Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 777 Warta Dekranasda
Tingkat: Semua Tingkat
Brownies Cap Nona Tembus Pasar Lokal, Bukti UMKM Telukawur Terus Naik Kelas
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Brownies Cap Nona Tembus Pasar Lokal, Bukti UMKM Telukawur Terus Naik Kelas

#Dekranasda

Telukawur, 1 Oktober 2026 — Perkembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, terus menunjukkan geliat positif. Salah satunya ditandai dengan semakin dikenalnya produk Cap Nona, yang kembali memperluas pasar melalui produk olahan makanan berupa brownies. Pada Kamis (1/10/2026), produk brownies Cap Nona berhasil menembus pasar lokal. Perkembangan tersebut menjadi salah satu capaian yang menunjukkan bahwa produk UMKM desa memiliki peluang untuk berkembang apabila dikelola secara konsisten dengan memperhatikan kualitas produk, cita rasa, kemasan, dan kebutuhan konsumen. Brownies Cap Nona hadir sebagai salah satu produk olahan yang mengandalkan cita rasa serta karakter produk rumahan. Perkembangan permintaan di pasar lokal menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk terus melakukan pengembangan, baik dari sisi produksi maupun pemasaran. Menembus pasar lokal bukan sekadar bertambahnya jumlah penjualan. Bagi pelaku UMKM, perluasan pasar juga menjadi ruang untuk membangun kepercayaan konsumen, memperoleh umpan balik, serta mengenali selera pasar. Pengalaman tersebut dapat menjadi modal penting dalam melakukan inovasi produk secara berkelanjutan. Perjalanan Cap Nona juga memperlihatkan bahwa produk makanan yang lahir dari lingkungan desa memiliki potensi untuk menjadi produk bernilai ekonomi. Konsistensi menjaga kualitas dan kemampuan membaca peluang pasar menjadi bagian penting dalam proses pengembangan usaha. Di tengah semakin berkembangnya ekosistem UMKM, pelaku usaha dituntut tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memperkuat identitas usaha, meningkatkan kualitas kemasan, membangun pemasaran, serta memanfaatkan berbagai saluran promosi untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Capaian brownies Cap Nona menambah warna dalam geliat ekonomi kreatif Desa Telukawur. Produk lokal yang terus mendapatkan kepercayaan pasar diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk berani berinovasi dan mengembangkan potensi usaha yang dimiliki. Dengan semangat UMKM Naik Kelas, Cap Nona terus membuka peluang untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat keberadaan produk lokal Desa Telukawur di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis. Dari dapur UMKM Telukawur, rasa lokal tumbuh menjadi peluang ekonomi dan membuka jalan menuju pasar yang lebih luas.

 Ketrampilan Merajut bagi Kader dan masyarakat di Pojok Pelangi Kartini
Kecamatan Donorojo

Ketrampilan Merajut bagi Kader dan masyarakat di Pojok Pelangi Kartini

#Dekranasda

Pelatihan Merajut merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara bekerja sama dengan Pokja II TP PKK Kabupaten Jepara sebagai upaya meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan produktivitas masyarakat, khususnya dalam bidang kerajinan tangan. Kegiatan ini memberikan pembekalan kepada peserta mengenai teknik dasar merajut, mulai dari pengenalan alat dan bahan, pembuatan simpul dan tusuk dasar, hingga praktik menghasilkan berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti praktik secara langsung dengan didampingi oleh instruktur, sehingga dapat memahami teknik merajut secara bertahap. Melalui pelatihan ini diharapkan peserta tidak hanya memiliki keterampilan baru, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan produk kerajinan yang menarik dan berkualitas. Keterampilan merajut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan produktif yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk dan mendukung peningkatan perekonomian keluarga. Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara Dekranasda Kabupaten Jepara dan Pokja II TP PKK Kabupaten Jepara dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan, pengembangan usaha ekonomi kreatif, serta pemanfaatan potensi dan kreativitas masyarakat untuk menghasilkan produk kerajinan yang berdaya saing. Pelatihan diselenggarakan setiap hari Rabu di Pojok Pelangi Kartini pukul 16.00 WIB didampingi oleh Komunitas Rajut Jepara dan setiap hasil yang sudah dibuat mendapatkan kesempatan untuk di jual di Galeri Dekranasda.

Lontong Lentog Jadi Pilihan Sarapan di Warung PKK Desa Tahunan
Desa Tahunan, Kec. Tahunan

Lontong Lentog Jadi Pilihan Sarapan di Warung PKK Desa Tahunan

#Dekranasda

Warung PKK Desa Tahunan kembali menghadirkan pilihan kuliner untuk masyarakat. Salah satu menu yang tersedia pada Rabu, 30 September 2026 adalah lontong lentog, sajian yang cocok dinikmati sebagai menu sarapan. Lontong lentog merupakan kuliner khas yang berbahan dasar lontong dan disajikan dengan sayur serta pelengkap yang menghasilkan cita rasa gurih dan nikmat. Sajian ini diolah dengan bahan-bahan yang dimasak hingga menghasilkan kuah dan isian yang lembut, sehingga cocok disantap pada pagi hari. Kehadiran lontong lentog di Warung PKK Desa Tahunan menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati sarapan dengan cita rasa kuliner tradisional. Selain lontong lentog, Warung PKK Desa Tahunan juga menyediakan beragam kebutuhan kuliner lainnya, seperti nasi bungkus, lauk-pauk, aneka snack dan camilan, minuman, bubur, hingga bahan pangan mentah. Warung PKK Desa Tahunan buka setiap Senin hingga Sabtu, mulai pukul 06.00 sampai 12.00 WIB, sedangkan hari Ahad tutup. Lokasinya berada di Taman Komplek Balaidesa Tahunan, tepat di depan Gedung PKD Tahunan. Dari sudut pandang TP PKK Desa Tahunan, Warung PKK tidak hanya menjadi tempat menyediakan makanan, tetapi juga menjadi wadah kuliner UMKM Desa Tahunan. Berbagai produk makanan yang tersedia menjadi bagian dari upaya mendukung dan mengenalkan potensi kuliner masyarakat. Bagi masyarakat yang mencari pilihan sarapan, lontong lentog dapat menjadi salah satu menu yang bisa dinikmati di Warung PKK Desa Tahunan. Mari mampir dan nikmati kuliner lokal yang tersedia.

Batik UMKM Desa Karanggondang Unjuk Gigi di Galeri Dekranasda Kabupaten Jepara
Desa Karanggondang, Kec. Mlonggo

Batik UMKM Desa Karanggondang Unjuk Gigi di Galeri Dekranasda Kabupaten Jepara

#Dekranasda

Produk batik unggulan karya UMKM Desa Karanggondang resmi dipajang di Galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara. Penampilan batik Karanggondang di etalase resmi daerah ini menjadi bukti nyata atas kualitas seni dan daya saing yang dimiliki oleh para pengrajin lokal. Kesempatan emas ini tidak hanya mengangkat nama Desa Karanggondang, tetapi juga memperluas jangkauan pasar batik lokal ke tingkat kabupaten hingga nasional. Setiap motif batik yang dipamerkan menyajikan keindahan visual yang memadukan kekayaan tradisi dengan gaya kekinian yang diminati pasar. Keunikan corak, kerapian detail pengerjaan, serta pemilihan warna yang elegan berhasil menarik perhatian para pengunjung dan pecinta batik yang datang ke galeri Dekranasda. Kehadiran kain-kain batik ini menegaskan bahwa karya warga Karanggondang mampu bersanding dengan kerajinan bernilai seni tinggi lainnya dari berbagai wilayah di Jepara. Masuknya batik buatan UMKM Karanggondang ke Dekranasda Jepara memberikan suntikan semangat baru bagi para pengrajin untuk terus berinovasi dan menjaga mutu produksi. Pencapaian ini diharapkan dapat mendorong perekonomian desa, membuka peluang kerja sama yang lebih luas, serta menginspirasi para pelaku usaha kecil lainnya di Desa Karanggondang untuk terus berkarya dan membawa produk lokal menuju panggung yang lebih besar.

Pesona Batik Karanggondang RT 01 RW 07: Melestarikan Warisan Budaya Lewat Karya UMKM Lokal
Desa Karanggondang, Kec. Mlonggo

Pesona Batik Karanggondang RT 01 RW 07: Melestarikan Warisan Budaya Lewat Karya UMKM Lokal

#Dekranasda

Desa Karanggondang, khususnya di wilayah RT 01 RW 07, menyimpan potensi ekonomi kreatif yang luar biasa melalui produk batik buatan UMKM lokal. Mengusung ketelitian dan sentuhan seni dari para pengrajin setempat, batik ini tidak hanya sekadar lembaran kain bergambar, tetapi juga wujud dedikasi warga dalam menjaga kebudayaan nusantara. Setiap helai batik dirancang dengan cermat, memadukan keahlian tradisional dengan kekayaan ide yang hidup di tengah masyarakat desa. Motif dan corak yang dihasilkan oleh UMKM batik RT 01 RW 07 memiliki keunikan tersendiri yang mencerminkan identitas serta kekayaan alam lingkungan sekitar. Pemilihan warna yang khas dan paduan pola yang elegan membuat produk kain ini sangat cocok digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari busana harian hingga acara formal. Kualitas bahan yang nyaman dan pengerjaan yang halus menjadi nilai tambah yang membuat karya batik desa ini makin diminati oleh konsumen dari dalam maupun luar daerah. Pengembangan UMKM batik di Karanggondang ini turut menjadi pendorong utama roda perekonomian dan pemberdayaan masyarakat, terutama dalam membuka lapangan kerja bagi warga lokal. Dengan terus mempromosikan dan mendukung karya batik dari RT 01 RW 07 ini, masyarakat tidak hanya membantu memajukan usaha kecil setempat, tetapi juga ikut memastikan warisan kebudayaan batik tetap lestari, tumbuh, dan dikenal secara lebih luas di era modern.