Sosialisasi Gemar Membaca
Pokja II Mengadakan sosialisasi gemar membaca. Di PKK Puspita RT 5/RW 1 pada tanggal 7 Mei 2026 di rumah ibu Ovi Novita. Dihadiri oleh 50 orang
Pokja II Mengadakan sosialisasi gemar membaca. Di PKK Puspita RT 5/RW 1 pada tanggal 7 Mei 2026 di rumah ibu Ovi Novita. Dihadiri oleh 50 orang
Kegiatan: Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan TBC Hari/Tanggal: Kamis, 7 Mei 2026 Tempat: Pendopo kabupaten Jepara jam : 08.0 - selesai Peserta: Kader Pokja IV Desa/Kelurahan se-Kabupaten JeparaDeskripsi Kegiatan: Dalam rangka meningkatkan peran serta kader dalam penanggulangan TBC di masyarakat, Kader Pokja IV Desa Bandungrejo mengikuti kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan TBC tingkat Kabupaten Jepara Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada kader tentang cara pencegahan, penemuan dini, serta pendampingan penderita TBC agar patuh minum obat sampai sembuh. Diharapkan setelah mengikuti sosialisasi ini, kader dapat menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat dan mendukung program Eliminasi TBC di Desa Bandungrejo.
Pada hari Kamis, 7 Mei 2026, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Pakis Aji, Ny. Sunarti Mujoko, menghadiri acara penting tingkat kabupaten yang berlangsung khidmat di Gedung Bersama. Agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah Pelantikan Ketua Pembina Posyandu Kecamatan se-Kabupaten Jepara. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Jepara, Ny. Laila Saidah Witiarso. Pelantikan ini menandai babak baru penguatan peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat kecamatan dan desa. Dalam arahannya, ditekankan bahwa peran Ketua Pembina Posyandu Kecamatan sangat krusial dalam mengoordinasikan, membina, dan mengintegrasikan berbagai program kesehatan dasar serta penurunan angka stunting di wilayah masing-masing. Dengan dilantiknya Ny. Sunarti Mujoko, TP PKK Kecamatan Pakis Aji menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah baru ini dengan penuh tanggung jawab. Langkah awal yang akan diambil adalah memperkuat sinergi dengan seluruh kader Posyandu dan instansi terkait di Kecamatan Pakis Aji guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi ibu, anak, dan lansia. Seluruh rangkaian acara pelantikan berjalan dengan lancar, tertib, dan ditutup dengan sesi foto bersama serta ucapan selamat kepada para ketua yang baru dilantik.
Kamis, 7 Mei 2026 Pelantikan Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Jepara berlangsung dengan khidmat sebagai langkah memperkuat pembinaan dan pengembangan Posyandu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pada kesempatan tersebut, turut dilantik Tim Pembina Posyandu Kecamatan Kembang bersama TP Posyandu dari kecamatan lainnya di Kabupaten Jepara. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan komitmen seluruh jajaran Tim Pembina Posyandu dalam mendukung penyelenggaraan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui Posyandu. Diharapkan, Tim Pembina yang telah dilantik dapat menjalankan tugas pembinaan, pendampingan, dan koordinasi secara optimal demi terwujudnya pelayanan Posyandu yang berkualitas. Dalam rangkaian acara tersebut juga dilaksanakan penyerahan penghargaan Lomba Posyandu 6 SPM Terbaik. Posyandu Timbul Jaya berhasil meraih penghargaan sebagai Posyandu 6 SPM Terbaik, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan inovasi dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh Posyandu untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat peran kader, serta mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
Pada 07 Mei 2026, dilaksanakan kegiatan Pelantikan Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan se-Kabupaten Jepara Tahun 2026 yang bertempat di Aula OPD Bersama Setda Kabupaten Jepara, Jalan Kartini Jepara. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai penguatan kelembagaan Posyandu serta peneguhan peran Ketua TP Posyandu Kecamatan dalam mengoordinasikan, membina, dan mengembangkan layanan Posyandu di wilayah masing-masing. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan komitmen dan sinergi antara pemerintah, TP Posyandu, TP PKK, tenaga kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung penyelenggaraan Posyandu yang berkualitas dan berkelanjutan. Sasaran yang ingin dicapai adalah terbentuknya kepengurusan TP Posyandu Kecamatan yang mampu menjalankan tugas secara optimal, meningkatnya kualitas pembinaan Posyandu, serta terwujudnya pelayanan Posyandu yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan. Sebagai tindak lanjut, Ketua TP Posyandu Kecamatan akan memperkuat koordinasi dengan Puskesmas, pemerintah desa, kader Posyandu, dan berbagai pihak terkait untuk melaksanakan pembinaan, pendampingan, serta monitoring Posyandu di wilayah Kecamatan Mlonggo guna mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
TP PKK Kecamatan Pakis Aji melalui Pokja IV berpartisipasi dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) bagi kader Pokja IV TP PKK Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Jepara. Kegiatan ini diselenggarakan oleh TP PKK Kabupaten Jepara pada Kamis, 7 Mei 2026, mulai pukul 09.00 WIB, bertempat di Pendopo R.A. Kartini Kabupaten Jepara. Kegiatan sosialisasi menghadirkan narasumber dr. Tri Adi K., Sp.P, seorang dokter spesialis paru, yang menyampaikan materi secara komprehensif mengenai penyakit Tuberkulosis (TBC), mulai dari penyebab, cara penularan, gejala, upaya pencegahan, hingga tata laksana pengobatan sesuai standar program nasional. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang masih menjadi salah satu tantangan utama di bidang kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk kader PKK, dalam mendukung upaya eliminasi TBC di Indonesia. Melalui sosialisasi ini, para kader Pokja IV dibekali pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini terhadap gejala TBC, seperti batuk yang berlangsung selama dua minggu atau lebih, penurunan berat badan, demam berkepanjangan, berkeringat pada malam hari, serta pentingnya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila ditemukan gejala tersebut. Selain itu, disampaikan pula bahwa pengobatan TBC harus dijalani secara teratur hingga tuntas agar penderita dapat sembuh dan terhindar dari risiko resistensi obat. Sebagai kelompok kerja yang membidangi kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat, Pokja IV TP PKK memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), penerapan etika batuk, menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan gizi keluarga, serta mengurangi stigma terhadap penderita TBC. Kader PKK diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan TBC dapat dilaksanakan secara lebih efektif. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara TP PKK dengan sektor kesehatan dalam mendukung program pemerintah menuju eliminasi TBC. Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi secara interaktif dengan narasumber mengenai berbagai permasalahan yang ditemui di lapangan, sehingga solusi yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan pembinaan di desa masing-masing. Keikutsertaan TP PKK Kecamatan Pakis Aji dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas kader PKK di bidang kesehatan masyarakat. Pengetahuan dan informasi yang diperoleh selama sosialisasi diharapkan dapat diteruskan kepada kader PKK desa dan masyarakat melalui berbagai kegiatan penyuluhan, posyandu, serta forum-forum kemasyarakatan lainnya, sehingga kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan penanggulangan TBC semakin meningkat. Melalui kegiatan ini, TP PKK Kecamatan Pakis Aji menegaskan dukungannya terhadap program pemerintah dalam percepatan eliminasi Tuberkulosis. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader PKK, dan masyarakat, diharapkan angka penularan TBC dapat terus ditekan, kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat, serta terwujud keluarga yang sehat, produktif, dan sejahtera.