Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 334 Warta Bunda Literasi
Tingkat: Semua Tingkat
Bunda Literasi Telukawur Dorong Kreativitas Anak melalui Pentas Seni dalam Semarak HUT RI ke-81
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Bunda Literasi Telukawur Dorong Kreativitas Anak melalui Pentas Seni dalam Semarak HUT RI ke-81

#Bunda Literasi

Telukawur, 22 Agustus 2026 — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Telukawur semakin meriah dengan hadirnya Pentas Seni Kreatif Anak-Anak yang menampilkan berbagai potensi dan bakat generasi muda. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana untuk menumbuhkan keberanian, kreativitas, dan kecintaan anak terhadap seni dan budaya. Dalam kegiatan tersebut, Bunda Literasi Desa Telukawur turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pentas seni dengan mendorong keterlibatan Sanggar Seni Selendang Kemuning serta anak-anak usia dini hingga sekolah dasar, mulai dari PAUD, TK, hingga SD. Memberikan Ruang Ekspresi bagi Generasi Muda Pentas seni menjadi wadah yang positif bagi anak-anak untuk berani tampil, menunjukkan kemampuan, serta mengembangkan potensi yang mereka miliki. Beragam penampilan yang dipersiapkan dengan penuh semangat menjadi bukti bahwa anak-anak Desa Telukawur memiliki kreativitas dan potensi seni yang patut mendapatkan apresiasi dan dukungan. Keterlibatan anak-anak dari jenjang PAUD, TK, dan SD juga memberikan pengalaman berharga dalam membangun rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kedisiplinan, serta keberanian tampil di hadapan masyarakat. Bagi anak-anak usia dini, kegiatan seni juga menjadi media pembelajaran yang menyenangkan. Melalui seni, mereka dapat belajar mengenal budaya, mengekspresikan diri, sekaligus mengembangkan kemampuan sosial dan emosional sejak usia dini. Dukungan Bunda Literasi dan Sanggar Seni Selendang Kemuning Dukungan Bunda Literasi Desa Telukawur terhadap kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem literasi yang lebih luas. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan anak dalam mengenali, mengembangkan, dan mengekspresikan potensi dirinya melalui berbagai bidang, termasuk seni dan budaya. Sementara itu, Sanggar Seni Selendang Kemuning menjadi salah satu ruang pembinaan yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal dan mengembangkan seni secara positif. Sinergi antara Bunda Literasi, sanggar seni, pendidik, orang tua, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan ruang tumbuh yang sehat, kreatif, dan inspiratif bagi anak. Seni, Literasi, dan Semangat Kemerdekaan Pentas seni dalam rangka HUT RI ke-81 tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, gotong royong, keberanian, kreativitas, disiplin, dan kebanggaan terhadap budaya bangsa. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak untuk memaknai kemerdekaan dengan cara yang sesuai dengan dunia mereka: belajar, berkarya, berkreasi, dan berani menunjukkan potensi terbaiknya. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun generasi unggul dimulai dari memberikan ruang yang cukup bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. Dukungan keluarga, sekolah, pemerintah desa, komunitas seni, serta masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bakat dan kreativitasnya. Bersama Membangun Generasi Kreatif dan Berkarakter Bunda Literasi Desa Telukawur berharap kegiatan seni dan literasi bagi anak-anak dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan memberikan ruang ekspresi yang positif, diharapkan semakin banyak anak yang berani bermimpi, percaya diri, mencintai budaya, serta memiliki karakter yang kuat. Karena kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi masa depan yang kreatif, berbudaya, dan berkarakter. 🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Mari terus dukung anak-anak Telukawur untuk membaca, berkarya, berkreasi, dan berprestasi. 📍 Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara 🎭 Sanggar Seni Selendang Kemuning 👧👦 PAUD • TK • SD 🇮🇩 Semarak HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 Bunda Literasi Desa Telukawur Menumbuhkan Literasi, Mengembangkan Kreativitas, Membangun Generasi Berkarakter.

Bunda Literasi Kecamatan Mlonggo Menyapa SDN 4 Jambu, Tumbuhkan Cinta Membaca
Kecamatan Mlonggo

Bunda Literasi Kecamatan Mlonggo Menyapa SDN 4 Jambu, Tumbuhkan Cinta Membaca

#Bunda Literasi

Membaca bersama menjadi cara sederhana untuk menghadirkan kegembiraan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap literasi. Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Bunda Literasi Kecamatan Mlonggo berkesempatan mengunjungi SD Negeri 4 Jambu untuk menyapa guru dan peserta didik serta melihat secara langsung aktivitas literasi di lingkungan sekolah. Kegiatan diawali dengan menyapa dan berinteraksi bersama guru dan siswa, kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi perpustakaan sekolah. Suasana semakin hangat ketika Bunda Literasi mengajak para siswa membaca bersama buku cerita, menciptakan pengalaman literasi yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah sekaligus memberikan motivasi kepada peserta didik agar semakin gemar membaca. Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa ingin tahu, mengembangkan imajinasi, memperluas wawasan, serta membangun kebiasaan membaca sejak usia sekolah. Sasaran yang ingin dicapai adalah tumbuhnya peserta didik yang gemar membaca, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, kreatif, dan memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Sebagai tindak lanjut, Bunda Literasi Kecamatan Mlonggo akan terus mendorong penguatan budaya membaca melalui kolaborasi dengan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Mari hadirkan budaya membaca di sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitar. Anak gemar membaca, masa depan semakin bercahaya!

Pentas seni Anak semararak HUT RI ke 81
Desa Demangan, Kec. Tahunan

Pentas seni Anak semararak HUT RI ke 81

#Bunda Literasi

LAPORAN KEGIATAN PENTAS SENI ANAK SEBAGAI LITERASI BUDAYA A. Identitas Kegiatan Nama Kegiatan: Pentas Seni Anak sebagai Literasi Budaya Tema: Mengenal dan Melestarikan Budaya Indonesia melalui Seni Hari/Tanggal: Sabtu 21 Agustus tahun 2026 Waktu: 29:30 WIB Tempat: Balai Desa Demangan P B. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman budaya, seperti bahasa daerah, pakaian adat, tarian tradisional, lagu daerah, permainan tradisional, serta berbagai bentuk kesenian lainnya. Keberagaman tersebut perlu dikenalkan kepada anak sejak dini agar tumbuh rasa cinta, bangga, dan peduli terhadap budaya bangsa. Salah satu cara yang menyenangkan untuk mengenalkan budaya kepada anak adalah melalui kegiatan pentas seni. Melalui kegiatan ini, anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat secara langsung dalam mempelajari, mempraktikkan, dan menampilkan berbagai kesenian dan budaya Indonesia. Kegiatan pentas seni anak sebagai literasi budaya diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membantu mengembangkan kreativitas, keberanian, kerja sama, dan kemampuan anak dalam mengenal serta menghargai keberagaman budaya. C. Tujuan Kegiatan Kegiatan ini bertujuan untuk: Mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada anak. Menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya daerah dan budaya nasional. Meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri anak untuk tampil di depan umum. Mengembangkan kreativitas dan bakat anak dalam bidang seni. Menanamkan sikap menghargai keberagaman budaya. Meningkatkan kemampuan anak dalam bekerja sama dan bertanggung jawab. Menjadikan seni sebagai media pembelajaran literasi budaya yang menyenangkan. D. Bentuk Kegiatan Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pentas seni anak dengan menampilkan berbagai kesenian dan budaya, antara lain: Tari tradisional dan tari kreasi daerah. Menyanyikan lagu daerah dan lagu nasional. Pertunjukan musik tradisional. Pembacaan puisi bertema budaya. Drama atau cerita rakyat. Pengenalan pakaian adat. Permainan tradisional. Pertunjukan seni lainnya sesuai kreativitas anak. E. Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari penyelenggara. Selanjutnya, anak-anak menampilkan berbagai pertunjukan seni yang telah dipersiapkan sebelumnya dengan bimbingan guru dan orang tua. Dalam proses persiapan, anak dikenalkan dengan asal-usul kesenian yang akan ditampilkan, nama daerah, makna atau nilai yang terkandung dalam kesenian tersebut, serta pentingnya menjaga dan melestarikan budaya. Pada saat pentas berlangsung, anak diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya. Guru dan orang tua memberikan dukungan serta apresiasi terhadap setiap penampilan anak. Kegiatan diakhiri dengan pemberian apresiasi kepada seluruh peserta dan foto bersama. F. Hasil yang Dicapai Kegiatan pentas seni memberikan hasil yang positif bagi perkembangan anak. Anak terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan mampu menunjukkan keberanian untuk tampil di depan teman, guru, dan orang tua. Melalui kegiatan ini, anak memperoleh pengalaman langsung dalam mengenal budaya Indonesia. Anak juga mulai memahami bahwa setiap daerah memiliki kesenian dan budaya yang beragam serta perlu dihargai dan dilestarikan. Selain itu, kegiatan berhasil meningkatkan: Rasa percaya diri anak. Kreativitas dan kemampuan berekspresi. Kemampuan bekerja sama. Pengetahuan tentang budaya daerah. Sikap menghargai perbedaan. Rasa cinta terhadap budaya Indonesia. G. Nilai Literasi Budaya yang Dikembangkan Kegiatan pentas seni mengembangkan beberapa aspek literasi budaya, yaitu: 1. Mengenal keberagaman budaya Anak mengenal berbagai tarian, lagu, pakaian, cerita, dan kesenian dari berbagai daerah. 2. Menghargai perbedaan Anak belajar bahwa perbedaan budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus dihargai. 3. Melestarikan budaya Anak ikut mempraktikkan kesenian tradisional sehingga memiliki pengalaman untuk mengenal dan menjaga budaya. 4. Mengembangkan identitas dan rasa bangga Anak memiliki pengalaman positif sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang kaya akan budaya. 5. Mengembangkan karakter Kegiatan menanamkan nilai kerja sama, disiplin, tanggung jawab, percaya diri, dan saling menghargai. H. Kendala dan Solusi Beberapa kendala yang ditemukan selama kegiatan antara lain masih terdapat anak yang merasa malu atau kurang percaya diri ketika tampil. Selain itu, keterbatasan waktu latihan dan perlengkapan seni juga menjadi tantangan. Solusi yang dilakukan adalah memberikan pendampingan secara bertahap, menciptakan suasana latihan yang menyenangkan, memberikan motivasi kepada anak, serta memanfaatkan perlengkapan yang tersedia secara kreatif. I. Kesimpulan Kegiatan Pentas Seni Anak sebagai Literasi Budaya telah terlaksana dengan baik dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak. Melalui kegiatan seni, anak dapat mengenal keberagaman budaya Indonesia secara langsung dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk menampilkan bakat dan kreativitas anak, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa, sikap menghargai keberagaman, serta kesadaran untuk ikut melestarikan budaya Indonesia. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak unsur budaya dan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak untuk bereksplorasi. J. Penutup Demikian laporan kegiatan Pentas Seni Anak sebagai Literasi Budaya ini dibuat sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi perkembangan anak serta menjadi salah satu upaya dalam menumbuhkan generasi yang mencintai, menghargai, dan melestarikan budaya Indonesia.

KEGIATAN BUNDA LITERASI, BUNDA MENGAJAR MEMBACA
Kecamatan Pakis Aji

KEGIATAN BUNDA LITERASI, BUNDA MENGAJAR MEMBACA

#Bunda Literasi

KEGIATAN BUNDA LITERASI, BUNDA MENGAJAR MEMBACA Bunda Literasi Kecamatan Pakis Aji, Ny. Menik Jumiati Muhammad, melaksanakan kegiatan Bunda Literasi dan Bunda Mengajar Membaca pada Rabu, 19 Agustus 2026, bertempat di KB Taswirul Afkar Muslimat NU. Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung oleh TP PKK Desa Lebak serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Pakis Aji. Melalui kegiatan tersebut, Bunda Literasi mengajak anak-anak untuk menumbuhkan minat baca sejak dini dengan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan penuh keceriaan. Kegiatan membaca bersama diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi sekaligus membangun kebiasaan gemar membaca pada anak-anak sejak usia dini. Dengan sinergi antara Bunda Literasi, TP PKK, DWP, dan lembaga pendidikan, diharapkan gerakan literasi di Kecamatan Pakis Aji semakin berkembang dan mampu menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, gemar membaca, dan berkarakter. “Membaca Hari Ini, Membangun Generasi Hebat di Masa Depan.”

KEGIATAN BUNDA LITERASI KECAMATAN PAKIS AJI DI KB TASWIRUL AFKAR MUSLIMAT NU
Kecamatan Pakis Aji

KEGIATAN BUNDA LITERASI KECAMATAN PAKIS AJI DI KB TASWIRUL AFKAR MUSLIMAT NU

#Bunda Literasi

Pada hari Rabu, 19 Agustus 2026, pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai, telah dilaksanakan kegiatan Bunda Literasi Kecamatan Pakis Aji bertempat di KB Taswirul Afkar Muslimat NU Lebak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. Kegiatan Bunda Literasi Kecamatan Pakis Aji dihadiri oleh Bunda Literasi Kecamatan Pakis Aji, Ny. Menik Jumiati Muhammad Shodiq, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap peningkatan budaya literasi sejak usia dini. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap buku pada anak-anak sejak usia dini, sekaligus mengenalkan kegiatan literasi dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan usia anak. Dalam pelaksanaannya, kegiatan Bunda Literasi Kecamatan Pakis Aji bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Pakis Aji dan TP PKK Kecamatan Pakis Aji. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak KB Taswirul Afkar Muslimat NU Lebak, sehingga seluruh rangkaian acara dapat dilaksanakan dengan baik dan melibatkan guru serta peserta didik secara aktif. Peserta kegiatan terdiri dari 10 orang anak KB yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Anak-anak didampingi oleh 3 orang guru pengajar selama kegiatan berlangsung. Kepala KB Taswirul Afkar Muslimat NU Lebak, Ny. Nurjanah, turut mendampingi dan mendukung pelaksanaan kegiatan Bunda Literasi di lingkungan sekolah. Kegiatan diawali dengan penyambutan dan perkenalan Bunda Literasi Kecamatan Pakis Aji kepada anak-anak. Suasana kegiatan dibuat santai, ceria, dan menyenangkan agar anak-anak merasa nyaman dalam mengikuti kegiatan literasi. Selanjutnya, anak-anak diajak untuk mengenal buku dan pentingnya membaca. Bunda Literasi memberikan motivasi kepada anak-anak agar mulai membiasakan diri melihat, mengenal, dan membaca buku sesuai dengan kemampuan serta tahap perkembangan mereka. Kegiatan literasi juga dilakukan secara interaktif dengan melibatkan anak-anak secara langsung. Anak-anak diberikan kesempatan untuk mendengarkan cerita, mengenal gambar dan isi buku, serta berinteraksi dengan pendamping selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak terlihat antusias dan senang mengikuti setiap rangkaian acara. Pendampingan dari para guru turut membantu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan. Bunda Literasi Kecamatan Pakis Aji, Ny. Menik Jumiati Muhammad Shodiq, memberikan dorongan kepada para guru agar terus membangun kebiasaan literasi di lingkungan sekolah, khususnya melalui kegiatan membaca dan bercerita yang menarik bagi anak usia dini. Kerja sama antara Bunda Literasi, DWP Kecamatan Pakis Aji, TP PKK Kecamatan Pakis Aji, dan pihak sekolah merupakan bentuk sinergi dalam mendukung program peningkatan budaya literasi di Kecamatan Pakis Aji. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman positif kepada anak-anak sekaligus menanamkan kebiasaan mencintai buku dan membaca sejak dini. Dengan adanya kegiatan literasi secara berkelanjutan, diharapkan tumbuh generasi yang gemar membaca, memiliki wawasan luas, dan mempunyai kemampuan berpikir yang baik. Secara keseluruhan, kegiatan Bunda Literasi Kecamatan Pakis Aji di KB Taswirul Afkar Muslimat NU Lebak pada Rabu, 19 Agustus 2026, berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Kegiatan diikuti oleh 10 anak KB, 3 guru pengajar, dan Kepala Sekolah Ny. Nurjanah, serta mendapat dukungan dari DWP Kecamatan Pakis Aji dan TP PKK Kecamatan Pakis Aji. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai upaya bersama dalam membudayakan literasi sejak usia dini di Kecamatan Pakis Aji.

Kunjungan Bunda Literasi Kecamatan Welahan ke POS PAUD Melati Desa Gedangan
Kecamatan Welahan

Kunjungan Bunda Literasi Kecamatan Welahan ke POS PAUD Melati Desa Gedangan

#Bunda Literasi

Pada hari Rabu, 19 Agustus 2026, Bunda Literasi Kecamatan Welahan, Ny. Listari Suhadi, melaksanakan kunjungan ke Pos PAUD Melati Desa Gedangan, Kecamatan Welahan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menumbuhkan dan memperkuat budaya literasi sejak usia dini, khususnya melalui kegiatan membaca buku cerita dan mendongeng yang dilakukan secara rutin dan menyenangkan bagi anak-anak. Dalam kunjungan tersebut, Ny. Listari Suhadi berkesempatan berinteraksi secara langsung dengan anak-anak peserta didik, pendidik, dan pengelola Pos PAUD Melati. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, ceria, dan penuh antusiasme. Kehadiran Bunda Literasi Kecamatan Welahan menjadi bentuk perhatian terhadap pentingnya mengenalkan buku dan aktivitas membaca kepada anak sejak usia dini sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan positif dan kecintaan terhadap literasi. Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi anak, Bunda Literasi Kecamatan Welahan membagikan bantuan berupa buku-buku cerita kepada peserta didik Pos PAUD Melati. Buku cerita tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bacaan yang menarik dan sesuai dengan dunia anak, sekaligus menjadi sarana bagi guru maupun orang tua untuk mendampingi anak dalam mengenal cerita, kosakata, serta nilai-nilai positif melalui kegiatan membaca dan mendongeng. Dalam kesempatan tersebut, Bunda Literasi Kecamatan Welahan juga memberikan sosialisasi mengenai pentingnya membangun kebiasaan membaca dan mendongeng secara rutin. Anak-anak, pendidik, dan lingkungan keluarga diajak untuk melaksanakan kegiatan membaca atau mendongeng paling tidak satu kali setiap hari Rabu selama 15 menit. Kegiatan sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang konsisten sehingga anak semakin akrab dengan buku, memiliki ketertarikan terhadap cerita, serta mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui kegiatan literasi. Kegiatan literasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf dan kata, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan imajinasi, kemampuan menyimak, komunikasi, kreativitas, serta pembentukan karakter anak. Melalui kegiatan mendongeng, anak juga dapat diajak mengenal berbagai pesan moral dan nilai-nilai kehidupan dengan cara yang ringan, dekat dengan dunia mereka, dan menyenangkan. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Bunda Literasi Desa Gedangan, yang menunjukkan adanya sinergi antara Bunda Literasi Kecamatan dan Bunda Literasi Desa dalam mengembangkan budaya membaca di lingkungan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan mengajak satuan PAUD, keluarga, dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang kaya akan bahan bacaan dan aktivitas literasi bagi anak. Melalui kunjungan ini, Bunda Literasi Kecamatan Welahan berharap bantuan buku yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan kegiatan membaca maupun mendongeng selama 15 menit setiap hari Rabu dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan membangun kebiasaan literasi sejak usia dini, diharapkan tumbuh generasi Kecamatan Welahan yang gemar membaca, memiliki wawasan luas, kreatif, percaya diri, dan memiliki karakter positif. Kegiatan kunjungan Bunda Literasi Kecamatan Welahan di Pos PAUD Melati Desa Gedangan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh keceriaan. Kegiatan ditutup dengan penyerahan buku cerita kepada anak-anak serta dokumentasi bersama sebagai bentuk dukungan dan komitmen bersama dalam menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini.