Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 6184 Warta Seluruh
Tingkat: Semua Tingkat
Tes IVA dan SADANIS Digelar di PKD Desa Tahunan, 24 Peserta Ikuti Pemeriksaan Kesehatan
Desa Tahunan, Kec. Tahunan

Tes IVA dan SADANIS Digelar di PKD Desa Tahunan, 24 Peserta Ikuti Pemeriksaan Kesehatan

#posyandu

Tahunan, 10 Agustus 2026 – Kegiatan pemeriksaan Tes IVA dan SADANIS dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, bertempat di PKD Desa Tahunan. Kegiatan ini diikuti oleh 24 peserta dengan dukungan 5 tenaga medis dan 4 kader. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Rangkaian pemeriksaan diawali dengan proses pendaftaran peserta, kemudian dilanjutkan dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Peserta juga mendapatkan pemeriksaan tekanan darah serta pengecekan gula darah sewaktu (GDS) sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan dasar. Selanjutnya, peserta menjalani pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) sebagai salah satu metode deteksi dini untuk mengetahui adanya perubahan pada leher rahim. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) untuk membantu mendeteksi adanya kelainan pada payudara secara lebih awal. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya pelayanan kesehatan preventif dan promotif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara. Dengan adanya pemeriksaan secara rutin, diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan dan tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan sejak dini. Kegiatan Tes IVA dan SADANIS berlangsung dengan tertib dan lancar.

Kelas Ibu Hamil Desa Tahunan Berikan Edukasi Kesehatan dan Persiapan Persalinan
Desa Tahunan, Kec. Tahunan

Kelas Ibu Hamil Desa Tahunan Berikan Edukasi Kesehatan dan Persiapan Persalinan

#posyandu

Tahunan, 10 Agustus 2026 – Kegiatan Kelas Ibu Hamil dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, bertempat di Ruang Perpustakaan Desa Tahunan. Kegiatan tersebut diikuti oleh 10 ibu hamil dengan didampingi oleh 3 orang tenaga kesehatan (nakes). Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Dalam kegiatan tersebut, petugas tenaga kesehatan memberikan edukasi dan pendampingan kepada para ibu hamil mengenai berbagai hal penting selama masa kehamilan hingga setelah persalinan. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya mengonsumsi tablet Fe secara rutin untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi selama kehamilan, pemenuhan gizi yang seimbang, serta persiapan menghadapi proses persalinan. Selain itu, para ibu hamil juga mendapatkan edukasi mengenai persiapan dan perawatan pada masa nifas. Penyampaian materi diharapkan dapat menambah pengetahuan dan kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan serta menjalani masa setelah melahirkan. Kegiatan Kelas Ibu Hamil berlangsung dengan tertib dan lancar. Melalui kegiatan ini, diharapkan para ibu hamil dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan serta mempersiapkan persalinan dengan baik demi kesehatan ibu dan bayi.

Pelayanan Posyandu Ngudi Rahayu 1 Desa Slagi Tingkatkan Layanan Kesehatan Masyarakat
Desa Slagi, Kec. Pakis Aji

Pelayanan Posyandu Ngudi Rahayu 1 Desa Slagi Tingkatkan Layanan Kesehatan Masyarakat

#posyandu

Pada tanggal 11 Agustus 2026 telah dilaksanakan kegiatan Pelayanan Posyandu Ngudi Rahayu 1 Desa Slagi dengan melibatkan 10 orang kader. Kegiatan berlangsung sebagai upaya memberikan pelayanan kesehatan secara terpadu kepada masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, remaja, usia produktif, peserta KB, hingga lansia. Dalam kegiatan tersebut, tercatat 8 ibu hamil mendapatkan pelayanan, 37 bayi/balita terlayani dengan 2 anak mendapatkan imunisasi, serta 1 orang remaja mendapatkan pelayanan. Pada kelompok usia produktif, sebanyak 12 orang mendapatkan pelayanan dan 6 orang dirujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut. Sementara itu, pelayanan KB diikuti oleh 22 orang. Pelayanan bagi kelompok lansia juga berjalan dengan baik, dengan 29 orang lansia terlayani dan 29 orang lansia dirujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan atau tindak lanjut kesehatan sesuai kebutuhan. Selain pelayanan di Posyandu, para kader juga melaksanakan kunjungan rumah sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan perhatian khusus. Kader Windiyani melakukan kunjungan kepada 1 ibu hamil risiko tinggi (resti). Kader Nur Mahmudah melakukan kunjungan kepada balita yang tidak dapat hadir ke Posyandu karena ibunya sedang bekerja. Sementara itu, kader Asmiah melaksanakan kunjungan kepada lansia risiko tinggi (resti). Kegiatan Posyandu Ngudi Rahayu 1 Desa Slagi diharapkan dapat terus meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui sinergi antara kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat, pemantauan kesehatan dapat dilakukan secara berkesinambungan sehingga kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

Pelayanan Posyandu Bakti Utama 8 Desa Bulungan Perkuat Layanan Kesehatan Terpadu
Desa Bulungan, Kec. Pakis Aji

Pelayanan Posyandu Bakti Utama 8 Desa Bulungan Perkuat Layanan Kesehatan Terpadu

#posyandu

Pada tanggal 10 Agustus 2026, telah dilaksanakan kegiatan Pelayanan Posyandu Bakti Utama 8 Desa Bulungan dengan melibatkan 8 orang kader, yang terdiri dari 1 kader laki-laki dan 7 kader perempuan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar sebagai upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara terpadu. Pelayanan Posyandu mencakup berbagai kelompok sasaran, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, remaja, usia produktif, peserta Keluarga Berencana (KB), hingga lansia. Pada kelompok ibu hamil, sebanyak 23 orang mendapatkan pelayanan kesehatan dan 1 orang dirujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut. Pada kelompok bayi dan balita, sebanyak 90 anak mendapatkan pelayanan, dengan 1 anak dirujuk ke Puskesmas. Selain itu, sebanyak 21 anak mendapatkan pelayanan imunisasi sesuai kebutuhan dan jadwal yang telah ditentukan. Untuk kelompok remaja, tercatat 1 orang mendapatkan pelayanan kesehatan. Sementara itu, kelompok usia produktif yang mendapatkan pelayanan sebanyak 90 orang, dengan 15 orang dirujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan tindak lanjut pemeriksaan. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) juga berjalan dengan baik dengan jumlah penerima layanan sebanyak 280 orang. Pada kelompok lansia, sebanyak 18 orang mendapatkan pelayanan kesehatan, dengan 13 orang dirujuk ke Puskesmas untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Selain pelayanan rutin Posyandu, kader Nur Chasanah melaksanakan kunjungan kepada ibu hamil risiko tinggi (resti). Kunjungan tersebut merupakan bentuk pemantauan dan pendampingan secara langsung kepada ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus. Melalui kunjungan ini, kondisi ibu dan kehamilan dapat dipantau secara berkala serta mendorong ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan dan mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai anjuran. Kegiatan Posyandu Bakti Utama 8 Desa Bulungan menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan dukungan kader dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan deteksi dini terhadap berbagai risiko kesehatan dapat dilakukan secara optimal serta tindak lanjut bagi sasaran yang membutuhkan rujukan dapat berjalan dengan baik.

pos paud
Desa Ngetuk, Kec. Nalumsari

pos paud

#Bunda PAUD

Dalam rangka memeriahkan 17 Agustus mengadakan lomba berjalan zig-zag memegang bola. Melatih motorik halus dan konsentrasi anak. Melatih anak untuk percaya diri dan berani tampil di depan orang banyak

Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan
Desa Demangan, Kec. Tahunan

Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan

#PKK

MATERI SOSIALISASI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN “Pekarangan Produktif, Keluarga Sehat dan Mandiri” A. Pendahuluan Lahan pekarangan merupakan salah satu sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga. Pekarangan tidak harus luas untuk dapat menghasilkan pangan. Dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik, lahan di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran, buah-buahan, tanaman obat, tanaman bumbu, serta memelihara ternak atau ikan dalam skala rumah tangga. Pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal dapat memberikan berbagai manfaat, antara lain menyediakan pangan yang sehat dan segar, mengurangi pengeluaran rumah tangga, memperindah lingkungan, serta menciptakan kegiatan produktif bagi keluarga. B. Tujuan Pemanfaatan Lahan Pekarangan Pemanfaatan lahan pekarangan bertujuan untuk: Meningkatkan ketersediaan pangan bagi keluarga. Mendukung ketahanan dan kemandirian pangan rumah tangga. Menyediakan sayuran, buah, bumbu dapur, dan tanaman obat yang mudah diperoleh. Mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pangan. Meningkatkan pemanfaatan lahan yang sebelumnya kosong atau tidak produktif. Menciptakan lingkungan rumah yang hijau, asri, dan sehat. Mendorong kegiatan ekonomi produktif melalui penjualan hasil pekarangan. C. Prinsip Pemanfaatan Pekarangan Pemanfaatan pekarangan sebaiknya dilakukan dengan prinsip: Mudah: menggunakan teknik yang sederhana dan sesuai kemampuan keluarga. Murah: memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar rumah. Produktif: tanaman yang dipilih memiliki manfaat bagi kebutuhan keluarga. Berkelanjutan: menggunakan cara budidaya yang menjaga kesuburan tanah dan lingkungan. Beragam: tidak hanya menanam satu jenis tanaman, tetapi mengombinasikan berbagai tanaman pangan, obat, dan bumbu. D. Jenis Tanaman yang Dapat Dikembangkan 1. Tanaman sayuran Sayuran yang relatif mudah ditanam antara lain: Kangkung Bayam Sawi Pakcoy Cabai Tomat Terong Kacang panjang Daun bawang 2. Tanaman bumbu dan rempah Pekarangan juga dapat digunakan untuk menanam kebutuhan bumbu sehari-hari, seperti: Cabai Bawang Jahe Kunyit Lengkuas Serai Kencur Daun salam 3. Tanaman buah Jika tersedia lahan yang lebih luas, dapat ditanam: Pepaya Pisang Jambu Jeruk Mangga Alpukat Pemilihan tanaman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi iklim, jenis tanah, luas lahan, dan kebutuhan keluarga. 4. Tanaman obat keluarga Sebagian pekarangan dapat dimanfaatkan untuk tanaman obat, misalnya: Jahe Kunyit Temulawak Kencur Sereh Daun sirih Tanaman obat sebaiknya dimanfaatkan secara tepat dan tidak dianggap sebagai pengganti pengobatan medis untuk penyakit yang memerlukan pemeriksaan tenaga kesehatan. E. Pemanfaatan Pekarangan yang Sempit Pekarangan yang sempit bukan alasan untuk tidak bercocok tanam. Beberapa metode yang dapat digunakan antara lain: 1. Pot dan polybag Tanaman dapat ditanam menggunakan pot atau polybag. Metode ini cocok untuk rumah dengan halaman terbatas dan mudah dipindahkan. 2. Vertikultur Vertikultur adalah teknik menanam secara bertingkat atau vertikal sehingga dapat menghemat penggunaan lahan. Teknik ini cocok untuk tanaman sayuran dan tanaman bumbu. 3. Hidroponik sederhana Hidroponik dapat menjadi pilihan untuk menanam sayuran tanpa menggunakan tanah. Sistem sederhana dapat diterapkan dengan memanfaatkan bahan bekas yang aman dan mudah diperoleh. 4. Rak tanaman Pot dapat disusun menggunakan rak bertingkat sehingga jumlah tanaman yang dapat ditanam menjadi lebih banyak tanpa membutuhkan lahan yang luas. 5. Pemanfaatan barang bekas Wadah bekas yang aman dan bersih, seperti ember atau botol tertentu, dapat dimanfaatkan sebagai tempat tanam. Penggunaannya harus memperhatikan keamanan bahan dan kebersihan. F. Tahapan Pemanfaatan Lahan Pekarangan 1. Mengidentifikasi kondisi lahan Perhatikan luas lahan, intensitas cahaya matahari, sumber air, kondisi tanah, dan jenis tanaman yang sesuai. 2. Menentukan komoditas Pilih tanaman berdasarkan kebutuhan keluarga dan kemudahan budidayanya. Sebaiknya dimulai dari tanaman yang mudah dirawat. 3. Menyiapkan media tanam Media tanam dapat menggunakan tanah yang subur dan bahan organik seperti kompos. Media harus memiliki drainase yang baik agar tidak terjadi genangan. 4. Melakukan penanaman Gunakan benih atau bibit yang sehat. Atur jarak tanam sesuai jenis tanaman agar tanaman memperoleh cahaya dan ruang tumbuh yang cukup. 5. Melakukan pemeliharaan Pemeliharaan meliputi: Penyiraman secara teratur sesuai kebutuhan tanaman. Penyiangan gulma. Pemupukan. Pengendalian hama dan penyakit. Pem