Smart Kartini Logo Smart Kartini
Ketua TP PKK Mayong Kenalkan Budidaya Sayuran dengan Sistem Sumbu Kapiler
23 June 2026 Kecamatan Mayong

Ketua TP PKK Mayong Kenalkan Budidaya Sayuran dengan Sistem Sumbu Kapiler

#PKK
kecamatan mayong
Kontributor kecamatan mayong TP PKK Kecamatan Mayong

Mayong — Ketua TP PKK Kecamatan Mayong, Ny. Nikmah Muh. Taufik, mengajak masyarakat, khususnya kader PKK, untuk mengenal dan memanfaatkan teknologi hidroponik sistem sumbu kapiler sebagai salah satu alternatif pemanfaatan halaman dan pekarangan rumah.

Dalam kesempatan tersebut, beliau menjelaskan bahwa hidroponik sumbu kapiler merupakan metode budidaya tanaman yang sederhana, hemat biaya, dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Sistem ini memanfaatkan sumbu sebagai media penyalur air dan nutrisi dari wadah penampung menuju akar tanaman, sehingga tanaman tetap memperoleh kebutuhan air tanpa harus disiram setiap saat.

Menurut Ny. Nikmah, pemanfaatan pekarangan rumah melalui hidroponik dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Selain menghasilkan sayuran yang sehat dan segar untuk kebutuhan sehari-hari, kegiatan ini juga dapat memperindah lingkungan rumah dan meningkatkan produktivitas keluarga.

"Halaman rumah yang terbatas bukan menjadi alasan untuk tidak bercocok tanam. Dengan hidroponik sumbu kapiler, masyarakat dapat menanam berbagai jenis sayuran seperti kangkung, sawi, selada, dan pakcoy dengan cara yang mudah dan praktis," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Kecamatan Mayong berharap masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan setiap jengkal pekarangan yang dimiliki. Selain mendukung program ketahanan pangan keluarga, hidroponik juga dapat menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal pertanian modern sejak dini.

Dengan semangat PKK Mayong Inspiratif, diharapkan gerakan pemanfaatan pekarangan melalui hidroponik sumbu kapiler dapat berkembang di seluruh desa di Kecamatan Mayong dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan keluarga.

Galeri Foto

Dokumentasi Video

Video Dokumentasi #1