Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 6161 Warta PKK
Tingkat: Semua Tingkat
SOSIALISASI CAPING PKK DI MEDIA SOSIAL
Desa Sekuro, Kec. Mlonggo

SOSIALISASI CAPING PKK DI MEDIA SOSIAL

#PKK

1. Pendahuluan: Latar belakang singkat mengapa PKK Desa Sekuro mengadakan sosialisasi Caping ini (buat pembuka yang hangat, menarik perhatian warga, dan relevan dengan kehidupan di desa). 2. Tujuan: Penjelasan jelas mengenai apa yang ingin dicapai oleh PKK Desa Sekuro melalui program sosialisasi Caping ini. 3. Manfaat: Poin-poin keuntungan atau dampak positif yang akan didapatkan oleh warga (khususnya ibu-ibu atau kader PKK) setelah mengikuti program ini. Ketentuan Gaya Bahasa & Format: • Gaya bahasa ramah, persuasif, kekeluargaan, dan mudah dipahami oleh warga desa (lintas usia). • Gunakan bullet points (poin-poin) pada bagian manfaat agar mudah dibaca sekilas (scannable). • Sertakan rekomendasi emoji yang relevan di setiap platform dan 8 hashtag populer, termasuk #DesaSekuro."

Rakor PKK tingkat Kecamatan Kembang
Desa Balong, Kec. Kembang

Rakor PKK tingkat Kecamatan Kembang

#PKK

Pada hari Senin, 12 Oktober 2026. TP PKK Desa Balong mengikuti rakor PKK dipendopo kecamatan kembang. Dihadiri oleh TP PKK Desa, Sekretaris, pokja 4. Dan materi dari bu dokter Dara mengenai penyakit kanker serviks dan payudara.

Rakor pertemuan Pkk Kecamatan
Desa Dermolo, Kec. Kembang

Rakor pertemuan Pkk Kecamatan

#PKK

Pertemuan Rakor Pkk Kecamatan.Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua TP Pkk Kecamatan. Menyampaikan Untuk persiapan adminstrasi evaluasi akhir,khususnya desa binaan,yang akan dikunjungi TP Pkk Kabupaten. *Sosialisasi Penyakit menular yang disampaikan uleh Dr.Dara.

Kegiatan Pengurus TP.PKK Desa Kancilan
Desa Kancilan, Kec. Kembang

Kegiatan Pengurus TP.PKK Desa Kancilan

#PKK

Kegiatan di pendopo kecamatan kembang bersama Pengurus PKK se Kecamatan Kembang dengan pembahasan ; Sosialisasi kanker serviks adalah kegiatan penyuluhan, edukasi, dan penyebaran informasi kepada masyarakat—khususnya perempuan—mengenai apa itu kanker serviks, faktor penyebab, cara pencegahan, serta pentingnya deteksi dini Tujuan Utama Sosialisasi • Meningkatkan Kesadaran: Memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kanker serviks adalah penyakit berbahaya, tetapi dapat dicegah dan disembuhkan jika ditemukan lebih awal. • Mendorong Deteksi Dini: Mengajak perempuan usia subur atau yang sudah aktif secara seksual untuk melakukan pemeriksaan rutin, seperti tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), Pap smear, atau tes DNA HPV. • Edukasi Vaksinasi HPV: Memahamkan pentingnya pemberian vaksin HPV sejak dini untuk melindungi tubuh dari infeksi virus Human Papillomavirus (penyebab utama kanker serviks). • Mengurangi Angka Kematian: Menekan angka keterlambatan penanganan medis, mengingat banyak kasus baru yang baru terdeteksi pada stadium lanjut. Kanker leher rahim (serviks) adalah pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali pada bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina. Di Indonesia, penyakit ini merupakan salah satu jenis kanker paling umum dan penyebab kematian tinggi pada wanita. Faktor Risiko • Aktivitas Seksual Dini: Memulai hubungan seksual pada usia sangat muda. • Berganti-ganti Pasangan: Memiliki banyak pasangan seksual atau berhubungan dengan seseorang yang berisiko tinggi. • Kebiasaan Merokok: Zat kimia dari rokok dapat merusak DNA sel leher rahim dan menurunkan kekebalan tubuh. • Riwayat Keluarga: Memiliki anggota keluarga dekat yang pernah mengidap kanker serviks. • Sistem Kekebalan Tubuh Lemah: Kondisi tubuh yang sulit melawan infeksi kronis. Penyebab Utama • Infeksi Virus HPV (Human Papillomavirus): Lebih dari 95% kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV jangka panjang, terutama tipe 16 dan 18. Virus ini umumnya ditularkan melalui kontak seksual.

Rakor PKK kec.Kembang
Desa Pendem, Kec. Kembang

Rakor PKK kec.Kembang

#PKK

Sosialisasi pemberdayaan kader. Sosialisasi dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Untuk kesehatam masyarakat.

Kegiatan TP. PKK Desa Kancilan
Desa Kancilan, Kec. Kembang

Kegiatan TP. PKK Desa Kancilan

#PKK

RAKOR "Pemberdayaan kader dalam rangka pencegahan dan pengendalianpenyakit Hepatitis" Pencegahan dan pengobatan hepatitis disesuaikan dengan jenis dan penyebab peradangan hati tersebut. Cara Pencegahan Hepatitis • Vaksinasi: Melakukan vaksinasi hepatitis (terutama untuk Hepatitis A dan Hepatitis B) guna membentuk kekebalan tubuh. • Menjaga kebersihan diri: Rutin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun, khususnya sebelum makan dan setelah dari toilet. • Kebersihan makanan dan minuman: Memastikan makanan dimasak hingga benar-benar matang dan mengonsumsi air yang higienis. • Praktik seks aman: Menggunakan alat pengaman (kondom) dan menghindari berganti-ganti pasangan seksual. • Tidak berbagi barang pribadi: Menghindari penggunaan bersama alat cukur, sikat gigi, pemotong kuku, atau jarum suntik. • Membatasi alkohol: Mengurangi atau menghentikan konsumsi minuman beralkohol yang dapat merusak sel hati Cara Pengobatan Hepatitis Pengobatan hepatitis bergantung pada apakah kondisi tersebut bersifat akut (kurang dari 6 bulan) atau kronis (lebih dari 6 bulan), serta jenis penyebabnya. • Hepatitis A dan E (Akut): Umumnya bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya (self-limiting disease) tanpa pengobatan khusus. Fokus pengobatannya adalah istirahat cukup, menjaga asupan cairan, serta pemberian obat suportif untuk meredakan gejala (seperti mual, demam, atau nyeri perut). • Hepatitis B dan C (Kronis): Memerlukan pemantauan medis dan pengobatan khusus menggunakan obat antivirus (seperti entecavir, tenofovir, atau ribavirin) untuk menekan pertumbuhan virus dan mencegah kerusakan hati lebih lanjut. Dokter juga dapat meresepkan terapi interferon • Hepatitis Autoimun: Diobati dengan obat imunosupresan (seperti kortikosteroid/prednison) untuk meredam sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel hati sendiri. • Hepatitis Akibat Obat atau Alkohol: Langkah utama adalah menghentikan total konsumsi obat penyebab atau minuman beralkohol. • Transplantasi Hati: Diberikan pada kondisi kerusakan hati yang sudah parah atau gagal hati total.