Mengajarkan anak tepuk semangat
1 agar anak lebih semangat . 2 Bu guru mengajarkan tepuk semangat . 3 melatih otot. Otot tangan agar tidak kaku.
1 agar anak lebih semangat . 2 Bu guru mengajarkan tepuk semangat . 3 melatih otot. Otot tangan agar tidak kaku.
Hari : Sabtu Tanggal : 17 Oktober 2026 Tempat : Balaidesa Kuanyar Sosialisasi penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tanaman obat bagi kesehatan. Kegiatan ini mengajak masyarakat memanfaatkan barang bekas, seperti botol plastik, kaleng, dan ember, sebagai pot tanaman. Tanaman seperti jahe, kunyit, serai, dan kencur dapat ditanam di rumah dengan perawatan yang mudah. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan keluarga sekaligus mengurangi sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau.
Kegiatan Posyandu Kencana 4 Desa Kelet dilaksanakan secara berkala sebagai wujud pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang berfokus pada pemantauan kesehatan ibu, bayi, dan balita di wilayah tersebut. Adapun rangkaian kegiatan utama yang diselenggarakan meliputi: Pendaftaran dan Validasi Data: Pendataan kehadiran balita, anak, serta ibu hamil dan menyusui oleh kader posyandu. Pengukuran Pertumbuhan (Antropometri): Penimbangan berat badan, pengukuran tinggi/panjang badan, serta lingkar kepala balita untuk mendeteksi secara dini risiko gangguan pertumbuhan (stunting). Pencatatan Buku KIA / KMS: Memasukkan hasil pemantauan ke dalam Buku KIA atau Kartu Menuju Sehat guna memantau grafik tumbuh kembang anak. Penyuluhan Kesehatan dan Gizi: Pemberian edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang, pola asuh anak, pemberian ASI eksklusif, serta stimulasi tumbuh kembang balita. Pelayanan Kesehatan Tambahan: Pemberian Vitamin A, imunisasi dasar dan lanjutan sesuai jadwal, serta distribusi makanan tambahan (PMT) bergizi bagi balita. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan tertib dan lancar berkat sinergi yang baik antara kader posyandu, tenaga kesehatan dari puskesmas setempat, serta tingginya kesadaran dan kehadiran masyarakat Desa Kelet.
pada hari sabtu 17 Oktober 2026, pemerintah desda bandungrejjo mengadakan, senam germas. Fungsi utama senam GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) adalah sebagai media aktivitas fisik terstruktur untuk menjaga kebugaran jasmani dan membudayakan pola hidup sehat di masyarakat maupun lingkungan kerja. KEgiatan tersebut dilaksanakan setiap hari sabtu jam 16.00 wib - 17.00 wib.
Pada hari Sabtu, tanggal 17 Oktober 2026, mulai pukul 19.30 WIB sampai dengan selesai, telah dilaksanakan kegiatan Lomba Fashion Show dan Lomba Menyanyi dalam rangka memperingati Hari Santri Tahun 2026 di Desa Kaligarang. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam memeriahkan peringatan Hari Santri, sekaligus menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas, bakat, dan potensi warga. Lomba Fashion Show diikuti oleh perwakilan dari setiap RT, sedangkan Lomba Menyanyi diikuti oleh perwakilan dari setiap RW. Para peserta menampilkan kemampuan dan kreativitas terbaik mereka dalam suasana yang meriah, penuh semangat, serta menjunjung tinggi kebersamaan. Dalam kegiatan tersebut, Pengurus TP PKK Desa Kaligarang turut ambil bagian dan berpartisipasi aktif untuk memeriahkan acara. Keikutsertaan Pengurus TP PKK Desa Kaligarang merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan, sekaligus wujud kebersamaan dan kepedulian dalam menyukseskan peringatan Hari Santri Tahun 2026. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terjalin hubungan silaturahmi yang semakin erat antarwarga, meningkatkan rasa persatuan dan kekompakan, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat dan kreativitas. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan menjadi salah satu bentuk kebersamaan masyarakat Desa Kaligarang dalam menyemarakkan peringatan Hari Santri Tahun 2026.
Pada pagi yang cerah ini, anak-anak TK ANANDA BETHA melaksanakan kegiatan yang sangat menyenangkan dan edukatif, yaitu mewarnai gambar rumah adat Nusantara. Tujuan dari kegiatan ini bukan hanya sekedar mewarnai gambar, tetapi yang lebih penting adalah mengenalkan kepada anak-anak kita sejak dini tentang kekayaan budaya Indonesia. Melalui kegiatan mewarnai ini, anak-anak tidak hanya belajar mengenal bentuk dan ciri khas rumah adat, tetapi juga melatih kreatifitas, konsentrasi dan motorik halus.