Sosialisasi penyakit TBC oleh Pokja 4.
Sosialisasi bahaya penyakit TBC. Cara mencegah dan mengatasi penyakit TBC. Sosialisasi kepada seluruh anggota pkk desa.
Sosialisasi bahaya penyakit TBC. Cara mencegah dan mengatasi penyakit TBC. Sosialisasi kepada seluruh anggota pkk desa.
Kegiatan sosialisasi stunting ini digagas oleh pokja 4 TP. PKK Desa Tigajuru. Sosialisasi stunting di PKK desa adalah kegiatan penyuluhan penting untuk meningkatkan pemahaman kader dan warga mengenai pencegahan gizi buruk kronis, pemenuhan gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan penguatan peran dasawisma. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kader PKK dan Kader kesehatan dapat berperan aktif dalam program pengentasan stunting didesa. Peran PKK dan Kader Kesehatan Desa antara lain : 1. Penggerak Posyandu: Mengajak ibu-ibu rutin memantau tumbuh kembang anak di Posyandu 2.=Kunjungan Dasawisma: Melakukan pendataan dan penyuluhan langsung ke rumah warga. 3. Pelatihan Pengolahan Pangan: Memberikan contoh menu sehat dan ekonomis berbahan lokal untuk balita
Sosialisasi Pemilahan Sampah. Di PKK RW 04. Oleh Pokja III : Ibu Titik Suryanti
Pada hari Kamis, tanggal 4 Juni 2026, Ibu Ketua TP PKK Desa bersama pengurus harian TP PKK Desa memenuhi undangan dari PKK RT yang berada di RW 8 Dukuh Grobogan, Desa Kecapi. Kehadiran Ketua TP PKK Desa dan jajaran pengurus merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh PKK di tingkat RT. Kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara. Selanjutnya, dilakukan pembacaan doa agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta yang hadir. Setelah itu, Ketua PKK RT menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua TP PKK Desa beserta seluruh pengurus harian yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Desa menyampaikan apresiasi kepada PKK RT RW 8 Dukuh Grobogan yang telah aktif menyelenggarakan kegiatan pembinaan bagi masyarakat. Beliau berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap berbagai isu kesehatan. Selain itu, beliau juga mengajak seluruh kader PKK untuk terus memperkuat peran dalam mendukung program-program pemerintah di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga. Agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penyampaian materi sosialisasi mengenai penyakit tidak menular, khususnya Diabetes Melitus, yang disampaikan oleh Pokja IV TP PKK Desa. Materi diawali dengan penjelasan mengenai pengertian Diabetes Melitus sebagai salah satu penyakit tidak menular yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah akibat gangguan produksi insulin atau terganggunya fungsi insulin dalam tubuh. Peserta diberikan pemahaman mengenai faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang mengalami Diabetes Melitus. Faktor-faktor tersebut antara lain pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, kelebihan berat badan, kebiasaan merokok, faktor keturunan, serta bertambahnya usia. Selain itu, dijelaskan pula bahwa perubahan gaya hidup yang kurang sehat menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah penderita Diabetes Melitus di masyarakat. Dalam sosialisasi tersebut juga disampaikan berbagai gejala yang perlu diwaspadai, seperti sering merasa haus, sering buang air kecil, mudah lapar, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, mudah lelah, luka yang sulit sembuh, serta pandangan yang mulai kabur. Peserta diimbau agar segera melakukan pemeriksaan kesehatan apabila mengalami gejala-gejala tersebut sehingga dapat memperoleh penanganan sejak dini. Pokja IV TP PKK Desa juga menjelaskan pentingnya upaya pencegahan Diabetes Melitus melalui penerapan pola hidup sehat. Masyarakat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, mengurangi makanan dan minuman yang mengandung gula berlebih, rutin berolahraga minimal tiga puluh menit setiap hari, menjaga berat badan ideal, menghindari kebiasaan merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Selain penyampaian materi, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab. Para peserta tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penyebab, pencegahan, pengobatan, serta cara mengendalikan kadar gula darah bagi penderita Diabetes Melitus. Seluruh pertanyaan dijawab dengan jelas sehingga peserta memperoleh tambahan wawasan yang bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh kader PKK dan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat disampaikan kembali kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar sehingga upaya pencegahan penyakit tidak menular dapat dilakukan secara bersama-sama. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, diharapkan angka kejadian Diabetes Melitus dapat ditekan dan kualitas kesehatan masyarakat Desa Kecapi semakin meningkat. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan penyampaian kesimpulan materi, ucapan terima kasih kepada seluruh peserta atas partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung, serta harapan agar sinergi antara TP PKK Desa, PKK RT, dan masyarakat terus terjalin dengan baik. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar, tertib, penuh keakraban, dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta yang hadir.
Kerukunan merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. Melalui komunikasi yang baik dan silaturahmi yang terus terjalin, berbagai elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga persatuan serta menciptakan lingkungan yang saling menghormati dalam keberagaman. Semangat tersebut tercermin dalam silaturahmi Camat Mlonggo, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Mlonggo, dan Kapolsek Mlonggo ke Ketua MWC NU Kecamatan Mlonggo, pada hari Kamis, 4 Juni 2026. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan dengan membahas pentingnya menjaga kerukunan umat Islam sekaligus memperkuat hubungan lintas agama di Kecamatan Mlonggo. Selain itu, pertemuan ini juga menjadi langkah awal untuk merencanakan penyelenggaraan forum atau kegiatan lintas agama sebagai ruang dialog, silaturahmi, dan penguatan nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan kehidupan yang rukun dan saling menghargai. Komunikasi yang terus terbangun diharapkan mampu memperkuat persaudaraan, mencegah potensi konflik, serta menghadirkan suasana yang kondusif bagi pembangunan daerah. Semoga ikhtiar bersama ini menjadi awal yang baik untuk semakin mempererat persatuan, memperkuat kerukunan antarumat beragama, dan mewujudkan Kecamatan Mlonggo sebagai wilayah yang damai, harmonis, serta penuh semangat kebersamaan.
TP PKK Desa Rajekwesi melaksanakan Rapat Koordinasi Pembahasan Program Kerja pada Kamis, 4 Juni 2026, bertempat di Balai Desa Rajekwesi. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus TP PKK Desa Rajekwesi sebagai upaya memperkuat koordinasi dan menyusun arah program kerja yang selaras dengan visi dan misi gerakan PKK. Rapat koordinasi ini membahas berbagai rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh masing-masing Pokja, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan. Setiap Pokja menyampaikan usulan kegiatan, prioritas program, serta kebutuhan yang diperlukan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui forum koordinasi ini diharapkan tercipta sinergi antarbidang dalam menyusun program kerja yang terencana, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Rajekwesi. Hasil pembahasan rapat menjadi dasar dalam penyusunan program kerja TP PKK yang lebih terarah serta mendukung terwujudnya keluarga yang berdaya, sehat, sejahtera, dan mandiri melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.