Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Lubang Resapan Organik Bersama KKN UNS di Kelompok PKK RT 08/RW 02 Desa Karanggondang
Kelompok PKK RT 08/RW 02 Desa Karanggondang mengikuti kegiatan sosialisasi dan praktik yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNS pada Senin, 3 Agustus 2026.
Kegiatan ini memberikan edukasi kepada warga mengenai pembuatan lubang di dalam tanah yang kemudian diisi dengan sampah organik, seperti daun kering, sisa sayuran, dan bahan organik rumah tangga lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, warga diperkenalkan pada cara sederhana dan ramah lingkungan dalam mengelola sampah organik sekaligus memanfaatkan lingkungan sekitar untuk mendukung kelestarian tanah dan air.
Dalam kegiatan praktik, mahasiswa KKN UNS memberikan contoh secara langsung mengenai tahapan pembuatan lubang resapan, mulai dari menentukan lokasi, melakukan pengeboran atau pembuatan lubang pada tanah, hingga memasukkan sampah organik ke dalam lubang tersebut.
Lubang yang dibuat berfungsi sebagai tempat masuk dan meresapnya air hujan ke dalam tanah sehingga dapat membantu mengurangi genangan serta meningkatkan ketersediaan air di dalam tanah.
Selain itu, sampah organik yang dimasukkan secara bertahap akan mengalami proses penguraian dan menghasilkan bahan organik yang dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah.
Warga kelompok PKK mengikuti praktik dengan antusias dan mendapatkan kesempatan untuk mencoba secara langsung pembuatan lubang tersebut.
Kegiatan sosialisasi dan praktik ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta keterampilan masyarakat, khususnya anggota kelompok PKK RT 08/RW 02 Desa Karanggondang, dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Pengelolaan sampah organik melalui lubang resapan menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah masing-masing untuk mengurangi pembuangan sampah organik sekaligus membantu penyerapan air hujan ke dalam tanah.
Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa KKN UNS, diharapkan pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan praktik saja, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, tanah lebih subur, dan kemampuan tanah dalam menyerap air hujan dapat semakin baik.