Tradisi Ngrumat Putu Keluarga Pak Rasno: Hangatnya Keberkahan dan Kebersamaan di Karanggondang
Pada Selasa sore, 8 September 2026, suasana penuh rasa syukur dan kehangatan menyelimuti kediaman Bapak Rasno
di RT 01 / RW 04 Desa Karanggondang. Keluarga besar beliau menggelar tradisi ngrumat putu, sebuah ritual adat warisan leluhur sebagai ungkapan kasih sayang, rasa syukur, serta doa keselamatan atas kehadiran dan tumbuhnya para cucu (putu) dalam keluarga.
Acara yang berlangsung sederhana namun sarat makna ini dihadiri oleh sanak saudara serta tetangga sekitar yang turut memanjatkan doa bersama.
Daya tarik dan keunikan utama dari prosesi *ngrumat putu* ini terletak pada tradisi makan bersamanya yang menggunakan alas daun pisang utuh (*lonjoran*).
Nasi hangat beserta aneka lauk-pauk tradisional disajikan memanjang di atas lembaran daun pisang, lalu dinikmati bersama-sama secara santap bersama (*kembulan*).
Penggunaan daun pisang utuh ini bukan sekadar cara penyajian, melainkan simbol kesederhanaan, menyatunya niat, serta meluruhnya sekat antaranggota keluarga dan tetangga yang hadir.
Melalui penyelenggaraan tradisi ini, keluarga Pak Rasno tidak hanya merawat rasa syukur atas nikmat keturunan, tetapi juga menjaga kelestarian kearifan lokal di tengah kemajuan zaman.
Gelak tawa dan obrolan hangat saat menikmati sajian di atas daun pisang mempererat tali silaturahmi warga
RT 01 / RW 04 Desa Karanggondang.
Tradisi *ngrumat putu* ini menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa kekeluargaan terus hidup dan mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat desa.