Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 3330 Warta PKK
Tingkat: Semua Tingkat
Hari Kartini
Desa Paren, Kec. Mayong

Hari Kartini

#PKK

Mengikuti Upacara tanggal 21 April 2026 Hari Kartini di halaman pendopo kecamatan Mayong. Mewakili TP PKK Desa PAREN juga banyak yang Hadir dari Fatayat NU ,ibu ibu Muslimat,IPEMI. Menyanyikan lagu kebangsaan, lagu Ibu kita Kartini. Petugas upacara Pembacaan perjalanan juga perjuangan hidup Kartini.sampai bergelar Pahlawan Wanita. Selesai Upacara hari Kartini peserta upacara juga petugas upacara istirahat dan makan bersama.

Kerja bakti
Desa Plajan, Kec. Pakis Aji

Kerja bakti

#PKK

Pada 2 Juli 2026, telah dilaksanakan kegiatan kerja bakti sepanjang jalan di Desa Plajan yang dipimpin oleh Ibu Ketua TP PKK Desa Plajan, Hj. Sukarti, S.Pd. Kegiatan ini melibatkan pengurus TP PKK, kader, serta masyarakat sebagai wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Kerja bakti difokuskan pada pembersihan bahu jalan, saluran drainase, pemotongan rumput liar, serta pengumpulan sampah di sepanjang ruas jalan desa. Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan indah, sekaligus mencegah terjadinya penyumbatan saluran air yang dapat menyebabkan genangan. Melalui kegiatan kerja bakti ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan antarwarga serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.

Kerja bhakti
Desa Plajan, Kec. Pakis Aji

Kerja bhakti

#PKK

Pada 2 Juli 2026, masyarakat Desa Plajan melaksanakan erja bakti pengecoran jalan berlubang dengan memanfaatkan dana swadaya masyarakat. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan partisipasi aktif warga dalam meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan demi terciptanya akses jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna. Pelaksanaan pengecoran dilakukan secara gotong royong oleh warga, mulai dari persiapan material, pencampuran adonan beton, hingga proses pengecoran jalan. Semangat kebersamaan dan kekompakan masyarakat menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini, sekaligus mencerminkan tingginya rasa memiliki terhadap fasilitas umum di lingkungan desa. Melalui kegiatan kerja bakti ini diharapkan kondisi jalan menjadi lebih baik, memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memperkuat budaya gotong royong sebagai nilai luhur yang terus dijaga oleh masyarakat Desa Plajan.

Pelatihan Kader PKK Tentang MUA
Desa Bungu, Kec. Mayong

Pelatihan Kader PKK Tentang MUA

#PKK

Pelatihan MUA Make Up artis bagi Kader Pokja 2 di Aula 1 Diskopukmnakertrans kabupaten Jepara tujuan utama pelatihan MUA ini adalah untuk memperkaya pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan kompetensi peserta di bidang tata kecantikan. Selama pelatihan, para peserta dibimbing langsung oleh instruktur profesional yang telah bersertifikat di bidangnya. Materi yang diajarkan meliputi teknik merias wajah sehari-hari, komunikasi dengan pelanggan,serta penanganan kondisi kulit tertentu seperti bekas jerawat dan kerutan.

Sosialisasi PAAREDI
Desa Plajan, Kec. Pakis Aji

Sosialisasi PAAREDI

#PKK

Pada 2 Juli 2026, perwakilan Pokja I Kecamatan dan Desa mengikuti Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI)** yang diselenggarakan di Pendopo R.A. Kartini Kabupaten Jepara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader PKK dalam mendampingi keluarga menghadapi tantangan pengasuhan anak dan remaja di era digital. Materi sosialisasi menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun komunikasi yang efektif, memberikan pendampingan terhadap penggunaan teknologi digital secara bijaksana, serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan mengenai strategi pencegahan berbagai dampak negatif penggunaan media digital melalui penguatan fungsi keluarga. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh serta menyebarluaskan informasi kepada masyarakat di wilayah masing-masing, sehingga program PAAREDI dapat mendukung terwujudnya keluarga yang harmonis, tangguh, dan mampu menghadapi perkembangan zaman secara positif.

Sosialisasi Kenali Tanda Bahaya Perkembangan Anak di Era Gadget
Desa Dorang, Kec. Nalumsari

Sosialisasi Kenali Tanda Bahaya Perkembangan Anak di Era Gadget

#PKK

Selamat pagi/siang Bapak, Ibu, dan seluruh kader kesehatan yang hadir.Hari ini, gawai atau gadget telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak kita. Gadget memang menawarkan hiburan dan media pembelajaran yang interaktif. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol dan berlebihan menyimpan risiko besar terhadap tumbuh kembang anak. Sebagai orang tua, kita harus waspada dan tidak boleh lengah. Kita perlu mengenali batas aman dan mendeteksi secara dini tanda-tanda bahaya pada perkembangan buah hati kita. Berdasarkan panduan kesehatan anak, berikut adalah batasan waktu menatap layar (screen time) yang ideal:Usia di bawah 18 bulan: Sama sekali tidak boleh terpapar gawai, kecuali untuk panggilan video singkat bersama keluarga.Usia 18–24 bulan: Mulai diperbolehkan dengan durasi sangat terbatas, wajib didampingi orang tua, dan hanya untuk program edukatif berkualitas.Usia 2–5 tahun: Maksimal 1 jam per hari. Tayangan harus berkualitas tinggi dan wajib didampingi orang tua untuk membantu anak memahami apa yang mereka lihat.Usia 6 tahun ke atas: Batasi waktu secara konsisten agar tidak mengganggu waktu tidur, aktivitas fisik, dan interaksi sosial. Paparan gawai yang berlebihan berpotensi menghambat perkembangan anak. Segera konsultasikan ke dokter spesialis anak atau psikolog jika anak menunjukkan tanda-tanda bahaya berikut:Gangguan Bicara dan Bahasa (Speech Delay): Anak tidak merespons saat namanya dipanggil, minim kontak mata, atau belum bisa mengucapkan kata bermakna sesuai usianya.Gangguan Motorik dan Fisik: Anak malas bergerak, mengalami obesitas, sering mengeluhkan mata lelah, atau mengalami gangguan tidur (insomnia/sering terbangun).Gangguan Emosi dan Perilaku: Anak menjadi sangat agresif, mengalami amukan hebat (tantrum) saat gawai diambil, cemas, atau menarik diri dari lingkungan.Gangguan Interaksi Sosial: Anak tidak tertarik bermain dengan teman sebaya, tidak peduli dengan lingkungan sekitar, dan asyik dengan dunianya sendiri.Penurunan Fokus dan Kognitif: Anak sulit berkonsentrasi pada tugas sederhana, konsentrasi cepat buyar, dan kemampuan belajarnya menurun. Kita tidak bisa sepenuhnya menjauhkan anak dari teknologi, namun kita bisa mengendalikannya melalui langkah-langkah berikut:Buat Aturan yang Jelas: Tetapkan area bebas gawai di rumah, misalnya di meja makan dan di dalam kamar tidur.Jadilah Teladan (Role Model): Kurangi penggunaan gawai di depan anak; anak adalah peniru ulung dari apa yang dilakukan orang tuanya.Perbanyak Aktivitas Alternatif: Alihkan perhatian anak dengan mengajak mereka bermain di luar ruangan, membaca buku bersama, atau melakukan permainan sensorik.Terapkan Pendampingan Aktif: Jangan gunakan gawai sebagai pengasuh elektronik (digital babysitter). Selalu ajak anak mengobrol tentang apa yang mereka lihat di layar. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Deteksi dini adalah kunci utama untuk menyelamatkan masa depan anak-anak kita. Mari kita lebih bijak, lebih tegas, dan lebih hadir secara utuh dalam setiap proses tumbuh kembang mereka. Gadget adalah alat bantu, bukan pengganti kehadiran orang tua.Terima kasih atas perhatian Anda. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh di era digital ini.