Kenalkan Jejak Pahlawan Sejak Dini: Museum Ari-Ari Kartini Jadi Destinasi Eduwisata Favorit Saat MPLS
Mayong – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi ajang bagi para peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah, budaya, dan literasi sejak dini.
Selama pelaksanaan MPLS, Bunda Literasi Kecamatan Mayong menerima kunjungan eduwisata dari berbagai sekolah di Museum Ari-Ari Kartini, Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang mengajak para pelajar mengenal lebih dekat sejarah kelahiran dan perjalanan hidup Raden Ajeng Kartini.
Dalam kunjungan tersebut, para peserta didik diajak melihat berbagai koleksi dan informasi sejarah yang tersimpan di Museum Ari-Ari Kartini. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai hubungan Mayong dengan sosok pahlawan emansipasi perempuan Indonesia tersebut, sekaligus mengenal potensi sejarah dan budaya lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan.
Bunda Literasi Kecamatan Mayong menyambut baik antusiasme sekolah-sekolah yang memilih Museum Ari-Ari Kartini sebagai salah satu tujuan kegiatan MPLS. Menurutnya, kegiatan eduwisata dapat menjadi sarana yang menarik untuk meningkatkan minat baca, memperluas wawasan, serta menanamkan rasa bangga terhadap sejarah daerah.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan dari buku dan ruang kelas, tetapi dapat melihat secara langsung jejak sejarah yang ada di Kecamatan Mayong. Kami berharap kunjungan ini dapat menumbuhkan semangat membaca, belajar, dan mencintai warisan budaya daerah,” ungkapnya.
Kegiatan eduwisata selama masa MPLS ini juga menjadi upaya untuk mengenalkan Museum Ari-Ari Kartini sebagai destinasi wisata edukasi dan literasi di Kecamatan Mayong. Keberadaan museum tersebut diharapkan semakin dikenal oleh masyarakat, terutama generasi muda, sebagai ruang belajar yang menyenangkan dan penuh nilai sejarah.
Dengan adanya kunjungan eduwisata ini, Bunda Literasi Kecamatan Mayong berharap sekolah-sekolah dapat terus memanfaatkan tempat-tempat bersejarah dan pusat literasi sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran. Melalui kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat, gerakan literasi di Kecamatan Mayong diharapkan semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi generasi penerus.