Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 15687 Warta Seluruh
Tingkat: Semua Tingkat
TP. PKK dan Kader Posyandu Telukawur Kembali Bergerak Melalui MBG 3 M
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

TP. PKK dan Kader Posyandu Telukawur Kembali Bergerak Melalui MBG 3 M

#posyandu

TELUKAWUR, TAHUNAN – Kepedulian terhadap kesehatan keluarga terus diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Pada Rabu, 16 September 2026, TP. PKK Desa Telukawur bersama Kader Posyandu kembali berperan dalam kegiatan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) 3 M yang dilaksanakan di Pos Kesehatan Desa (PKD) Telukawur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus membangun kesadaran bahwa kesehatan keluarga perlu mendapat perhatian secara berkelanjutan. Hadir Lebih Dekat dengan Masyarakat Kegiatan distribusi MBG menjadi salah satu bentuk kehadiran kader di tengah masyarakat. Dengan berada langsung di lingkungan pelayanan kesehatan desa, TP. PKK dan Kader Posyandu dapat turut mendukung pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Kehadiran para kader juga mencerminkan semangat pelayanan berbasis masyarakat, di mana kepedulian terhadap kesehatan dibangun melalui kebersamaan dan partisipasi berbagai unsur di desa. Gizi dan Kesehatan Berawal dari Keluarga Keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk kebiasaan hidup sehat. Perhatian terhadap makanan bergizi, pola hidup bersih dan sehat, serta pemantauan kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan keluarga yang berkualitas. Melalui kegiatan MBG, pesan mengenai pentingnya pemenuhan gizi dapat terus diperkuat di tengah masyarakat. Pemenuhan gizi yang baik merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang kelompok sasaran. Kader Posyandu sebagai Penggerak di Tingkat Desa Kader Posyandu merupakan bagian penting dalam pelaksanaan berbagai kegiatan kesehatan masyarakat. Kedekatan kader dengan lingkungan dan keluarga menjadikan mereka memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan pelayanan kesehatan di desa. Bersama TP. PKK, para kader terus membangun semangat gotong royong agar berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan keluarga dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. PKD Menjadi Titik Temu Pelayanan dan Kepedulian PKD Telukawur menjadi salah satu ruang yang mempertemukan pelayanan kesehatan dengan kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan distribusi MBG di tempat tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya fasilitas kesehatan desa sebagai bagian dari ekosistem pelayanan masyarakat. Kolaborasi yang terbangun antara TP. PKK dan Kader Posyandu diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan keluarga di Desa Telukawur. Menjaga Gizi, Menjaga Masa Depan Setiap kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi merupakan bagian dari investasi jangka panjang bagi keluarga dan masyarakat. Karena itu, kepedulian terhadap pemenuhan gizi perlu terus dibangun melalui edukasi, pendampingan, dan keterlibatan masyarakat. TP. PKK Desa Telukawur bersama Kader Posyandu akan terus hadir dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan yang mendukung kesehatan, pemberdayaan keluarga, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dari kepedulian hari ini, kita menjaga kesehatan generasi esok. Bersama PKK dan Kader Posyandu, mari terus membangun keluarga Desa Telukawur yang sehat, peduli, dan berdaya.

KBM Keliling Desa Telukawur Angkat Tema Lingkungan, Tanamkan Kepedulian Sejak Dini
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

KBM Keliling Desa Telukawur Angkat Tema Lingkungan, Tanamkan Kepedulian Sejak Dini

#Bunda PAUD

TELUKAWUR, TAHUNAN – Edukasi mengenai lingkungan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat sejak usia dini. Semangat tersebut hadir dalam kegiatan KBM Keliling Desa Telukawur yang dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, dengan mengangkat tema lingkungan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Kegiatan KBM keliling menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak. Proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga dapat dilakukan dengan mengenalkan lingkungan sekitar sebagai sumber pengetahuan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lingkungan Menjadi Sumber Belajar Tema lingkungan memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal berbagai hal yang ada di sekitarnya. Lingkungan dapat menjadi media pembelajaran yang sederhana sekaligus kaya akan pengalaman, mulai dari mengenal tumbuhan, menjaga kebersihan, memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya, hingga membangun kebiasaan merawat lingkungan. Melalui pembelajaran yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, anak diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mulai membangun sikap peduli terhadap lingkungan. KBM Keliling Hadirkan Pembelajaran yang Lebih Kontekstual Konsep KBM keliling memberikan warna tersendiri dalam proses pendidikan. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui pengamatan dan pengalaman yang lebih dekat dengan lingkungan tempat mereka tinggal. Pendekatan tersebut dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik karena anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak mengenali berbagai hal yang mereka temui di sekitarnya. Lingkungan Desa Telukawur dengan karakter masyarakat pesisir juga memiliki banyak potensi sebagai ruang belajar. Anak dapat diperkenalkan sejak dini mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, kelestarian alam, serta kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal. Menanamkan Kebiasaan Baik Sejak Dini Kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, merawat tanaman, menggunakan air secara bijak, dan menjaga lingkungan sekitar merupakan nilai-nilai yang dapat dikenalkan kepada anak sejak dini. Pembelajaran dengan tema lingkungan menjadi momentum untuk menanamkan kebiasaan tersebut secara menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak. Kolaborasi Keluarga dan Lingkungan dalam Pendidikan Pendidikan mengenai lingkungan akan semakin bermakna apabila mendapatkan dukungan dari keluarga. Kebiasaan yang dikenalkan dalam kegiatan pembelajaran dapat dilanjutkan di rumah sehingga anak memperoleh pengalaman yang konsisten antara lingkungan belajar dan lingkungan keluarga. Dalam semangat pemberdayaan keluarga, kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari pembentukan karakter anak. Anak yang terbiasa melihat lingkungan sebagai sesuatu yang harus dijaga akan memiliki kesempatan untuk tumbuh dengan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya. Dari Desa Telukawur untuk Generasi Peduli Lingkungan Kegiatan KBM Keliling Desa Telukawur dengan tema lingkungan menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata. Dari lingkungan terdekat, anak-anak dapat belajar mengenal alam, memahami kebersihan, serta membangun kebiasaan positif sejak dini. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan keluarga dan masyarakat Desa Telukawur, sehingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari karakter generasi penerus. Karena menjaga lingkungan bukan hanya tugas hari ini, tetapi investasi untuk masa depan. Dari pembelajaran sederhana di lingkungan sekitar, kita tanamkan kepedulian untuk mewujudkan generasi Desa Telukawur yang sehat, peduli, kreatif, dan bertanggung jawab.

PENDISTRIBUSIAN PMT DAN MBG DI POS MAWAR MERAH 1 DUKUH GETAAN BANYUMANIS
Desa Banyumanis, Kec. Donorojo

PENDISTRIBUSIAN PMT DAN MBG DI POS MAWAR MERAH 1 DUKUH GETAAN BANYUMANIS

#posyandu

LAPORAN PENDISTRIBUSIAN PMT DAN MBG Pos Mawar Merah 1, Dukuh Getaan, Desa Banyumanis Telah dilaksanakan kegiatan pendistribusian PMT dan MBG bagi ibu hamil dan balita di Pos Mawar Merah 1, Dukuh Getaan, Desa Banyumanis oleh kader Posyandu Desa Banyumanis. Menu yang diberikan terdiri dari nasi sebagai sumber karbohidrat dan energi, bavati ayam dan orek tempe sebagai sumber protein untuk membantu pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh, sayur labu siam dan jagung sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat, serta buah kelengkeng sebagai sumber vitamin dan pelengkap kebutuhan gizi. Kegiatan ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan balita serta mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak. Pendistribusian berjalan lancar dan tertib sebagai wujud kepedulian kader terhadap kesehatan masyarakat Desa Banyumanis. 🌱💚

PENDISTRIBUSIAN PMT DAN MBG DI POS MAWAR MERAH 7
Desa Banyumanis, Kec. Donorojo

PENDISTRIBUSIAN PMT DAN MBG DI POS MAWAR MERAH 7

#posyandu

Rabu, 16 September 2026 Pos Mawar Merah 7, Dukuh Boweng, Desa Banyumanis Pada hari Rabu, 16 September 2026, telah dilaksanakan kegiatan pendistribusian PMT dan MBG bagi ibu hamil dan balita di Pos Mawar Merah 7, Dukuh Boweng, Desa Banyumanis. Kegiatan ini dilaksanakan oleh kader-kader Posyandu Desa Banyumanis sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil dan balita. Pemberian PMT dan MBG diharapkan dapat membantu memenuhi asupan gizi serta mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang balita agar optimal. Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, kader Posyandu terus berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan generasi Desa Banyumanis yang sehat, aktif, dan tumbuh dengan baik. 🌱💚

Bunda Literasi Telukawur Perkuat Wawasan Pendidikan Anak melalui Kegiatan Pengantar PAUD
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Bunda Literasi Telukawur Perkuat Wawasan Pendidikan Anak melalui Kegiatan Pengantar PAUD

#Bunda Literasi

SUKOSONO, KEDUNG – Penguatan literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami berbagai pengetahuan yang mendukung kehidupan keluarga dan masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam kegiatan Pengantar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, bertempat di PKBM Al Wathoniyah, Desa Sukosono, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Kegiatan tersebut menghadirkan Ustadzah Farah Kamelia Ali Putri, Dosen STAIM sebagai narasumber. Materi dan wawasan yang disampaikan menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk memperluas pemahaman mengenai pendidikan anak usia dini serta pentingnya memberikan stimulasi dan pendampingan yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Literasi Pendidikan Dimulai dari Memahami Anak Dalam perspektif Bunda Literasi, membangun budaya literasi dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua dan masyarakat perlu memiliki kesempatan untuk terus belajar dan memperkaya wawasan, termasuk mengenai bagaimana mendampingi anak dalam proses tumbuh dan berkembang. Pendidikan anak usia dini menjadi salah satu pengetahuan penting yang perlu dipahami karena masa awal kehidupan merupakan periode yang sangat berarti dalam pembentukan karakter, kemampuan sosial, kebiasaan belajar, serta rasa ingin tahu anak. Bunda Literasi Mendorong Keluarga Gemar Belajar Kegiatan Pengantar PAUD menjadi ruang untuk menumbuhkan budaya belajar bagi orang dewasa sekaligus memperkuat pemahaman bahwa pendidikan merupakan proses yang berlangsung sepanjang hayat. Bunda Literasi Telukawur memandang bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang kaya akan pengalaman belajar. Membacakan buku, mengajak anak berdiskusi, memberikan kesempatan bereksplorasi, serta mendampingi anak mengenal lingkungan merupakan bagian dari aktivitas literasi yang dapat dilakukan secara sederhana di rumah. Dengan semakin baiknya pemahaman orang tua, proses pendampingan anak diharapkan dapat berlangsung secara lebih sadar, positif, dan sesuai kebutuhan perkembangan mereka. Membangun Ekosistem Literasi yang Ramah Anak Literasi yang tumbuh di keluarga dapat menjadi fondasi bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih kuat. Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang mendukung aktivitas belajar akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap pengetahuan. Karena itu, Bunda Literasi tidak hanya mendorong anak untuk gemar membaca, tetapi juga mengajak keluarga menjadikan kegiatan belajar sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Kehadiran dalam kegiatan Pengantar PAUD menjadi salah satu langkah untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat jejaring pembelajaran mengenai pendidikan anak usia dini. Dari Wawasan Menjadi Gerakan Literasi Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat diterapkan dan dibagikan kembali di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dengan demikian, literasi tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama. Bunda Literasi Telukawur akan terus mendorong terciptanya budaya membaca, belajar, berdiskusi, dan berbagi pengetahuan sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang berdaya dan masyarakat yang memiliki wawasan luas. Karena literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi tentang membuka pikiran, memperluas wawasan, dan menghadirkan pengetahuan untuk kehidupan yang lebih baik. Dari keluarga yang gemar belajar, kita tumbuhkan generasi Desa Telukawur yang cerdas, kritis, kreatif, dan berkarakter.

Perkuat Pemahaman PAUD, TP. PKK Telukawur Ikuti Pengantar Pendidikan Anak Usia Dini di PKBM Al Wathoniyah
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Perkuat Pemahaman PAUD, TP. PKK Telukawur Ikuti Pengantar Pendidikan Anak Usia Dini di PKBM Al Wathoniyah

#Bunda PAUD

SUKOSONO, KEDUNG – Pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak masa awal pertumbuhan. Semangat memperkuat pemahaman mengenai PAUD tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Pengantar Pendidikan Anak Usia Dini” yang dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, bertempat di PKBM Al Wathoniyah, Desa Sukosono, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Kegiatan ini menghadirkan Ustadzah Farah Kamelia Ali Putri, Dosen STAIM sebagai narasumber. Kegiatan menjadi ruang pembelajaran dan penguatan wawasan bagi peserta mengenai pentingnya pendidikan yang tepat, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Memahami PAUD sebagai Fondasi Perkembangan Anak Pendidikan anak usia dini tidak sekadar memperkenalkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Pada fase ini, anak membutuhkan lingkungan yang mampu mendukung perkembangan berbagai aspek, mulai dari kemampuan sosial dan emosional, bahasa, kognitif, fisik-motorik, hingga pembentukan karakter. Pemahaman tersebut menjadi penting bagi setiap pihak yang terlibat dalam pendidikan anak. Anak membutuhkan proses belajar yang sesuai tahap perkembangannya, sehingga kegiatan pendidikan dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus memberikan stimulasi yang positif. Belajar tentang Anak, Belajar tentang Masa Depan Masa usia dini merupakan periode penting dalam perjalanan tumbuh kembang anak. Karena itu, pemahaman orang dewasa mengenai karakteristik anak menjadi salah satu kunci dalam menciptakan proses pendidikan yang berkualitas. Melalui kegiatan Pengantar Pendidikan Anak Usia Dini, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai konsep dasar PAUD serta pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung kebutuhan anak. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk menghadirkan pendekatan pendidikan yang lebih ramah anak, memberikan ruang eksplorasi, serta menghargai setiap tahapan perkembangan anak. Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak Pendidikan anak tidak hanya berlangsung di lembaga pendidikan. Keluarga memiliki peran yang sangat penting karena rumah merupakan lingkungan pertama tempat anak belajar mengenal nilai, kebiasaan, komunikasi, dan kehidupan sosial. Oleh karena itu, penguatan literasi mengenai pendidikan anak usia dini juga perlu menjangkau keluarga. Orang tua dan lingkungan terdekat anak perlu memiliki pemahaman yang baik agar dapat memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Semangat tersebut sejalan dengan gerakan pemberdayaan keluarga yang terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan TP. PKK. Membangun Pendidikan yang Ramah dan Menyenangkan Pendidikan anak usia dini idealnya memberikan ruang kepada anak untuk belajar melalui pengalaman, bermain, berinteraksi, dan bereksplorasi. Suasana yang aman dan menyenangkan dapat membantu anak membangun rasa percaya diri serta mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dalam konteks tersebut, peningkatan kapasitas para pendidik maupun pihak yang memiliki perhatian terhadap PAUD menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas. Dari Literasi PAUD Menuju Generasi Berkualitas Kegiatan Pengantar Pendidikan Anak Usia Dini di PKBM Al Wathoniyah menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dan membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pendidikan anak sejak usia dini. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti di ruang kegiatan, tetapi dapat diterapkan dalam pendampingan anak di lingkungan pendidikan maupun keluarga. Ketika orang dewasa memahami dunia anak, proses pendidikan akan menjadi lebih bermakna. Dari pendidikan yang ramah anak, kita menanam fondasi bagi generasi yang tumbuh percaya diri, berkarakter, kreatif, dan berdaya.