Lomba Desain Batik Troso TK. Kabupaten Jepara
TP PKK Kecamatan Pakis Aji turut berpartisipasi dalam Lomba Desain Baju Troso Tingkat Kabupaten Jepara yang diselenggarakan pada Selasa, 28 April 2026. Pada ajang bergengsi tersebut, TP PKK Kecamatan Pakis Aji mengusung tema "Javanice Opulence", sebuah konsep busana pesta yang memadukan keanggunan budaya Jawa dengan sentuhan kemewahan yang elegan, sekaligus mengangkat kekayaan wastra lokal Kabupaten Jepara.
Desain busana yang ditampilkan merupakan hasil kreativitas dengan mengombinasikan Kain Tenun Troso sebagai identitas khas Jepara dengan batik khas Desa Lebak, sehingga menghasilkan perpaduan yang harmonis antara nilai tradisional dan estetika modern. Pemilihan motif, warna, serta detail rancangan mencerminkan keindahan budaya lokal yang dikemas dalam balutan busana pesta yang anggun, berkelas, dan tetap mempertahankan ciri khas kearifan lokal.
Dalam perlombaan tersebut, Desa Lebak dipercaya menjadi wakil Kecamatan Pakis Aji. Busana hasil desain tersebut diperagakan dengan penuh percaya diri oleh model yang juga berasal dari Desa Lebak. Penampilan yang memukau berhasil menunjukkan bahwa produk kerajinan lokal mampu diolah menjadi karya fesyen yang memiliki nilai seni tinggi serta berpotensi menjadi bagian dari industri kreatif yang membanggakan.
Keikutsertaan TP PKK Kecamatan Pakis Aji dalam lomba ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian dan pengembangan tenun Troso sebagai salah satu warisan budaya unggulan Kabupaten Jepara. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mendorong inovasi, kreativitas, dan kolaborasi antara kader PKK, perajin tenun, pembatik, serta masyarakat dalam menghasilkan karya yang bernilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Melalui ajang ini, diharapkan tenun Troso dan batik lokal semakin dikenal oleh masyarakat luas serta mampu meningkatkan daya saing produk unggulan Jepara di tingkat regional maupun nasional. TP PKK Kecamatan Pakis Aji berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan, pengembangan ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya lokal melalui berbagai kegiatan yang inovatif dan berkelanjutan, sehingga potensi yang dimiliki setiap desa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.