Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 783 Warta Dekranasda
Tingkat: Semua Tingkat
Dari Limbah Organik Menjadi Pupuk Alami, TP. PKK Telukawur Perkuat Gerakan Ketahanan Pangan Desa
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Dari Limbah Organik Menjadi Pupuk Alami, TP. PKK Telukawur Perkuat Gerakan Ketahanan Pangan Desa

#Dekranasda

TELUKAWUR, TAHUNAN – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan terus dilakukan melalui pemanfaatan potensi yang ada di sekitar masyarakat. Pada Kamis, 17 September 2026, TP. PKK Desa Telukawur bersinergi dalam kegiatan bidang ketahanan pangan melalui proses pembuatan pupuk kandang yang dimanfaatkan sebagai pupuk alami. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung kegiatan pertanian dan budidaya tanaman. Pupuk kandang yang berasal dari bahan organik dapat diolah dan dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna bagi tanaman sekaligus mendukung praktik pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Mengolah Potensi Lokal Menjadi Pupuk Alami Dalam prosesnya, bahan organik berupa kotoran ternak dikumpulkan dan diolah melalui proses pengomposan hingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami. Pengolahan tersebut membutuhkan proses dan penanganan yang tepat agar bahan organik dapat terurai dengan baik sebelum digunakan pada tanaman. Bagi TP. PKK Desa Telukawur, kegiatan ini tidak sekadar berkaitan dengan pembuatan pupuk, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar. Pemanfaatan pupuk kandang juga dapat menjadi alternatif dalam mendukung kebutuhan pemupukan tanaman. Dengan mengoptimalkan bahan organik yang tersedia, masyarakat didorong untuk lebih mengenal pola pemanfaatan sumber daya yang dapat dilakukan secara sederhana dan berkelanjutan. Sinergi PKK dan Ketahanan Pangan Keterlibatan TP. PKK dalam kegiatan ketahanan pangan menjadi bagian dari peran pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mendorong keluarga agar mampu memanfaatkan sumber daya yang dimiliki secara produktif. Ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan bahan pangan, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana masyarakat mampu membangun sistem pendukung dari hulu hingga hilir. Salah satunya melalui pemanfaatan pupuk alami untuk membantu mendukung pertumbuhan tanaman yang menjadi bagian dari aktivitas pangan masyarakat. Melalui sinergi tersebut, TP. PKK Desa Telukawur terus mendorong agar kegiatan ketahanan pangan dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan semangat gotong royong, pemanfaatan potensi lokal, serta kepedulian terhadap lingkungan. Dari Kandang, Kembali ke Tanah Pemanfaatan pupuk kandang menjadi contoh sederhana bagaimana sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diolah kembali menjadi bahan yang bermanfaat. Konsep tersebut sejalan dengan semangat ekonomi sirkular, yaitu mengupayakan agar sumber daya dapat dimanfaatkan kembali sehingga tidak langsung menjadi limbah. Kegiatan ini juga memberikan pesan penting bahwa ketahanan pangan dapat dibangun mulai dari lingkungan keluarga dan desa. Dengan memanfaatkan bahan organik yang tersedia, masyarakat dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih produktif sekaligus mendukung kegiatan budidaya tanaman. TP. PKK Desa Telukawur berkomitmen untuk terus bersinergi dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, termasuk bidang ketahanan pangan dan lingkungan. Semangat tersebut diharapkan dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif yang dilakukan secara bersama-sama. Dari potensi lokal, lahir manfaat. Dari kepedulian terhadap lingkungan, tumbuh ketahanan pangan. Bersama TP. PKK Desa Telukawur, masyarakat bergerak membangun desa yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Peyek Mak Nah Terus Bertumbuh, TP. PKK Telukawur Dorong UMKM Lokal Semakin Berdaya Saing
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Peyek Mak Nah Terus Bertumbuh, TP. PKK Telukawur Dorong UMKM Lokal Semakin Berdaya Saing

#Dekranasda

TELUKAWUR, TAHUNAN – Komitmen dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat terus dilakukan oleh TP. PKK Desa Telukawur. Pada Kamis, 17 September 2026, TP. PKK Desa Telukawur melaksanakan pendampingan terhadap salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, yaitu UMKM Peyek Mak Nah. Kegiatan pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya TP. PKK Desa Telukawur dalam memberikan perhatian terhadap perkembangan usaha masyarakat sekaligus mendorong agar potensi ekonomi keluarga dapat terus tumbuh dan berkembang berbasis sumber daya lokal. Peyek Mak Nah merupakan salah satu produk kuliner yang hadir dari kreativitas dan keterampilan masyarakat Desa Telukawur. Keberadaan UMKM seperti ini tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Dalam kegiatan tersebut, TP. PKK Desa Telukawur turut memberikan dukungan dan motivasi kepada pelaku UMKM agar terus menjaga kualitas produk, mengembangkan kreativitas, serta memperhatikan aspek pengelolaan usaha. Pendampingan secara berkelanjutan menjadi salah satu langkah penting agar pelaku UMKM semakin percaya diri dalam mengembangkan usahanya. UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Keluarga Bagi TP. PKK, pengembangan UMKM memiliki keterkaitan erat dengan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Usaha rumahan yang dikelola secara konsisten dapat menjadi ruang produktif bagi masyarakat sekaligus membuka peluang berkembangnya ekonomi keluarga. Pendampingan terhadap UMKM juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi antara TP. PKK dengan pelaku usaha. Melalui interaksi langsung, berbagai kebutuhan, tantangan, dan peluang pengembangan usaha dapat lebih mudah dikenali sehingga pemberdayaan dapat diarahkan sesuai dengan kondisi masyarakat. TP. PKK Desa Telukawur terus mendorong semangat masyarakat untuk mengembangkan produk lokal dengan tetap mempertahankan kualitas dan karakter khas desa. Produk-produk kuliner masyarakat diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumen di lingkungan sekitar, tetapi secara bertahap memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dari Dapur Keluarga, Tumbuh Produk Unggulan Desa Kehadiran UMKM Peyek Mak Nah menjadi gambaran bahwa potensi ekonomi desa dapat tumbuh dari keterampilan sederhana yang ditekuni secara konsisten. Dari lingkungan keluarga, sebuah produk dapat berkembang menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari identitas produk lokal Desa Telukawur. Melalui pendampingan dan sinergi antara TP. PKK, pelaku UMKM, pemerintah desa, serta berbagai pihak terkait, pengembangan usaha masyarakat diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan. TP. PKK Desa Telukawur akan terus hadir untuk mendorong masyarakat agar semakin kreatif, produktif, dan mandiri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Karena ketika produk lokal tumbuh, ekonomi keluarga bergerak; ketika UMKM berkembang, potensi desa semakin dikenal. Dari Desa Telukawur, karya masyarakat terus tumbuh dan bergerak menuju pasar yang lebih luas.

Arem-Arem Mak Kaji Naik Kelas, Kuliner Lokal Telukawur Tumbuh Menjadi Potensi UMKM Desa
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Arem-Arem Mak Kaji Naik Kelas, Kuliner Lokal Telukawur Tumbuh Menjadi Potensi UMKM Desa

#Dekranasda

TELUKAWUR, TAHUNAN – Kekayaan kuliner lokal menjadi salah satu potensi yang terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Telukawur. Pada Kamis, 17 September 2026, keberadaan UMKM Arem-Arem Mak Kaji menjadi salah satu gambaran bagaimana produk pangan lokal dapat dikembangkan menjadi bagian dari potensi ekonomi masyarakat desa. Arem-arem yang selama ini dikenal sebagai makanan tradisional dengan cita rasa khas menjadi produk yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Melalui ketekunan pelaku usaha, kreativitas, dan dukungan terhadap UMKM lokal, produk sederhana dari lingkungan masyarakat dapat memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi. Dari Kuliner Tradisional Menuju UMKM yang Berdaya Arem-arem Mak Kaji hadir membawa kekayaan kuliner yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Produk makanan tradisional seperti arem-arem memiliki keunggulan tersendiri karena tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga membawa nilai budaya dan kebiasaan kuliner masyarakat yang telah berkembang dari generasi ke generasi. Pengembangan UMKM kuliner menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk mengubah keterampilan rumah tangga menjadi aktivitas ekonomi produktif. Ketekunan dalam menjaga kualitas produk menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan konsumen sekaligus memperluas peluang pemasaran. “Naik Kelas” melalui Kreativitas dan Konsistensi Istilah naik kelas bagi UMKM tidak semata-mata berkaitan dengan bertambahnya penjualan, tetapi juga menyangkut proses membangun usaha secara lebih tertata, menjaga kualitas, meningkatkan kemasan, memperluas pemasaran, serta membangun identitas produk. Arem-Arem Mak Kaji menjadi bagian dari semangat tersebut. Produk lokal memiliki kesempatan untuk berkembang ketika pelaku usaha mampu mempertahankan kualitas sekaligus terbuka terhadap inovasi sesuai kebutuhan konsumen. Dengan proses yang konsisten, kuliner tradisional dapat tetap memiliki tempat di tengah perkembangan pilihan makanan yang semakin beragam. UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Keluarga Pengembangan UMKM memiliki keterkaitan erat dengan pemberdayaan keluarga. Usaha kuliner yang tumbuh dari lingkungan rumah tangga dapat menjadi sumber kegiatan ekonomi produktif sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan kemandirian. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, keberadaan UMKM seperti Arem-Arem Mak Kaji menunjukkan bahwa potensi ekonomi desa dapat tumbuh dari kreativitas masyarakat sendiri. Semangat inilah yang terus didorong melalui gerakan pemberdayaan keluarga, agar masyarakat memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi aktivitas ekonomi yang bernilai. Menjaga Kuliner Lokal, Menguatkan Identitas Desa Kuliner tradisional bukan sekadar produk makanan. Di dalamnya terdapat cerita, keterampilan, tradisi, dan identitas masyarakat. Ketika produk lokal dikembangkan menjadi UMKM, secara tidak langsung masyarakat turut menjaga keberadaan kuliner tradisional agar tetap dikenal dan memiliki ruang di tengah perkembangan zaman. Arem-Arem Mak Kaji dapat menjadi salah satu bagian dari kekayaan kuliner Desa Telukawur yang terus dikembangkan. Dengan dukungan lingkungan dan semangat pelaku usaha, produk lokal berpeluang menjadi salah satu produk yang memperkuat identitas ekonomi masyarakat desa. Dari Produk Rumahan untuk Masa Depan yang Lebih Luas Perjalanan sebuah UMKM tidak selalu dimulai dari skala besar. Banyak usaha tumbuh dari dapur rumah, keterampilan sederhana, dan keberanian untuk memulai. Dari proses tersebut, usaha kemudian berkembang melalui pengalaman, inovasi, dan konsistensi. Semangat Arem-Arem Mak Kaji naik kelas menjadi inspirasi bahwa potensi lokal layak untuk terus dikembangkan. Dengan kolaborasi, pendampingan, kreativitas, dan dukungan masyarakat, UMKM Desa Telukawur diharapkan semakin mampu memberikan kontribusi bagi penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat. Dari dapur masyarakat lahir cita rasa, dari keterampilan tumbuh usaha, dan dari UMKM lokal tumbuh kemandirian ekonomi Desa Telukawur.

Warung PKK Desa Tahunan Hadirkan Nasi Bakar Ayam Suwir Kemangi
Desa Tahunan, Kec. Tahunan

Warung PKK Desa Tahunan Hadirkan Nasi Bakar Ayam Suwir Kemangi

#Dekranasda

Tahunan, 16 September 2026 — Warung PKK Desa Tahunan kembali menghadirkan pilihan kuliner khas untuk masyarakat Desa Tahunan. Pada Rabu, 16 September 2026, salah satu menu yang tersedia adalah Nasi Bakar Isi Ayam Suwir Kemangi, sajian praktis dengan cita rasa gurih, harum, dan menggugah selera. Nasi bakar ini dibuat dari nasi putih yang dipadukan dengan ayam suwir berbumbu dan daun kemangi. Isian ayam diolah dengan bumbu rempah hingga meresap, kemudian dipadukan dengan kemangi yang memberikan aroma khas. Selanjutnya, nasi dan isian ayam dibungkus menggunakan daun pisang lalu dibakar hingga daun pisang mengeluarkan aroma harum dan bumbu semakin menyatu. Proses pembakaran dengan bungkus daun pisang menjadi salah satu daya tarik nasi bakar. Aroma khas daun pisang yang terkena panas berpadu dengan nasi dan ayam suwir, menghasilkan sajian yang nikmat disantap untuk sarapan maupun makan siang. Nasi Bakar Ayam Suwir Kemangi ini menjadi salah satu pilihan menu yang cocok bagi masyarakat yang ingin menikmati makanan rumahan dengan penyajian praktis. Selain nasi bakar, Warung PKK Desa Tahunan juga menyediakan beragam pilihan makanan dan minuman. Warung PKK Desa Tahunan merupakan wadah kuliner UMKM Desa Tahunan yang menyediakan nasi bungkus, lauk pauk, aneka snack dan camilan, minuman, bubur, hingga berbagai bahan makanan mentah. Warung PKK buka setiap Senin sampai Sabtu, mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, sedangkan hari Ahad tutup. Lokasinya berada di Taman Komplek Balaidesa Tahunan, depan Gedung PKD Tahunan. Melalui Warung PKK, TP PKK Desa Tahunan turut mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi produk kuliner dan UMKM lokal untuk dikenal dan dinikmati oleh masyarakat.

KETERAMPILAN MEMBUAT MAKANAN RINGAN DARI BAHAN KETAN (RENGGINANG)
Desa Kedungcino, Kec. Jepara

KETERAMPILAN MEMBUAT MAKANAN RINGAN DARI BAHAN KETAN (RENGGINANG)

#Dekranasda

Pokja 3 TP PKK Desa Kedungcino sukses menyelenggarakan Pelatihan Keterampilan Membuat Makanan Ringan Berbahan Dasar Beras Ketan (Rengginang) pada hari Rabu, 16 September 2026. Bertempat di Pendopo Balai Desa Kedungcino, kegiatan pemberdayaan ini menghadirkan Ibu Sulasih sebagai narasumber ahli yang membagikan teknik pembuatan rengginang berkualitas dan bernilai jual. Melalui pelatihan intensif ini, para ibu PKK diharapkan tidak hanya mendapatkan keahlian kuliner baru, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai peluang usaha rumahan untuk menambah penghasilan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara mandiri.