Sosialisasi Mengenai Frozen Shoulder pada Lansia di Pos Lansia Cahaya Senja Desa Senenan
Pos Lansia Cahaya Senja Desa Senenan melaksanakan kegiatan sosialisasi kesehatan bagi para lansia dengan tema “Frozen Shoulder (Bahu Beku)”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari RSUD R.A. Kartini dan diikuti oleh para peserta lansia yang tergabung dalam kegiatan Pos Lansia Cahaya Senja.
Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para lansia mengenai frozen shoulder, mulai dari pengertian, penyebab, tanda dan gejala, hingga cara sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi keluhan. Narasumber menjelaskan bahwa frozen shoulder dapat menyebabkan rasa nyeri, kaku, serta keterbatasan gerak pada bahu yang pada akhirnya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga diberikan tips dan praktik sederhana untuk membantu meredakan keluhan frozen shoulder. Narasumber memperagakan beberapa gerakan peregangan bahu yang dapat dilakukan secara perlahan dan sesuai kemampuan masing-masing lansia. Peserta kemudian mengikuti gerakan tersebut bersama-sama dengan pendampingan narasumber agar gerakan dilakukan dengan benar dan tidak berlebihan.
Selain latihan peregangan, peserta juga diberikan edukasi mengenai penggunaan kompres air hangat pada area bahu yang terasa kaku atau nyeri. Kompres hangat dapat memberikan rasa nyaman dan membantu mengurangi kekakuan sebelum melakukan latihan gerak. Para lansia diingatkan untuk melakukan latihan secara bertahap dan menghentikan gerakan apabila menimbulkan nyeri yang berlebihan.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif. Para peserta aktif mengikuti gerakan yang dicontohkan serta mengajukan pertanyaan mengenai keluhan bahu yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para lansia dapat lebih mengenali gejala frozen shoulder, mengetahui cara sederhana untuk membantu mengurangi keluhan, serta tetap menjaga aktivitas dan mobilitas tubuh sesuai dengan kondisi masing-masing.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan lansia, khususnya dalam menjaga fungsi gerak dan kualitas hidup di usia lanjut.