Dengan latihan, peningkatan kualitas, dan pengelolaan yang tepat, kreativitas dapat membuka peluang untuk menghadirkan layanan seni pada kegiatan sekolah, festival, perayaan keluarga, maupun berbagai acara masyarakat. Inilah salah satu nilai yang dapat diangkat dari partisipasi TP. PKK Desa Telukawur. Kreativitas tidak harus selalu dimulai dari usaha besar. Ia dapat tumbuh dari keterampilan sederhana yang diasah secara konsisten, kemudian dikembangkan menjadi karya yang memiliki nilai dan manfaat. Dekranasda dan Semangat Mengembangkan Kreativitas Perempuan Dalam perspektif pengembangan kerajinan dan ekonomi kreatif, kegiatan face painting memperlihatkan luasnya ruang berkarya bagi perempuan. Seni, keterampilan, dan kreativitas dapat menjadi pintu masuk untuk mengembangkan potensi diri sekaligus menjajaki peluang ekonomi. Semangat ini sejalan dengan upaya mendorong perempuan agar semakin percaya diri menampilkan keterampilan, memperluas pengalaman, dan mengenali potensi yang dapat dikembangkan di lingkungannya. Festival Literasi Perpusda pun menjadi pengingat bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga dapat tumbuh melalui pengalaman melihat, mencoba, berkreasi, serta menghargai karya orang lain. Ketika seni bertemu dengan ruang publik, kreativitas memperoleh kesempatan untuk dikenal lebih luas. Dari kegiatan seperti inilah ide-ide baru dapat tumbuh, jejaring dapat terbentuk, dan keterampilan perempuan berpeluang berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif daerah. Dari Goresan Warna, Tumbuh Semangat Berkarya Partisipasi TP. PKK Desa Telukawur dalam Festival Literasi Perpusda Kabupaten Jepara menjadi cerita tentang keberanian menghadirkan kreativitas di tengah masyarakat. Goresan warna pada wajah mungkin terlihat sederhana. Namun, di baliknya ada pesan bahwa setiap orang memiliki ruang untuk berkreasi dan setiap keterampilan memiliki peluang untuk dikembangkan. Bagi Dekranasda, semangat berkarya seperti ini penting untuk terus ditumbuhkan. Kreativitas yang dirawat, keterampilan yang ditingkatkan, dan kesempatan yang dimanfaatkan dapat menjadi bekal bagi perempuan untuk melangkah lebih jauh. Dari Telukawur, warna-warni face painting turut menyemarakkan festival literasi. Sebuah perjumpaan antara seni, kreativitas, dan semangat perempuan untuk terus belajar serta berkarya. Sebab, ketika perempuan berani menorehkan warna melalui kreativitasnya, yang tumbuh bukan hanya sebuah karya, tetapi juga kepercayaan diri dan peluang untuk masa depan. SMART KARTINI | DEKRANASDA Kreativitas Perempuan, Karya Bernilai, Ekonomi Kreatif Berdaya.

Kegiatan UMKM berjualan di pasar malam
Desa Geneng, Kec. Batealit

Kegiatan UMKM berjualan di pasar malam

#Dekranasda

Kegiatan UMKM berjualan di pasar malam. Diadakannya pasar malam bertujuan meningkatkan roda perputaran uang. Banyak pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi berjualan. Diantaranya ada yang berjualan pecel horok-horok, ada aneka minuman es, ada cikibul, persosisan, gorengan, cilor, cireng, getuk goreng dan lain-lain. Ada yang membuka jasa parkiran. Ada juga berbagai wahana permainan untuk dewasa dan anak-anak.

Produk UMKM Desa Sinanggul
Desa Sinanggul, Kec. Mlonggo

Produk UMKM Desa Sinanggul

#Dekranasda

UMKM Desa Sinanggul menghadirkan beragam produk unggulan lokal yang dibuat dengan kreativitas, keterampilan, dan semangat kewirausahaan masyarakat desa. Berbagai produk yang ditawarkan meliputi ada larut, stik kelor, aneka jamu tradisional, telur asin, dan berbagai produk olahan lainnya yang memiliki cita rasa khas serta berpotensi menjadi produk kebanggaan desa. Setiap produk UMKM Desa Sinanggul merupakan wujud kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan-bahan menjadi produk yang bernilai ekonomi. Mulai dari camilan yang lezat, minuman tradisional, hingga olahan pangan yang cocok untuk kebutuhan sehari-hari, semuanya menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui produk-produk unggulan ini, UMKM Desa Sinanggul berkomitmen untuk terus berkembang, memperluas pemasaran, serta memperkenalkan hasil karya masyarakat kepada khalayak yang lebih luas. Mari dukung UMKM Desa Sinanggul dengan mencintai dan membeli produk lokal! Bersama, kita turut mendorong pertumbuhan ekonomi desa, memberdayakan pelaku usaha, dan melestarikan potensi serta kearifan lokal. Deskripsi singkat masing-masing produk Ada Larut — Produk UMKM lokal Desa Sinanggul yang menjadi bagian dari ragam produk unggulan desa. Stik Kelor — Camilan renyah berbahan daun kelor yang menawarkan cita rasa khas dan cocok dinikmati saat bersantai. Aneka Jamu Tradisional — Minuman tradisional yang dibuat dari racikan bahan-bahan alami, sebagai bagian dari kekayaan kuliner dan tradisi masyarakat. Telur Asin — Olahan telur dengan cita rasa gurih dan khas, cocok dijadikan lauk pendamping makanan maupun oleh-oleh. Produk UMKM Lainnya — Beragam hasil olahan dan produk kreatif masyarakat Desa Sinanggul yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.