Sosialisasi Active Case Finding (ACF)
Notulen Hari ini ,Kamis, 29 Oktober 2026
Bertempat di Balaidesa kancilan
Narasumber : ESTER SUKAENAH
Sosialisasi Active Case Finding (ACF) adalah kegiatan penyuluhan dan koordinasi untuk mengenalkan metode penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) secara aktif.
Tujuan Utama Sosialisasi ACF
• Deteksi Dini: Menemukan kasus TBC lebih awal sebelum bergejala berat atau menular lebih luas ke lingkungan sekitar.
• Edukasi Masyarakat: Meningkatkan pemahaman warga tentang gejala TBC, pentingnya pemeriksaan, dan menghilangkan stigma terhadap pasien TBC.
• Pelacakan Kontak (Contact Tracing): Menjangkar pemeriksaan pada kelompok berisiko tinggi.
Sasaran Skrining dalam ACF
• Kontak erat atau kontak serumah dengan pasien TBC.
• Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV).
• Penyandang diabetes melitus (DM).
• Perokok.
• Kelompok rentan lain (lansia, anak-anak, atau warga dengan kurang gizi).
Alur & Tahapan Kegiatan ACF
1. Koordinasi & Pendataan: Petugas Puskesmas, kader kesehatan, dan pemangku kepentingan wilayah mendata sasaran berisiko (mengacu pada data form TB atau SIMPUS).
2. Penyuluhan / Sosialisasi: Memberikan pemahaman kepada masyarakat atau kelompok tertentu (seperti kelompok PKK, pengajian, atau warga di balai desa/kelurahan) tentang pentingnya skrining TBC.
3. Skrining Gejala & Pemeriksaan:
• Wawancara dan pengisian kuesioner gejala TBC.
• Pemeriksaan rontgen dada (chest x-ray / mobile CXR) atau tes cepat molekuler (TCM) bagi yang diindikasikan.
4. Tindak Lanjut / Pengobatan: Jika hasil skrining menunjukkan terduga TBC, pasien diarahkan untuk pemeriksaan dahak (sputum) dan mendapatkan pengobatan gratis di Puskesmas