Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Arsip Jejak Pengabdian

Warta Kegiatan

Menampilkan 15839 Warta Seluruh
Tingkat: Semua Tingkat
UMKM Cap Nona Naik Kelas, Hadirkan Inovasi Bolu Gulung sebagai Produk Unggulan Desa Telukawur
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

UMKM Cap Nona Naik Kelas, Hadirkan Inovasi Bolu Gulung sebagai Produk Unggulan Desa Telukawur

#Dekranasda

TELUKAWUR, TAHUNAN – Semangat inovasi terus tumbuh di tengah pelaku UMKM Desa Telukawur. Kreativitas dalam mengembangkan produk menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat daya saing sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal. Pada Sabtu, 19 September 2026, TP. PKK Desa Telukawur hadir dalam kegiatan pengembangan UMKM Cap Nona yang tengah melakukan inovasi melalui pengembangan produk bolu gulung. Pengembangan bolu gulung menjadi bagian dari upaya UMKM Cap Nona untuk menghadirkan variasi produk sekaligus memberikan pilihan kuliner yang lebih beragam kepada konsumen. Langkah ini menunjukkan semangat pelaku usaha untuk terus belajar, berkreasi, dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar. TP. PKK Hadir Dukung Kreativitas Pelaku UMKM Kehadiran TP. PKK Desa Telukawur menjadi bentuk dukungan terhadap proses pengembangan UMKM di tingkat desa. Melalui komunikasi dan pendampingan, TP. PKK terus mendorong pelaku usaha agar tidak berhenti pada produk yang sudah ada, tetapi berani melakukan inovasi dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Pengembangan UMKM juga memiliki keterkaitan erat dengan pemberdayaan keluarga. Ketika sebuah usaha tumbuh, keterampilan anggota keluarga dapat semakin produktif dan potensi ekonomi yang berasal dari lingkungan rumah tangga dapat dikembangkan menjadi usaha yang bernilai. UMKM Cap Nona menjadi salah satu bagian dari geliat usaha masyarakat Desa Telukawur yang terus berupaya menghadirkan produk baru. Bolu gulung menjadi salah satu inovasi yang dikembangkan untuk memperkaya ragam produk dan memperluas peluang pemasaran. Inovasi Produk, Langkah Menuju Naik Kelas Perjalanan sebuah UMKM untuk berkembang membutuhkan kreativitas, konsistensi, dan kemauan untuk terus melakukan pembaruan. Pengembangan produk bukan hanya tentang menghadirkan jenis makanan baru, tetapi juga menjadi proses untuk mengenali kebutuhan konsumen dan membangun karakter produk. Bolu gulung yang dikembangkan UMKM Cap Nona diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan produk usaha sekaligus menambah daya tarik produk lokal Desa Telukawur. Selain inovasi produk, keberlanjutan UMKM juga membutuhkan perhatian terhadap kualitas, kebersihan, kemasan, tampilan, dan pengelolaan usaha. Berbagai aspek tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan produk lokal untuk dapat berkembang dan dikenal lebih luas. Dari Keterampilan Keluarga Menjadi Potensi Ekonomi UMKM yang tumbuh di lingkungan desa merupakan gambaran bahwa potensi ekonomi dapat berawal dari keterampilan dan kreativitas masyarakat. Produk yang dibuat dengan ketekunan memiliki peluang untuk berkembang menjadi bagian dari identitas ekonomi lokal. TP. PKK Desa Telukawur terus mendorong semangat tersebut melalui berbagai bentuk dukungan dan sinergi dengan pelaku usaha. Pemberdayaan UMKM diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi keluarga dan pengembangan potensi desa. Dengan semangat inovasi yang terus dijaga, UMKM Cap Nona diharapkan dapat semakin berkembang dan memperkenalkan produk olahan masyarakat Desa Telukawur kepada pasar yang lebih luas. Bersama Mendorong UMKM Telukawur Semakin Berdaya Kegiatan pengembangan bolu gulung ini menjadi bagian dari perjalanan UMKM Cap Nona dalam melakukan inovasi produk. Kehadiran TP. PKK Desa Telukawur sekaligus memperkuat pesan bahwa pertumbuhan UMKM membutuhkan dukungan, sinergi, dan semangat untuk terus belajar. Dari keterampilan lahir karya, dari kreativitas lahir inovasi, dan dari UMKM yang terus berkembang tumbuh kekuatan ekonomi keluarga. Bersama TP. PKK Desa Telukawur, produk lokal terus bergerak menuju UMKM yang semakin produktif, kreatif, dan berdaya saing.

UMKM Cap Nona Naik Kelas, Kembangkan Bolen sebagai Produk Baru Desa Telukawur
Desa Telukawur, Kec. Tahunan

UMKM Cap Nona Naik Kelas, Kembangkan Bolen sebagai Produk Baru Desa Telukawur

#Dekranasda

TELUKAWUR, TAHUNAN – Kreativitas pelaku UMKM terus tumbuh di Desa Telukawur. Semangat untuk mengembangkan produk lokal dan menghadirkan inovasi baru menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi keluarga dan potensi usaha masyarakat. Pada Sabtu, 19 September 2026, TP. PKK Desa Telukawur hadir dalam kegiatan pengembangan UMKM Cap Nona yang tengah melakukan inovasi produk melalui pengembangan bolen sebagai salah satu produk baru. Pengembangan bolen menjadi langkah kreatif UMKM Cap Nona untuk memperluas pilihan produk sekaligus memberikan variasi kepada konsumen. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Desa Telukawur terus berupaya mengikuti perkembangan selera pasar dengan tetap mengedepankan kreativitas dan potensi usaha lokal. TP. PKK Hadir Dukung UMKM Lokal Kehadiran TP. PKK Desa Telukawur menjadi bentuk dukungan terhadap semangat pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Pendampingan dan komunikasi dengan pelaku usaha menjadi bagian dari upaya TP. PKK untuk mendorong masyarakat agar semakin produktif dan mampu mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki. Bagi TP. PKK, pertumbuhan UMKM memiliki hubungan erat dengan pemberdayaan keluarga. Usaha yang berkembang dapat menjadi ruang produktif bagi masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi dari keterampilan yang dimiliki. UMKM Cap Nona menjadi salah satu contoh bahwa inovasi dapat dimulai dari langkah sederhana. Pengembangan produk baru seperti bolen dapat menjadi bagian dari proses memperkuat identitas usaha sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Dari Produk Lokal Menuju Pasar yang Lebih Luas Mengembangkan sebuah produk membutuhkan proses, kreativitas, dan konsistensi. Selain memperhatikan cita rasa, pelaku UMKM juga perlu terus memperhatikan kualitas, kemasan, tampilan produk, serta kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen. Melalui semangat inovasi tersebut, UMKM Cap Nona diharapkan dapat terus bertumbuh dan memperkuat keberadaan produk lokal Desa Telukawur. Pengembangan bolen menjadi salah satu langkah untuk memperkaya ragam produk sekaligus memberikan alternatif pilihan kuliner bagi masyarakat. TP. PKK Desa Telukawur akan terus memberikan dukungan terhadap pelaku UMKM melalui sinergi, pendampingan, dan penguatan semangat kewirausahaan masyarakat. UMKM Tumbuh, Ekonomi Keluarga Bergerak Keberadaan UMKM di tingkat desa memiliki arti penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Di balik sebuah produk terdapat keterampilan, kreativitas, ketekunan, dan semangat keluarga untuk terus berkembang. Pengembangan UMKM Cap Nona menjadi bagian dari dinamika positif ekonomi lokal Desa Telukawur. Dengan terus berinovasi dan menjaga kualitas, produk lokal memiliki ruang untuk dikenal lebih luas dan menjadi bagian dari potensi unggulan desa. TP. PKK Desa Telukawur berkomitmen untuk terus hadir dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, termasuk mendukung pelaku UMKM agar semakin kreatif, produktif, dan mandiri. Dari kreativitas lahir inovasi. Dari inovasi tumbuh peluang. Bersama UMKM dan TP. PKK Desa Telukawur, produk lokal terus bergerak naik kelas dan membawa semangat ekonomi keluarga menuju pasar yang lebih luas.

Penyaluran PMT Bumil Pokja IV Desa Karanggondang di RW 04
Desa Karanggondang, Kec. Mlonggo

Penyaluran PMT Bumil Pokja IV Desa Karanggondang di RW 04

#PKK

Kegiatan penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil oleh Pokja IV Desa Karanggondang yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 September 2026 di wilayah RW 04. Pemberian nutrisi ini bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu dan mendukung tumbuh kembang janin secara optimal. Berikut menu PMT beserta manfaatnya: 1. Nugget Menjadi sumber protein dan energi untuk mendukung pertumbuhan jaringan tubuh janin serta menjaga daya tahan tubuh ibu. 2. Telur Rebus Kaya akan protein berkualitas tinggi dan kolin yang sangat penting untuk perkembangan otak serta sistem saraf janin. 3. Lepet Jagung Menyediakan karbohidrat kompleks dan serat untuk menambah energi harian serta membantu melancarkan pencernaan ibu hamil. 4. Es Buah Mengandung beragam vitamin, mineral, dan cairan alami yang membantu menyegarkan tubuh serta memenuhi kebutuhan hidrasi dan vitamin harian.

Penyaluran PMT Bumil Pokja IV Desa Karanggondang di RW 02
Desa Karanggondang, Kec. Mlonggo

Penyaluran PMT Bumil Pokja IV Desa Karanggondang di RW 02

#PKK

Kegiatan penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil oleh Pokja IV Desa Karanggondang yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 September 2026 di wilayah RW 02. Pemberian nutrisi ini bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu dan mendukung tumbuh kembang janin secara optimal. Berikut menu PMT beserta manfaatnya: 1. Nugget Menjadi sumber protein dan energi untuk mendukung pertumbuhan jaringan tubuh janin serta menjaga daya tahan tubuh ibu. 2. Telur Rebus Kaya akan protein berkualitas tinggi dan kolin yang sangat penting untuk perkembangan otak serta sistem saraf janin. 3.Lepet Jagung Menyediakan karbohidrat kompleks dan serat untuk menambah energi harian serta membantu melancarkan pencernaan ibu hamil. 4. Es Buah Mengandung beragam vitamin, mineral, dan cairan alami yang membantu menyegarkan tubuh serta memenuhi kebutuhan hidrasi dan vitamin harian.

Pertemuan Rutin TP PKK Desa Jambu Timur
Desa Jambu Timur, Kec. Mlonggo

Pertemuan Rutin TP PKK Desa Jambu Timur

#PKK

Pada hari ini, Sabtu tanggal 19 September 2026 telah dilaksanakan pertemuan Rutin PKK Oleh TP PKK Desa Jambu Timur yang di laksanakan di komplek Kali Tempur Sekuro. Acara ini di hadiri oleh Ketua TP PKK beserta pengurus dan anggotanya. Agenda kegiran ini merupakan acara rutin yang dilaksanakan di setiap hari Sabtu Minggu ketiga untuk tiap bulannya Rangkaian acara dimklai dengan menyanyikan lagu Mars PKK dan Mars Jepara yang dilanjutkan dengan pembukaan serta Sambutan dari Ketua TP PKK Desa Jambu Timur. Dalam Sambutannya Ketua TP PKK menyampaikan tentang persiapan pelaksanaan lomba masak yang akan diikuti oleh Pokja 3 sebagai perwakilan dari TP PKK Kecamatan Mlonggo. Selain itu Ketua TP PKK juga mengingatkan kepada seluruh anggota TP PKK untuk secara rutin melaporkan kegiatannya di Aplikasi Smart Kartini. Acara kemudian dilanjutkan dengan Pengisian dari Pokja 1 yang disampaikan oleh Ibu Zuli Setiyowati sebagai Nara Sumber yang sihadirkan pada kegiatan in, dengan mengusung tema tentang Parenting di Era Gen Z dan Gen Alpha Parenting untuk Gen Z dan Gen Alpha membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif karena mereka tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi, internet, dan media sosial. Namun, kebutuhan dasar mereka tetap sama: kasih sayang, perhatian, batasan yang jelas, rasa aman, dan hubungan yang dekat dengan orang tua. 👨‍👩‍👧 7 Prinsip Parenting 1. Dekat secara emosional ❤️ Luangkan waktu untuk mendengarkan anak tanpa langsung menghakimi atau menyalahkan. 2. Orang tua menjadi teladan anak belajar dari apa yang dilakukan orang tua. Jika ingin anak mengurangi penggunaan gadget, orang tua juga perlu menunjukkan penggunaan gadget yang sehat. 3. Aturan digital harus jelas 📱 Buat kesepakatan tentang: waktu menggunakan gadget, jenis konten yang boleh diakses, penggunaan gadget saat makan atau belajar,keamanan akun dan privasi. 4. Dampingi, jangan hanya melarang Alih-alih mengatakan “Jangan main HP!”, orang tua dapat bertanya: “Kamu sedang melihat apa? Boleh Ayah/Ibu lihat dan kita bahas bersama?” 5. Ajarkan literasi digital 🌐 Anak perlu belajar membedakan informasi benar dan salah, menjaga data pribadi, memahami jejak digital, beserta bersikap sopan di dunia maya. 6. Berikan batasan sekaligus pilihan Anak membutuhkan struktur. Buat aturan yang konsisten, tetapi berikan ruang bagi anak untuk memilih, misalnya memilih aktivitas akhir pekan atau menentukan urutan tugasnya. 7. Seimbangkan dunia digital dan dunia nyata ⚽ Pastikan anak tetap memiliki waktu untuk: bermain aktif,membaca,berkreasi, bersosialisasi,membantu keluarga, tidur cukup,dan berbicara dengan orang tua. 🔑 Kunci parenting Gen Z & Gen Alpha Connection before correction Bangun hubungan terlebih dahulu sebelum memberikan nasihat atau koreksi. Batasan + kasih sayang + keteladanan = pengasuhan yang sehat. Yang paling penting, teknologi bukan musuh anak. Tantangannya adalah membantu anak menjadi pengguna teknologi yang cerdas, aman, bertanggung jawab, dan tetap memiliki kehidupan nyata yang sehat.