Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 782 Warta Dekranasda
Tingkat: Semua Tingkat
Kerupuk Sargassum sp. KUBE Seaweed Kartini Tembus Pasar Lokal, TP. PKK Telukawur Dorong Produk Pesisir Naik Kelas
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Kerupuk Sargassum sp. KUBE Seaweed Kartini Tembus Pasar Lokal, TP. PKK Telukawur Dorong Produk Pesisir Naik Kelas

#Dekranasda

TELUKAWUR, TAHUNAN – Potensi hasil laut Desa Telukawur terus dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui kreativitas dan pemberdayaan masyarakat. Pada Selasa, 15 September 2026, TP. PKK Desa Telukawur bersama KUBE Seaweed Kartini menunjukkan perkembangan positif dengan produk olahan Kerupuk Sargassum sp. yang mulai menembus pasar lokal. Capaian tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan KUBE Seaweed Kartini untuk mengembangkan potensi rumput laut dan hasil pesisir menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang penguatan usaha masyarakat. Dari Potensi Pesisir Menjadi Produk Bernilai Ekonomi Sebagai desa yang memiliki karakter wilayah pesisir, Desa Telukawur mempunyai berbagai potensi sumber daya kelautan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Salah satunya adalah rumput laut yang melalui proses inovasi dapat diolah menjadi berbagai produk pangan. Kerupuk Sargassum sp. menjadi salah satu bentuk kreativitas masyarakat dalam memberikan nilai tambah terhadap potensi pesisir. Produk tersebut menunjukkan bahwa sumber daya lokal dapat dikembangkan tidak hanya sebagai bahan mentah, tetapi juga menjadi produk olahan yang memiliki peluang pasar. KUBE Seaweed Kartini Tembus Pasar Lokal Mulainya produk Kerupuk Sargassum sp. memasuki pasar lokal menjadi perkembangan positif bagi KUBE Seaweed Kartini. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa proses pemberdayaan dan pengembangan produk secara bertahap dapat membuka akses pasar bagi kelompok masyarakat. Tembusnya pasar lokal juga menjadi motivasi untuk terus melakukan pengembangan, baik dari sisi kualitas produk, pengemasan, pemasaran maupun inovasi olahan berbasis rumput laut. Dengan semakin dikenalnya produk lokal, peluang untuk memperluas jangkauan pemasaran juga semakin terbuka. Hal ini sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat aktivitas ekonomi berbasis potensi desa. TP. PKK Telukawur Dorong Pemberdayaan Perempuan Keterlibatan TP. PKK Desa Telukawur dalam pengembangan KUBE Seaweed Kartini merupakan bagian dari upaya mendorong pemberdayaan perempuan melalui kegiatan produktif dan ekonomi kreatif. TP. PKK memiliki peran strategis dalam membangun kapasitas keluarga dan masyarakat. Pengembangan kelompok usaha seperti KUBE Seaweed Kartini dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk berkreasi, mengembangkan keterampilan, serta berkontribusi dalam penguatan ekonomi keluarga. Pendampingan dan dukungan terhadap produk lokal juga diharapkan mampu membangun kepercayaan diri pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas dan mengembangkan pasar. Sargassum sp. sebagai Identitas Potensi Pesisir Pengembangan Kerupuk Sargassum sp. memberikan perspektif baru bahwa potensi pesisir dapat diolah menjadi produk pangan kreatif yang memiliki nilai tambah. Inovasi tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas ekonomi Desa Telukawur melalui produk-produk berbasis sumber daya lokal. Ke depan, pengembangan produk perlu terus diarahkan pada peningkatan kualitas, konsistensi produksi, daya tarik kemasan, legalitas usaha, serta strategi pemasaran agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas. Dari Pasar Lokal Menuju Pasar yang Lebih Luas Masuknya Kerupuk Sargassum sp. ke pasar lokal bukanlah titik akhir, melainkan awal dari perjalanan untuk terus berkembang. Dukungan masyarakat, kolaborasi berbagai pihak, dan konsistensi kelompok menjadi modal penting untuk membawa produk lokal menuju pasar yang lebih luas. TP. PKK Desa Telukawur bersama KUBE Seaweed Kartini diharapkan terus menjaga semangat inovasi dan pemberdayaan sehingga potensi rumput laut tidak hanya menjadi kekayaan alam pesisir, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dari pesisir Telukawur lahir inovasi. Dari tangan perempuan tumbuh kreativitas. Dan dari produk lokal, kita bangun ekonomi masyarakat yang semakin mandiri dan berdaya saing.

TP. PKK Telukawur Dampingi UMKM Ceriping Mak Nah, Dorong Produk Lokal Semakin Berdaya Saing
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

TP. PKK Telukawur Dampingi UMKM Ceriping Mak Nah, Dorong Produk Lokal Semakin Berdaya Saing

#Dekranasda

TELUKAWUR, TAHUNAN – Pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha mikro terus menjadi bagian penting dalam gerak kegiatan TP. PKK Desa Telukawur. Pada Selasa, 15 September 2026, TP. PKK Desa Telukawur melaksanakan pendampingan kepada salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Telukawur, yaitu UMKM Ceriping Mak Nah. Kegiatan pendampingan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan dukungan TP. PKK terhadap keberadaan pelaku UMKM desa yang terus mengembangkan usaha berbasis potensi dan kreativitas masyarakat. Mendorong UMKM Lokal Terus Berkembang UMKM Ceriping Mak Nah menjadi salah satu bagian dari potensi ekonomi masyarakat Desa Telukawur. Produk olahan pangan yang dikembangkan oleh pelaku usaha lokal tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi gambaran kreativitas serta semangat kemandirian masyarakat dalam membangun usaha. Melalui pendampingan, TP. PKK Desa Telukawur terus mendorong agar pelaku UMKM memiliki ruang untuk berkembang, meningkatkan kualitas usaha, serta semakin percaya diri dalam memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas. PKK dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Pemberdayaan UMKM memiliki keterkaitan erat dengan salah satu semangat gerakan PKK, yakni mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga melalui penguatan potensi ekonomi masyarakat. TP. PKK Desa Telukawur memandang bahwa usaha mikro yang tumbuh dari lingkungan keluarga dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk lebih mandiri. Karena itu, pendampingan kepada UMKM tidak hanya diarahkan pada produk yang dihasilkan, tetapi juga pada tumbuhnya motivasi, kreativitas, dan keberlanjutan usaha. Dari Produk Rumahan Menuju Produk Unggulan Desa Keberadaan UMKM seperti Ceriping Mak Nah menunjukkan bahwa potensi ekonomi desa dapat tumbuh dari aktivitas sederhana yang dikelola dengan ketekunan. Ketika produk lokal mendapatkan pendampingan dan perhatian yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin produk tersebut berkembang menjadi salah satu identitas dan kebanggaan Desa Telukawur. Semangat tersebut sejalan dengan upaya mendorong produk-produk lokal agar semakin dikenal, memiliki nilai tambah, dan mampu menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat desa. Kolaborasi untuk UMKM yang Lebih Berdaya TP. PKK Desa Telukawur akan terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan para pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi keluarga. Pendampingan yang dilakukan kepada UMKM Ceriping Mak Nah menjadi salah satu langkah kecil yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi keberlanjutan usaha sekaligus menginspirasi pelaku usaha lainnya untuk terus berkarya. Dengan semangat dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat, potensi ekonomi lokal Desa Telukawur diharapkan dapat terus tumbuh melalui kreativitas, kerja keras, dan kolaborasi. Dari dapur usaha masyarakat, lahir produk lokal. Dari produk lokal, tumbuh kemandirian. Dan dari UMKM yang berdaya, kita bangun ekonomi keluarga serta Desa Telukawur yang semakin kuat.

Makan Bergizi Gratis
Desa Mayong Kidul, Kec. Mayong

Makan Bergizi Gratis

#Dekranasda

Setiap hari di sekolah anak mendapatkan MBG. Makan bersama dilakukan saat jam istirahat. Jadi tidak mengganggu kegiatan belajar anak.

Sosialisasi Pemasangan Alat Deteksi Dini EWS Gerakan Tanah
Desa Tanjung, Kec. Pakis Aji

Sosialisasi Pemasangan Alat Deteksi Dini EWS Gerakan Tanah

#Dekranasda

Kegiatan Sosialisasi Pemasangan Alat Deteksi Dini EWS Gerakan Tanah Kegiatan Sosialisasi Pemasangan Alat Deteksi Dini (Early Warning System/EWS) Gerakan Tanah dilaksanakan di Dukuh Gronggong RT. 30 RW. 04, Desa Tanjung, Kabupaten Jepara dilaksanakan pada Hari senin Tanggal 14 September Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana gerakan tanah. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai fungsi dan manfaat alat EWS Gerakan Tanah, cara kerja sistem peringatan dini, serta pentingnya mengenali tanda-tanda awal terjadinya pergerakan tanah. Sosialisasi juga membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan masyarakat apabila alat memberikan peringatan, sehingga warga dapat merespons dengan cepat dan tepat untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material. Selain sosialisasi, dilakukan pula penjelasan mengenai lokasi dan pemasangan alat EWS, mekanisme pemantauan, serta pentingnya menjaga dan merawat perangkat agar dapat berfungsi secara optimal. Masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam pemantauan lingkungan dan segera melaporkan apabila ditemukan perubahan kondisi tanah, retakan pada tanah atau bangunan, maupun tanda-tanda lain yang berpotensi mengarah pada gerakan tanah. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk masyarakat yang lebih tanggap, waspada, dan siap menghadapi potensi bencana, serta terbangun kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak terkait dalam mewujudkan lingkungan Desa Tanjung yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.

Kreatif dan Peduli Lingkungan, PKK Telukawur dan KKN XXI UNISNU Kenalkan Eco Print di SDN Telukawur
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Kreatif dan Peduli Lingkungan, PKK Telukawur dan KKN XXI UNISNU Kenalkan Eco Print di SDN Telukawur

#Dekranasda

TELUKAWUR, TAHUNAN – Semangat menanamkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan terus dikenalkan kepada generasi muda Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Pada Senin, 14 September 2026, TP. PKK Desa Telukawur bersama Kelompok KKN XXI UNISNU Jepara melaksanakan kegiatan edukasi Eco Print kepada siswa-siswi SDN Telukawur. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran kreatif bagi anak-anak untuk mengenal pemanfaatan bahan-bahan alami di sekitar sebagai bagian dari proses menghasilkan karya. Eco Print diperkenalkan bukan hanya sebagai aktivitas seni, tetapi juga sebagai salah satu bentuk pembelajaran yang mengajarkan kreativitas, pemanfaatan sumber daya alam, dan kepedulian terhadap lingkungan. Mengenalkan Kreativitas melalui Bahan Alam Eco Print merupakan teknik menghasilkan motif pada media tertentu dengan memanfaatkan bentuk, warna, dan karakter alami dari bagian tumbuhan, seperti daun dan bunga. Teknik tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi sumber inspirasi dalam menghasilkan karya yang unik. Melalui kegiatan edukasi ini, siswa diajak mengenal proses kreatif secara langsung. Pendekatan praktik membuat pembelajaran menjadi lebih menarik karena anak-anak tidak hanya memperoleh penjelasan, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam mengeksplorasi bahan dan menghasilkan karya. Belajar Kreatif Sekaligus Peduli Lingkungan Salah satu pesan penting yang dibawa melalui edukasi Eco Print adalah bagaimana memanfaatkan potensi alam secara bijak. Anak-anak diperkenalkan pada konsep kreativitas yang dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Dari bahan sederhana yang ditemukan di alam, anak-anak dapat belajar mengenai bentuk, warna, tekstur, serta proses perubahan menjadi sebuah karya seni. Pembelajaran semacam ini juga dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai bahwa kreativitas tidak selalu membutuhkan bahan yang mahal. Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber ide dan media pembelajaran yang menarik apabila dimanfaatkan secara tepat. Sinergi PKK dan KKN XXI UNISNU Jepara Kolaborasi TP. PKK Desa Telukawur dan Kelompok KKN XXI UNISNU Jepara dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung pendidikan anak. PKK melalui peran pemberdayaan masyarakat turut mengambil bagian dalam mengenalkan keterampilan dan kreativitas, sementara mahasiswa KKN berkontribusi melalui edukasi dan pendampingan kepada siswa. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih beragam bagi anak-anak sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat, satuan pendidikan, dan perguruan tinggi. Membangun Generasi Kreatif dan Berwawasan Lingkungan Pendidikan kreativitas sejak usia sekolah memiliki peran penting dalam membentuk keberanian anak untuk bereksperimen, berimajinasi, dan menghasilkan sesuatu dari gagasannya sendiri. Ketika kreativitas dipadukan dengan kepedulian lingkungan, anak juga belajar memahami pentingnya menjaga dan menghargai sumber daya alam. Edukasi Eco Print di SDN Telukawur menjadi salah satu langkah sederhana untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai inovasi pendidikan yang menyenangkan bagi anak. Dari Alam Menjadi Karya, dari Kreativitas Menjadi Karakter TP. PKK Desa Telukawur terus mendukung kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkembang, baik dalam aspek kreativitas, keterampilan, maupun kepedulian terhadap lingkungan. Melalui edukasi Eco Print, anak-anak SDN Telukawur diajak melihat lingkungan bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dan pembelajaran. Dengan pendampingan yang tepat, kreativitas tersebut dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang inovatif, peduli, dan memiliki rasa cinta terhadap lingkungan. Dari daun dan bunga lahir sebuah karya. Dari kreativitas tumbuh rasa percaya diri. Dan dari kepedulian terhadap alam, kita bangun generasi Desa Telukawur yang kreatif, peduli, dan berdaya.

Dorong UMKM Go Digital, TP. PKK Telukawur dan KKN XXI UNISNU Distribusikan QRIS
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Dorong UMKM Go Digital, TP. PKK Telukawur dan KKN XXI UNISNU Distribusikan QRIS

#Dekranasda

TELUKAWUR, TAHUNAN – Transformasi digital terus didorong untuk memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Pada Senin, 14 September 2026, TP. PKK Desa Telukawur bersama Kelompok KKN XXI UNISNU Jepara melaksanakan kegiatan distribusi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kepada pelaku UMKM sekaligus memberikan sosialisasi mengenai tata cara penggunaannya. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkenalkan sistem pembayaran digital kepada pelaku usaha di tingkat desa. Kehadiran QRIS diharapkan dapat memberikan alternatif pembayaran yang lebih praktis sekaligus membantu UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebiasaan transaksi masyarakat. Mendorong UMKM Desa Beradaptasi dengan Era Digital Digitalisasi menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang bagi pelaku UMKM. Kemudahan transaksi menjadi aspek penting dalam memberikan pelayanan kepada konsumen, terutama ketika masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai. Melalui pendistribusian QRIS, pelaku UMKM Desa Telukawur mendapatkan fasilitas untuk menerima pembayaran digital melalui satu kode QR. Hal ini diharapkan dapat memberikan pilihan transaksi yang lebih fleksibel bagi konsumen sekaligus mendukung pengelolaan usaha agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Tidak Hanya Membagikan QRIS, tetapi Juga Memberikan Edukasi Kegiatan tidak berhenti pada pendistribusian QRIS. TP. PKK Desa Telukawur bersama Kelompok KKN XXI UNISNU Jepara juga memberikan sosialisasi dan pendampingan mengenai cara mengoperasikan QRIS. Pendampingan menjadi bagian penting karena penerapan teknologi membutuhkan pemahaman dari pengguna. Pelaku UMKM diberikan penjelasan mengenai penggunaan QRIS dalam aktivitas transaksi sehingga mereka dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara lebih percaya diri dalam menjalankan usahanya. Pendekatan edukatif ini diharapkan mampu mengurangi keraguan pelaku UMKM dalam beradaptasi dengan sistem pembayaran digital dan membuka wawasan bahwa teknologi dapat menjadi bagian dari pengembangan usaha sehari-hari. Sinergi PKK dan Mahasiswa untuk Pemberdayaan UMKM Kolaborasi antara TP. PKK Desa Telukawur dan Kelompok KKN XXI UNISNU Jepara menjadi contoh sinergi antara pemerintah/kelembagaan masyarakat desa dengan dunia pendidikan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. TP. PKK memiliki kedekatan dengan pelaku usaha dan masyarakat, sedangkan mahasiswa KKN dapat berkontribusi melalui pengetahuan dan pendampingan yang mereka miliki. Kolaborasi tersebut menciptakan ruang belajar bersama sekaligus mendorong UMKM agar semakin siap menghadapi perkembangan ekonomi digital. QRIS sebagai Langkah Menuju UMKM yang Lebih Adaptif Pemanfaatan QRIS diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan dalam transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun ekosistem UMKM yang semakin modern. Pelaku usaha dapat mulai membiasakan diri dengan transaksi non-tunai sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen. Bagi UMKM Desa Telukawur, digitalisasi pembayaran merupakan salah satu langkah awal menuju pengelolaan usaha yang lebih adaptif. Ke depan, semangat digitalisasi dapat terus dikembangkan pada aspek lainnya, seperti promosi melalui media sosial, pemasaran daring, pengemasan produk, pencatatan keuangan, hingga perluasan pasar. Menuju UMKM Telukawur yang Naik Kelas Kegiatan distribusi dan sosialisasi QRIS menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM Desa Telukawur agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan kekuatan produk lokal. Digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan konsumen. TP. PKK Desa Telukawur akan terus mendukung berbagai upaya pemberdayaan ekonomi keluarga dan masyarakat. Bersama generasi muda dan berbagai mitra, digitalisasi diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk membuka peluang baru bagi UMKM desa. Dari produk lokal, menuju pasar digital. Dari transaksi sederhana, menuju UMKM yang semakin adaptif dan berdaya saing. Bersama TP. PKK dan KKN XXI UNISNU Jepara, UMKM Desa Telukawur terus bergerak menuju ekonomi desa yang lebih modern dan inklusif.