Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 836 Warta Bunda Literasi
Tingkat: Semua Tingkat
HARI BATIK DI TK MELATI UJUNGWATU
Desa Ujungwatu, Kec. Donorojo

HARI BATIK DI TK MELATI UJUNGWATU

#Bunda Literasi

Peringatan Hari Batik Nasional: Mengenal dan Melestarikan Budaya Sejak Dini TK Melati Ujungwatu Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, TK Melati Ujungwatu menggelar kegiatan edukatif dan kreatif yang penuh keceriaan. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Sekolah, Ibu Endang, serta didampingi oleh dewan guru, Ibu Ninik Murdiyatun dan Ibu Thowiyah. Suasana sekolah tampak semarak saat seluruh murid dan guru mengenakan busana batik dengan ragam motif yang indah. Kegiatan dilanjutkan dengan aksi kreatif di mana para siswa diajak mewarnai gambar baju bermotif batik. Melalui rangkaian kegiatan ini, anak-anak diajarkan untuk: - Mengenal Budaya Lokal: Memperkenalkan batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia yang patut dibanggakan sejak usia dini. - Mengasah Kreativitas & Motorik Halus: Melatih koordinasi tangan dan mata serta eksplorasi warna saat mewarnai pola-pola batik. - Menanamkan Rasa Cinta Tanah Air: Membangun rasa percaya diri dan kebanggaan saat mengenakan pakaian tradisional khas Nusantara. Dengan pendampingan yang telaten dari para guru, kegiatan peringatan Hari Batik Nasional ini menjadi momen berkesan yang menanamkan nilai-nilai cinta budaya dalam diri murid-murid TK Melati Ujungwatu.

PEMBELAJARAN DI TK TABITA UJUNGWATU
Desa Ujungwatu, Kec. Donorojo

PEMBELAJARAN DI TK TABITA UJUNGWATU

#Bunda Literasi

Pembelajaran Kerohanian dan Adab Makan Bersama Di TK TABITA Desa Ujungwatu Kegiatan tersebut menanamkan nilai-nilai karakter, keimanan, dan kemandirian sejak dini melalui kegiatan Pembelajaran Kerohanian dan Adab Makan Bersama. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Kepala Sekolah, Ibu Hetty, bersama dewan guru: Ibu Sukarti, Ibu Punarti, dan Ibu Tri Kinarsih. Melalui pembiasaan ini, anak-anak diajar untuk: - Kerohanian & Rasa Syukur: Memahami pentingnya berdoa sebelum dan sesudah makan sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki dari Tuhan. - Adab Makan: Mempraktikkan tata cara makan yang santun, seperti mencuci tangan dengan bersih, duduk rapi, menggunakan tangan kanan, serta tidak berbicara saat mengunyah. - Kemandirian & Kebersamaan: Melatih anak untuk makan sendiri tanpa disuapi, menghargai makanan tanpa menyisakannya, dan mempererat kebersamaan antar sesama teman. Melalui pendampingan yang penuh kasih dari para pendidik, kegiatan ini tidak hanya nutrisi bagi fisik anak, tetapi juga membentuk fondasi moral, etika, dan spiritual yang kuat bagi tumbuh kembang murid-murid TK TABITA.

Perpustakaan Desa Suwawal
Desa Suwawal, Kec. Mlonggo

Perpustakaan Desa Suwawal

#Bunda Literasi

Bunda Literasi Membersamai Warga Membaca Buku Kegiatan Bunda Literasi membersamai warga membaca buku dilaksanakan di Perpustakaan Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan dalam meningkatkan minat baca serta budaya literasi di lingkungan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Bunda Literasi hadir bersama warga untuk membaca dan memanfaatkan berbagai koleksi buku yang tersedia di perpustakaan. Suasana membaca dibuat nyaman dan menyenangkan sehingga masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga, semakin tertarik untuk berkunjung serta menjadikan membaca sebagai kegiatan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Maksud dan Tujuan Meningkatkan minat dan kebiasaan membaca masyarakat Desa Suwawal. Menumbuhkan budaya literasi sejak dini di lingkungan keluarga dan masyarakat. Mendorong masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan desa sebagai sumber informasi dan pengetahuan. Menambah wawasan dan pengetahuan warga melalui berbagai bahan bacaan. Menciptakan kegiatan literasi yang menarik, edukatif, dan menyenangkan. Mendorong peran serta Bunda Literasi dalam mendampingi dan menggerakkan masyarakat untuk gemar membaca. Mewujudkan masyarakat Desa Suwawal yang lebih berpengetahuan, kreatif, dan berbudaya literasi.

Memperkuat Budaya Baca Desa Telukawur,  Dwi Supriyati Resmi Dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Masa Bhakti 2026–2030
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Memperkuat Budaya Baca Desa Telukawur, Dwi Supriyati Resmi Dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Masa Bhakti 2026–2030

#Bunda Literasi

TELUKAWAR, TAHUNAN — Langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan budaya gemar membaca terus digelorakan di Kabupaten Jepara. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jepara Nomor 040/110 Tahun 2026, Ibu Dwi Supriyati secara resmi dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara untuk Masa Bhakti 2026–2030. Pengukuhan ini dilakukan secara resmi oleh Bunda Literasi Kabupaten Jepara, Hj. Laila Saidah Witi Utomo, S.H., M.Kn., sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memperluas jangkauan literasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Komitmen Nyata Mendorong Literasi Masyarakat DesaSebagai Bunda Literasi Desa Telukawur yang baru dikukuhkan, Dwi Supriyati mengemban amanah strategis untuk menjadi penggerak utama dalam membangkitkan minat baca, mendampingi anak-anak, serta memberdayakan perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat. Pengukuhan ini diharapkan tidak hanya menjadi pelantikan formalitas, tetapi juga menjadi titik awal kolaborasi aktif antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, para pendidik, dan generasi muda Telukawur. "Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan fondasi utama dalam membangun karakter, membuka wawasan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa."Program Prioritas Bunda Literasi Telukawur (2026–2030)Dalam masa baktinya selama empat tahun ke depan, beberapa fokus utama yang akan didorong meliputi:Literasi Keluarga & Anak: Membiasakan budaya membaca sejak dini di lingkungan keluarga dan sekolah dasar/TK di Desa Telukawur. Optimalisasi Perpustakaan Desa: Menjadikan ruang baca desa sebagai pusat kegiatan belajar, kreativitas, dan inovasi warga. Literasi Digital & UMKM: Edukasi pemanfaatan teknologi digital secara bijak untuk mendukung promosi produk unggulan serta potensi wisata Desa Telukawur. Dengan berjalannya kepengurusan Bunda Literasi periode 2026–2030 ini, Desa Telukawur optimistis dapat mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing tinggi. Selamat bertugas kepada Ibu Dwi Supriyati!

Warnai Motif Batik, TK Pertiwi Telukawur Kenalkan Warisan Nusantara Sejak Dini
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Warnai Motif Batik, TK Pertiwi Telukawur Kenalkan Warisan Nusantara Sejak Dini

#Bunda Literasi

TELUKAWUR, 2 Oktober 2026 — Pengenalan budaya Nusantara dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan dunia anak. Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, TK Pertiwi Telukawur menghadirkan kegiatan edukatif melalui aktivitas mewarnai motif batik, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran kreatif untuk mengenalkan batik kepada anak usia dini. Melalui aktivitas mewarnai, anak-anak diajak berinteraksi secara langsung dengan bentuk dan pola batik dalam suasana belajar yang menyenangkan. Belajar Batik Melalui Kreativitas Anak Bagi anak usia dini, kegiatan mewarnai bukan sekadar aktivitas bermain. Proses memilih warna, mengisi pola, dan menyelesaikan gambar dapat menjadi ruang untuk melatih kreativitas sekaligus koordinasi motorik anak. Dalam kegiatan mewarnai motif batik, unsur edukasi budaya turut hadir di dalam proses tersebut. Anak-anak diperkenalkan pada pola dan bentuk yang menjadi bagian dari seni batik dengan cara yang sederhana dan sesuai dengan dunia mereka. Pendekatan kreatif seperti ini membuat pengenalan budaya menjadi lebih dekat dan mudah diterima anak. Mereka tidak hanya mendengar penjelasan mengenai batik, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui aktivitas seni. Menanamkan Rasa Bangga terhadap Warisan Nusantara Momentum Hari Batik Nasional menjadi kesempatan bagi lingkungan pendidikan untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia sejak usia dini. Pengenalan tersebut penting sebagai langkah awal agar anak memiliki pengetahuan dan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsanya. Melalui kegiatan mewarnai, anak-anak diberi ruang untuk mengekspresikan kreativitas masing-masing. Perbedaan pilihan warna dan cara mengerjakan motif menunjukkan bahwa satu bentuk budaya dapat dikenalkan melalui berbagai ekspresi kreatif. Bagi TK Pertiwi Telukawur, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang menggabungkan unsur pendidikan, seni, dan budaya. Batik diperkenalkan bukan sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan anak, melainkan sebagai bagian dari warisan budaya yang dapat mereka kenal sejak sekarang. Dari Sekolah, Budaya Dikenalkan kepada Generasi Masa Depan Pelestarian budaya membutuhkan proses panjang dan keterlibatan berbagai generasi. Sekolah memiliki ruang penting untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Kegiatan mewarnai motif batik di TK Pertiwi Telukawur menjadi contoh sederhana bahwa pendidikan budaya dapat dimulai dari ruang kelas. Dari mengenal motif, memilih warna, hingga menyelesaikan karya, anak-anak mendapatkan pengalaman yang dapat menumbuhkan kedekatan dengan batik. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh melalui sinergi sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan mengenalkan budaya sejak dini, generasi muda memiliki bekal untuk mengenal, menghargai, dan ikut menjaga warisan Nusantara. Hari ini mereka mewarnai motif batik. Esok, mereka menjadi generasi yang menjaga warna-warni budaya Nusantara.

Kenalkan Batik Sejak Dini, TK Pertiwi Telukawur Gelar Edukasi Fashion Show di Hari Batik Nasional
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Kenalkan Batik Sejak Dini, TK Pertiwi Telukawur Gelar Edukasi Fashion Show di Hari Batik Nasional

#Bunda Literasi

TELUKAWUR, 2 Oktober 2026 — Semangat mengenalkan budaya Nusantara kepada generasi sejak usia dini hadir di TK Pertiwi Telukawur dalam momentum Hari Batik Nasional, Jumat (2/10/2026). Melalui kegiatan edukasi fashion show batik, anak-anak diajak mengenal batik dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan dekat dengan dunia mereka. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual untuk memperkenalkan batik sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Anak-anak tidak hanya diajak melihat dan mengenakan batik, tetapi juga diberikan pengalaman untuk tampil percaya diri sekaligus mengenal nilai budaya yang melekat di balik busana yang mereka kenakan. Belajar Budaya Melalui Pengalaman yang Menyenangkan Bagi anak usia dini, proses pembelajaran akan lebih mudah diterima ketika disampaikan melalui kegiatan yang menarik dan melibatkan pengalaman langsung. Fashion show menjadi salah satu media edukasi yang memadukan unsur budaya, seni, kreativitas, dan keberanian tampil di depan orang lain. Dengan mengenakan busana batik, anak-anak mendapatkan pengalaman sederhana namun bermakna tentang salah satu warisan budaya Indonesia. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa sejak usia dini. Batik diperkenalkan bukan sekadar sebagai pakaian untuk dikenakan pada acara tertentu, tetapi sebagai bagian dari identitas budaya yang perlu dikenal, dihargai, dan dilestarikan. Menumbuhkan Percaya Diri dan Kreativitas Anak Selain mengenalkan batik, kegiatan fashion show juga memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan keberanian dan rasa percaya diri. Berjalan di depan teman-teman dan menunjukkan busana yang dikenakan menjadi pengalaman positif dalam proses perkembangan sosial anak. Kegiatan seperti ini juga dapat merangsang kreativitas dan kemampuan anak dalam mengekspresikan diri. Dengan suasana yang menyenangkan, edukasi budaya dapat hadir tanpa menghilangkan karakter pembelajaran anak usia dini yang penuh permainan dan eksplorasi. Bagi pendidik dan keluarga, momentum Hari Batik Nasional menjadi kesempatan untuk memperkuat pendidikan budaya melalui lingkungan sekolah dan keluarga. Pengenalan yang dilakukan sejak kecil diharapkan dapat membangun kedekatan emosional anak dengan budaya Indonesia. Batik, Warisan Budaya yang Dikenalkan dari Generasi ke Generasi Hari Batik Nasional menjadi pengingat pentingnya menjaga keberlanjutan batik sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Pelestarian budaya tidak hanya dilakukan oleh perajin maupun pelaku seni, tetapi juga dapat dimulai dari lingkungan pendidikan melalui pengenalan sederhana kepada anak-anak. TK Pertiwi Telukawur turut mengambil bagian melalui kegiatan edukasi yang menggabungkan budaya dan kreativitas. Fashion show menjadi media untuk menghadirkan batik dalam suasana yang ceria sekaligus memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi peserta didik. Dari langkah sederhana tersebut, tumbuh harapan agar generasi muda tidak hanya mengenal batik sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki rasa bangga untuk mengenakan, menghargai, dan ikut melestarikannya. Dari langkah kecil di sekolah, tumbuh kecintaan besar terhadap budaya. Kenalkan batik sejak dini, agar warisan Nusantara terus hidup di generasi masa depan.