Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 777 Warta Dekranasda
Tingkat: Semua Tingkat
Nasi Uduk Sunda Telukawur, Cita Rasa Lokal yang Menguatkan UMKM Desa
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Nasi Uduk Sunda Telukawur, Cita Rasa Lokal yang Menguatkan UMKM Desa

#Dekranasda

TELUKAWUR, 4 Oktober 2026 — Kreativitas kuliner terus tumbuh di Desa Telukawur. Salah satunya hadir melalui Nasi Uduk Sunda, sajian yang mulai diperkenalkan sebagai salah satu produk kuliner unggulan desa sekaligus bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis UMKM. Kehadiran Nasi Uduk Sunda menjadi bagian dari kegiatan Dekranasda, Minggu (4/10/2026). Produk kuliner tersebut menunjukkan bahwa potensi UMKM desa tidak hanya bertumpu pada hasil laut dan kerajinan, tetapi juga berkembang melalui inovasi kuliner yang memiliki cita rasa dan daya tarik tersendiri. Dari Dapur UMKM, Lahir Produk Bernilai Nasi Uduk Sunda hadir dengan karakter sajian yang mengedepankan cita rasa dan tampilan. Pengolahan yang dilakukan oleh pelaku UMKM menjadi bagian dari proses menghadirkan produk kuliner yang tidak hanya nikmat, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk usaha. Bagi UMKM Telukawur, pengembangan produk kuliner menjadi peluang untuk memperluas pasar. Produk yang dikemas dengan baik dan memiliki identitas yang kuat dapat menjadi bagian dari pilihan kuliner masyarakat sekaligus memperkenalkan nama Telukawur melalui produk lokal. Kuliner memiliki kekuatan tersendiri dalam membangun identitas sebuah wilayah. Dari sebuah hidangan, masyarakat dapat mengenal kreativitas, cita rasa, serta semangat kewirausahaan yang berkembang di sebuah desa. Dekranasda Dorong UMKM Semakin Kreatif Kehadiran produk Nasi Uduk Sunda dalam kegiatan Dekranasda menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan mengembangkan potensi produk lokal. Bagi pelaku UMKM, ruang promosi dan jejaring seperti ini penting untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas. Selain itu, kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperoleh masukan mengenai tampilan produk, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan inovasi berikutnya. Semangat pengembangan UMKM tidak berhenti pada menghasilkan produk. Lebih jauh, pelaku usaha perlu terus membangun identitas merek, menjaga kualitas, memperbaiki kemasan, serta memanfaatkan pemasaran digital agar produk mampu bersaing di pasar yang semakin dinamis. Perempuan dan UMKM, Penggerak Ekonomi Desa Di balik berkembangnya usaha kuliner desa, terdapat ruang pemberdayaan bagi perempuan dan keluarga. Aktivitas produksi, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran dapat menjadi sumber aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi rumah tangga. Nasi Uduk Sunda menjadi salah satu contoh bahwa kreativitas sederhana dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Dengan dukungan ekosistem UMKM dan promosi yang berkelanjutan, produk lokal memiliki kesempatan untuk tumbuh dan dikenal lebih luas. Ke depan, pengembangan produk kuliner Telukawur dapat diarahkan tidak hanya pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada penguatan kualitas, konsistensi rasa, identitas kemasan, dan cerita produk sebagai bagian dari branding desa. Menguatkan Telukawur melalui Produk Lokal Nasi Uduk Sunda membawa pesan bahwa kekuatan ekonomi desa dapat dibangun dari potensi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Ketika produk lokal mendapatkan ruang untuk tumbuh, UMKM memperoleh kesempatan untuk berkembang. Ketika UMKM berkembang, aktivitas ekonomi masyarakat pun semakin memiliki ruang untuk bergerak. Nasi Uduk Sunda bukan sekadar sajian di meja makan. Ia menjadi bagian dari cerita tentang kreativitas, keberanian berusaha, dan semangat menjadikan produk lokal sebagai kekuatan ekonomi Desa Telukawur. Smart Kartini — Produk Lokal Tumbuh, UMKM Menguat, Ekonomi Desa Bergerak.

Latoh Melimpah di Telukawur, Dari Pesisir Menjadi Produk Unggulan Desa
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Latoh Melimpah di Telukawur, Dari Pesisir Menjadi Produk Unggulan Desa

#Dekranasda

TELUKAWUR, 4 Oktober 2026 — Pesisir Telukawur kembali menunjukkan kekayaan alamnya. Di antara potensi hasil laut yang tumbuh dan berkembang di wilayah pesisir, latoh menjadi salah satu komoditas lokal yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pangan khas sekaligus produk unggulan desa. Potensi tersebut menjadi bagian dari perhatian dalam kegiatan Dekranasda, Minggu (4/10/2026). Keberadaan latoh yang melimpah membuka ruang kreativitas baru bagi masyarakat untuk mengolah sumber daya pesisir menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Dari Pesisir Telukawur, Tumbuh Potensi Bernilai Latoh dikenal masyarakat pesisir sebagai salah satu jenis rumput laut yang dapat dikonsumsi dan memiliki karakter rasa serta tekstur yang khas. Bagi masyarakat Telukawur, keberadaannya bukan sekadar kekayaan alam, tetapi juga dapat menjadi bagian dari identitas pangan lokal. Selama ini, latoh dapat dinikmati sebagai bagian dari hidangan masyarakat pesisir. Namun, potensi tersebut masih dapat dikembangkan lebih jauh melalui inovasi pengolahan dan diversifikasi produk. Dengan kreativitas, latoh berpeluang diolah menjadi berbagai produk pangan yang lebih modern tanpa kehilangan karakter lokalnya. Inovasi tersebut dapat mencakup pengembangan menu, produk olahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran yang menyesuaikan kebutuhan konsumen. Dekranasda dan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal Pengembangan latoh sejalan dengan semangat ekonomi kreatif yang mendorong pemanfaatan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Kegiatan Dekranasda menjadi salah satu ruang untuk melihat kembali kekayaan bahan baku yang tersedia di daerah. Bagi Telukawur, latoh dapat menjadi salah satu bahan lokal yang dikembangkan bersama oleh masyarakat, pelaku UMKM, kelompok perempuan, maupun generasi muda. Apabila dikelola secara konsisten, potensi tersebut tidak hanya dapat mendukung diversifikasi pangan, tetapi juga membuka peluang usaha baru melalui produk olahan yang memiliki ciri khas Telukawur. Perempuan Pesisir, Kreativitas, dan Peluang Usaha Pengembangan produk berbasis latoh juga membuka ruang pemberdayaan perempuan. Mulai dari pengolahan, pengemasan, pemasaran, hingga promosi digital dapat menjadi bagian dari rantai usaha yang dikelola masyarakat. Semangat inilah yang menjadi penting dalam pengembangan ekonomi desa. Potensi alam tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi didorong menjadi produk kreatif yang memiliki cerita, identitas, dan nilai jual. Dengan mengangkat latoh sebagai salah satu potensi unggulan, Telukawur memiliki kesempatan untuk memperkenalkan karakter pangan pesisir kepada masyarakat yang lebih luas. Menjadikan Latoh sebagai Identitas Produk Desa Latoh memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar hidangan khas masyarakat pesisir. Dengan inovasi dan pengelolaan yang tepat, latoh dapat diarahkan menjadi produk unggulan Desa Telukawur yang membawa identitas wilayah pesisir. Langkah selanjutnya membutuhkan kolaborasi, mulai dari peningkatan kualitas bahan baku, pengolahan yang higienis, pengemasan yang menarik, standardisasi produk, hingga pemasaran yang lebih luas. Karena produk unggulan desa bukan hanya tentang apa yang dihasilkan, tetapi juga tentang bagaimana potensi tersebut mampu menciptakan nilai ekonomi dan memperkuat identitas masyarakat. Dari pesisir Telukawur, latoh tumbuh menjadi peluang. Dari potensi alam, lahir kreativitas. Dan dari kreativitas, terbuka jalan menuju produk unggulan desa. Smart Kartini — Menggali Potensi Pesisir, Menguatkan Perempuan, Menggerakkan Ekonomi Desa.

Kerang Hijau Melimpah di Telukawur, Potensi Laut Tersembunyi Mulai Dibuka
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Kerang Hijau Melimpah di Telukawur, Potensi Laut Tersembunyi Mulai Dibuka

#Dekranasda

TELUKAWUR, 4 Oktober 2026 — Hamparan pesisir Telukawur menyimpan beragam potensi hasil laut yang belum seluruhnya dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Salah satunya adalah kerang hijau, komoditas laut yang cukup mudah dijumpai dan memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif masyarakat pesisir. Potensi tersebut menjadi bagian dari perhatian dalam kegiatan Dekranasda, Minggu (4/10/2026). Kerang hijau tidak hanya dipandang sebagai hasil tangkapan atau bahan konsumsi, tetapi juga memiliki peluang untuk diolah menjadi berbagai produk pangan kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Dari Laut Telukawur, Ada Potensi yang Bisa Dikembangkan Sebagai desa yang memiliki karakter wilayah pesisir, Telukawur memiliki hubungan yang erat dengan sumber daya laut. Kehadiran kerang hijau menjadi salah satu gambaran bahwa laut Telukawur menyimpan kekayaan yang dapat terus digali dan dikembangkan secara bijak. Selama ini, kerang hijau lebih banyak dikenal sebagai bahan makanan yang dapat diolah dengan berbagai cara. Namun, dengan kreativitas dan inovasi, komoditas tersebut dapat diarahkan menjadi produk olahan yang memiliki ciri khas lokal. Pengembangan produk berbasis kerang hijau juga dapat membuka ruang bagi keterlibatan masyarakat, khususnya perempuan dan pelaku UMKM, mulai dari proses pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran. Dekranasda Dorong Potensi Lokal Naik Kelas Dalam perspektif pengembangan kerajinan dan ekonomi kreatif, potensi bahan lokal menjadi modal penting untuk menciptakan produk yang memiliki identitas daerah. Kerang hijau Telukawur dapat menjadi salah satu bahan baku yang dikembangkan melalui inovasi pangan. Dengan pengolahan yang tepat, standar kebersihan yang baik, kemasan yang menarik, serta strategi pemasaran yang sesuai, produk berbasis hasil laut berpeluang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Pengembangan tersebut sekaligus dapat memperkuat cerita tentang Telukawur sebagai desa pesisir yang memiliki kekayaan bahari dan kreativitas masyarakat. Perempuan dan UMKM di Balik Potensi Bahari Potensi kerang hijau juga membuka peluang pemberdayaan perempuan melalui kegiatan produktif berbasis rumah tangga dan UMKM. Kreativitas perempuan dalam mengolah bahan pangan lokal dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi keluarga sekaligus memperkuat produk unggulan desa. Dari bahan yang tersedia di sekitar, lahir peluang untuk menciptakan produk baru. Inilah semangat ekonomi kreatif: melihat sesuatu yang biasa dengan cara yang berbeda, kemudian mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai. Ke depan, potensi kerang hijau dapat terus dieksplorasi melalui pengembangan resep, diversifikasi produk, peningkatan kualitas pengolahan, desain kemasan, hingga promosi berbasis digital. Menemukan Harta Karun dari Pesisir Telukawur Kerang hijau mungkin terlihat sederhana. Namun di balik melimpahnya komoditas tersebut, tersimpan peluang untuk mengembangkan ekonomi masyarakat pesisir. Telukawur memiliki laut, memiliki hasil alam, dan memiliki masyarakat yang kreatif. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan pesisir. Dari pesisir Telukawur, kerang hijau membuka cerita baru—dari hasil laut yang melimpah menjadi peluang ekonomi kreatif yang bernilai. Smart Kartini — Menggali Potensi Lokal, Menggerakkan Kreativitas, Menguatkan Ekonomi Perempuan dan Masyarakat.

Kegiatan berjualan di pinggir kali dong ilat-ilat desa geneng
Desa Geneng, Kec. Batealit

Kegiatan berjualan di pinggir kali dong ilat-ilat desa geneng

#Dekranasda

Kegiatan berjualan di sepanjang jalan kali Dong Ilat-ilat rutin diadakan setiap hari minggu pagi jam 05.30- 12.00 wib. kali atau sungai ini terletak di perbatasan desa geneng dan desa rengging. Berjualan di area sini banyak macam- macam jualan. Diantaranya ada makanan, pecel, aneka lauk, aneka jajan pasar, minuman, jus buah segar, mainan anak, penyewaan mainan juga ada, ada berjualan baju celana, susu kedelai home made, dan jajan kekinian yang pasti disukai anak-anak. Ada yang jajan setelah itu nongkrong di kali sambil main air. Sungguh kegiatan yang sangat menyenangkan. Dan ekonomis di kantong. Berjualan ini diharapkan menaikan nilai ekonomi pelaku UMKM. Tepatnya untuk warga desa geneng dan desa rengging.

Ketua TP Posyandu Sekaligus Ketua TP PKK Kecamatan Mlonggo Kunjungi UMKM Farida Snack & Catering, Dorong UMKM Pangan yang Berkualitas dan Berdaya Saing
Kecamatan Mlonggo

Ketua TP Posyandu Sekaligus Ketua TP PKK Kecamatan Mlonggo Kunjungi UMKM Farida Snack & Catering, Dorong UMKM Pangan yang Berkualitas dan Berdaya Saing

#Dekranasda

Pada tanggal 3 Oktober 2026, Ketua TP Posyandu Kecamatan Mlonggo sekaligus Ketua TP PKK Kecamatan Mlonggo bersama Camat Mlonggo, Petinggi Desa Suwawal, dan Ketua TP PKK Desa Suwawal melakukan kunjungan ke UMKM Farida Snack & Catering di Desa Suwawal. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tempat produksi sekaligus proses pembuatan berbagai produk yang dihasilkan oleh UMKM Farida Snack & Catering. Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga melihat bagaimana proses produksi dilakukan dengan memperhatikan aspek kebersihan dan kelayakan usaha. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap perkembangan UMKM, khususnya usaha pengolahan pangan yang berada di wilayah Kecamatan Mlonggo. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui secara langsung proses produksi, memberikan motivasi kepada pelaku UMKM agar terus meningkatkan kualitas produk, serta mendorong UMKM agar mampu berkembang dan memiliki daya saing. Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah semakin berkembangnya UMKM pangan di Kecamatan Mlonggo yang mampu menghasilkan produk berkualitas, aman, dan memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku. UMKM Farida Snack & Catering telah memiliki sertifikasi halal, NIB, SLHS, dan PIRT, yang menjadi bagian penting dalam mendukung kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Sebagai tindak lanjut direncanakan akan dilaksanakan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan terhadap UMKM di wilayah Kecamatan Mlonggo agar dapat terus meningkatkan kualitas produksi, pengelolaan usaha, dan pemasaran. Melalui kunjungan ini diharapkan UMKM di Kecamatan Mlonggo semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas dan legalitas usahanya serta mampu berkembang secara berkelanjutan. Semoga UMKM Farida Snack & Catering dapat terus tumbuh, semakin dikenal masyarakat, dan menjadi salah satu contoh UMKM pangan yang mampu memberikan manfaat bagi keluarga serta perekonomian masyarakat Desa Suwawal dan Kecamatan Mlonggo.

Dukung UMKM Lokal, Ketua Dekranasda Pecangaan Hadiri Semarak Kartini Night Jepara
Kecamatan Pecangaan

Dukung UMKM Lokal, Ketua Dekranasda Pecangaan Hadiri Semarak Kartini Night Jepara

#Dekranasda

Ketua Dekranasda Kecamatan Pecangaan menghadiri gelaran Kartini Night Jepara yang berlangsung meriah di sepanjang kawasan Jalan Kartini hingga Alun-Alun Kota Jepara. Acara yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Dekranasda Kabupaten Jepara di bawah pimpinan Ibu Hj. Laila Saidah Witiarso (Bu Ella) ini menyuguhkan ruang pameran produk unggulan ekonomi kreatif, kuliner, seni pertunjukan, hingga fashion show kain tenun Troso dan batik khas. Kehadiran jajaran Dekranasda tingkat kecamatan menjadi bentuk komitmen kuat dalam mempromosikan karya-karya terbaik perajin lokal agar semakin naik kelas. Mari bersama kita ramaikan dan dukung terus pergerakan UMKM lokal demi kemandirian ekonomi daerah kita!